Berikut adalah kesaksian dari seorang anak bernama Horas Harahap yang disembuhkan dari sakit Hidrosefalus yang diderita sejak bayi.
Bagi seorang ibu yang sedang mengandung maka vonis dokter bahwa bayi yang dikandungnya menderita hidrosefalus merupakan satu berita yang mengejutkan. Demikian yang dirasakan ibu Munjayana. Pada saat kandungannya berusia 8 bulan dokter menyatakan bahwa bayinya, Horas Harahap, menderita penyakit hidrosefalus, yaitu kondisi dimana ada banyak cairan di dalam otak dan biasanya ditandai dengan kepala yang membesar. Dokter juga menyatakan tidak ada obat bagi penderita sakit ini.

Efek jangka panjang hidrosefalus dapat menyebabkan gangguan kecerdasan, kepribadian, epilepsy, kelambatan tumbuh kembang, kerusakan otak yang permanen hingga kematian. Komplikasi yang dapat terjadi pada hidrosefalus juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Atas diagnosa yang ada maka dalam usia kandungan 8 bulan setiap minggu ibu Munjayana menjalani USG untuk memonitor perkembangan bayinya. Hasilnya tetap sama bahwa bayinya terkena hidrosefalus dan diharuskan untuk menjalani tindakan penyedotan jika lahir nanti. Namun ibu ini mengambil keputusan untuk berserah kepada Tuhan dan mengatakan kepada suaminya bahwa jika anak ini lahir sehat maka mereka harus menyerahkannya kepada Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Suaminya setuju menyerahkan anak dalam kandungan istrinya kepada Tuhan.

Horas Harahap lahir dengan kondisi kepala yang lebih besar dari ukuran normal. Karena tidak ada biaya bayi ini tidak dibawa kontrol ke dokter yang menangani penyakitnya. Ibu Munjayana tetap berharap pada mujizat kesembuhan dari Tuhan. Namun pada usia 6 bulan tetangga dan keluarga mengumpulkan uang untuk membiayai Horas melakukan pemeriksaan CT Scan. Hasil dari pemeriksaan menggambarkan cairan di otak cukup banyak dan dokter mengharuskan untuk dilakukan tindakan operasi karena ini bicara hidup dan mati. Kesempatan hidup Horas hanya tinggal 25 persen jika dioperasi. Mendengar vonis dokter atas anaknya Ibu Munjayana memutuskan membawa Horas pulang dan berserah kepada Tuhan saja.

Dalam kondisi sedih dan putus asa dia merasakan kembali bangkit pengharapannya saat datang seorang hamba Tuhan dari KPPI ke rumahnya dan mengundangnya hadir di KPPI. Saat itulah imannya bangkit bahwa di sinilah anaknya akan sembuh, tanpa uang maupun dokter, tapi yang diperlukan adalah pengharapan dan kepercayaan yang sungguh kepada Tuhan. Sejak saat itu dia hadir ke KPPI tanpa pernah absen dari tahun 2008-2013. Dia memutuskan untuk sepenuhnya berharap dan beriman kepada Tuhan untuk kesembuhan Horas dan tidak lagi membawa bayinya kontrol ke dokter.

Pada tahun 2009 sudah terlihat mujizat terjadi atas Horas, yaitu sudah bisa membalikkan tubuh. Pada tahun 2010 sudah bisa berdiri dan pada tahun 2011 sudah bisa berjalan. Bahkan pada tahun 2013 Horas kecil bertambah pintar, cepat mengerti dan berjalan dengan lancar. Setelah mengikuti KPPI terus menerus kepala Horas juga mulai mengecil dan sudah seimbang dengan badannya.

Keputusannya untuk tidak membawa Horas ke dokter dan tidak melakukan tindakan penyedotan atas penyakit hidrosefalus yang dia derita mendapat banyak tantangan dari sahabat, saudara dan keluarga. Namun ibu Munjayana tidak menjadi bimbang. Dia beriman sepenuhnya Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan Horas. Dengan setia dia terus hadir di KPPI dan berdoa bagi Horas.

Mujizat sesungguhnya sudah terjadi. Horas kecil bertumbuh dengan normal tanpa ada gangguan apapun, demikian juga kepalanya tidak bertambah besar. Kecerdasannya dan keaktifannya normal sama seperti anak-anak yang lain.

Pada usia 5 tahun Horas melakukan CT Scan ulang pada tanggal 8 Februari 2013. Dokter yang sama yang menanganinya saat masih berusia 6 bulan kemudian melakukan perbandingan hasil CT Scan itu, yaitu saat usia 6 bulan dan usia 5 tahun. Dokter takjub dan mengatakan bahwa sudah terjadi suatu mujizat. Karena biasanya anak penderita hidrosefalus maka cairan dalam otaknya akan semakin banyak tapi yang terlihat dari Horas justru kebalikannya. Otak Horas nampak makin besar dan bertumbuh. Sementara cairan dalam otak sudah berkurang. Horas telah disembuhkan dari hidrosefalus.

Related Posts