KPPI di Taman Kota Kaimana, Papua Barat, 22 Juni 2018

Sungguh mujizat acara ini dapat berlangsung.

Pukul 17.00 WIT, 3 tenda sudah siap dengan 100 kursi dan Layar yang di siapkan panitia dari Hamba-hamba Tuhan dan Sound system sudah siap yang di bantu dari komunitas anak muda “New Life” dari GPDP (Gereja Pantekosta Di Papua). Kami memutar lagu rohani, agar jemaat berdatangan ke taman kota.

Pukul 18.00 WIT, para jemaat sudah berdatangan ke taman kota, kami mainkan keybord lagu rohani. Kemudian kami putar film Facing the Giant selama 20 menit, Puji Tuhan jemaat mulai berdatangan, kursi sudah di penuhi dan tempat duduk di samping-samping taman kota juga sudah banyak orang.

Pukul 19.00 WIT kami mulai acara, terlihat ada truck yang mengangkut jemaat dari komplek DPR, ada sekitar 30 jemaat. Saudara Nico dan dua singers hanya dengan keybord, pemimpin pujian menyanyikan lagu pembuka “Hari ini hari yg telah dijadikan Tuhan”, mengajak semua jemaat yang hadir untuk dapat bersukacita.  Terlihat ada seorang ibu pakai daster sakit pada bagian kakinya datang dari arah pertokoan duduk di tempat pot besar, di sana ada 3 orang yang duduk. Beberapa hamba Tuhan juga sudah hadir, Saudara Nico mengajak Ibu Pdt.Dinar dari GPI Batu Penjuru untuk membuka Ibadah KPPI.

Jemaat dan hamba-hamba Tuhan dari berbagai gereja berdatangan, Imam Pujian melanjutkan pujian Hari Ini Kurasa Bahagia, dan dilanjutkan dengan lagu-lagu pengagungan pada Tuhan. Berikutnya Film Kesaksian KPPI tentang mujizat kesembuhan yang terjadi pada Ibu Vera Yuliana Tamaka Sembuh dari Nyeri lutut menahun. Lalu Film kesaksian KPPI Ibu Matilda dari kanker Payudara Sebelah Kiri. Saudara Nico mengajak jemaat menyiapkan hati untuk mendengarkan Firman Tuhan dan kemudian Selvi Wiguna mengajak semua jemaat memandang dengan Iman kepada Tuhan, bahwa Dia hadir di sini dan bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Ketika ditanyakan siapa yang datang dalam keadaan sakit dan punya banyak masalah maka bagi yang mengaku sedang mengalami hal tersebut, disampaikan untuk percaya saja kepada Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Saudara Selvi Wiguna membawakan Firman Tuhan dari Matius 9 : 18 – 26 “Perempuan yang sakit pendarahan“ dimana ada 2 mujizat yang Tuhan Yesus lakukan : Yesus menyembuhkan wanita sakit pendarahan 12 tahun dan membangkitkan anak kepala rumah ibadat yang mati.

Bahwa seorang kepala rumah ibadat tahu bagaimana caranya untuk meminta mujizat dari Tuhan yaitu dengan menyembah kepada Tuhan Yesus dan meminta Dia datang ke rumahnya dan meletakkan tanganNya atas anak perempuannya yang sudah mati. Dan Tuhan Yesus selalu mau untuk menolong, Dia bangun dan pergi ke rumah kepada rumah ibadat bersama dengan murid-muridNya. Dalam perjalanan ada seorang perempuan sudah 12th sakit pendarahan mendekati Yesus dan menjamah jubai jubahNya. Dengan kondisinya yang sakit, dengan segala cara perempuan ini dapat mendekati Yesus dan menjamah dari yang paling bawah dari pakaian Yesus. Iman perempuan ini menggerakannya untuk dapat dapat menjamah jubah Yesus. Dan Tuhan Yesus mengetahui akan hal itu dan saat itu juga sembuhlah sakit pendarahannya.  Setibanya di rumah kepala rumah ibadah, Yesus hanya mengatakan bahwa anak ini tidak mati tetapi tertidur meskipun orang disekitarnya yaitu peniup-peniup seruling dan orang banyak saat itu tidak percaya, bahkan menertawakan Dia dan mereka di usir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu maka bangkitlah anak yang mati itu.

Meski keliatannya mustahil bagi kita menjadi sembuh, atau mustahil permasalahanku dapat selesai bahkan sudah tidak percaya kepada Tuhan. Dengarlah kita punya Allah yang Hebat, Dia sanggup menyembuhkan sakit penyakit dan membangkitkan yang mati. Jika kita pandang ke atas, lihat ada bintang dan bulan, siapa yang menciptakannya ? Tuhan. Kita punya Tuhan yang hebat, yang dapat menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, yang dapat melakukan yang kita tidak bisa tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Mengajak semua jemaat yang hadir di taman kota dan yang mendengarkan suara ini, untuk dapat percaya kepada Tuhan Yesus, ada yang duduk di luar taman kota, ada yang berjualan di pinggir-pinggir taman kota, “ menyanyikan lagu mari masuk, mari masuk… “ dan mendoakan mereka untuk menerima Tuhan Yesus. Puji Tuhan ada 400 jiwa yang hadir.

Kemudian di lanjutkan oleh Saudara Dharta Adinatas, memberitakan Firman dari 1 Petrus 2 : 24

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,  supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Bahwa Tuhan Yesus sudah mati bagi kita diatas kayu salib untuk memikul dosa dan sakit penyakit kita di dalam TubuhNya dan oleh Bilur-bilurnya menjadi sembuh. Percaya pada Tuhan Yesus, pegang bagian Tubuh yang sakit dan beriman percaya menjadi sembuh.

Yang sakit bisa maju kedepan, ada 9 jiwa yang maju dan siapa yang punya masalah bisa maju kedepan ada 4 jiwa sakit dan punya permasalahan keluarga 5 jiwa. Saudara Dharta Adinatas dan Saudara Selvi Wiguna mendoakan yang sakit dari mimbar, kemudian Hamba-hamba Tuhan membantu mendoakan mendatangi jiwa-jiwa yang sakit dan didoakan. Singer menyanyikan Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil. Mereka yang maju sakit untuk didoakan beberapa mengalami sakit pada kaki, keram di bagian tangan dan TBC.

Puji Tuhan terjadi mujizat kesembuhan :

1.    Ibu Lince yang datang dalam kondisi sakit di bagian kaki karena kecelakaan, sekarang sudah sembuh bisa kuat berjalan.

2.    Ibu Alfince sakit keram seluruh badan, tangannya susah di gerakkan, tetapi malam ini tangan sudah bisa digerakkan dan tidak keram lagi.

3.    Berto sakit di bagian dada, setelah didoakan sudah tidak sakit lagi.

Selesai kesaksian, berdoa kembali bagi mereka yang sakit dan tidak mau maju kedepan agar mereka menerima jamahan dan mujizat Tuhan. Kemudian saudara Nico melanjutkan Pujian El-Shaddai, mengajak semua jemaat mengucapsyukur atas apa yang Tuhan kerjakan malam ini.

Saudara Selvi maju kembali untuk mendoakan siapa yang mau melayani Tuhan, Puji Tuhan ada 40 jiwa angkat tangan dan didoakan untuk dapat melayani Tuhan di manapun berada dan kembali ke gereja masing-masing.

Saudara Nico sebelum menutup Ibadah, menyanyikan pujian hormat bagi Allah bapa dan mengundang Bapak Pdt.Alfred Adilis (GKPB) Gereja Kristen Perjanjian Baru untuk menutup Ibadah KPPI malam hari ini.

Puji Tuhan….Haleluya…bersyukur untuk pekerjaan Tuhan di Kaimana

Ada sekitar 15 Hamba Tuhan dan 6 anak muda yang terlibat aktif di dalam persiapan KPPI. Semua senang dan bersukacita, terlihat semangat membawa jiwa datang ke KPPI dan melayani bersama.

SHARE