Terpujilah Tuhan, kasihNya yang besar atas Desa Hutabulu, Kecamatan Pagaran, Sumatera. Pada tanggal September 2014 tim KPPI melayani di desa Hutabulu, Pagaran.
Kebaktian KPPI dibuka dengan kata sambutan dari Pak Tambunan dilanjutkan Na tua-tua ni Huta di sana memberikan kata sambutan, Setelah itu, Pdt. S. Jaluku membuka KPPI dengan Doa dan saat puji-pujian dinaikkan di pimpin oleh Pak David Siburian. Semuanya memuji-muji Tuhan, apalagi banyak pujian mereka dalam bahasa batak. Selama puji-pujian itu, mulai banyak lagi yang berdatangan ke tenda, tapi lebih banyak mereka nongkrong di tepi jalan, lalu ada yang duduknya di rumah di belakang layar, dan ada juga beberapa yang melihat dan berdiri dekat mobil jemputan. Kira-kira yang hadir jadinya sekitar 170 orang. Memang banyak yg demikian di desa-desa, banyak yang suka menonton dari kejauhan. Setelah puji-pujian selesai dan diputarkan film kesaksian kesembuhan, yang nongkrong di jalan akhirnya berhamburan datang ke tenda dengan cepat. Mereka ingin lihat film kesaksian kesembuhan tersebut.
Film kesaksian KPPI yang diputarkan adalah mengenai kesaksian pak Simare-mare yang sembuh dari patah tulang akibat ditabrak motor. Mereka sangat memperhatikan sekali film ini dan tidak ada yang bergeming sekalipun. Mereka benar-benar dibangkitkan imannya melalui kesaksian pak Simare-mare. Setelah film, herti masuk menyanyikan lagu Allah mengerti, Allah perduli. Yang hadir benar-benar dibawa untuk mengerti bahwa Allah peduli kepada mereka. Setelah itu, aku masuk untuk membacakan firman dengan tetap menyanyikan lagu Allah mengerti dan jiwa-jiwa itu dibawa untuk sungguh-sungguh memperhatikan Firman Tuhan.
Firman Tuhan yang dibacakan dari Markus 4:35-40. Firman Tuhan ini memberitakan kepada mereka bahwa hendaklah kita mengandalkan Allah kita, Yesus. Jangan mengandalkan diri sendiri dan tidak percaya bahwa Yesus beserta kita karena dengan demikian, kita akan menyalahkan Allah kita. Namun, Tuhan tidak berubah, Tuhan tidak berubah, Tuhan tidak berubah, Dia tetap mau menolong sekalipun murid2nya sempat mempersalahkan Dia seolah-olah tidak perduli kepada mereka murid-muridnya, tapi Tuhan tetap mau menolong mereka, asalkan mereka Sungguh2 percaya. Demikian juga Tuhan terhadap kita, Dia tidak berubah, Dia tetap mengasihi kita. Dia mengorbankan hidupnya agar oleh darahNya kita diampuni dan oleh bilur-bilurNya kita sembuh. Saya mengajak mereka untuk datang kepada Tuhan Yesus, sambil menyanyikan lagu tu Jolom. Ada yang terharu dan akhirnya saat tantang terima Tuhan Yesus, hampir semua yang hadir, sekitar 100-an angkat tangan.

Setelah itu, Firman Tuhan dilanjutkan Matius 8:1-3 tentang Yesus menyembuhkan orang yg sakit kusta. Saya beritakan bahwa kasih Tuhan begitu besar. Orang Kusta yang dicampakkan orang dan dijauhi orang karena dianggap najis, berdosa dan dalam kutuk, ketika orang kusta ini menghampiri Tuhan dan bertanya, jika tuhan mau, Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkannya. Tuhan mengulurkan tanganNya kepada orang yg kusta ini yang dianggap najis dan mengatakan Aku mau, jadilah engkau tahir. Dan sembuhlah orang kusta itu. Allah juga mau menyembuhkan kita, datang kepada Tuhan Yesus, berharap padaNyA.

Setelah Firman Tuhan, akan masuk dalam doa kesembuhan, kami nyanyikan lagu tak terbatas kuasaMu Tuhan dan yang sakit, berbeban berat, dan mewakili keluarganya maju ke depan untuk didoakan. Ada 13 orang yang maju dan ada diantaranya 2 anak yang mendoakan ibunya di rumah yang dadanya sangat sesak. Mereka semua berdoa dengan sunguh-sungguh. Puji Tuhan, dari 13 orang termasuk 2 anak tadi merasakan damai sejahtera. Yang sakit lehernya bengkak selama 3 bulan, sudah tidak bengkak lagi. Ompung yang gatal-gatal seluruh tubuhnya, sudah tidak gatal lagi. Pemuda yang sehari-harinya terasa sakit di perut dan dadanya jika bekerja dan berlari, sudah di tes lari berkali-kali, bolak balik, lari di tempat, jongkok bangun berkali-kali sudah tidak sakit lagi. Puji Tuhan……

Lalu, ternyata ada suami istri yg ingin anak merasakan damai sejahrtera dan suaminya tangan kirinya kaku, saat ditekuk mulai dijamah Tuhan namun belum sembuh total, belum sempurna dan diminta utk berdoa terus di rumah sambil bertindak terus seperrti yang dicontohkan. Yang lainnya yang maju adalah yg didoakan masalahnya.
Setelah itu, doa tantangan Hamba Tuhan, menyanyikan betapa hatiku, berterima kasih Yesus. Ada sekitar 30 orang yang meyerahkan diri mau melayani sebagai Hamba Tuhan.  Puji Tuhan Allah melawat desa Desa Hutabulu (Kecamatan Pagaran)