Pada 28 Januari 2018, dia berangkat dari Sarawak ke Kuala Lumpur untuk menghadiri acara wisuda anaknya yang telah menyelesaikan training selama 6 bulan di sekolah tentara di Negeri Sembilan di Semenanjung Malaysia.
Setelah selesai menghadiri acara wisuda anaknya pada 10 Februari 2018 di Negeri Sembilan, anaknya mengusulkan kepadanya untuk jalan-jalan dulu di Kuala Lumpur dan tidak langsung pulang ke Sarawak. Di Kuala Lumpur, dia tinggal di rumah saudaranya selama beberapa hari. Disini, dia merasa sakit pada kepalanya / pusing. Dia cek tensi darah di salah satu apotik yang ada di Kuala Lumpur. Hasilnya tensi darah 155 / 90. dan kolesterolnya juga tinggi.
Setelah dia pulang ke Sarawak, dia pergi klinik untuk cek tensi darah dan kolesterol nya lagi. Dokter menyatakan bahwa rasa sakit pada kepalanya disebabkan karena tensi darah dan kolesterolnya yang tinggi. Hal ini dipicu karena pola makannya yang salah. Jadi, dokter memberikan obat untuk menurunkan tensi darahnya yang harus diminumnya setiap pagi dan obat untuk menurunkan kolesterol yang harus diminumnya setiap malam. Dia harus minum ke 2 jenis obat itu secara rutin seumur hidupnya. Setelah ke 2 jenis obat itu habis, dia harus cek tensi darah lagi dan lanjut minum obat yang sama. Sedangkan, setiap 4 bulan sekali dia akan cek kolesterol.
Setelah minum obat, sakit kepalanya hilang. Tapi, karena dia tidak menjaga pola makannya, maka setiap minggu sakit kepalanya akan kambuh lagi. Jika dia sedang sakit kepala, maka dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rumah tangga dan pergi ke kebun sayur nya yang ditanami bayam, sawi hijau, ubi, pohon buah durian dan buah manggis untuk dikonsumsi sendiri dan dijual ke pasar.
Sekitar bulan Juni 2020, seorang hamba Tuhan mengirim link acara KPPI yang diadakan secara online kepadanya. Sejak Juni 2020 s/d 22 Juli 2021, dia selalu mengikuti acara KPPI secara online.
Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, dia kembali mengikuti acara KPPI secara online dalam kondisi sakit pada kepalanya. Pada sesi doa kesembuhan, dia merasa seperti ada tangan yang memegang kepalanya. Hanya sebentar, tetapi kepalanya terasa sejuk dan rasa sakit pada kepalanya hilang sama sekali. Dia tidak merasa pusing lagi. Puji Tuhan ! Dia merasa sangat senang sekali.
Dia langsung menginformasikan kesembuhannya ke FaceBook KPPI Yesus Penyembuh.
Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus sudah menyembuhkannya. Dia sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus.
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13 : 8)