Santi Yunita : Sembuh dari Sulit Bicara dan Berjalan Sejak Lahir di KPPI 24 Maret 2005 Jakarta

Berikut adalah kisah mujizat kesembuhan yang dialami oleh Santi Yunita (6 tahun), seperti yang diceritakan oleh nenek Santi, ibu Sri Hartati.

Santi adalah cucu saya. Di adalah anak bungsu dari anak pertama saya. Yang agak janggal adalah saat lahir ia tidak menangis sama sekali, tidak seperti bayi normal lainnya. Sejak berusia satu bulan, sayalah yang merawat dan membesarkannya.

Ketika Santi berusia tiga bulan, ia jarang sekali menangis. Ketika merasa lapar atau ingin buang air kecil atau buang air besar, ia tidak menangis. Bahkan, ketika kakak-kakaknya menggoda atau mencubitnya, maka ia hanya diam saja. Setiap hari , ketika saya memandikannya, menyuapi makanan atau menggendongnya , maka saya senantiasa berusaha berbicara kepadanya untuk memancing reaksinya. Tetapi, Santi tidak memberikan reaksi apapun. Santi tampak seperti anak terbelakang mental. Kesedihan dan kekuatiran saya semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Pada tahun 2000 ia berusia 1 tahun, Santi masih belum dapat berbicara juga. TIdak hanya itu. Pada tahun 2001 usianya sudah 2 tahun. Nampak kedua kakinya begitu lemas, sehingga ia belum dapat berjalan. Akibatnya, ia hanya dapat duduk tanpa daya. Di dalam kondisi tidak bisa bicara dan tidak bisa berjalan, maka ia akan menunjuk-nunjuk benda yang diinginkannya dari tempat duduknya sambil mengucapkan kata-kata yang tidak dapat saya mengerti. Misalnya jika ingin minum, maka ia akan menunjuk-nunjuk gelas yang ada dihadapannya.

Pada pertengahan tahun 2001, saya membawa Santi ke sebuah Rumah Sakit di Bogor. Dokter spesialis anak yang memeriksa Santi menyarankan agar Santi dirontgen. Berdasarkan hasil rontgen tidak ditemukan adanya kelainan pada kepala, kaki dan paru-parunya. Dokter hanya mengatakan, bahwa penyakit kakinya yang lemas merupakan cacat bawaan sejak lahir dan tidak dapat disembuhkan.

Tiga bulan kemudian, saya kembali membawa Santi ke Rumah Sakit yang lain di Bogor. Ia di rontgen lagi dan hasil rontgennya sama seperti yang dulu. Lima bulan setelah itu, saya dan Santi mendatangi seorang dokter spesialis anak di sebuah rumah sakit . Setelah melihat hasil rontgen, dokter itupun mengatakan hal yang sama seperti dokter-dokter sebelumnya, yaitu penyakitnya tidak dapat disembuhkan, karena merupakan cacat bawaan sejak lahir. Namun, saya tetap percaya di dalam hati saya, bahwa Tuhan akan membuatnya dapat berbicara suatu hari kelak.

Pada tahun 2002, ketika usianya beranjak 3 tahun, Santi mulai belajar berdiri dan berjalan. Namun setelah berjalan selangkah atau dua langkah, ia pasti terjatuh kembali. Hal ini berlangsung sampai ia berumur 6 tahun.

Pada tanggal 21 Maret 2005, seorang tetangga saya datang ke rumah saya bersama dengan seorang hamba Tuhan. Tetangga saya merasa iba dan kasihan melihat penderitaan Santi. Kemudian hamba Tuhan yang datang bersamanya bercerita tentang KPPI dan mengundang kami untuk datang. Saya senang sekali dan tertarik untuk datang ke KPPI.

Pada hari Kamis , tanggal 24 Maret 2005, bersama anak dan cucu saya, Santi, kami datang ke KPPI. Saya sungguh mengharapkan kesembuhan terjadi pada cucu saya. Dalam kebaktian saya merasakan hadirat Tuhan melingkupi saya dan FIrman Tuhan yang disampaikan membuat saya makin percaya bahwa Santi akan mengalami kesembuhan pada malam itu.

Pada saat doa kesembuhan, Santi didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Ia  diminta untuk mengucapkan, “Mama…Yesus…” Luar biasa, ia dapat mengucapkannya dengan lancar dan jelas. Haleluya ! Setelah itu, ia disuruh berjalan tanpa dituntun dan dipegangi.  Ajaib. Ia dapat berjalan normal. Ia tidak terjatuh-jatuh lagi. Saya nyaris tidak mempercayai apa yang saya lihat. Anak saya yang duduk di sebelah Santi terpana ketika melihat Santi berjalan mondar-mandir dan berbicara lancar. Luar biasa! Tuhan sungguh luar biasa. Tuhan telah menyembuhkan cucu saya.

Sampai hari ini Santi telah tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak-anak lainnya. Ia dapat berjalan bahkan berlari-lari ke sana-sini. Ia dapat menangis jika bertengkar dengan kakak-kakaknya. Jika lapar atau haus, ia langsung mengatakan ingin makan atau minum kepada saya. Semua tetangga di sekeliling rumah kami terheran-heran melihat perubahan yang terjadi pada Santi. Sungguh, Tuhan Yesus sangat baik. Saya semakin mengasihi Dia dan semakin percaya akan kuasaNya yang luar biasa. Haleluya.

 

 

SHARE