Yesus Sumber Air Kehidupan

Yohanes 4:5-25

Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” 

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”  Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Allah  itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”  Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”  Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Wanita Yang Hancur Hidupnya

Yesus memperkenalkan diriNya kepada seorang perempuan Samaria, bahwa Ia adalah mata air hidup yang kekal. Yesus menunjukkan kuasaNya. Ia bisa tahu segala sesuatu mengenai kehidupan perempuan ini. Ia adalah seorang wanita Samaria yang hidupnya sama seperti tanah yang kering. Perempuan ini sudah hancur dalam pernikahan dan hidupnya.  Ia sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarangpun bukan suaminya. Ia seorang yang haus kasih sayang namun yang tidak pernah mendapatkannya dalam hidupnya.

Yesus Sumber Air Hidup

Perempuan Samaria ini sangat takjub dan menjadi tahu kepada siapa harus berharap untuk memperoleh air hidup, yaitu kepada Tuhan Yesus yang  adalah sumber air hidup dan Mesias. Dia mungkin dianggap bukan orang yang pantas tetapi mau datang merendahkan diri kepada Tuhan. Dia meminta yang benar, yaitu meminta air hidup kepada Yesus, dan Yesus berkata bahwa Dialah air hidup itu, dan barangsiapa memiliki Yesus akan seperti mata air yang terus memancar sampai kekekalan. Ia tidak akan haus lagi untuk selama-lamanya. Air hidup akan memuaskan sepenuhnya dan selama-lamanya.

Mintalah Yang Benar

Apa yang Saudara butuhkan? Mintalah kehidupan Yesus, minta Yesus sendiri masuk dalam hatimu. Maukah Saudara datang kepada Yesus? Sama seperti perempuan Samaria itu, tahu hidupnya yang kering dan merana, namun dia tahu meminta yang benar. Dia meminta Air Hidup yaitu Tuhan Yesus sendiri untuk masuk ke dalam hidupnya.

Mintalah air hidup itu, mintalah kehidupan Yesus, bukan hanya berkat-berkatNya, bukan hanya kesembuhanNya, tapi air hidup itu. Mintalah kehidupan yang kekal. Maukah Saudara datang kepada Yesus dan percaya kepada Yesus, sama seperti perempuan Samaria yang percaya kepada Yesus.

Percayalah

Tidak ada sebuah doa yang Tuhan tidak mendengar.  Datanglah kepada Tuhan untuk menerima berkat Tuhan, menerima anugerah Tuhan dengan percaya. Doa yang dinaikkan dengan percaya tidak akan ada halangannya. Jika kita berdoa dengan yakin, kita pasti akan sembuh. Karena Tuhan begitu dekat. Percayalah kepada Yesus, jangan  kuatir dan jangan percaya kepada diri sendiri.  Tidak ada yang lebih kuat dari Yesus. Berdoa dengan berharap dan percaya kepada Tuhan Yesus. Di rumah Bapa banyak tempat, meskipun kita  ada di dunia tapi kita tidak yatim piatu

Sumber : Kotbah Pdt. Jacob Sumbayak, KPPI 15 Juli 2016

Related Posts