Sejak bulan Juni 2003, menjelang malam hari, kedua kaki saya mulai terasa dingin sekali dan saya harus mengenakan kaos kaki setiap hari. Saya sulit sekali untuk melangkahkan kaki saya, apalagi untuk berjalan. Beberapa kali saya pernah mencoba untuk meloncat- loncat, tetapi saya tidak sanggup melakukannya.Bahkan, saya hampir terjatuh karenanya. Setiap tengah malam, saya terbangun karena rasa sakit pada ke dua kaki saya.

Sebelum sakit, setiap hari saya mengendarai sepeda motor untuk berangkat ke kantor atau mengantar anak saya ke tempat kerjanya. Tetapi, sejak saya sakit, maka saya harus berjuang untuk dapat mengendarai motor karena saya sering terjatuh pada saat meninggalkan atau memasuki halaman rumah saya karena kondisi halaman rumah saya yang menanjak. Ke dua kaki saya tidak sanggup lagi menahan beratnya sepeda motor. Oleh karena itu, istri saya sering menolong saya dengan cara memegang motor dari belakang supaya saya tidak terjatuh.
Selain itu, saya sering merasa sakit pada bagian punggung, sehingga saya sulit
menggerakkan tubuh saya..

Saya sudah beberapa kali memeriksakan sakit yang saya alami ke dokter. Dokter mengatakan bahwa saya menderita sakit rematik pada kedua kaki saya. Beliau menyarankan saya untuk bersabar saja, karena penyakit saya ini disebabkan oleh
faktor usia. Saya diberi beberapa macam obat oleh dokter, tetapi penyakit saya tidak mengalami perubahan yang berarti. Saya juga pergi ke Sinshe dan orang pintar yang datang ke kota Sabang, tetapi semua pengobatan itu tidak membawa perubahan apapun pada penyakit saya. Dalam kondisi demikian, istri saya selalu menguatkan saya agar saya percaya sepenuhnya kepada Tuhan saja, karena hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan saya.

Pada akhir bulan November 2006, seorang Hamba Tuhan yang merupakan teman dekat saya mengajak saya untuk datang ke acara KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi)
yang akan diadakan pada hari Kamis, 30 November 2006 di GPIB Patmos, Sabang.

Pada hari Rabu, 30 November 2006, sejak pagi dan siang hari saya dan istri saya telah bertekad bahwa kami harus pergi ke KPPI dan kami harus berdoa kepada Tuhan. Ada suara di dalam hati saya yang menyuruh saya untuk ikut KPPI.
Saya memutuskan untuk pergi ke KPPI.

Saya datang ke KPPI dengan iman bahwa saya pasti disembuhkan pada malam ini. Saya datang bersama dengan istri dan anak saya. Saya datang dalam kondisi dipapah. Pada saat tantangan doa kesembuhan, dengan penuh keyakinan bahwa Yesus sanggup
menyembuhkan, saya maju ke depan dan didoakan oleh seorang Hamba Tuhan. Pada saat Hamba Tuhan menumpangkan tangan pada kaki saya, tiba-tiba, saya merasakan aliran panas mengalir mulai dari punggung sampai pada kedua kaki saya.
Lalu hamba Tuhan itu menyuruh saya untuk mencoba berjalan dan berlari-lari di tempat. Seketika itu juga, saya merasakan kedua kaki saya begitu ringan.
Puji Tuhan…………! Saya dapat berjalan tanpa merasa sakit dan mengangkat kedua kaki saya tunggi-tinggi, bahkan saya dapat berlari- lari di tempat tanpa merasa sakit sama sekali pada ke dua kaki saya.

Saya begitu takjub. Saya dapat kembali melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak pemah dapat saya kerjakan selama 3 tahun ini. Saya terus berjalan dan melompat-lompat dan sama sekali tidak merasa sakit lagi. Seluruh badan saya yang semula sulit digerakkan, karena rasa sakit pada bagian punggung saya, sekarang dapat digerakkan dengan mudah.
Saya merasakan jamahan Tuhan. Dia amat baik buat hidup saya. Amin……….. !