KPPI PUSAT 9 November 2017: Aku Mau Menyembuhkanmu

Tidak ada yang lebih indah daripada menyaksikan kasih Allah dicurahkan di tengah-tengah umat-Nya. Bagaimana mereka yang sakit disembuhkan, yang berbeban berat dilepaskan, dan yang putus asa mendapatkan pengharapan. Demikianlah Allah kembali bekerja pada acara KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi), yang diselenggarakan pada Kamis, 9 November 2017, bertempat di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Tebet, Pancoran.

 

Sekalipun hujan mengguyur wilayah Jabodetabek, namun tidak menghalangi umat Tuhan datang beribadah kepada-Nya. Dengan iman mereka datang kepada Tuhan dan dengan sukacita mereka memuji-muji Tuhan. Pdt. Evan Riduan memimpin jemaat memasuki pelataran Tuhan dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan.

 

Film kesaksian dari seorang anak bernama Horas yang disembuhkan dari sakit hidrosefalus menguatkan jemaat untuk percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh tidak pernah berubah. Sungguh bagi Allah tidak ada yang mustahil, demikian Pdt. Michico Sihite kemudian mengajak jemaat untuk menyatakan iman mereka.

 

Sebuah bacaan dibacakan bersama dari Matius 4:23-24, “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.”

 

Tuhan Yesus Penyembuh dan kuasa-Nya tidak berubah. Film kesaksian kesembuhan  kembali ditayangkan, seorang pemuda bernama Yopi yang disembuhkan dari cedera pada lututnya akibat jatuh saat bermain futsal. Selama 2 minggu, Yopi Simson mengalami susah berjalan, namun ia disembuhkan ketika ia menghadiri KPPI.

 

Pdt. Evan Riduan kembali memimpin jemaat untuk merasakan bagaimana Allah peduli pada mereka dan mengerti semua permasalahan yang ada. Bahwa Allah tidak pernah berubah, kasih-Nya besar kepada umat-Nya.

 

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Philipus Suwandi Kusuma dari Lukas 5:17-26 tentang orang lumpuh yang diusung naik ke atap rumah dan diturunkan hingga tepat di depan Tuhan Yesus yang sedang berada di sebuah rumah.

 

Tuhan Yesus melihat iman orang lumpuh dan mereka yang mengusungnya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa dosa orang lumpuh itu telah diampuni. Mujizat yang terbesar yang diperlukan oleh orang lumpuh itu sesungguhnya adalah keselamatan jiwanya. Ya, apakah mujizat yang terbesar dalam hidup seorang manusia? Yaitu, pada saat darah Tuhan Yesus mengampuni dosa dan menyucikan hati kita. Ini terlebih dari mujizat kesembuhan.

 

Jemaat pun terus diajak untuk beriman dan memandang pada Yesus, maka Ia akan datang menjamah umat-Nya. Tuhan tidak akan mengabaikan mereka yang  sungguh-sungguh datang kepada-Nya. Pdt. Philip Suwandi kemudian memimpin jemaat untuk berdoa memohon pengampunan dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Setelah itu Pdt. Naftali Sianipar menyampaikan Firman Tuhan dari Lukas 5:12-13 “ Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.”

 

Tuhan Yesus yang telah mengorbankan diri-Nya, mati di kayu salib, tidak menyayangkan nyawa-Nya sendiri. Ia telah mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita. Apapun permasalahan kita, Tuhan akan menyelesaikan. Bagaimana kita dapat datang pada Yesus? Dengan iman. Sebab Tuhan tidak bisa menolak iman.

 

Firman Tuhan menuliskan seorang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus. Seorang yang penuh kusta datang pada Yesus, dia datang dengan iman dan keberanian untuk mendapatkan Tuhan Yesus. Bilamana kita datang dengan pergumulan seperti orang yang penuh kusta ini, datang dengan iman, Tuhan Yesus sanggup untuk menolong dan menyembuhkan.

 

Percayalah, datanglah pada Yesus, satu-satunya Penolong dalam hidup ini. Dia tidak pernah sekalipun menolak kita. Datanglah dengan memohon dan berharap bahwa Yesus satu-satunya yang dapat menolong dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.

 

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang kusta itu. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, yang telah menebus dosa kita dan menanggung segala sakit penyakit kita. Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah dalam hidup kita.

 

Seketika itu juga orang kusta itu menjadi sembuh, sebab Tuhan Yesus tidak tahan untuk membiarkan kita menderita.

Mereka yang sakit kemudian diundang maju​ ke depan untuk didoakan dan doa pun dinaikkan. Bukan hanya untuk mereka yang hadir tetapi juga untuk mereka yang mengikuti acara KPPI ini melalui live streaming dan mujizat demi mujizat terjadi bahkan yang mengikuti acara KPPI melalui live streaming juga dijamah oleh Tuhan.  Ev. Ita Ratna, Pdt. Ani Situngkir dan Pdt. Petrus Bayu menyaksikan mujizat kesembuhan yang terjadi. Mereka sembuh dari sakit jantung, lumpuh, sakit pada kaki, tumor pada dada disembuhkan. Juga mereka yang alergi, vertigo, sesak nafas, stroke, dan masih banyak lagi.

Kesaksian kesembuhan juga datang dari mereka yang mengikuti acara KPPI secara live streaming. Seorang ibu di Medan yang sedang mengalami sesak nafas, merasakan kelegaan saat didoakan. Seorang pemuda di kota Palu juga mengalami kesembuhan dari sesak nafas sehingga dapat melompat-lompat. Seorang ibu yang sakit pada pinggangnya akibat batu ginjal, setelah didoakan mengalami sakitnya hilang dan benjolannya pun lenyap.

Setelah itu, Pdt. Joseph Batubara mengajak setiap orang yang mau menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan maju ke depan untuk didoakan. Maka, serombongan jiwa-jiwa pun, tua dan muda, datang kepada Tuhan, menyerahkan hidup mereka untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan Yesus tetap sama baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.

Kebaktian ini diakhir dengan pesan agar semua yang hadir dapat kembali ke gereja masing-masing menjadi berkat di sana.