KPPI PUSAT 14 SEPTEMBER 2017: BANYAKLAH TEMPAT DI RUMAH BAPAKU

Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) kembali berlangsung di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Kav 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 14 September 2017.

Tuhan sangat mengasihi Jabodetabek.  Melalui kebaktian yang terus diadakan setiap bulan sejak tahun 1993, Tuhan terus menyatakan kebesaran kasih dan kuasaNya. FirmanNya mengenai kuasa penebusan Kristus di kayu salib selalu diberitakan. Iman yang hadir dibangkitkan untuk percaya sepenuhnya kepada Yesus. Mujizat demi mujizat terus berlangsung. Sungguh nyata bahwa Tuhan itu hidup.

Umat Tuhan dari berbagai penjuru kota Jabodetabek telah menempuh perjalanan yang tidak mudah untuk mencapai gedung kebaktian. Mereka datang dengan berbagai masalah dan sakit penyakit. Mereka berharap akan beroleh mujizat Tuhan. Sebagian dari mereka datang langsung dari rumah sakit.

Di awal kebaktian jemaat datang dengan penuh sukacita menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan yang dipimpin oleh  Pdt. Phillipus Suwandi Kusuma.

MujizatNya Sungguh Nyata

Ditayangkan sebuah film kesaksian kesembuhan  mengenai seorang gadis kecil, Felicia, yang menderita kelumpuhan sejak kecil karena ada kelainan otak dan menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Ibunya mendapat undangan KPPI saat Felicia dirawat di rumah sakit dan datang hamba Tuhan mendoakannya. Sang ibu tanpa putus asa selalu membawa Felicia ke KPPI sejak tahun 2013 pada usia 6 bulan dengan harapan Tuhan menyembuhkan dia. Tuhan menjawab doanya. Pada bulan Mei 2017 anaknya mulai bisa berjalan dan makin hari makin normal  dan kuat. Tuhan sudah menyembuhkan. Puji Tuhan.

Pdt. Lidya Emy Trimahanani kemudian mengajak seluruh jemaat membaca dengan keras ayat Markus 11:24 (TB)  “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Kembali ditayangkan sebuah film. Diawali dengan cuplikan kotbah dari KPPI sebelumnya. Firman Tuhan diambil dari Yohanes 5:1-9 (TB)  mengenai seorang lumpuh selama 38 tahun yang terus menunggu degan setia di tepi kolam Betesda menantikan mujizat kesembuhan. Tuhan Yesus datang kepadanya dan menyembuhkannya.

Lumpuh selama 38 tahun bukanlah waktu yang pendek. Kondisi ini bisa membuat hati tidak sabar dan putus asa. Tapi dia tetap ada di tepi kolam itu. Mengapa Yesus khusus datang kepada satu orang ini? Karena Tuhan sangat tahu orang ini berharap sungguh-sungguh dan tidak pernah menyalahkan siapapun. Tuhan datang khusus kepada orang yang menunggu puluhan tahun ini dan menyembuhkannya. Sementara ada banyak sekali orang sakit di sana.  Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan Dia akan bertindak. Dia lebih riil dari udara yang kita hirup, bahkan dari angin yang bertiup.  Tuhan itu nyata, percayalah kepadaNya.

Dilanjutkan dengan sebuah kesaksian kesembuhan yang dialami seorang anak remaja bernama Ferdi. Selama 6 tahun tellinga kanannya berdengung, bengkak dan teramat sakit, serta membuatnya kurang dapat mendengar. Dia hadir di KPPI dan didoakan. Tuhan menjamah dan menyembuhkannya.

Di Rumah Bapaku Ada Banyak Tempat

Pdt. Michico Serafim maju menyampaikan Firman Tuhan. Diambil dari Yohanes 14:1-3 (TB)  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”

Disampaikan agar jangan menjadi gelisah dan kuatir. Manusia, tua muda, bahkan anak-anak sekalipun sering diliputi rasa takut, kuatir, dan cemas. Seorang anak kecil kuatir apakah naik kelas, seorang mahasiswa juga gelisah akan masa depan, demikian juga pedagang kuatir apakah bisnisnya berhasil.  Banyak kegelisahan dan kuatir yang membuat sulit mengucap syukur. Kita mungkin bisa mendaftarkan semua kegelisahan kita dan akan nampak satu hal yang sama, yaitu semua merupakan kekhawatiran karena kehidupan di muka bumi ini: masalah makanan, masalah pekerjaan atau masalah masa depan.

Tapi Tuhan mengatakan agar jangan gelisah karena di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Hal inilah yang daoat menjawab semua daftar persoalan kita. Semua persoalan sesungguhnya kecil bagi Tuhan.

Dilanjutkan membaca Matius 6:25-33(TB).  Apapun daftar kebutuhan kita yang sering mengganggu dan membuat kita kuatir, sesungguhnya Bapa di sorga tahu semuanya itu. Bapa di sorga menjamin dapat menolong kita dalam semua persoalan kita. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana  kalau kita meninggalkan bumi ini.

Tuhan Yesus telah berkata bahwa  di rumah Bapa banyak tempat tinggal. Untuk itulah Dia pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagi kita, dan dari sana Dia akan datang kembali untuk membawa kita ke tempatNya.

Setiap kita sangat dikasihi Allah. Dia tidak ingin kehilangan satupun dari kita. Untuk itu Dia memastikan bahwa setiap orang memiliki hidup yang kekal bersama-sama dengan Bapa di sorga. Itu dilakukanNya dengan memberikan nyawaNya bagi kita semua. Sehingga jangan kita pernah berpikir bahwa Tuhan tidak memperhatikan kita dan tidak mengasihi kita. Itu tidaklah benar.  Percayalah tangan Tuhan yang telah membawa dan mengumpulkan kita. Ada tangan Tuhan yang menyembuhkan kita. Tetapi bukan hanya menyembuhkan kita. Ada yang lebih pentng, yaitu kehidupan kekal.

Jikalau kitta berpikir Allah tidak mempedulikan kita dan tidak mengasihi kita, sehingga kita merasa ditinggalkan, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mengasihi kita.  Percayalah kepada Allah. Di rumah Bapa ada banyak tempat bagi kita. Siapakah kita, sehingga kita sangat dinantikan Tuhan. Kabar baik adalah setiap kita sangat dikasihi oleh Allah.

Sebentar lagi Tuhan Yesus akan datang. Maukah kita  tinggal bersama Dia. Percaya dan terima Dia dalam kehidpan kita maka Dia akan bersama-sama dengan kita.

Roma 8:32 (TB)  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Kehidupan kekal, nyawaNya diberikan kepada kita. Apalagi segala persoalan yang telah kita daftarkan. Itu semua hanya persoalan kecil saja. Percayalah kepada Allah. Kehidupan kekal itulah yang lebih utama dari semua persoalan hidup kita.

Kemudian disampaikan  tantangan untuk menerima Tuhan Yesus menjadi Juru Selamat pribadi. Banyak yang mengangkat tangan dan diundang berdiri. Mereka diminta mengikuti doa menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat secara pribadi.

Datang Kepada Yesus dengan Kerendahan Hati dan Iman

Firman Tuhan diilanjutkan oleh Pdt. Joseph Maruli Batubara, diambil dari Markus 1:40-42 (TB)  “Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.”

Orang kusta ini sudah mendengar tentang Yesus menyembuhkan orang sakit. Itu sebabnya dia berpengharapan kepada Yesus. Dia  datang dengan beriman sepenuhnya dan tidak ragu-ragu.  Dia juga datang dengan  kerendahan hati dan penuh permohonan.

Disampaikan juga  mungkin banyak yang sudah lama datang ke KPPI dan belum sembuh juga.  Jangan menjadi lemah dan kurang pengharapan. Justru hendaklah semakin percaya, semakin berharap dan menguatkan iman. Iman yang dipelihara dalam kesetiaan menggerakkan Yesus datang. Kalau belum sembuh, justru harus semakin percya. Jangan menjadi putus asa dalam perjalanan iman kita. Giliran kita pasti akan datang. Kalau yang lain ditolong maka kita pun juga pasti disembuhkan.

Setelah firman Tuhan disampaikan, jemaat yang sakit diundang maju untuk didoakan. Sebelumnya semua konselor dan hamba Tuhan diminta maju terlebih dahulu. Doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Joseph Maruli Batubara, Pdt. Hisar Manurung (gereja HKBP Cikini) dan juga Pdt.  Alfred Judah Pakasi.

Barulah kemudian semua konselor mendekati orang-orang sakit dan mendoakan satu persatu.  Tuhan menjawab doa dan iman anak-anakNya. Berbagai mujizat kesembuhan kemudian terjadi.

Kesaksian mereka yang disembuhkan disampaikan oleh Pdt. Irma Indiah Dwi, Pdp. Deni Septano dan Ev. Maria Fitriani.  Sejumlah mujizat kesembuhan terjadi, di antaranya ada yang disembuhkan dari mata buram akibat virus, stroke dan asam urat yang menyebabkan tidak bisa berjalan selama 2 tahun, telinga tidak bisa mendengar, sakit jantung, sakit pengapuran pada kedua kaki, nyeri di badan sampai lutut selama 3 hari, reumatik akut selama 3 bulan, sakit pada tulang belakang akibat jatuh dari pohon sejak kecil, sakit pada otot paha kanan dan kiri, juga sakit tumor yang menyebabkan sesak dan punggung seperti ditusuk-tusuk selama 3 tahun. Allah telah menyatakan kebesaranNya. Puji Tuhan.

Selanjutnya Pdt. Maruli Sinambela menyampaikan tantangan bagi siapa yang rindu menyerahkan dirinya melayani Tuhan menjadi hamba Tuhan. Mereka yang mengangkat tangan diminta maju untuk didoakan.

Ibadah KPPI ini ditutup dengan pesan agar mereka yang hadir dapat kembali ke gerejanya masing-masing dan giat melayani Tuhan di sana.

Suatu malam yang luar biasa. Semua bersukacita atas pekerjaanNya. Terpujilah Tuhan.