KPPI PUSAT 8 MARET 2018: DIA HANYA SEJAUH DOA

Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Allah, pencipta alam semesta yang mau turun ke muka bumi untuk mati bagi umat manusia. Kasih inilah yang terus dikumandangkan setiap kali KPPI diselenggarakan juga pada hari ini, Kamis 8 Maret 2018, KPPI kembali diselenggarakan di Auditorium Gedung Pertemuan Advent, Tebet, Pancoran.

Tepat pukul 6 sore waktu setempat, KPPI sudah mengudara secara streaming dan dapat disaksikan lewat facebook dan youtube. Umat Tuhan dapat menyaksikan perjalanan KPPI yang telah berlangsung selama 26 tahun dan bagaimana Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat.

Kemudian Pdt. Jul Allens Hutabarat membuka ibadah di dalam doa dan mengajak jemaat untuk menyanyikan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan. Dengan sukacita, jemaat ikut memuji Tuhan walaupun tidak sedikit mereka yang memiliki pergumulan. Iman mereka pun semakin dibangun ketika menyaksikan film kesaksian kesembuhan seorang bapak yang bernama Marlius Ngahe, berasal dari Desa Kasila , Kecamatan Ulu Bongka, Sulawesi  tengah , yang disembuhkan pada KKR yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2017. Bapak Marlius Ngahe disembuhkan dari sakit pada pinggangnya akibat kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2016.

Pdt. Lidya Emy kemudian mengajak jemaat membaca Lukas 5:12 -13 bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Firman Tuhan ini menguatkan jemaat bahwa Tuhan Yesus selalu mau menyembuhkan.

Puji-pujian terus dikumandangkan bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan. Selanjutnya film kesaksian ditayangkan tentang seorang ibu  Helly Sinurat yang mengikuti live streaming KPPI di Bengkulu dan disembuhkan pada KPPI Februari 2018, dari stroke dan penyumbatan pembuluh darah yang dideritanya sejak bulan November 2016. Sungguh ajaib Tuhan kita yang menyembuhkan umat-Nya.

Sebelum masuk kedalam pemberitaan Firman Tuhan, semua jemaat diajak untuk menyembah Tuhan. Kemudian Pdt. Daniel  J Sumbayak menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 7:11-15  mengenai Tuhan Yesus membangkitkan anak laki-laki di Nain. Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Tuhan yang penuh dengan belas kasihan. Tuhan yang sangat besar dan yang menciptakan segala sesuatu dan yang juga mau turun ke muka bumi. Ia mau menjadi miskin, mau menjadi manusia supaya oleh karena Darah-Nya kita dapat diselamatkan.

Mengapa Allah yang demikian besar ingin turun ke muka bumi ini? Karena Dia ingin menyelamatkan manusia, sebab tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia selain Tuhan datang ke muka bumi ini. Karena cinta-Nya, Ia turun ke muka bumi ini dan hanya dengan percaya kepada-Nya, maka manusia menerima keselamatan. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang baik bagi kita, Dia adalah Allah yang sangat mengasihi manusia dan setiap hari kita selalu ada dimata-Nya dan Dia rindu untuk tinggal bersama kita tiap-tiap hari.

Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi Allah. Jangan merasa bahwa tidak ada satupun yang mengasihi dan perduli kepada saya, tetapi Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Pdt. Daniel J Sumbayak kemudian mengajak jemaat untuk datang kepada Tuhan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sebelum doa kesembuhan dinaikkan, Pdt. Daniel Sumbayak kembali membacakan Lukas 7:3-9 bagaimana Tuhan Yesus melakukan mujizat bagi hamba seorang perwira di Kapernaum yang sangat percaya kepada Tuhan Yesus. Demikianlah jika kita mau menerima kesembuhan, maka hal yang harus kita miliki adalah percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan sakit penyakit kita. Semua jemaat diajak untuk percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Oleh karena ketika kita percaya, maka kesembuhan pasti terjadi.

Pdt. Daniel J Sumbayak kemudian mengajak jemaat yang sakit untuk datang pada Tuhan dan maju ke depan untuk didoakan. Doa kesembuhan dinaikkan oleh Pdt. Michael Sumbayak, Pdt. Hezel Sumbayak, dan Pdt. Judah Pakasi. Mujizat demi mujizat pun terjadi. Satu per satu yang telah disembuhkan memberikan kesaksian yang dipandu oleh Pdt. David Simanjuntak, Pdt. Stefanus Sugiharto, dan Pdt. Yudi Sinambela. Mereka yang menyaksikan disembuhkan Tuhan Yesus dari sakit pada pinggang, sakit kepala selama 10 tahun akibat kecelakaan, asam urat, stroke 3 tahun, tempurung kaki sebelah kanan sakit karena kecelakaan, kedua kaki sakit dan harus menggunakan tongkat, maag, tangan sebelah kanan yang tidak bisa digerakan selama 4 bulan, dan sakit pada dada juga perut.

Selain itu, kesaksian pun datang dari mereka yang ikut serta menyaksikan live streaming. Seorang ibu di Kutai Barat disembuhkan dari sakit pada ulu hati dan seorang bapak di Bali yang juga sembuh dari sakit pada lutut dan migren.

Setelah doa kesembuhan selesai, Pdt. Maruli Sinambela memanggil jemaat yang mau menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan untuk maju ke depan dan didoakan. Sungguh malam hari ini, Tuhan telah datang di dalam KPPI, melawat dan menyembuhkan umat-Nya. Terpujilah Tuhan! Sebab Tuhan itu baik. Halleluya.

Kebaktian ditutup dengan arahan agar setiap yang hadir dapat kembali ke gerejanya masing-masing untuk menjadi berkat di sana. KPPI adalah kebaktian yang telah diadakan sejak tahun 1993 oleh pelayanan interdenominasi GPPI Pondok Daud Jakarta.

SHARE