KPPI Online 28 September 2020: Yesus Mengampuni Orang Lumpuh

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 28 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook, YouTube dan Instagram.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 5:17-26 tentang Orang lumpuh disembuhkan.

Lukas 5:17-26

5:17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.

5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?

5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?

5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

5:26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

Yesus Berkuasa Mengampuni Dosa dan Menyembuhkan

Membaca Firman Tuhan ini kita jadi berpikir siapakah orang-orang yang nekat dan berani ini? Naik atap rumah orang dengan membawa orang sakit, dan nekat membongkar atap rumah orang? Tentunya orang-orang yang mempunyai iman dan kepercayaan.

Mereka begitu nekat dan berani, karena mempunyai suatu keyakinan dan iman, mereka tahu momen bertemu dengan Yesus belum tentu ada lagi. Mereka tahu ini waktunya atau tidak sama sekali. Niat yang kuat dan keberanian mereka yang kuat menghasilkan apa yang mereka imankan, karena orang yang mereka bawa itu sembuh dan orang yang sakit itu pun memperoleh apa yang dia imankan. Bahkan bukan hanya sembuh, tetapi dia memperoleh yang paling berharga yaitu dia diampuni oleh Tuhan. Pengampunan Tuhan adalah mujizat yang terbesar dalam hidup kita, inilah yang diperoleh orang lumpuh ini.

Orang Farisi di dalam hatinya berkata siapa orang ini yang menghujat Allah karena tidak ada yang dapat mengampuni kecuali Tuhan sendiri? Memang benar bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni namun mereka tidak percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan itu sendiri.

Mengapa Yesus bisa mengampuni dosa? Karena Dia adalah Tuhan itu sendiri. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Tuhan, dan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dengan Dia memberi pengampunan kepada orang lumpuh ini. Dan untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa maka Dia membangkitkan orang lumpuh ini.

Yesus adalah Allah, Firman yang Menjadi Manusia

Yesus adalah Allah itu sendiri. Ini tercatat dalam Firman Tuhan pada Yohanes 1:1-3, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Firman itu adalah Yesus dan Firman itu adalah Allah. Di dalam Yesus Allah Bapa menciptakan segala sesuatu karena Yesus adalah Firman.

Kolose 1:16, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

Di dalam Yesus, Allah Bapa menciptakan segala sesuatu, karena Yesus adalah Allah itu sendiri, karena itulah Dia sanggup mengampuni dosa.

Yesus adalah Allah itu sendiri karena itu Dia bisa mengampuni dosa, dosa orang lumpuh itu dan dosa kita semua. Orang lumpuh ini diampuni dosanya lalu benar-benar bangkit dan mengangkat tilam dan pulang ke rumahnya.

Yesus sangat berkuasa, tapi Dia mau datang ke muka bumi menjadi manusia seperti kita. Lahir dari anak dara Maria di kandang domba di Betlehem tapi disaksikan para malaikat. Dia sama seperti kita harus makan minum, bertumbuh dari anak-anak, dan bantu bekerja membantu orang tua-Nya. Itulah sebabnya Yesus sering menyebut dirinya Anak Manusia, karena Dia adalah Allah yang mau menjadi manusia. Jadi Anak Manusia adalah Allah itu sendiri, yang sanggup mengampuni dosa dan menyembuhkan. Dia sangat berkuasa dan sanggup melakukan segala mujizat.

Pada ayat 23, Yesus tahu apa yang menjadi pikiran orang Farisi dan Ahli Taurat.  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Bagi Yesus keduanya mudah, bagi kita tidak mungkin, sebab Dia adalah Allah itu sendiri.

Jika kita percaya pada-Nya, kita tidak akan kecewa, kita beruntung karena kita percaya kepada seorang Allah yang begitu mengasihi kita, yang mau menyerahkan nyawa-Nya untuk kita.

Yohanes 10:17-18 mengatakan: “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Yesus bukan tidak bisa menghindar ketika hendak ditangkap, buktinya saat Dia berkata Akulah Dia, maka  semua orang terjengkang ke belakang, karena tidak ada yang bisa menangkap Dia. Tidak ada yang bisa mengambil nyawa-Nya. Dia memang mau memberikan nyawa-Nya di kayu salib, karena itulah satu-satunya cara menebus dosa kita, yaitu dengan darah-Nya yang kudus tak bercacat cela.

Malam ini percayalah kepada-Nya, terimalah Dia dan ajaklah Yesus masuk dalam hati Saudara untuk menjadi Tuhan dan Juruselamat bagi saudara. Nyatakanlah iman saudara untuk percaya kepada Yesus, sehingga dosa Saudara diampuni.

Betapa bahagianya orang yang diampuni oleh Tuhan karena ada damai sejahtera di dalam hatinya dan betapa luar biasanya kita diangkat menjadi anak Allah, Dia menjadi Bapa bagi kita.

Oleh Bilur-bilur-Nya Kita Menjadi Sembuh

Bapa kita yang amat baik itu juga akan memberikan kesembuhan bagi kita yang sakit. Mari datang kepada-Nya pada hari ini, jangan menunggu besok karena hari ini adalah momen yang terbaik untuk kita disembuhkan.

Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-nya kita menjadi sembuh.”

Inilah yang ditanggung Yesus di kayu salib, Dia begitu menderita dan diganjar supaya memberikan keselamatan kepada kita. Dia menanggung upah pemberontakan kita. Dia tahu kita menderita karena sakit penyakit, sehingga Dia memberikan bilur-bilur-Nya supaya kita menjadi sembuh.

Percayalah kepada Firman Tuhan sebab hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan kita. Tumpangkan tangan pada bagian yang sakit, percaya bahwa oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. [EM/EM]

KPPI Online 24 September 2020: Yesus dan Orang Samaria yang Menolak-Nya

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 24 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook, YouTube dan Instagram.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 9: 51-56 tentang Yesus dan orang Samaria.

Lukas 9: 51-56
9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Orang Samaria Menolak Yesus

Pada waktu itu Yesus akan melakukan perjalanan ke Yerusalem. Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Yesus.

Maka, seperti pada ayat 54, Yakobus dan Yohanes begitu marah karena orang Samaria di desa ini menolak untuk Yesus datang ke desa itu, karena mereka tahu Yesus mau ke Yerusalem. Memang orang Yahudi dan orang Samaria bermusuhan sudah ratusan tahun. Mereka sama-sama menyembah Allah Yakub, sama-sama percaya Abraham dan Musa, tetapi mereka bertengkar untuk hal-hal tertentu, dan betul-betul bermusuhan.

Hal ini membuat Yakobus dan Yohanes betul-betul marah, sampai mereka merasa bahwa orang Samaria ini harus dihukum. Mereka mengusulkan kepada Yesus supaya mereka memanggil api turun dari langit untuk membakar desa itu. Mungkin mereka teringat bahwa Elia pernah meminta api turun dari langit dan membakar persembahannya, maka mereka meminta kepada Yesus supaya diizinkan untuk meminta api turun dari langit dan membakar orang-orang Samaria.

Yesus bukannya tidak bisa menurunkan api dari langit seperti Elia lakukan dan bahkan mungkin murid-murid-Nya bukannya tidak bisa, karena Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa. Ketika ada badai di danau, Yesus cukup berkata: “diam, tenanglah!” maka angin reda dan danau menjadi teduh sekali. Ketika Yesus mau ditangkap untuk disalibkan, Yesus hanya berkata: “Akulah Dia” saja orang-orang yang mau menangkap Dia jatuh terjengkang. Itulah Yesus yang penuh kuasa.

Yohanes dan Yakobus, dua bersaudara murid Yesus yang oleh Yesus disebut anak-anak guruh (Markus 3:17), memang temperamental, keras dan kasar. Mereka tidak takut apa-apa, sangat pemberani, tetapi juga temperamental, sehingga Yesus menamakan kedua orang ini anak-anak guruh (the son of thunders), karena kelakuan mereka yang sangat impulsif.
Tetapi apa respon Yesus ketika kedua murid-Nya ini marah dan ingin membakar orang Samaria ini?

Yesus Datang Bukan untuk Membinasakan tapi Menyelamatkan

Pada ayat 55, Firman Tuhan berkata: “Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka”. Jadi usulan dua orang murid ini bukannya disetujui untuk menurunkan api, tetapi ditegur oleh Yesus. Karena mereka benar-benar tidak tahu roh yang seperti apa yang menguasai mereka sehingga membuat mereka begitu marah.

Yesus sebetulnya mau berkata seperti ini kepada mereka: “Aku datang bukan untuk menghancurkan manusia, bukan untuk membasmi manusia, bukan untuk membunuh manusia, atau untuk membakar manusia, tetapi Aku datang untuk menyelamatkan mereka.”

Itulah Yesus yang penuh kasih. Pada akhirnya kedua murid yang keras dan kasar ini diubahkan Tuhan menjadi penuh kasih. Kenapa? karena Tuhan adalah kasih, dan Yesus menunjukkan Allah yang Pengasih itu dengan Dia sendiri menunjukkan kasih. Yakobus akhirnya menjadi rasul, murid Yesus yang pertama mati martir karena mengasihi Yesus.

Sedangkan Yohanes adalah murid yang sangat dikasihi Tuhan, dialah yang menulis surat Yohanes. Kalau kita baca maka surat-suratnya berisi tentang kasih. Bahkan, dia berani mengatakan kasih terhadap saudara itu, terhadap orang lain, adalah sebagai tanda hidup yang baru.

Yesus, Allah yang Penuh Kasih

Yesus memang Anak Allah, yang mengajarkan kasih, karena Allah adalah kasih, dan Yesus datang dari sorga untuk mengajarkan tentang kasih itu. Yesus tidak mengajarkan untuk kejahatan dibalas dengan kejahatan, Yesus tidak mengajarkan caci maki dibalas dengan caci maki (red: Roma 12: 17 dan 1 Petrus 3:9), tetapi Yesus justru mengajarkan kasih. Karena Allah adalah kasih, maka Yesus mengajarkan bahwa Allah itu bukan mau menghancurkan manusia, tetapi ingin menyelamatkan manusia. Itulah yang Yesus ajarkan.

Matius 5: 43-44, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”.
Yesus mengajarkan untuk mengasihi orang lain, bukan hanya mengasihi orang yang kita kasihi. Yesus berkata pada Matius 5: 46-47, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?”

Yesus mengajarkan juga untuk mengasihi orang yang membenci kita. Yesus juga mempraktekkan kasih itu, sehingga Dia sekalipun ditolak oleh orang Samaria, Yesus tidak membalasnya. Itulah Yesus Kristus, Mesias, Anak Allah yang telah turun dari sorga, yang mengajarkan kasih.

Yesus datang untuk menebus orang-orang berdosa. Yesus datang mau mengampuni kita. Yesus itu real dan kalau kita percaya kepada-Nya, maka kita akan merasakan kasih, sehingga kita bisa mengasihi diri kita sendiri, sehingga tidak membenci diri kita sendiri, dan tidak ingin membunuh diri kita sendiri, bahkan bisa mengasihi orang lain.

Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dia datang karena Dia mengasihi kita. Dia datang karena Dia tahu tidak ada yang sanggup membayar hutang-hutang dosanya, dan semua manusia telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dia mau mati untuk kita di kayu salib. Yesus adalah perwujudan kasih Allah, dan Dia praktekkan kasih itu. Ketika Dia digantung di kayu salib, kepada orang-orang yang menyalibkan Dia, apakah Dia membalasnya? Apakah Dia menghanguskan semua orang yang ingin menggantung Dia di kayu salib? Tidak.

Firman Tuhan Lukas 23: 34 menceritakan Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Sementara yang menyalibkan Dia membuang undi, siapa yang akan mendapat pakaian Yesus, Dia berdoa kepada Bapa di sorga supaya mereka diampuni.
Kita sudah terlalu berat dengan dosa-dosa kita. Mungkin ada di antara kita yang mau mengakhiri hidup kita karena sudah merasa begitu berat hidupnya, dan merasa sial lahir di muka bumi ini. Tapi Yesus mengasihi kita, Dia datang untuk mengampuni, menyelamatkan dan memberikan kita hidup kekal, sehingga kita dapat merasakan betapa beruntung lahir dan dikasihi Allah.
Maukah kita percaya kepadaNya? Kitalah orang yang ditunggu Tuhan untuk percaya kepadaNya.

Oleh Bilur-bilur Yesus Kita Menjadi Sembuh

Yes 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Yesus tidak saja menanggung dosa kita dan menyelamatkan melalui kematian-Nya di kayu salib, tapi juga oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan. Yesus mengetahui betapa menderitanya kita kalau sakit, karena itu Firman Tuhan ini berkata bahwa oleh bilur-bilur-Nya kita sembuh, asal kita percaya.
Percayalah pada Yesus, 2000 tahun lalu Yesus menyembuhkan orang kusta, bisu, buta, lumpuh bahkan membangkitkan orang mati. Yesus dapat menyembuhkan Saudara. [EM/EM]

Desy Nathalya: Sembuh dari Benjolan Payudara Melalui Pelayanan Doa Online, 20 Juni 2020

Desy Nathalya : sembuh dari benjolan pada payudara kiri selama 7 bulan dalam pelayanan doa kesembuhan secara online pada 20 Juni 2020.

Desy Nathalya berasal dari Sumba, NTT. Saat ini, dia bekerja di Hong Kong dan sudah bekerja disana selama 12 tahun.

Pada bulan November 2019, saat dia bekerja di Hong Kong, dia mulai merasa sakit pada payudara kirinya. Rasa sakit itu membuat dia susah bernapas dan bergerak. Tak jarang ketika rasa sakit itu datang, maka dia harus menghentikan semua pekerjaan yang sedang dilakukannya.

2 minggu kemudian, rasa sakit pada payudara kirinya menjalar ke bahu kirinya. Jika dia tidak kuat menanggung rasa sakit itu, maka dia akan berhenti berjalan beberapa saat.

Setelah 2 minggu menderita sakit, akhirnya dia memutuskan untuk periksa ke klinik. Namun, dokter di klinik menyarankan kepadanya untuk pergi ke rumah sakit,milik pemerintah.

Dia bersyukur, karena di dekat tempat tinggalnya ada sebuah rumah sakit milik pemerintah. Dia segera pergi ke rumah sakit tersebut. Dokter memegang payudara kirinya yang selama ini terasa sakit dan menyatakan bahwa ada 2 buah benjolan disitu. Bahkan, pada payudara kirinya yang tidak terasa sakit ada benjolan lain yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan ke 2 benjolan yang ada. Berhubung  rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan yang cukup canggih, maka dokter memberikan surat rujukan kepadanya ke bagian Breast Clinic di sebuah rumah sakit lain.

Pada Januari 2020, dia membawa surat rujukan dan mengurus administrasi pendaftaran ke bagian Breast Clinic di rumah sakit itu.  

Pada bulan Maret 2020, dia menjalani USG. Hasil USG memperlihatkan ada 2 benjolan berukuran 0,5 cm dan 0,2 cm pada payudara kirinya. Berdasarkan hasil USG tersebut, dokter menyuruhnya untuk melakukan mammografi untuk memastikan apakah benjolan itu tumor atau kanker. Selain itu, dokter memberinya obat yang harus diminumnya setiap hari untuk menghilangkan rasa sakit (pain killer).

Dia merasa gundah, galau dan bingung. Dia tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Dia merasa sendirian.

Pada tanggal 20 Juni 2020, seorang hamba Tuhan dari Facebook Kesembuhan Ilahi menghubungi dia dan menanyakan kepadanya apakah ada yang ingin didoakan. Saat itu juga, dia merasa Tuhan tidak menginginkan dia menanggung masalah ini seorang diri. Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mendukungnya dalam doa. Dia minta didoakan untuk benjolan pada payudara kirinya. Sebelum mulai berdoa, hamba Tuhan minta dia menumpangkan tangannya pada payudara kirinya. Pada saat didoakan, dia merasa sakit sekali seperti ada sesuatu yang dicabut keluar dari dalam tubuhnya. Sesudah didoakan, dia tidak lagi merasakan sakit. Puji Tuhan !

Pada tanggal tgl 24 Juni 2020, dia menjalani mammografi. Berdasarkan hasil mammografi, dokter menyatakan bahwa benjolan di payudara kirinya sudah hilang.

Haleluya ! Mujizat terjadi !

Sampai dengan hari ini, kesembuhan itu masih terus berlangsung. Dia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karena Tuhan sangat baik.

Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya (Nahum 1: 7).

KPPI Online 21 September 2020: Pengakuan Petrus Bahwa Yesus Adalah Mesias

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 21 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan YouTube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Matius 16: 13-20 tentang Pengakuan Petrus.

Matius 16: 13-20
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.

“Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Firman Tuhan yang kita baca ini luar biasa, Firman Tuhan yang membukakan siapakah Yesus itu. Diawali dengan pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya ‘apa kata orang’ tentang Yesus. Maka jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, padahal Yohanes Pembaptis saat itu sudah mati dipenggal kepalanya. Namun tetap ada yang menduga Yesus itu Yohanes Pembaptis yang bangkit kembali. Orang bisa menduga demikian karena Yohanes Pembaptis memang nabi yang luar biasa di jaman Perjanjian Baru, sangat berpengaruh dan berkuasa dalam memberitakan pertobatan.

Ada juga yang mengatakan Elia, seorang nabi besar yang luar biasa pada jaman Perjanjian Lama. Nabi Elia melakukan pelayanan dengan bekerja pada Raja-raja dan banyak melakukan mujizat. Salah satunya adalah membangkitkan anak janda di Sarfat yang sudah mati. Ia juga sanggup memanggil api dari langit turun untuk membakar persembahan.

Ada lagi yang mengatakan Yeremia, dia juga nabi besar jaman Perjanjian Lama. Nabi Yeremia lah yang bernubuat bahwa Yehuda akan dibuang ke Babel selama 70 tahun. Tidak ada yang percaya pada nubuat ini tetapi nubuat itu terbukti tergenapi.
Demikianlah dugaan orang banyak tentang siapakah Yesus, selain nama-nama di atas juga beberapa nabi yang lain pada masa Perjanjian Lama.

Pengakuan Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Sekarang Yesus bertanya kepada murid-murid itu sendiri, tentang siapakah Yesus. Ayat 15: Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”. Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”(ayat 16).

Siapakah Mesias seperti yang dikatakan Simon Petrus ini? Mesias adalah yang dijanjikan oleh Allah, yang akan datang menebus umat-Nya dari segala dosa-dosanya. Mesias ini juga dinubuatkan oleh nabi-nabi sebelumnya. Termasuk nabi Daniel, yang melihat bahwa kerajaan dari Mesias ini adalah kekal selama-lamanya. Mesias ini adalah Anak Allah itu sendiri, yang akan menjadi Raja kekal selama-lamanya.

Hal ini bisa kita lihat dari Matius 1:18-23 tentang kelahiran Yesus Kristus. Pada ayat 20-21 kata malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Telah dinubuatkan di Perjanjian Lama bahwa Mesias itu dari keturunan Daud, dan akan lahir dari seorang anak dara atau perawan. Yesaya telah menubuatkan 700 tahun sebelumnya. Mesias itu juga adalah Anak yang lahir di Betlehem. Itu juga sudah dinubuatkan.

Jadi siapa Mesias ini? Mesias itu adalah Allah sendiri yang mau turun ke muka bumi, untuk menebus dosa kita, menyelamatkan kita dengan mati di kayu salib. Firman Tuhan berkata Mesias ini akan menjadi Raja dan itu terbukti setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati dan Dia hidup kekal selama-lamanya dan menjadi Raja kekal selama-lamanya. Karena Dia adalah Allah sendiri. Itu sebabnya Dia disebut Mesias.

Yesus berkata bahwa barangsiapa yang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, Juruselamat manusia, Anak Allah yang telah mati di kayu salib tetapi bangkit kembali, maka Yesus berkata berbahagialah dia. Yesus bukan hanya nabi seperti Yohanes Pembaptis atau nabi Yeremia. Tapi lebih dari itu, Dia adalah Mesias Anak Allah sendiri yang telah dijanjikan oleh Allah Bapa. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan diampuni, diselamatkan, dan akan menerima hidup yang kekal, karena ada yang membayar dosanya dan hidupnya sudah ditebus.

Oleh karena itu Firman Tuhan berkata, dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Maukah Saudara percaya kepada Mesias ini?

Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh

Bagi saudara yang telah percaya kepada Yesus dan berharap disembuhkan oleh Tuhan, percayalah hari ini akan disembuhkan.

Firman Tuhan dalam Yesaya 53:5 mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Ketika Tuhan Yesus naik di kayu salib, Dia didera, disiksa, dan dicambuk. Tetapi Firman Tuhan berkata, oleh bilur-bilur-Nya itulah kita menjadi sembuh. Asal kita percaya! 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus menyembuhkan banyak sakit penyakit, yang tuli mendengar, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang bisu berkata-kata, bahkan orang mati dibangkitkan.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Tuhan Yesus tidak berubah, Dia tetap sama dari dahulu sekarang sampai selama-lamanya. Kuasa-Nya tidak pernah berubah, dan apa yang Yesus lakukan 2000 tahun lalu tetap berlaku sampai hari ini.
Percayalah, hari ini Saudara akan disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Tumpangkan tangan pada bagian yang sakit, dan percayalah Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan Saudara. [EM/EM]

Ivan Kakadi: Sembuh dari Sakit Tulang Belakang di KPPI Online, 1 Juni 2020

Ivan Kakadi : sembuh dari sakit pada tulang belakang selama 3 minggu dalam acara KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh online pada 1 Juni 2020.

Ivan sedang menempuh pendidikan di Merauke dan tinggal di asrama sekolahnya. Orang tuanya tinggal di kabupaten Pegunungan Bintang di provinsi Papua.

Berhubung sekolah diliburkan sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid- 19, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk beli pulsa HP, dan lain-lain, dia bekerja di sawah yang saat itu sedang panen. Dia mengangkut karung – karung berisi gabah dengan cara memikulnya. Setiap hari, dia memikul karung – karung berisi gabah yang beratnya kurang lebih 50 kg.

Pada pertengahan bulan Mei 2020, akibat sering memikul karung-karung yang berat, dia mulai merasakan sakit pada tulang belakangnya. Rasanya sakit sekali, sehingga duduk sulit dan tidurpun sulit. Ketika rasa sakit datang, dia memilih untuk tidur walaupun sulit. Biasanya setelah tidur, rasa sakit akan berkurang. Tetapi, jika dia melakukan banyak aktivitas, maka rasa sakit itu akan kambuh lagi.

Dia tidak memiliki biaya untuk berobat.

Sakit ini terus berlangsung.

Pada tanggal 1 Juni 2020, seorang hamba Tuhan memberikan link KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh yang diadakan secara online kepada Ivan.

Dia mendengarkan kotbah dari bapak Pdt. Jacob Bernhard Sumbayak. Saat doa kesembuhan akan dimulai, bapak Pdt mengatakan untuk meletakkan tangan kiri pada bagian tubuh yang sakit dan mengangkat tangan kanan untuk berdoa kepada Tuhan. Dia lakukan seperti yang dikatakan oleh Bapak Pdt. Setelah berdoa, tiba – tiba rasa sakit pada tulang belakangnya hilang.

Puji Tuhan ! Tuhan sudah menyembuhkan Ivan. Dia sangat bersyukur kepada Tuhan yang adalah dokter diatas segala dokter .

Sejak saat itu sampai dengan hari ini, dia tidak lagi memiliki perasaan takut sakit pada tulang belakangnya saat mengerjakan sesuatu. Sekarang, dia sudah bisa main bola lagi. Haleluya !

Ivan pun semakin semangat belajar Firman Tuhan bersama dengan 2 orang temannya (Ipenus dan Penius) yang dipimpin oleh seorang hamba Tuhan dari Jakarta.

Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (I Petrus 2 : 24 b).

KPPI Online 17 September 2020: Yesus dan Yohanes Pembaptis

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 17 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook, YouTube dan Instagram.


Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 7: 18-23 tentang Yesus dan Yohanes Pembaptis.

“Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

Yohanes Pembaptis mendapat kabar tentang segala peristiwa yang dilakukan oleh Yesus dari murid-muridnya. Peristiwa yang dimaksud adalah mengenai bagaimana Yesus melakukan berbagai mujizat, seperti: membangkitkan orang mati, menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum, dan juga banyak mengusir setan-setan. Saat itu posisi Yohanes sedang ada di dalam penjara. Lalu Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” (Lukas 7:19).

Apa maksud pertanyaan itu? Sedangkan kita tahu bahwa Yohanes sendiri yang membaptis Tuhan Yesus. Yohanes juga dalam kitab Yohanes 1:29 diceritakan, bahwa ketika Ia melihat Yesus datang kepadanya, ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Jadi sesungguhnya Yohanes sudah mengenal akan Yesus, bahkan dia mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dan menebus dosa manusia.

Kita juga tahu bahwa Yohanes Pembaptis memang utusan Allah yang betul-betul dikirim untuk memberitahukan kepada umat Allah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan karena itu harus bertobat. Yohanes Pembaptis dalam pemberitaan tentang pertobatan sangat berkuasa, sampai-sampai banyak orang berpikir bahwa dia adalah Mesias. Ini tercatat dalam Lukas 3:15-16. “Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: ”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”
Jawaban Yohanes adalah bahwa dia bukan Mesias. Kalau Mesias itu datang maka membuka tali kasut-Nya-pun dia tidak layak.

Sekali lagi, Yohanes sudah sangat mengenal Yesus. Namun mengapa Yohanes bertanya seperti ini ketika ia berada di dalam penjara? Bisa jadi Yohanes sudah tahu bahwa waktunya tinggal sedikit lagi. Mungkin sebentar lagi akan dipenggal kepalanya dan tidak akan pernah keluar dari penjara. Untuk itu dia ingin memastikan sekali lagi dan mendengar sendiri dari Yesus bahwa Dialah Mesias itu. Sehingga ia mengutus kedua muridnya untuk bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

Yesus, Dia-lah Mesias dan tidak ada yang lain

Lalu apa jawaban Yesus terhadap pertanyaan Yohanes itu? Lukas 7:22: “Dan Yesus menjawab mereka: ”Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”

Yesus menjawab dengan tuntas melalui pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan. Siapakah yang mampu membuat orang buta melihat, membuat orang lumpuh berjalan, membuat orang kusta menjadi tahir, membuat orang tuli mendengar, dan siapakah yang dapat membuat orang mati dibangkitkan? Tidak ada seorang manusiapun yang dapat melakukan pekerjaan itu kecuali Mesias.
Yesus hendak berkata dan memberikan konfirmasi atas pertanyaan Yohanes Pembaptis bahwa “Saya-lah yang kau tunggu itu”. Yesuslah benar Mesias yang ditunggu dan dinantikan oleh Yohanes.

Dari mana Yesus menunjukkan ke-Mesias-annya? Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias melalui pekerjaan-pekerjaanNya, yaitu melakukan mujizat. Hanya Mesias, Anak Allah yang sanggup melakukan mujizat. Dialah Allah itu sendiri yang turun ke muka bumi. Itulah jawaban Yesus kepada Yohanes Pembaptis.

Lalu, kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Apa kabar baiknya? Yesus memberitahukan kabar baik bahwa ada keselamatan di dalam namaNya. Bagi orang yang tahu bahwa dirinya orang yang berdosa, tidak ada pengharapan, tidak ada jaminan keselamatan dan tidak akan sanggup membayar dosa-dosa-nya. Orang yang tidak mampu menebus dirinya sendiri, sehingga betul-betul tidak memiliki kemampuan untuk selamat. Bagi orang yang betul-betul berharap kepada Tuhan, yang oleh Yesus dikatakan orang miskin ini, maka diberitakan kabar baik. Apa kabar baik itu? Kabar baiknya adalah kalau percaya kepada Mesias maka dosanya akan diampuni, akan diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal.

Karena itulah Yesus berkata dalam Matius 5:3, ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Kerajaan sorga hanya diterima oleh orang-orang yang rendah hati, yang miskin, yang tahu bahwa tidak akan dapat menebus dosanya kecuali dibayar oleh Yesus Kristus.

Dan Firman Tuhan berkata dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Itulah yang dikatakan Yesus kepada kedua murid Yohanes, bahwa Dialah yang melakukan mujizat, Dialah yang memberitakan kabar baik kepada orang miskin. Dan ditutup dengan perkataan Yesus kepada murid-murid Yohanes pada ayat 23, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Artinya, berbahagialah orang yang percaya kepada Yesus.
Maukah Saudara percaya pada Yesus?

Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh

Bagi Saudara yang sakit dan rindu disembuhkan, percayalah bahwa Yesus adalah Mesias, dan ketika engkau percaya maka mujizat akan terjadi.

Yesaya 53:5 mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Itulah yang dilakukan Anak Domba Allah, Dia tersembelih menggantikan kita. Dan Firman Tuhan ini berkata bahwa oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Yesus berbilur-bilur karena Dia dicambuk berpuluh-puluh kali. Dia begitu menderita. Tapi Firman Tuhan ini berkata bahwa karena bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Kuasa kesembuhan ini tetap berlaku sampai sekarang karena Yesus Kristus tetap sama, dulu, sekarang dan sampai selama – lamanya. [EM/EM]

Antero Santos: Sembuh Pembengkakan Jantung dalam Pelayanan Doa Online 10 Juni 2020

Antero Santos: sembuh dari pembengkakan jantung selama 6 bulan akibat darah tinggi dalam pelayanan doa KPPI online pada 10 Juni 2020.

Antero Santos tinggal di Dili, Timor Leste.

Pada tanggal 10 Desember 2019, saat dia baru bangun tidur pada pagi hari dan sedang berdiri di dekat tempat tidurnya, tiba-tiba dada kirinya seperti ditusuk – tusuk pisau. Nafasnya setengah – setengah / sesak seperti mau putus. Kepalanya juga terasa sakit saat disentuh. Dia baru pertama kali merasakan sakit seperti ini. Dia jatuh dan segera dibawa ke salah satu rumah sakit yang ada di Dili.

Di rumah sakit, dia dibawa masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Tensinya 171/91. Dia diberikan oksigen untuk membantu pernapasannya. Dokter memberikan 3 jenis obat untuk menurunkan darah tinggi yang harus dia minum 4x sehari. Dia harus disiplin dan tidak boleh berhenti minum obat tersebut.       

Setiap hari, dia hanya bisa makan bubur (tanpa garam) dan minum air putih. Akibatnya, berat badannya turun secara drastis dari 86 kg menjadi 61 kg.

Setelah minum obat secara rutin selama 6 bulan, tidak ada perubahan yang terjadi. Setiap hari, napasnya tetap setengah-setengah / sesak napas. Bahkan, saat berbicara suaranya pun sangat pelan / tidak bisa kencang.

Kondisinya bertambah parah di mana setelah selesai makan, dia akan muntah.  Habis minum pun, muntah. Kepala nya pusing yang menyebabkan dia tidak bisa berdiri. Dia hanya dapat duduk dan berbaring di tempat tidur.

Semakin hari kondisinya semakin bertambah parah. Dia benar – benar putus asa. Sakit itu membuat dia sangat menderita sampai dia berpikir lebih baik jari tangannya dipotong daripada menahan rasa sakit seperti ini.

Pada 25 Desember 2019 terjadi serangan jantung yang ke 2 saat dia sedang menyiram tanaman di depan rumahnya. Dia merasa akan menemui ajal / meninggal. Nafas terasa berat. Kalau bernafas lama dan ditarik, rasanya napasnya seperti mau putus / berhenti. Matanya sudah tidak dapat melihat dengan jelas. Ujung tangan dan kakinya sudah dingin, berkeringat dan kaku. Pikiran mulai melayang.

Dia merasa sudah tiba saatnya untuk memberikan pesan-pesan terakhir buat saudara-saudara dan keluarganya. Keluarga sudah berkumpul. Mereka sedih dan menangis, terutama istri saya.

Melihat hal itu, dia berjuang dan berkata di dalam hatinya, “Saya harus kuat. Saya harus bertahan demi istri dan anak saya yang baru berumur 2 tahun. Saya tidak boleh egois. Saya harus bangkit melawan penyakit ini.”

Dia segera dibawa ke rumah sakit. Dari gejala – gejala yang disampaikannya kepada dokter, maka dokter memintanya untuk segera dilakukan rontgen pada bagian dadanya (thorax). Dari hasil rontgen, dia disarankan ke bagian kardiologi. Disini dia menjalani EKG dan USG pada jantung (echocardiografi). Ternyata, dia mengalami pembengkakan jantung yang mengakibatkan kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuhnya menjadi lemah. Pembengkakan jantung yang dialaminya dipicu oleh darah tinggi. Dokter menyarankan kepadanya untuk banyak istirahat dan tidak boleh kerja berat.  Jam tidur dijaga, dalam arti dia tidak boleh tidur lebih dari 6 jam sehari karena dapat meningkatkan risiko medis dan tidak baik untuk jantung.

Serangan jantung ke 3 dialaminya pada Januari 2020 ketika dia duduk di rumahnya dan sedang main HP.

Dalam keadaan setengah sadar, dia ingat anak, istri dan keluarganya yang akan ditinggalkannya. Dia sangat takut. Dengan sisa tenaga yang tersisa, dia ucapkan dengan tidak henti – hentinya, “Darah Kudus Yesus, Tubuh Kudus Yesus.” Dia ucapkan berkali – kali sampai dia tidak sadarkan diri.

Seperti mimpi, dia melihat sosok yang nyata. Benar-benar nyata. Bukan gambar. Di depannya berdiri seseorang memakai jubah putih dan dari dadanya keluar cahaya berwarna merah dan biru pucat. Wajah-Nya berkilau seperti matahari. Dia yakin itu adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata kepadanya, ”Jangan kamu simpan di bingkai saja, tetapi didalam hati kamu.” Dia terbangun dan sadar, lalu berdoa.

Setelah mimpi itu, kondisinya mulai mengalami perubahan. Sudah mulai ada tenaga.

Dia terus berdoa dan datang beribadah kepada Tuhan Yesus.

Kira – kira satu minggu setelah dia bermimpi, yaitu pada bulan Juni 2020, saat dia sedang buka-buka Facebook, dia melihat Facebook KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh. Dia mengirim permohonan doa dan memberikan nomor telponnya.

Seorang hamba Tuhan dari tim doa menghubungi dia dan mendoakannya. Pada saat itu juga, dia mengalami kesembuhan total.

Sekarang, dia sudah dapat beraktivitas normal.  Dia bisa melompat – lompat, lari – lari dan push up. Bahkan, dia sudah bisa menggendong anaknya yang sebelumnya tidak bisa dilakukannya.

Tuhan Yesus sudah menyembuhkannya. Tuhan Yesus maha besar.

Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku ! (Yeremia 17 : 14)

KPPI Online 14 September 2020: Akulah Gembala yang Baik

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 14 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan YouTube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Yohanes 10: 7-18 tentang Gembala yang baik.

Yesus Gembala yang Baik

Firman Tuhan pada Yohanes 10 ayat 8 mengatakan bahwa semua orang yang datang sebelum Yesus, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Apa yang dilakukan pencuri adalah mencuri dan membunuh dan membinasakan. Itu adalah iblis atau setan. Dia akan mencuri, membunuh dan akhirnya membawa manusia masuk ke neraka.

Tapi Yesus berkata: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Yesus tidak hanya memberi hidup, tapi hidup dalam kelimpahan. Kelimpahan jangan dibayangkan sebagai harta benda, tetapi suatu hidup dalam damai sejahtera, sukacita, kegembiraan, dan ada rasa berarti hidup di dalam Tuhan.

Ayat 11 mengatakan: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”. Jadi kalau bukan gembala yang baik, tapi seorang upahan, maka akan lari ketika ada serangan. Karena seorang upahan tidak merasa harus bertanggung jawab pada domba-domba-nya. Tapi gembala yang baik bukan saja membela, bahkan berani memberikan nyawanya.

Selanjutnya pada ayat 14 dikatakan bahwa gembala yang baik sangat mengenal domba-domba-nya. Yesus sangat mengenal kita, Yesus tahu nama Saudara, tahu pergumulan atau masalah yang Saudara hadapi. Yesus sangat tahu dan mengenal Saudara dengan sangat personal. Bahkan sampai rambut di kepala Saudara saja Dia tahu jumlahnya sedangkan Saudara sendiri tidak mengetahuinya.

Karena itulah Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”.

Yesus Menyerahkan Nyawa-Nya bagi Domba-domba-Nya

Dikatakan pada ayat 17-18: “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri”.

Apakah maksudnya? Yesus bukannya tidak punya kuasa untuk mengelak dari penyaliban, tapi Dia memang menyerahkan nyawa Nya. Kalau memang mau mengelak dari penyaliban, Yesus dapat meloloskan diri ketika hendak ditangkap.

Hal ini dapat kita pelajari dari Yohanes 18: 5-6, pada saat para serdadu dengan senjata lengkap datang untuk menangkap Yesus. Ketika Yesus berkata “Akulah Dia”, maka semua orang yang bersenjata itu terjengkang. Betapa berkuasanya Yesus, hanya dengan berkata saja semua orang terjengkang. Jadi kalau akhirnya ditangkap, karena Yesus memang menyerahkan diri-Nya.

Dalam Matius 26:53 dikatakan: “Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?”

Yesus bisa saja memanggil 12 pasukan malaikat untuk menolong Dia. Ini sama dengan jumlah 12 legiun malaikat. Kalau 1 legiun itu lebih dari 6000 orang pada jaman Kaisar Agustus, maka 12 legiun malaikat ini artinya lebih dari 80.000 malaikat bisa Yesus panggil untuk menolong. Tapi itu tidak dilakukan, karena Yesus harus menderita di kayu salìb untuk menggenapi apa yang tertulis dalam Kitab Suci tentang Dia. Ia memang mau menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita.

Saudara, 80.000 malaikat itu amat sangat besar kekuatannya. Satu malaikat saja sudah sangat luar biasa. Dalam Perjanjian Lama ketika Raja Hizkia dikepung musuh maka Raja Hizkia dan Nabi Yesaya berdoa, lalu Tuhan mengirimkan satu malaikat. Hanya dalam waktu semalam, satu orang malaikat ini membunuh 185.000 musuh bangsa Israel. (Yesaya 37:36).

Jadi betapa berkuasanya Yesus. Yesus memang mau menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Siapa yang bisa memanggil pasukan malaikat kecuali Allah sendiri?

Dia mau menyerahkan nyawa-Nya supaya domba-domba-Nya selamat. Ia tahu hanya gembala yang bisa menebus domba-domba-Nya. Karena kematian Yesus-lah maka dosa kita diampuni. Karena kematian Yesus lah maka kita dapat selamat. Barang siapa yang percaya pada-Nya maka akan selamat.

Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Apa yang dilakukan Yesus dalam penebusan di kayu salib? Yesaya 53:5 menjelaskannya: “Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh”.

Kita diselamatkan karena ditebus oleh Yesus. Dialah gembala yang mau menyerahkan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Bahkan untuk domba-domba di kandang yang lain, artinya Yesus mengasihi semua manusia dan semua bangsa. Yesus mengasihi dunia ini.

Datanglah pada Yesus, terimalah Dia, percayalah kepada apa yang telah Dia lakukan di kayu salib. Setiap orang yang percaya pada-Nya diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah. (Yohanes 1:12).

Ada Kesembuhan dalam Yesus

Firman Tuhan yang kita baca dari Yesaya 53:5 tadi mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Yesus berbilur-bilur karena dicambuk puluhan kali. Tetapi oleh bilur-bilur-Nya itulah kita disembuhkan. Percaya pada Yesus, Dia sanggup menyembuhkan. Apa pun sakit kita, baik stroke, lumpuh, buta, myom, atau Covid-19 sekali pun, akan disembuhkan. [EM/EM]

Shika Freitas: Sembuh dari Sakit Pinggang 6 tahun, di KPPI Online 14 Mei 2020

Dua bulan sesudah melahirkan anaknya yang pertama, Shika Freitas merasa sakit pada rahimnya.

Pada Agustus 2014, dia memeriksakan dirinya ke dokter. Setelah di USG Abdomen, tidak ditemukan kista, myom atau kanker dalam rahimnya. Tetapi, dokter mengatakan ada batu – batu berukuran kecil seperti pasir di saluran kemih-nya. Oleh karena itu, dokter menyuruhnya untuk banyak / sering minum air dan olah raga.

Menjelang dia akan melahirkan anaknya yang kedua, dia menjadi kuatir dan sangat takut sekali dengan pinggangnya yang terasa sakit.

Setelah melahirkan anaknya yang kedua pada September 2017, rasa sakit pada pinggangnya semakin bertambah. Dia tidak dapat tidur terlentang, tidak dapat menyapu lantai rumah dan jongkok. Saat dia berdiri sesudah selesai mencuci pakaian, maka pinggangnya akan terasa sakit sekali.

Hari demi hari pinggangnya terasa semakin sakit. Dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghilangkan rasa sakit pada pinggangnya.

Dia menjadi sangat putus asa dengan penyakit yang dialaminya.

Pada 16 April 2020, dia menemukan FB KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh. Dia memasukkan permohonan doa dan memberikan nomer telponnya. Seorang hamba Tuhan dari tim doa KPPI menghubungi dan mendoakannya. Hamba Tuhan itu juga memintanya untuk mengikuti acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh online setiap hari Senin dan Kamis.

Dia terus menerus mengikuti acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh secara online. Dia selalu berdoa dan menumpangkan tangan pada pinggangnya yang sakit saat sesi doa kesembuhan.

Puji Tuhan ! Pada 14 Mei 2020, dia menyaksikan acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh yang ke 9 kali-nya. Saat sesi doa kesembuhan, dia menumpangkan tangannya pada pinggangnya yang sakit dan Tuhan menjamahnya.

Keesokan paginya, saat dia bangun tidur dia sudah tidak merasa sakit lagi pada pinggangnya seperti yang biasanya dia alami. Dia sangat senang. Tuhan Yesus sudah menyembuhkannya. Penderitaan yang dirasakannya selama 6 tahun telah lenyap.

Dia tidak lagi merasa sakit pada pinggangnya saat jongkok, menanam bunga, mencuci pakaian, tidur terlentang, duduk dalam waktu yang lama dan mengerjakan aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka (Mazmur 107 : 20 a).

KPPI Online 7 September 2020: Yesus Membuat Pohon Ara Menjadi Kering

KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 7 September 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan YouTube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 11: 12-14 tentang Yesus mengutuk pohon ara dan Markus 11: 20-26 tentang pohon ara yang sudah kering dan nasihat Yesus tentang doa.

Yesus Membuat Pohon Ara Menjadi Kering

Yesus melihat pohon ara, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
Pada saat mereka kembali pada esok hari maka yang terjadi pohon ara itu sudah kering sampai akar-akarnya. Ini suatu mujizat. Hanya dalam tempo beberapa jam setelah Yesus berkata-kata maka keringlah pohon ara yang besar tersebut sampai ke akar-akarnya.

Kita lihat ayat yang sama pada Matius 21:19, kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”, dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. Di sini dikatakan “seketika itu juga keringlah pohon itu”. Maka ketika esok hari ketika murid-murid melewati pohon itu kembali, hanya berlalu beberapa jam dari Yesus mengatakannya, maka mereka melihat pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya. Ini mujizat, karena pohon ara sebesar itu untuk bisa kering sampai akar memerlukan waktu yang lama.

Siapa yang bisa melakukan mujizat ini? Hanya Yesus yang sanggup melakukannya. Sebab Dia adalah Allah sendiri yang turun ke dunia menjadi sama seperti manusia. Yesus adalah pembuat mujizat.
Ayat 22 mengatakan, Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Apa yang Yesus mau katakan, adalah: “Percayalah kepada-Ku, kalau engkau percaya kepada-Ku, maka engkau pun dapat melakukan perkara-perkara mujizat itu sendiri”.

Karena Yesus itulah Allah sendiri, maka di dalam nama Yesus terjadilah mujizat. Kalau kita percaya kepada Yesus maka mujizat pun dapat kita lakukan, sama seperti yang dilakukan oleh Yesus. Sebab orang yang percaya pada Yesus dapat melakukan mujizat di dalam nama Yesus.
Namun kita tidak bisa melakukan mujizat dengan nama kita sendiri karena kita tidak punya kuasa. Tetapi kalau kita melakukan suatu mujizat di dalam nama Yesus hal itu dapat terjadi karena Yesus adalah sumber mujizat.

Sebagai ilustrasi misalnya kita meminta sesuatu kepada seorang raja atau seorang presiden, kita pasti yakin raja atau presiden itu akan dapat memberikan kepada kita apa yang kita minta, karena dia berkuasa, dia memiliki akses untuk memberikan apa yang kita minta. Demikian kalau kita meminta sesuatu di dalam nama Yesus, percayalah bahwa kita dapat menerima karena Yesus adalah penguasa alam ini, karena Yesus itu adalah Allah sendiri, karena Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia ini, karena Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Yesus Sanggup Memberikan dan Melakukan Apa Saja, Karena Dia Berkuasa

Ayat 23, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya”.
Kenapa gunung bisa pindah ke dalam laut? Karena gunung dan laut ciptaan Allah sendiri, Allah dapat saja mencampakkan gunung ke dalam laut karena Dia penguasanya.

Ayat 24, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.
Siapa yang berani berkata demikian, hanya orang yang punya kuasa yang bisa mengatakan seperti ini. Karena Dia penguasa, jadi apapun yang kita minta dalam nama Yesus, asal itu berkenan kepada Yesus maka pasti akan diberikan. Karena itu percayalah kepada Yesus.

Dia yang sanggup membangkitkan orang mati, Dia adalah Anak Allah yang mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa saudara. Kita telah berbuat dosa, kita telah jatuh ke dalam dosa, kita telah kehilangan kemuliaan Allah, tetapi mari datanglah kepada Yesus, percayalah kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, maka dia tidak akan binasa tapi beroleh hidup yang kekal.

Saudara yang selama ini berbeban berat, mungkin frustasi karena begitu banyak dosa-dosa yang dilakukan, dan begitu banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Saudara datanglah kepada Yesus, Dia akan mengampuni saudara dan Dia dapat menyelesaikan permasalahan saudara. Bahkan mungkin hal-hal yang mustahil, Tuhan Yesus dapat melakukan mujizat sama seperti pohon ara dapat dikeringkan oleh Yesus Kristus.

Oleh Bilur-bilur-Nya Kita Sembuh

Bagi saudara yang sakit dan saudara memerlukan mujizat kesembuhan dari Tuhan Yesus. Yesaya 53:5 mengatakan:“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-nya kita menjadi sembuh”.
Yesus telah menanggung segala dosa-dosa kita di kayu salib, Dia yang membayar dosa-dosa kita. Bukan hanya menanggung dosa-dosa kita, tetapi Dia juga menanggung segala sakit penyakit kita, Dia berbilur-bilur, Dia dicambuk, tetapi Firman Tuhan berkata “oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh”.

Kembali ke Markus 11: 25, kita harus mengampuni orang lain, tidak boleh jadi pendendam, tidak boleh sakit hati sebab ini akan menghalangi doa kita. Tuhan ajarkan untuk mencintai dan mengampuni siapa pun. Pengampunan memang diajarkan oleh Kristus, dan contohnya adalah Yesus sendiri.
Saudara harus mengampuni terlebih dahulu, di dalam Tuhan Yesus tidak boleh ada dendam atau sakit hati. Di dalam Tuhan kita harus mengasihi sesama kita, mengampuni sesama kita. Pengampunan itu memang diajarkan Tuhan Yesus dan Yesus menjadi contoh mengasihi dan mengampuni. Yesus mengampuni semua orang yang menyalibkan Dia.

Sebelum kita berdoa meminta kesembuhan, barangsiapa yang sakit hati kepada suaminya, istrinya, anaknya, maka ampuni dulu dan barulah meminta kepada Yesus.

Tumpangkan tangan pada bagian yang sakit, dan percaya bilur-bilur Yesus menyembuhkan. [EM/EM]