Beatrice Usboko: Sembuh Dari Sakit Tulang Belakang Bengkok di KPPI Jakarta 13 April 2017

Nama saya Beatrice Usboko. Saya berasal dari Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2016 saya sering mengalami sakit nyeri pada kaki hingga pinggang. Biasanya rasa sakit itu datang dan pergi. Pada awal April  2017 saya berencana mengantar ayah saya ke Jakarta untuk berobat. Ternyata pada saat itu sakit saya semakin parah dan membuat saya tidak bisa berjalan.

Seminggu sebelum ke Jakarta saya betul-betul tidak berdaya karena tidak bisa melangkah. Bahkan untuk berdiri dua menit saja saya tidak sanggup. Seluruh kaki terasa sangat ngilu, menjalar hingga ke paha dan pinggang ikut terasa ngilu. Sehingga saya benar-benar tidak sanggup berdiri. Namun setelah selama dua hari saya melakukan terapi maka saya mulai bisa sedikit melangkah. Itu sebabnya saya berniat tetap mengantar ayah saya pergi berobat ke Jakarta.

Namun selama perjalanan dari Kefa ke Jakarta, juga saat di bandara hendak naik ke pesawat saya begitu kesakitan sehingga saya benar-benar tidak sanggup berjalan dan minta bantuan pramugari agar menyediakan kursi roda bagi saya.

Setelah saya tiba di Jakarta saya melakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Ternyata dari hasil rontgen diketahui bahwa tulang belakang saya bengkok. Dokter menanyakan apakah saya pernah jatuh. Saya baru teringat bahwa saya pernah jatuh dua atau tiga kali di rumah karena terpeleset. Secara medis tulang saya tidak bisa kembali lurus dan normal. Untuk memperbaikinya maka harus dilakukan operasi. Untuk itu yang dilakukan hanya terapi pemanasan syaraf untuk mengurangi nyeri.

Kami kembali bergumul dalam doa memohon pertolongan Tuhan karena tidak ada jalan lain selain operasi. Sementara kami tidak mampu melakukan operasi. Jadi kami hanya bersandar kepada Yesus untuk memberi jalan terbaik bagi kami.

Puji syukur kepada Tuhan kami diundang untuk menghadiri KPPI Jakarta. Saya hadir di KPPI pada tanggal 13 April 2017. Saat tantangan diberikan bagi siapa saja yang merasa sakit untuk maju ke depan, maka saya maju untuk ikut didoakan. Setelah didoakan semua rasa nyeri lenyap dan saya dapat berjalan tanpa rasa sakit. Saya dapat jongkok, berdiri, bahkan bertumpu pada kaki kanan saya tanpa rasa sakit sama sekali. Puji Tuhan.

Sekarang saya sudah bisa berjalan-jalan tanpa dituntun lagi. Saya bisa berjalan-jalan keliling kota Jakarta, ke taman, bahkan pergi ke Mall, tanpa rasa nyeri di kaki saya lagi. Terima kasih Tuhan atas kasih dan kebesaranMu.

SHARE