Sejak tahun 1999, saya sering mengalami pingsan, karena kepala saya terasa pusing sekali. Pada suatu hari di tahun 1999, ketika saya berjalan hendak pulang ke rumah, tiba-tiba saya terjatuh dan pingsan. Saya tidak dapat bangun, seluruh tubuh saya tidak bisa digerakkan, kaku dan saya tidak bisa berbicara sama sekali. Kemudian, saya dibawa ke sebuah RS di daerah Lampung untuk mendapatkan pengobatan. Dokter mengatakan, bahwa saya mengalami stroke. Selama ± 3 minggu saya mengalami koma. Dokter menyarankan, supaya saya dibawa ke Jakarta.

Selama satu bulan dirawat di sebuah RS di Jakarta, kondisi saya tidak mengalami perubahan apa-apa. Saya mengalami kesulitan untuk menelan makanan. Kondisi ini membuat saya sangat menderita dan tubuh saya pun menjadi sangat kurus.

Pada akhir Desember 2003, saya bermimpi bertemu dengan Tuhan Yesus. Ia mendatangi saya, mengulurkan tanganNya dan berkata : “Akan ada orang yang membantumu dan mendatangimu. Aku selalu mengikutimu.”.

Pada suatu hari, seorang hamba Tuhan mendatangi saya di RS. Ia mendoakan dan memberitakan Firman Tuhan kepada saya. Saat itu, saya percaya kepada Tuhan Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya secara pribadi.

Beberapa hari sebelum acara KPPI, ada hamba Tuhan yang mengundang saya ke KPPI. Saya begitu antusias untuk ikut, walaupun kondisi saya masih belum bisa berjalan. Saya sangat yakin dan percaya, bahwa saya pasti akan disembuhkan di KPPI.

Pada tanggal 22 April 2004, Hamba Tuhan itu datang menjemput saya. Saya datang dalam kondisi tubuh yang lemah dan kepala pusing. Dengan iman yang teguh, saya memaksa diri untuk berjalan dengan cara dipapah oleh hamba Tuhan tersebut. Suster telah mengingatkan saya, “Kalau terjadi apa-apa pada ibu, pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab.”

Pada saat puji-pujian dinaikkan di KPPI, saya merasakan kekuatan dan sukacita dari Tuhan. Terlebih saat pujian “Kasih dari Bapa memenuhi tempat ini……”, pada saat itu saya merasakan jamahan Tuhan, seperti ada aliran air yang mengalir di tubuh saya dan membuat kaki saya yang lemah menjadi kuat. Saya mencoba menggerakkan kaki saya yang sudah menjadi normal dan kuat seperti 4 tahun yang lalu. Puji Tuhan !

Pulang dari KPPI, saya kembali ke RS tanpa harus dipapah lagi. Keesokan paginya, sayalah yang berjalan ke ruang praktek dokter. Padahal biasanya, dokter tersebut yang mengunjungi saya di kamar. Dokter memeriksa tangan dan kaki saya dan berkata : “Sudah bagus !”. Untuk meyakinkannya, saya dibawa ke ruang terapi. Saya disuruh mengangkat benda seberat 3 kg dan saya bisa melakukannya. Saya juga mencoba mengangkat beban dengan kaki saya dan saya dapat melakukannya. Dengan tersenyum penuh kekaguman, dokter tersebut mengatakan, bahwa tangan dan kaki saya sudah kuat dan sembuh.

Tuhan luar biasa! Sekarang keyakinan saya akan Tuhan Yesus semakin kuat. Saya sungguh-sungguh percaya, bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Penyembuh segala sakit penyakit. Terpujilah Tuhan. Haleluya ! Amin