KPPI PUSAT 22 FEBRUARI 2018: DIPANGGIL MELAYANI TUHAN ADALAH MUJIZAT BESAR

Pada hari Kamis, 22 Februari 2018,  kembali Tuhan menyatakan kebesaran kasih dan kuasa-Nya dalam Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KKPI) yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Kav. 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Cuaca yang cerah sepanjang hari menjadi bukti bahwa Tuhan mendengar doa yang dinaikkan sepanjang minggu ini.

KPPI yang telah berlangsung sejak tahun 1993 ini, selalu memberitakan tentang kasih Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa dan memberikan pengharapan serta jawaban bagi hidup manusia. Penebusan-Nya juga membawa mujizat kesembuhan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan.

Ibadah ini juga disiarkan secara online melalui live streaming yang dapat diikuti melalui Facebook maupun Youtube.

Puji-pujian dan penyembahan dinaikkan dengan sungguh-sungguh di sepanjang acara.

Sebuah fim kesaksian kesembuhan mengenai ibu Martince ditayangkan. Ibu ini mengalami sakit nyeri yang luar biasa pada dada seperti ditikam selama setahun dan disembuhkan setelah didoakan di KPPI Jakarta. Kemudian jemaat juga diajak membaca Markus 5:28-29 dengan suara keras sebagai pernyataan iman mereka.

Penayangan film kesaksian yang kedua adalah mujizat kesembuhan yang terjadi pada Ibu Irma Fitriani Tambunan yang menderita sakit maag akut selama 1 tahun. Ia merasakan sangat menderita karena sakitnya. Ia menemukan informasi mengenai KPPI melalui Facebook dan didoakan oleh tim KPPI sampai akhirnya hadir di KPPI 8 Februari 2018 lalu. Tuhan menjamah dan menyembuhkan sakitnya. Ajaib Tuhan.

Yesus Melakukan Mujizat di Hadapanmu

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob Sumbayak. Sebelumnya dalam doa pembukaan seluruh jemaat diajak berdoa secara pribadi dengan sepenuh hati menyerukan permohonannya kepada Tuhan. Untuk menjadikan Tuhan satu-satunya pengharapan dan tidak ada yang lain. Dia tidaklah jauh di seberang lautan tapi dia dekat. Dia hanyalah sejauh doa kita. Hendaklah berseru dan menantikan Dia, meminta apa saja kita kehendaki kepada-Nya. Berharap kepada Tuhan yang adalah Pencipta langit dan bumi.

Firman Tuhan diambil dari Lukas 5:2-11

“Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Saat itu hari sudah siang dan bukan waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Tetapi Yesus berkata kepada Simon untuk menebarkan jalanya. Simon mentaatinya sekalipun sebenarnya tidak masuk dalam logika. Maka Simon menebarkan jalanya dan mereka menangkap sejumlah besar ikan, bahkan begitu banyaknya ikan memenuhi kedua perahu mereka hingga hampir tenggelam.  Yesus melakukan mujizat di hadapan banyak orang.

Dipanggil Menjadi Penjala Manusia

Simon menyaksikan semua mujizat itu terjadi tepat di depan matanya. Apakah maksud Yesus melakukan mujizat di hadapan seorang Simon Petrus? Saat Simon melihat mujizat maka dia melihat suatu kehadiran Tuhan,  suatu kuasa yang amat besar yang di luar kemampuannya. Dia memandang kepada Yesus di dalam perahu yang kehadiran-Nya telah membuat mujizat terjadi. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Dia mulai menyadari betapa besar kehadiran Yesus dan membuat dia merasa tidak layak. Dia mulai menyadari siapa dirinya, dan berkata, “Tuhan, pergilah dariku  karena aku seorang berdosa” dan Yesus menjawab, “Jangan takut, mulai sekarang engkau menjadi penjala manusia.”

Simon Petrus dipanggil menjadi penjala manusia. Ini adalah mujizat besar yang lebih dari berbagai mujizat yang ada.

Tantangan diberikan kepada semua jemaat untuk percaya sungguh-sungguh kepada Yesus. Semua yang mengangkat tangan diajak berdoa menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Taruhlah Percayamu Penuh Kepada Tuhan

Pdt. Daniel Judah Sumbayak maju dan menyampaikan agar semua sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus karena Firman Tuhan berkata, “Oleh bilur-bilur-Nya kita telah sembuh.” Hendaklah kita melihat betapa Tuhan itu baik dan sangat rindu menyembuhkan kita.

Kembali Firman Tuhan dibacakan dari  Lukas 5 : 17-25

Ketika kita percaya dalam nama Yesus, bahwa oleh bilur-bilurNya kita sembuh, maka kita akan menerima kesembuhan. Tuhan Yesus sangat rindu menyembuhkan kita tetapi kita harus percaya, beriman, dan menyerahkan semua kekuatiran kita kepada-Nya. Dia Tuhan yang sangat baik, berkuasa dan tidak terbatas. Kalau kita percaya, kita akan menerima kesembuhan. Malam ini kita tidak akan pulang dengan sakit penyakit tapi dengan kesembuhan yang Tuhan berikan. Jangan lihat pada sakit kita dan berpikir sulit disembuhkan, tapi lihatlah Tuhan Yesus yang kita lihat sangat berkuasa. Sambutlah Tuhan kita!

Kemudian semua yang sakit diminta maju ke depan setelah sebelumnya semua konselor dan pendoa orang sakit diminta maju terlebih dahulu.

Setelah itu doa kesembuhan dinaikkan untuk semua yang sakit  oleh Pdt. Daniel Sumbayak, Pdt. Michael Judah Sumbayak, dan Pdt. Judah Pakasi. Baru sesudah itu semua konselor dipersilahkan mendekati yang sakit dan mendoakan mereka satu persatu.

Sementara semua konselor berdoa bagi yang sakit maka pujian dan penyembahan terus dinaikkan.

Mujizat Kesembuhan Terjadi

Tuhan menjawab doa-doa yang dinaikkan, berbagai mujizat kesembuhan terjadi. Mereka disembuhkan dari sakit : kaki sulit ditekuk,  sakit lambung 6 bulan, infeksi paru-paru, leher kaku sulit digerakkan selama 3 tahun, asam urat 2 tahun sehingga tidak bisa jongkok, sakit nyeri pada paru-paru dan jantung,  sakit pada kedua lutut setengah tahun, sakit pada bagian belakang punggung dan kaki diindikasi ada  syaraf kejepit selama 10 tahun, kaki ngilu selama 4 bulan, sakit maag dan ginjal selama 20 tahun, seorang anak yang sejak lahir mata keluar air mata terus menerus setiap menit seperti menangis, sakit punggung, sakit jantung dan sudah pasang ring selama 1 tahun sehingga cepat lelah, sakit pada kaki, tangan dan pinggang karena jatuh; sakit ulu hati selama 1 tahun; sakit pinggang selama 3 tahun.

Demikian juga terjadi kesembuhan bagi mereka yang mengikuti KPPI melalui live streaming. Seorang pemuda di Toraja disembuhkan dari leher yang tidak bisa digerakkan selama 8 tahun, seorang ibu di Cikupa disembuhkan dari sakit lambung, seorang bapak dari Kupang disembuhkan dari sakit pinggang selama 1 tahun dan kram lutut, seorang ibu dari Bengkulu juga disembuhkan dari sakit tangan tidak bisa diangkat, seorang ibu dari Halmahera Timur disembuhkan dari sakit kepala dan sesak selama 2 tahun, dan masih banyak kesaksian kesembuhan lainnya. Terpujilah Tuhan!

Sebuah tantangan juga diberikan bagi mereka yang rindu menyerahkan dirinya melayani Tuhan. Mereka yang mengangkat tangannya  maju ke depan untuk didoakan.

Ibadah ditutup dengan pesan agar semua yang hadir kembali ke gereja masing-masing untuk melayani dan menjadi berkat di sana. KPPI diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta sebagai pelayanan interdenominasi sejak tahun 1993.

SHARE