Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) kembali diadakan pada tanggal 27 April 2017, di Gedung Pertemuan Advent Jl. MT Haryono Kav. 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan.

Kebaktian dimulai dengan Imam Pujian, Pdt Yudi Sinambela,  mengajak seluruh jemaat bersukacita dan bangkit berdiri menyanyikan lagu Pujian ‘Hari Ini Kurasa Bahagia’.

Kemudian ditayangkan Kesaksian Kesembuhan Ibu Farida Sandjaja, yang disembuhkan pada kebaktian KPPI Kerjasama di Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI), Jakarta Barat.‎ Kesaksian Ibu Farida menyatakan bahwa Tuhan Yesus menyembuhkannya dan Ibu Fardia mau melayani Tuhan seumur hidupnya. Puji Tuhan.

Kemudian Pdt. Michico mengajak jemaat berdiri untuk bersama-sama membaca Firman Tuhan dari :

Mazmur 100:1-5

1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

3 Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Setelah itu, Pujian dilanjutkan dengan ‘Engkaulah Kekuatanku‘, yang selanjutnya jemaat diajak untuk menyaksikan kesaksian kesembuhan, yang terjadi pada kebaktian KPPI kerjasama di GPdI Maranatha, Banyuwangi, Jawa Timur, tanggal 19 Maret 2017. Disaksiakan seorang Ibu bernama Ibu Sugiah, yang disembuhkan dari telinga yang nyeri dan berdengung.‎

Ketika Kita Percaya, Ada Sukacita

Pdt Jacob B. Sumbayak membawakan Firman Tuhan, namun sebelumnya mengajak jemaat berdoa, supaya jemaat percaya kepada Tuhan. Pengkotbah mengajak jemaat untuk mengetahui bahwa dalam Tuhan Yesus akan ada kebahagiaan. Siapa yang ada di dalam Tuhan, maka dia berbahagia, karena ada suatu damai sejahtera, sukacita, yang membuat kita berbahagia.

IMG_0496

Seringkali kita merasakan tidak berbahagia, tidak damai sejahtera, tapi itu bukan berarti Allah  berdusta, ‎tapi justru ini saatnya untuk kembali kepada Tuhan, supaya kita kembali bersukacita. Percayalah kepada perkatan Tuhan Yesus, jangan putus asa, maka Tuhan akan memberikan kebahagiaan kepada kita.

Kebahagiaan yang kita punya bukan karena materi kita, tapi karena kita memiliki Tuhan, percayalah kepada Tuhan, jangan biasa-biasa saja. Mungkin kita telah mendengarkan Firman Tuhan berkali-kali, tapi tetap percayalah, karena Firman Tuhan bisa memerdekakan kita, bisa memulihkan kita, membuat kita bersukacita dan melepaskan kita dari segala ikatan.

Ketika kita percaya kepada Firman Tuhan, maka kita akan bersukacita. Bukan karena materi, tapi justru karena Tuhanlah, kita akan bisa bersukacita. Percayalah, dan bertindak kepada perkataan Firman Tuhan, maka itu akan terjadi kepada kita, sehingga kita akan memiliki damai sejahtera dan kita akan berbahagia.

Percaya yang sungguh-sungguh akan membuat kita mengetahui bahwa hidup kita berarti, ada rancangan Tuhan bagi kita. Tuhan mengasihi kita oleh karena itu Tuhan mau mati bagi kita di kayu salib. Sebagai tanda bersukacita, Pengkotbah mengajak jemaat untuk tersenyum dan menyalami orang di kanan dan kiri mereka.

Percayalah Tuhan Yesus Sanggup Menyembuhkan

Firman Tuhan diambil dari :

Lukas 8:26-33. 35

26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.

27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.

28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”

29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.

30 Dan Yesus bertanya kepadanya: “Siapakah namamu?” Jawabnya: “Legion,” karena ia kerasukan banyak setan.

31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.

32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.

33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

35  Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.

Kondisi orang kerasukan setan seperti di dalam Firman Tuhan ini mungkin sering terjadi dalam kehidupan di sekitar jemaat.

Keluarga orang yang kerasukan setan itu sudah berusaha untuk membelenggu dia supaya dia tidak berkeliaran dan berbuat onar, bahkan belenggu itu tidak sanggup menahan dia, sebab dia sudah kerasukan setan-setan, atau Legion.

Tapi saat Yesus datang ke hadapan orang itu, setan tahu bahwa dia berhadapan dengan Yang Mahakuasa, yaitu Yesus.

Orang yang kerasukan pasti sudah tidak bisa melepaskan diri, tapi sekarang sudah waras, sebab Yesus sudah melepaskan dia dari kuasa setan.

Yesus mempunyai kuasa untuk melepaskan dari kuasa setan. Tuhan Yesus sanggup untuk melepaskan kita dari kuasa kegelapan, dari kuasa jahat.

Yesus sanggup melepaskan kita dari segala ikatan dosa. Jangan katakan bahwa Tuhan Yesus tidak sanggup karena persoalan yang saya hadapi terlalu besar. Tapi Yesus adalah Tuhan, dan Dia sanggup melepaskan kita dari segala kejahatan dan ikatan dosa, dari segala ketidak sejahteraan, Yesus sanggup memulihkan kita.

Percayalah kepada Tuhan Yesus, bahwa Yesus sanggup mengeluarkan kita dari persoalan kita dan sakit-penyakit kita, Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan kita, bahkan iblispun takut kepada Yesus Kristus.

Yesus adalah Tuhan yang sanggup melepaskan kita semua dari segala belenggu dosa dan sakit penyakit.

Maka mulai hari ini, jangan hanya berkata percaya, tapi bertindaklah dengan percaya, kalau mau beriman, lihatlah kepada Yesus, bahwa Dia adalah Anak Allah yang turun ke dunia, dan barangsiapa yang percaya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bertindaklah di dalam kepercayaan saudara, karena itulah Iman, maka Yesus akan datang melawat kita, sama seperti Tuhan Yesus datang melawat orang yang kerasukan setan tersebut.

Jemaat diajak percaya kepada Tuhan Yesus, berdoa dan mengangkat tangannya, supaya Jemaat memandang kepada Tuhan Yesus dengan iman, bahwa ketika Tuhan Yesus disesah dan dicambuk, menderita, semua itu dilakukanNya karena Tuhan Yesus mau menanggung segala kesalahan kita.‎

Tuhan Yesus dipermalukan di kayu salib, supaya kita tidak lagi beroleh malu karena dosa, sebab dosa kita telah ditebus. Dia menderita dan mati, supaya kita beroleh hidup.

Kemudian Jemaat diajak untuk bangkit berdiri untuk berdoa, bertobat dari segala kesalahan mereka, dan menerima Tuhan Yesus dalam hati mereka.

Mujizat Kesembuhan Dinyatakan Tuhan

IMG_0680

Setelah itu,  Susan Sumbayak memanggil jemaat yang mengalami sakit di bagian jantung untuk maju ke depan. ‎Terlihat lima orang maju ke depan untuk didoakan. Susan Sumbayak mendoakan secara spesifik terlebih dahulu seorang ibu yang sakit jantung selama 10 tahun, jantungnya bocor. ‎Dan Puji Tuhan, ibu tersebut disembuhkan oleh Tuhan, denyut jantungnya sudah teratur dan tidak sakit lagi.

‎Kemudian para hamba Tuhan dan counsellor maju, para jemaat yang sakit juga maju ke depan untuk didoakan.

Sebelum doa kesembuhan, seorang bapak yang maju karena sakit‎ jantung bersaksi, bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan dia, sebelumnya bagian dadanya terasa sakit dan bernafaspun juga sakit, tapi Puji Tuhan, Tuhan menyembuhkan dia.

Para jemaat diajak untuk beriman dengan sungguh-sungguh, bahwa dengan Iman pasti Tuhan akan sembuhkan.  Tumpangkan tangan pada bagian yang sakit dan percaya.

Pdt Daniel JS  memulai doa kesembuhan yang pertama‎, kemudian dilanjutkan oleh Pdt Hisar Manurung (HKBP Cikini), Pdt Arie Assa (GKIN Taman Firdaus, Kelapa Gading) dan Pdt Judah Pakasi.

Para hamba Tuhan mengajak jemaat percaya, dan meminta kepada Tuhan Yesus supaya mujizat dan kuasa Tuhan dinyatakan, bahwa oleh bilur-bilur Tuhan Yesus, maka para jemaat yang sakit disembuhkan.

Setelah itu, para Counsellor diajak untuk mulai menumpangkan tangan dan berdoa atas orang – orang yang sakit.

Kesaksian kesembuhan mulai terjadi, seorang ibu ‎yang sakit pada tumitnya, seperti disayat pisau dan susah untuk berjalan selama 1 bulan. tapi hari itu Tuhan menyembuhkan dia secara total.

Lalu seorang ibu yang sakit pada pinggangnya selama 2 tahun, susah digerakkan dan tidak bisa membungkuk, tapi malam itu, Tuhan menyembuhkan dia, dia bisa bergerak normal dan bisa membungkuk. Puji Tuhan.

IMG_0919

Seorang ibu yang baru selesai dioperasi kakinya, tadi kakinya tidak bisa diangkat, tapi setelah Tuhan sembuhkan, dia bahkan bisa melompat, puji Tuhan. Lalu seorang bapak, yang sudah 3 tahun berada di kursi roda, tidak bisa berdiri. Datang dalam keadaan dibopong, sama sekali tidak bisa menggunakan kakinya. Tapi malam itu, Tuhan menyembuhkan dia, bapak itu bisa bangkit berdiri dan mulai berjalan. Luar biasa, Tuhan bekerja, yang mustahil di mata manusia, Tuhan sanggup kerjakan.

IMG_0982

Kesembuhan terus terjadi, seorang ibu yang tidak bisa jalan, datang dalam kondisi duduk di kursi roda, malam itu dia mulai bisa berjalan. Puji Tuhan, luar biasa pekerjaan Tuhan. Lalu seorang bapak yang datang dalam keadaan stroke, kaki kanannya sebelumnya harus diseret supaya bisa berjalan, tapi setelah disembuhkan, bapak itu bisa berjalan dengan normal.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Kemudian, setiap jemaat yang terpanggil untuk mau melayani Tuhan, diminta untuk maju ke depan. Puluhan Jemaat maju ke depan, dan  Pdt Musa Yowei (GPdI El Gibbor, Manokwari, Papua), berd‎oa untuk panggilan mereka, supaya mereka setia mengikut Tuhan dan melayani Tuhan.

IMG_1165

Kebaktian KPPI ini telah berlangsung sejak tahun 1993 diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta dan bersifat interdenominasi, karena itu pada akhir kebaktian maka para jemaat yang datang dihimbau untuk kembali kepada gereja masing masing dan menjadi berkat disana.