Sejak tahun 1981, saat berumur 11 tahun, saya sering mengalami sesak nafas. berkeringat dingin , dada kiri terasa sakit dan jantung berdebar-debar dengan sangat keras.

Ketika saya masih SD, suatu hari saat saya mengikuti pelajaran di sekolah, wajah saya pucat dan berkeringat. Saya merasakan sakit yang sangat pada jantung saya, sehingga saya segera berlari pulang tanpa seijin guru. Karena saya sudah tidak tahan lagi menahan sakitnya.

Dokter mengatakan bahwa kebocoran jantung saya masih kecil. Sehingga jantung saya ini harus diobati secepat mungkin, agar bocornya tidak semakin besar. Bila sudah terlalu besar, nanti tidak tertolong lagi dan mengakibatkan kematian. Akhirnya saya dirawat di rumah sakit selama 3 hari.

Setiap kali kelelahan penyakit jantung saya kambuh. Saya tidak dapat mengikuti kegiatan di sekolah. Bahkan setelah saya menikah pun jantung saya masih sering kambuh.

Lima belas tahun kemudian, yaitu pada tahun 1996, dokter menyarankan agar saya menjalani operasi karena kebocoran pada jantung saya sudah semakin parah, tetapi saya menolak untuk dioperasi.
Pada awal bulan Maret 2004, saya datang ke Jakarta mengikuti suami saya yang sedang tugas belajar di salah satu universitas di Jakarta.

Pada saat saya di Jakarta, penyakit jantung saya sering kambuh. Sewaktu mencuci pakaian, bahkan sedang menonton televisi pun tiba-tiba penyakit jantung saya kambuh.

Pada suatu hari saudara ipar saya datang ke rumah dan mengajak saya menghadiri acara kebaktian kesembuhan, KPPI

Akhirnya pada tanggal 25 Maret 2004 saya datang ke KPPI. Saya duduk di lantai 2 dekat speaker. Saya merasa jantung saya berdebar-debar, sesak nafas dan pusing-pusing, tetapi saya terus memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Pada saat itu Susan Sumbayak naik ke atas panggung dan memanggil siapa yang sejak kecil menderita sakit yang kritis dan hampir mati. Saya tahu bahwa kemungkinan orang yang dimaksud itu adalah saya.

Saya maju dan berdoa memohon Tuhan menyembuhkan saya.

Setelah didoakan mujizat terjadi. Ketika mendengar puji-pujian yang cukup keras melalui speaker, jatung saya tidak berdebar lagi. Puji Tuhan, klep jantung bocor yang saya derita sudah disembuhkan oleh Tuhan Yesus

Sepulang dari KPPI, saya terbangun dari tidur karena saya merasa penyakit jantung saya kambuh lagi. Tetapi pada saat itu Roh Kudus berbicara kepada saya dan mengingatkan bahwa saya harus melawan penyakit saya dengan iman.

Maka saya berkata pada diri saya, “Tidak, saya percaya saya sudah sembuh. Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya dari sakit jantung.” Sejak saat itu penyakit jantung saya tidak pernah kambuh lagi.