KPPI Online 13 Juli 2020: Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 13 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Yohanes 2:1-11 tentang Perkawinan di Kana.

Yesus Berkuasa Mengubah Air Menjadi Anggur

Pada waktu itu Yesus dan murid-murid-Nya berada di sebuah pesta perkawinan di Kana di Galilea. Kebiasaan yang ada pada saat itu menghidangkan air anggur yang baik di awal pesta setelah itu menghidangkan anggur yang kurang baik. Ketika mereka kekurangan anggur, Ibu Yesus meminta Yesus melakukan mujizat, dan terjadilah air berubah menjadi anggur. Pemimpin pesta sampai heran karena anggurnya dari awal sampai akhir berkualitas baik.

Ini adalah mujizat Yesus yang pertama, yaitu mengubah air menjadi anggur, dengan kualitas anggur yang baik. Jika disetarakan satu tempayan berisi dua-tiga buyung,  atau sekitar 100 liter, maka 6 tempayan kira-kira berisi 600 liter anggur, bukan jumlah yang kecil.

Maria, ibu Yesus yang meminta kepada Tuhan Yesus untuk melakukan mujizat, karena Maria percaya bahwa Yesus dapat melakukannya. Maria tahu siapa Yesus, kelahiran Yesus saja sudah penuh mujizat. Maria ingat bagaimana dia dalam keadaan masih perawan, mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan seorang anak laki-laki yaitu Yesus. Maria tahu bahwa yang dia lahirkan bukan sembarang anak laki-laki, tetapi seorang yang telah dijanjikan oleh Allah. Yesus adalah perjanjian bagi bangsa-bangsa oleh karena itu Maria sangat percaya kepada Yesus.

Benar, Yesus melakukan mujizat, air dalam semua tempayan berubah menjadi anggur. Karena Yesus memang Allah sendiri yang turun dari Sorga dan mau menjadi manusia. Dia hidup sebagai manusia dalam keluarga Yusuf. Dan setelah Yesus memasuki pelayanan, maka Maria yang tahu siapa Yesus, dia meminta Yesus untuk melakukan mujizat.

Yesus, Mesias yang Dijanjikan Allah untuk Menebus Dosa Manusia

Allah telah berjanji untuk memberikan Juruselamat dan mengggenapinya melalui kelahiran Yesus. Yesus adalah Juruselamat yang dapat menebus semua dosa-dosa umat-Nya. Yesus adalah Allah itu sendiri yang mau mati dan menebus dosa-dosa manusia. Yesus tahu bahwa kita tidak sanggup membayar hutang dosa-dosa kita.

Mungkin kita bergumul untuk dapat membayar hutang dosa kita. Dapatkah kita membayar hutang dosa-dosa kita? Kalau kita jujur bisa jadi setiap hari dosa kita bertambah, kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai kehendak Tuhan. Allah tahu bahwa tidak ada seorangpun dapat membayar hutang dosa-dosanya. Perlu Allah sendiri yang datang ke muka bumi untuk menyelamatkan kita dan menebus dosa kita. Dialah Yesus. Betapa besar kasih Allah kepada kita, betapa besarnya kerinduan Allah untuk menyelamatkan kita.

Maukah Saudara percaya kepada Yesus? Maukah Saudara berhenti dalam kelelahan dalam hidup ini? Mungkin Saudara berjuang bagaimana untuk dapat selamat dalam hidup Saudara. Saudara rindu untuk dapat berbuat baik tetapi selalu hal-hal jahat yang dilakukan. Tetapi Firman Tuhan berkata barangsiapa percaya kepada penebusan dosa Yesus maka dosa-dosanya ditebus, dibayar dan diselamatkan.

Seperti kita mempunyai hutang ratusan miliar atau ratusan triliun, kita tidak punya sepersenpun untuk membayarnya tetapi ada orang yang mau membayar semua hutang-hutang kita.

Siapa yang mau dosa-dosanya diampuni? Siapa yang mau memperoleh keselamatan dan kekekalan? Siapa yang mau mempunyai suatu jaminan kalau kita mati kita akan masuk dalam kerajaan surga? Hari ini ada suatu kesempatan, jangan tunda. Ambilah keputusan untuk percaya kepada Yesus, maka Tuhan akan masuk dalam hati mu, Dia akan mengubahkan hidupmu dan engkau akan mendapatkan damai sejahteraNya.

Firman Tuhan berkata dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bukan saja hidup di dunia yang diberikan kepada kita tetapi hidup kekal selama-lamanya bersama Bapa disurga. Kita jadi memiliki keyakinan bahwa dosa kita diampuni dan kalaupun kita mati pada saat ini, kita percaya bahwa Yesus akan memberikan kehidupan kekal kepada kita.

Saudara yang percaya kepada Yesus, maka sekarang diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Sesuai Firman Tuhan pada Yohanes 1:12, betapa sukacitanya, Allah di Sorga menjadi Bapa kita. Selamat datang dalam keluarga Kerajaan Sorga, kita bersaudara dalam Tuhan.

Yesus Tetap Sama, Dahulu Ia Menyembuhkan, Sekarang Juga  Mau Menyembuhkan Saudara

Bagi Saudara yang sudah percaya pada Yesus, kalau Saudara sakit maka Yesus mau menyembuhkan Saudara, dan Yesus mau selesaikan semua masalah Saudara. Yesus mau menyembuhkan dan memulihkan Saudara. Mungkin Saudara mengalami problem yang berat sekali, stress berkepanjangan, sulit tidur dan merasa tersiksa sekali. Percayalah Yesus sanggup menyembuhkan.

Lukas 6:17-19 menceritakan banyak orang datang dari berbagai tempat untuk mendengarkan pengajaran Yesus dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Juga mereka yang dirasuk roh-roh jahat, dan mereka semua memperoleh kelepasan atau kesembuhan. Semua yang datang pada-Nya tidak ada yang dikecewakan. Apa yang membuat mereka semua disembuhkan? Mereka semua percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus, sehingga semua sembuh.

Firman Tuhan dalam Yesaya 53:5 mengatakan, “Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”. Percayalah dan berkatalah dalam hatimu oleh bilur-bilur Yesus aku telah sembuh. Yesus Kristus tetap sama, dahulu sekarang dan selamanya. Dahulu Ia menyembuhkan maka sekarang Ia juga menyembuhkan.

Tumpangkan tangan Saudara pada bagian yang sakit, apapun sakit Saudara. Apakah itu Covid-19, atau mental health problem, atau stress yang berkepanjangan, atau sakit apapun juga, percaya dalam hati Saudara, Tuhan Yesus sedang bekerja menyembuhkan Saudara. [EM/EM]

KPPI Online 9 Juli 2020: Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 9 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Matius 15:32-39 tentang Yesus Memberi Makan 4.000 Orang.

Yesus Anak Allah, Ia Berkuasa Melakukan Segala Mujizat

Pada waktu itu Yesus bersama murid-murid diikuti ribuan orang selama 3 hari, dan hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Dia sangat mengasihi dan memikirkan orang banyak itu. Yesus tahu mereka sudah 3 hari mengikuti Dia, pastilah persediaan makanan mereka tidak ada lagi. Yesus tidak mau menyuruh mereka pulang dalam keadaan lapar, supaya jangan mereka pingsan di jalan.

Kata murid-murid-Nya kepada-Nya, “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Kata Yesus kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?”

Sesungguhnya peristiwa ini adalah peristiwa kedua dimana sebelumnya Tuhan Yesus pernah melakukan mujizat dengan memberi makan 5.000 orang. Murid-murid pasti tahu karena ada pengalaman melihat Yesus pernah membuat mujizat memberi makan 5.000 orang, maka mereka menjawab, “Tujuh,” jawab mereka, “Dan ada lagi beberapa ikan kecil.”

Kemudian Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

Lalu apa yang terjadi? Matius 15:37-38 menceritakan bahwa dari 7 roti dan beberapa ikan kecil itu mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak tujuh bakul penuh. Yang ikut makan pada saat itu adalah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Mari kita hitung, kalau diasumsikan bahwa satu laki-laki membawa satu isteri dan satu anak, maka jumlah mereka total ada sekitar 12.000 orang. Dari 7 roti dan beberapa ikan kecil bisa memberi makan 12.000 orang, ini adalah mujizat penggandaan yang luar biasa, dari yang tidak ada menjadi ada. Hanya Yesus yang mampu melakukannya. Hal ini sampai dicatat dua kali dalam Alkitab, yaitu mujizat kedua Yesus memberi makan sekitar 12.000 orang dan kenyang semua.

Selain mujizat menggandakan roti dan ikan, Yesus juga melakukan mujizat yang luar biasa yaitu membangkitkan orang mati. Jika orang dalam kondisi sudah mati, sehingga tidak ada lagi oksigen yang dapat dihirup dalam tempo sekitar 4-6 menit, maka otak akan rusak permanen. Jadi kalaupun bangkit kembali, otaknya akan tetap rusak. Tetapi Yesus luar biasa, Dia membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari lamanya, bangkit dan memulihkan kembali seperti baru. Ini mujizat yang luar biasa. Alkitab mencatat sebanyak tiga kali Yesus telah melakukan mujizat membangkitkan orang mati.

Mengapa bisa demikian? Karena Yesus adalah Anak Allah. Ia adalah Allah itu sendiri yang turun ke dunia menjadi manusia. Ia rela mati di kayu salib karena mengasihi kita dan menebus dosa kita supaya kita diselamatkan. Dialah Yesus, Anak Allah yang penuh kuasa. Dia membangkitkan orang mati, menghentikan badai hanya dengan dua kata, berjalan di atas air, menggandakan 7 roti dan beberapa ikan untuk ribuan orang. Hanya Yesus Kristus yang dapat melakukannya, sebab Dia adalah Anak Allah, Juru selamat, Mesias yang dijanjikan.

Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Karena kasih-Nya, Yesus telah membayar hutang-hutang dosa kita, sehingga kita memperoleh hidup yang kekal. Tidak seorangpun yang dapat membayar dosa-dosa kita. Sejujurnya, kita hanya bisa menambah-nambah dosa bukan menebus dosa. Kita selalu melakukan yang jahat dan yang dosa. Meskipun kita ingin membayarnya tetapi dosa bertambah terus, sehingga kita tidak sanggup membayarnya, kecuali ditebus oleh Yesus. Betapa besar kasih Yesus pada kita. Dia mau mati bagi kita, bahkan ketika kita masih berdosa.

Maukah saudara datang pada Yesus dan berkata, “Tuhan, aku orang yang berdosa, dan selalu melakukan dosa, ampuni saya, sucikan saya dengan darah-Mu yang kudus.” Kalau saudara sudah lelah mencari pengampunan, percayalah bahwa Yesus yang mengasihi Saudara, dan sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa Saudara.

Bagi Saudara yang sekarang percaya kepada Yesus, maka Saudara diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Sesuai Firman Tuhan pada Yohanes 1:12 bahwa Allah di Sorga menjadi Bapa kita. Selamat datang dalam keluarga Kerajaan Sorga, kita bersaudara dalam Tuhan.

Yesus Anak Allah, Ia Berkuasa Menyembuhkan Segala Penyakit

Matius 15: 29-31 menceritakan orang banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Pada malam ini Yesus bisa melakukan mujizat yang sama bagi Saudara dan juga bagi keluarga Saudara yang sakit. Sesuai Firman Tuhan dalam Yes 53:5, “Oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.” maka tumpangkan tangan pada bagian yang sakit, jika Saudara sakit jantung atau Covid-19 letakkan tangan Saudara pada dada. Jika sakit kepala atau punya problem mental letakkan tangan Saudara pada kepala. Jika Saudara buta, letakkan tangan pada mata Saudara. Saudara sakit apapun, percayalah, malam ini adalah satu momen Yesus sanggup menyembuhkan Saudara.[EM/EM]

KPPI Online 6 Juli 2020: Yesus Memberkati Anak-Anak

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 6 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 10: 13-16 tentang Yesus memberkati anak-anak.

Datang pada Yesus Seperti Anak-anak Kecil

Pada waktu itu Yesus sedang mengajar dan banyak orang mengerumuni Dia. Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Jadi banyak orang tua membawa anaknya untuk diberkati Tuhan Yesus. Akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Bagaimana respon Tuhan Yesus? Melihat hal itu Yesus marah. Yesus jarang marah. Tetapi kali ini Yesus marah ketika murid-muridNya marah kepada mereka yang membawa anak-anak kecil. Ada beberapa kali Yesus marah, salah satunya adalah ketika ada seorang muda yang sakit ayan dan dirasuk oleh setan sampai dibanting-banting dan sampai berbusa-busa mulutnya, Yesus juga menegor karena murid-murid tidak dapat mengusir setan-setan itu.

Kali ini Yesus juga marah kepada mereka, karena mereka melarang anak-anak kecil itu datang kepdaNya. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak kecil sangat berarti bagi Yesus, sampai Dia harus memarahi murid-murid-Nya yang melarang mereka datang pada Yesus.

Lalu Yesus berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” Siapa? Anak-anak kecil itu.

Jadi, pertama, anak-anak kecil seperti itulah, yang datang kepada-Nya, yang memperoleh kerajaan Allah. Kedua, kata Yesus: “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kali ini Yesus berbicara kepada orang-orang dewasa dan meminta supaya mereka menjadi seperti anak-anak kecil itu. Pastilah anak-anak kecil datang kepada Yesus dengan gembira, menyodorkan kepala untuk ditumpang tangani oleh Yesus. Anak-anak kecil ini tidak ada yang berpikir macam-macam. Mereka gembira, polos dan percaya kepada orang dewasa yang baik dan sayang padanya. Jadi tidak memikirkan keuntungan diri sendiri tapi mereka lebih fokus pada orang yang kelihatan sayang pada mereka.

Yesus berkata, kalau kita mau datang dan percaya kepada Yesus, maka haruslah menjadi seperti anak-anak kecil ini, yang tidak berpikir untuk mencari keuntungan sendiri, tulus, penuh percaya dan fokus pada Yesus yang kita tahu menyayangi kita.

Mengapa Yesus berkata seperti itu? Mungkin banyak orang dewasa datang kepada Yesus tidak dengan tulus hati, tapi mau dilepaskan dari problem, mau minta diberikan pekerjaan, mau diberkati, ingin bisnisnya berhasil, agar mendapat jodoh, dan lain-lain. Banyak sekali orang datang untuk diberkati dan ingin sukses di bumi.
Sementara anak kecil datang karena memang senang melihat Yesus dan sayang kepada Yesus. Karena pasti dengan senyum Yesus menyambut mereka. Mereka senang Yesus menumpangkan tangan atas mereka, Mereka percaya Yesus itu baik dan pasti melindungi dan memperhatikan mereka.

Percayalah Pada Yesus Tanpa Mempertanyakan Segala Sesuatu

Itulah yang diharapkan Yesus kepada kita semua kalau kita mau percaya kepada Yesus. Anak kecil yang paling diinginkan adalah dikasihi, dipeluk, dan ditumpangkan tangan. Pastilah anak-anak kecil itu tidak ada pertanyaan, “Mana rejeki saya, karir saya, mobil saya, rumah saya, atau bagaimana makanan saya?”

Anak kecil tidak pernah bertanya pada ayahnya, “Makan apakah kita hari ini?” Karena mereka percaya itu semua pastilah akan disediakan ayahnya. Bahkan sekalipun jika ayahnya tidak punya, mereka tetap akan percaya. Tapi demikianlah anak-anak, mereka percaya dan mereka tulus hati pada ayahnya, dan percaya pasti ada rumah ayahnya tempat dia tinggal. Kita perlu bersukacita seperti anak kecil dalam menyambut Yesus.

Markus 10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. Bisa dibayangkan semua anak dipeluk satu-satu dan diberkati, mereka gembira sekali, mendengarkan Yesus berdoa buat mereka. Pasti tidak ada yang meminta apa-apa, mereka percaya Yesus akan menyediakan yang baik bagi mereka.

Demikian juga kalau Saudara mau datang pada Yesus, percayalah kalau Dia baik, seperti seorang Bapa, pastilah Dia akan melindungi dan mencukupi kebutuhan Saudara.

Maukah kita percaya bahwa Yesus sangat mengasihi kita? Bahkan kasih-Nya bukan hanya mencukupi kebutuhan kita di bumi, tapi sampai menyediakan rumah bagi kita di Sorga supaya di tempat di mana Yesus berada, kitapun berada (Yohanes 1: 2-3).

Itulah yang disediakan Yesus bagi kita, betapa baiknya Dia. Dia memikirkan kita sampai kekekalan. Yesus baik bagi kita. Yesus berkata, “Jangan kuatir akan hidupmu, burung di udara dipelihara apalagi kita.”

Yesus datang untuk memberikan kepada kita jaminan keselamatan. Bukan soal disembuhkan saja atau diberi makan atau fasilitas, tapi Yesus menyediakan tempat bagi kita di Sorga.

“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Jika saudara sedang mencari-cari, adakah jaminan dalam hidup maka Yesus menjaminnya pada hari ini. Kalau Saudara percaya darahNya tercurah untuk menyelamatkan Saudara, maka Saudara akan diselamatkan.

Inilah berita baik, yaitu ada jaminan kekekalan. Yesus adalah Anak Allah yang turun dari Sorga, mati di kayu salib, dikubur dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, untuk menebus dosa kita.

Seperti Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Semua Orang yang Menjamah-Nya Menjadi Sembuh

Jika Saudara sakit, percayalah bahwa Yesus dapat menyembuhkan Saudara. Dia telah melakukannya sekitar dua ribu tahun yang lalu. Dia membangkitkan orang mati dan Dia menyembuhkan segala sakit penyakit.

Seperti pada Markus 6: 53- 56,”Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”

Inilah waktunya Saudara percaya dan disembuhkan. Mungkin Saudara sudah sakit menahun yang membuat saudara sangat menderita, Yesus sanggup menyembuhkan, Saudara hanya perlu iman. [EM/EM]

KPPI Online 2 Juli 2020: Yesus Membangkitkan Anak Muda di Nain

 

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 2 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 7:11-17 yang menceritakan tentang Yesus membangkitkan anak muda di Nain.

Belas Kasihan Yesus Sanggup Membangkitkan Anak Muda di Nain

Firman Tuhan disini menceritakan Lukas 7:11-17 ketika Yesus dan murid-murid tiba di suatu kota yang bernama Nain. Tidak hanya bersama murid-murid tapi juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia sampai di dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Dapat kita bayangkan kondisi kesedihan janda yang kehilangan anak tunggal yang dikasihinya ini. Pada saat itu jika seorang kehilangan suami, warisannya bisa jatuh ke anaknya, tetapi jika anak laki-lakinya meninggal dan dia tidak punya anak laki-laki yang lain atau anak perempuannya maka dia tidak akan mendapat warisan, karena warisannya akan jatuh kepada keluarga suaminya.

Ibu ini akan menghadapi masa yang sulit, tidak akan mendapat warisan, hidupnya hanya dari belas kasihan keluarga dan tetangganya. Pastilah hati janda ini sangat sedih dan saat itu banyak yang menyertainya untuk mengantarkan anaknya ke pemakaman.

Kondisi ini membuat Yesus jatuh belas kasihan ketika melihat janda itu, lalu Yesus berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan mayat itu Ia menyentuhnya, dan berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Tidak seorang pun yang memohon kepada Yesus, bahkan ibu inipun tidak memohon kepada Yesus untuk membangkitkan anaknya. Jadi ini memang hanya karena belas kasihan Yesus semata untuk membangkitkan anak janda itu.

Ini adalah mujizat pertama yang dilakukan Yesus membangkitkan orang mati. Terjadi mujizat yang tidak disangka, ibu inipun tidak menyangka anaknya bisa hidup, bahkan belum pernah ada cerita sebelumnya mengenai mujizat Yesus membangkitkan orang mati.

Semua orang menjadi kaget, orang mati yang sudah dalam perjalanan ke penguburan dibangkitkan. Semua orang begitu takut dan takjub sehingga mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

Nyata sekali bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, karena ketika Dia dapat membangkitkan anak muda ini, Dia memakai kuasa dari diriNya sendiri. Dia adalah Anak Allah, Allah yang telah turun ke dunia ini. Dia tidak perlu nama yang lain, Yesus sungguh berkuasa dan Dia memakai kuasa atas namaNya sendiri.

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Orang-orang Yudea terkejut karena hal ini, Allah telah datang melawat umatNya.

Yesus Sangat Berkuasa, Sebab Dia Mesias, Anak Allah yang Turun ke Dunia

Jika kita baca pada ayat selanjutnya pada Lukas 7: 19-22, maka mendengar cerita ini Yohanes Pembaptis mengutus dua orang untuk bertanya kepada Tuhan Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”
Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Yesus mau berkata bahwa Dialah Mesias itu, Juruselamat yang dijanjikan itu. Yesuslah yang dijanjikan Allah bagi kita.

Maukah saudara percaya bahwa Yesus sanggup menebus kita dari segala dosa kita? Karena Dia sendiri yang naik ke kayu salib untuk menebus kita dari segala dosa dan pelanggaran kita. Dia rela mati dikayu salib supaya dosa kita diampuni, diselamatkan dan menerima hidup yang kekal.

Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yesus sangat berkuasa, sanggup membangkitkan orang mati. Yesus yang sangat berbelas kasihan atas hidup janda ini, juga berbelas kasihan kepada kita supaya kita tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.

Barangsiapa yang percaya Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus hidup kita, maka kita akan diselamatkan. Tidak kebetulan jika kita mendengarkan siaran ini karena Yesus mau kita percaya kepada karya keselamatanNya dikayu salib. Percayalah Yesus mati bagi kita semua, Dia benar-benar menginginkan kita untuk percaya kepadaNya dan menerima keselamatan dariNya.

Dan bagi Saudara yang sakit, Yesaya 53:5 mengatakan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus segala sakit-penyakit kita disembuhkan. Jika Saudara percaya, inilah waktunya Saudara menerima anugerah kesembuhan. [EM/EM]

KPPI Online 29 Juni 2020: Lewi Pemungut Cukai Mengikut Yesus

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 29 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 5:27-32 yang menceritakan tentang Lewi pemungut cukai mengikut Yesus.

Meninggalkan Segala Sesuatu dan Mengikut Yesus

Lewi atau Matius adalah seorang pemungut cukai. Dari sisi kehidupan dia berkecukupan, termasuk orang kaya. Memang kekayaannya banyak berasal dari hasil memeras orang Israel dengan menetapkan pajak setinggi-tingginya, tetapi menyerahkan ke pemerintah Romawi serendah-rendahnya, dan sisanya masuk kantong sendiri.

Ketika Yesus datang kepadanya, ada satu hal yang luar biasa terjadi. Tiba-tiba Yesus berkata, “Ikutlah Aku! “. Tidak ada awal pembicaraan sebelumnya. Tidak ada suatu pengajaran di depannya. Tiba-tiba Yesus berkata, “Ikutlah Aku! “

Lalu pada ayat 28 dikatakan, “Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.”

Bayangkan Lewi adalah seorang pejabat. Pastilah ia mempunyai kedudukan dan punya tempat khusus untuk dia bekerja. Tetapi ketika Yesus memanggil, “Ikutlah Aku! “, langsung ditinggalkannya semuanya dan mengikuti Yesus. Sebenarnya apa yang terjadi atas Lewi ini diketahui oleh Yesus. Sehingga Ia berkata, “Ikutlah Aku”, dan Lewi benar-benar mengambil keputusan itu.

Pasti ini bukan tiba-tiba saja dia mengambil keputusan, namun sudah ada pergumulan panjang dalam diri Lewi. Mungkin dalam hidupnya Lewi merasa bahwa walaupun berkecukupan, dia adalah orang berdosa. Ia merasa dirinya tidak pantas, ada sesuatu yang kurang, dan hidupnya akan berakhir sia-sia.

Dia merasa dia melakukan suatu dosa, tetapi siapakah yang dapat mengeluarkan dia dari ikatan dosa ini? Dia rindu keluar dari dosa-dosa, tetapi belum mendapatkan jalan keluar dari dosa-dosanya. Siapa yang dapat menjamin dia bisa diampuni?

Meskipun berkecukupan, tetapi itu tidak membuat Lewi merasa tenang. Lewi tahu bahwa dia tidak dapat menebus dosa dari dirinya sendiri. Tetapi dia belum menemukan siapa yang dapat menyelamatkannya, yang dapat menjamin bahwa dia diampuni. Apakah kalau mati ia dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga?

Mungkin telah bertahun-tahun pergumulan ini terjadi pada Lewi. Telah lama Lewi mencari dan mencari, siapa yang dapat mengampuni dosanya, tapi belum menemukan. Pasti dia sudah mendengar tentang nama Yesus yang bisa melakukan mujizat dan mau bergaul dengan orang berdosa, dan mau berbicara dengan orang-orang yang dianggap marginal. Dia tahu bahwa Yesus merupakan jawaban dalam hidupnya.

Yesus Datang untuk Memanggil Orang Berdosa Supaya Bertobat

Maka ketika satu hari di tempat dia bekerja tiba-tiba Yesus datang dan berkata “Ikutlah Aku!”, Lewi langsung meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus.

Karena begitu gembiranya, Lewi mengadakan perjamuan makan besar di rumahnya dengan mengundang sejumlah besar pemungut cukai untuk makan. Maka orang Farisi kesal karena Yesus mau makan bersama orang-orang berdosa yang dianggap sampah ini.

Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Dengarkanlah perkataan Yesus saudara. Mungkin inilah waktu yang tepat bagi saudara. “Aku datang untuk memanggil orang berdosa supaya mereka bertobat.”

Maukah saudara menerima uluran tangan Yesus hari ini? Saudara mungkin sudah lelah berjalan sendiri dalam dosa. Mungkin sudah tertekan, merasa perlu pertolongan, merasa depresi, “Siapa yang dapat mengeluarkan saya dari dosa dan dari semua problem hidup saya? Siapa yang dapat menjamin saya diampuni? Siapa yang dapat menyelamatkan saya dan menjamin saya masuk sorga? “

Percayalah pada-Nya, Dia dapat mengampuni dosa saudara. Yesus adalah Allah yang turun ke bumi menjadi manusia supaya dapat menebus dosa kita. Dia menggantikan kita dalam penebusan dosa. Dia menderita sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa dan menyembuhkan kita.
Yesus mau datang ke muka bumi untuk mengasihi saudara. Seperti Dia katakan kepada Lewi, Dia katakan juga pada saudara malam ini,”Ikutlah Aku”.

Yoh 3: 16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Siapa percaya pada Yesus, tidak akan binasa melainkan dijamin dan dibayar lunas dosanya dengan darahNya. Kalau saudara percaya maka jika saudara mati akan dibangkitkan dalam kekekalan, sama sepert Yesus sendiri yang telah menjadi contohnya.

Semua Orang yang Menjamah-Nya Menjadi Sembuh

Matius 14:34-36 menceritakan bahwa setibanya Yesus dan murid-murid di Genesare, orang-orang di tempat itu mengenal Yesus dan mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu.

Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Memang Yesus adalah Penyembuh. Yesaya 53:5 mengatakan, “Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Jadi apapun penyakit Saudara, Covid-19 sekalipun, dapat disembuhkan oleh Yesus. Datanglah kepada-Nya dengan iman. [EM/EM]

KPPI Online 25 Juni 2020: Perempuan Yunani yang Percaya

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 25 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Matius 15: 21-28 tentang Perempuan Kanaan yang percaya.

Besar Imanmu, Jadilah Kepadamu Seperti yang Kau Kehendaki

Ketika itu Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, daerah di luar Israel atau daerah asing, dimana bukan orang Yahudi yang tinggal disitu. Kalau sekarang mungkin ini ada di Libanon. Lalu datanglah seorang perempuan Kanaan menghampiri Yesus.

Siapakah perempuan Kanaan ini? Dalam Markus 7: 25-26 dikatakan bahwa perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Jadi dia adalah bangsa Siro Fenisia, bagian dari bangsa Kanaan. Mereka disebut orang Yunani karena orang Tirus dan Sidon ini berbahasa Yunani, berbeda dengan bahasa orang di Yudea atau Galilea, di daerah Israel.
Sebenarnya bangsa Kanaan ini merupakan musuh bangsa Israel, ketika bangsa Israel menaklukkan bangsa-bangsa sebelum mereka menduduki Kanaan.

Perempuan Kanaan ini datang dan berseru kepada Yesus, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Dia memanggil Yesus dengan sebutan Anak Daud. ini adalah suatu yang luar biasa, karena dia menyebut Yesus sebagai Anak Daud atau Mesias. Perempuan ini terus berteriak-teriak dengan perkataan yang sama dan dengan tidak tahu malu, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Perempuan ini sangat berharap kepada Yesus karena anaknya sangat menderita, tidak ada yang bisa membantu mengeluarkan setan-setan itu dari tubuh anaknya. Dia mungkin pernah mendengar tentang Yesus yang ada di daerah Israel, dimana Yesus dapat melakukan perkara-perkara luar biasa. Sehingga timbul pengharapannya, bahwa orang inilah yang bisa menolong anaknya.

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”

Lalu jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. ” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Kesembuhan terjadi pada orang asing yang percaya kepada Yesus. Memang, Yesus sangat menghargai orang yang punya iman, bangsa apapun, sekalipun bukan bangsa Israel. Dalam percakapan itu bukan berarti Yesus menolak perempuan itu, tetapi Yesus sedang menguji iman ibu itu, dan ternyata teguh imannya. Sehingga akhirnya Yesus berkata: “Hai ibu besar imanmu.”

Sekalipun bukan orang Yahudi, tetapi karena imannya besar, maka anaknya sembuh. Bisakah seorang bukan Yahudi memiliki iman? Bisa. Seperti komandan tentara perwira Romawi di Kapernaum yang begitu percaya kepada Yesus. Dia menganggap Yesus begitu besar sehingga merasa tidak layak kalau Yesus datang ke rumahnya. Ia hanya berkata kepada Yesus, “katakan sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh”. Maka Yesus berkata, “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun diantara orang Israel. “.

Yesus Sangat Menghargai Iman, Meski Bukan Orang Israel

Jadi orang asingpun dapat beriman kepada Yesus. Demikian juga ketika 10 orang kusta disembuhkan Yesus, maka satu orang yang kembali untuk mengucap syukur adalah orang asing, yaitu orang Samaria. Yesus sangat menghargai iman siapapun walau bukan orang Istrael.

Jadi kalau Saudara mau percaya kepada Yesus, datanglah pada Yesus. Mungkin saudara pernah mendengar nama Yesus, percayalah padaNya seperti perempuan Kanaan itu. Sekali lagi, yang diperlukan hanya iman.

Mari percaya pada Yesus. Seperti perempuan ini yang betul-betul percaya kalau Yesus itu Mesias, anak Daud, Raja yang akan memerintah selamanya, Raja yang tidak pernah mati sebab semua raja pasti mati kecuali Yesus.

Yesus adalah Allah yang turun dari Sorga, menjadi manusia, untuk mengasihi kita. Yesus tahu kita tidak bisa keluar dari dosa, betapa beratnya manusia melawan dosa dan tidak pernah bisa. Karena itu Allah datang menebus dosa kita, dan bayarannya adalah darahNya. Dia memilih jalan salib demi cintanya pada kita, menjadi penebus dosa.

Percaya bahwa Yesus, maka saudara akan diselamatkan. Yoh 3: 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Betapa bahagianya kita yang percaya kepada Yesus, karena keselamatan kita dijamin oleh Kristus. Kalaupun nanti kita mati, kita akan dibangkitkan dalam kekekalan.

Yesus juga mau menyembuhkan Saudara yang sakit. Yes 53:5, oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Dia dicambuk berkali-kali, sangat menderita, tetapi Firman Tuhan berkata, oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Percayalah kepadaNya seperti orang Kanaan ini. Ketika ia beriman maka anaknya sembuh. Yesus tidak pernah ketemu anaknya, hanya bertemu dengan ibunya, tapi iman ibu ini sangat besar, sehingga anaknya sembuh.
Kalau engkau percaya pada Yesus, Dia sanggup menyembuhkanmu. Iman Saudaralah yang menyembuhkan. [EM/EM]

KPPI Online 22 Juni 2020: Yesus Membangkitkan Anak Yairus dari Kematian

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 22 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook, You Tube dan Instagram.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 5: 21-24 dan Markus 5: 35-43, mengenai Yesus membangkitkan anak Yairus dari kematian.

Jangan Takut, Percaya Saja!

Yairus, ayah dari anak perempuan berusia 12 tahun yang sakit parah, dia memohon dengan sangat bahkan sampai tersungkur di depan kaki Yesus. Ia memohon agar anaknya yang sakit parah dan hampir mati disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

Yesus mau datang ke rumah Yairus karena anaknya sudah hampir mati. Lalu pergilah Yesus bersama Yairus. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Mereka semua ingin tahu apa yang akan terjadi.

Ketika Yesus dalam perjalanan hendak ke rumah Yairus maka keluarganya datang memberitahukan bahwa anaknya telah mati. Mereka berpikir karena sudah mati maka tidak perlu lagi Yairus merepotkan Tuhan Yesus dengan meminta datang ke rumahnya. Pikiran mereka adalah jikalau orang sudah mati, sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Mereka tahu kalau Yesus sanggup menyembuhkan, tetapi mereka tidak berpikir kalau Yesus sanggup membangkitkan anak yang telah mati ini.

Mungkin Yairus telah kehilangan semangat ketika mendengar anaknya telah mati. Mungkin juga dia sudah kehilangan harapan untuk menerima mujizat bagi anaknya. Tetapi Yesus berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja !”. Yesus menguatkan iman Yairus dan timbulah pengharapannya bahwa Yesus sanggup melakukan mujizat dengan membangkitkan anaknya yang sudah mati.

Mereka pun tiba di rumah seorang kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Ini ciri khas orang di dalam kedukaan. Semua merasakan kesedihan meratap dan menangis.

Memang anak itu sudah meninggal, tetapi Yesus berkata sesuatu yang mengandung mujizat, “Anak ini tidak mati tetapi tidur.” Orang yang ribut dan menangis ini menertawakan Yesus karena perkataanNya.

Lalu Yesus mengusir orang-orang yang ribut itu karena mereka tidak percaya. Yesus bersama orang-orang yang percaya dan yang hatinya siap menerima mujizat Tuhan, lalu Yesus datang ke kamar di mana anak itu dibaringkan.

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,” yang berarti, “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

Perlu sekali memiliki sikap iman seperti Yairus, yang siap menerima mujizat karena percaya bahwa Yesus sanggup melakukannya.
Marilah kita belajar percaya kepada Yesus sama seperti orang tua anak ini. Yesus dapat melakukan mujizat bahkan membangkitkan orang mati, karena Dia adalah Allah sendiri, yang telah datang ke muka bumi dan mau menjadi sama seperti manusia karena kasihNya.

Barang Siapa Percaya Tidak Binasa, Melainkan Beroleh Hidup yang Kekal

Allah datang ke muka bumi karena Dia sangat mengasihi kita dan mau menyelamatkan kita (Yohanes 3:16) supaya kita memperoleh keselamatan, diampuni dan ditebus dari segala dosa-dosa kita.

Kalau kita melihat Yesus maka kita melihat kasih Allah kepada manusia, yang membuat kita dapat mengenal Allah.

Kalau kita mau melihat kesabaran Allah, lihatlah kepada Yesus yang sabar selama Dia hidup di muka bumi. Kalau kita mau melihat bagaimana pengampunan Allah bagi kita, maka lihatlah kepada Yesus yang mau naik ke kayu salib untuk mengampuni kita dan bagaimana Yesus mengampuni orang yang menyalibkan-Nya.

Kalau kita mau melihat kuasa Allah maka lihatlah kepada Yesus yang sanggup membangkitkan orang yang telah mati, sanggup menghentikan badai, memberi makan 5000 orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Kalau kita mau melihat bagaimana Allah mau menebus dosa kita, marilah kita me;ihat Yesus yang mau naik ke kayu salib dan menyelamatkan kita.

Kalau kita mau melihat bagaimana Allah menyembuhkan yang sakit maka lihatlah kepada Yesus yang dicambuk dan berbilur-bilur. Firman Tuhan berkata, “ Oleh bilur-bilur Yesus, kita sembuh.”

Maukah kita percaya kepada Yesus? Kalau kita percaya maka kita akan diselamatkan. Peristiwa penyalibanNya akan berlaku bagi kita. Dan darahNya dapat menebus segala hutang dosa kita.

Bagi yang sakit inilah waktunya Saudara menerima kesembuhan dari Yesus (Yesaya 53: 5). Yang diperlukan hanya iman. Yesus sanggup melakukan mujizat karena dia adalah Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dia amat berkuasa. Ingatlah bagaimana Ia menyuruh badai tenang dan seketika itu juga menjadi tenang . Demikian juga orang mati Dia bangkitkan.

Percayalah, apapun penyakit Saudara, Yesus sanggup menyembuhkan, sebab Dia adalah Allah. Hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan sakit-penyakit Saudara. [EM/EM]

KPPI Online 18 Juni 2020: Asal Kujamah Saja Jubahnya Aku Akan Sembuh

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 18 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Lukas 8:43-48, tentang Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan.

Asal Kujamah Saja Jubahnya Aku Akan Sembuh

Ada seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan selama 12 tahun. Dua belas tahun bukanlah waktu yang pendek. Sakit pendarahan juga bukan penyakit yang ringan. Apakah dia pernah putus asa? Kita tidak tahu, tapi yang pasti penderitaannya bukan dalam waktu yang pendek, dan tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan. Secara fisik perempuan ini juga sangat lemah.

Namun apa yang dia lakukan?
Saat Yesus sedang dalam perjalanan menuju rumah Yairus, di antara kerumunan orang banyak, perempuan ini maju mendekati Yesus dari belakang. Perempuan ini tidak sanggup bersaing dengan banyak orang yang berdesakan untuk bertemu Yesus. Tidak mungkin dia berhasil menjumpai Yesus dari depan. Akhirnya dia masuk dari arah belakang Yesus dan berhasil menjamah jumbai atau ujung jubah-Nya.

Lalu kata Yesus, “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” Tetapi Yesus berkata, “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku”.

Di tengah kerumunan pastilah banyak orang memegang Yesus, tetapi Dia tahu ada seorang yang menjamah-Nya dengan iman, sehingga ada kuasa keluar dari Yesus. Akhirnya perempuan itu datang dengan gemetar, tersungkur dan menerangkan alasannya, mengapa ia menjamah jumbai jubah Yesus, dan ia menjadi sembuh.

Bentuk perjuangan wanita ini untuk menjamah jumbai jubah Yesus juga diceritakan dalam Matius 9:21. Perempuan ini menceritakan bagaimana perjuangannya, dan betapa lemahnya dia karena kondisi fisik yang tidak baik. Ia tidak bisa bertemu langsung dengan Yesus. Tetapi dia berkata dalam hatinya, ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.

Tingkat kepercayaan perempuan ini luar biasa. Dia tidak merasa perlu untuk harus bertemu muka dengan Yesus dari depan, atau harus meminta, “Yesus sembuhkan saya.” Dia tidak merasa perlu bahwa Yesus harus berkata sepatah kata padanya. Dia tidak merasa harus demikian supaya ia sembuh. Dan sekalipun tidak sanggup datang kepada Yesus dari depan, perempuan ini tetap percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya. Iman yang luar biasa.

Kondisi yang sulit tidak membuatnya berkata, “Barangkali bukan waktu saya untuk sembuh sekarang. Saya tidak bisa ketemu Yesus, saya cuma bisa lihat dari belakang.” Tetapi karena imannya begitu kuat, walaupun hanya dari belakang, dengan bekal iman “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku pasti sembuh,” maka dia menjadi sembuh.

Siapa yang mencontohkan kepada perempuan ini bahwa memegang ujung jubah Yesus pasti sembuh? Tidak ada. Imannya yang kuat telah membuat dia menjadi kreatif.

Percayalah pada Yesus, Anak Allah yang Menyelamatkan dan Menyembuhkan

Penting sekali untuk kita percaya kepada Yesus. Dia adalah Anak Allah yang mau turun ke muka bumi menjadi manusia seperti kita, supaya Dia dapat menebus dosa kita. Yesus memilih untuk menderita supaya kita tidak menderita.

Dia tersiksa supaya kita tidak tersiksa, Dia dihukum, dihina dan mati di kayu salib supaya kita lepas dari hukuman dan hinaan. Dia mati tergantung di kayu salib supaya kita hidup selama-lamanya. Dia berbilur-bilur ketika dicambuk sebelum naik ke kayu salib dan oleh bilur-bilur-Nya kita sembuh.

Siapa yang mau mati bagi kita? Ada orang yang mau mati bagi kita sesuai Firman Tuhan dalam Roma 5:8, Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Inilah kasih Allah bagi kita, Dia mau mati bagi kita. Dia tahu kita tidak sanggup membayar hutang-hutang dosa kita. Allah menunjukkan kasihNya dengan memberikan Kristus untuk mati bagi kita, bahkan saat kita masih hidup dalam dosa.

Itulah Yesus yang dipercayai perempuan sakit pendarahan ini. Walaupun tidak bertemu muka dengan muka dengan Yesus, dia percaya Yesus sanggup menyembuhkannya. Dia datang kepada orang yang tepat yaitu Yesus Kristus.

Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Yesus menderita untuk kita supaya kita diselamatkan, Yesus mati supaya kita hidup selama-lamanya.
Maukah engkau percaya kepada Yesus? Ini adalah kesempatan yang baik, mungkin besok tidak ada kesempatan lagi. Tetapi kalau sekarang kita mendengarkan berita Injil ini dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan yang sanggup mengampuni dosa-dosa kita, maka kita akan diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal.

Sesuai dengan Yesaya 53:5, perempuan yang sudah lama sakit ini datang kepada Yesus dengan iman, dan dia disembuhkan. Yang diperlukan adalah iman. Sama seperti perempuan sakit pendarahan ini, kita juga dapat disembuhkan, asal percaya kepada Yesus. [EM/EM]

KPPI Online 15 Juni 2020: Yesus Menyembuhkan Mata Dua Orang Buta

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 15 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Matius 9:27-31 tentang Yesus menyembuhkan mata dua orang buta.

Jadilah Kepadamu Menurut Imanmu

Peristiwa ini terjadi ketika Yesus baru saja membangkitkan anak kepala rumah ibadat yang baru saja mati dan menyembuhkan perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Kedua orang buta ini mengikuti Dia sambil berseru-seru, berulang-ulang: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud “.

Dua orang ini punya tekad yang kuat, mereka mengikuti Yesus dengan segala daya upaya, entah dituntun orang lain atau mendengarkan suara orang-orang di depannya, entah bagaimana caranya karena keduanya buta, tapi berusaha keras untuk bertemu Yesus. Ini berlangsung cukup lama, sampai Yesus masuk ke dalam rumah, dan kedua orang buta ini juga mengikuti masuk ke dalam rumah.

Datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka.

Ini luar bisa, apa yang mereka imankan terjadi. Mereka beriman dan mereka disembuhkan. Mereka datang kepada Yesus. Mereka tahu Yesus bukan orang sembarangan tetapi Yesus adalah Mesias. Dan memang Mesias yang dijanjikan itu dari keturunan Daud, sehingga mereka menyebutnya “Hai Anak Daud”. Mereka percaya Yesus berasal dari Tuhan, pasti sanggup menyembuhkan mereka.

Kemungkinan mereka sudah mendengar bagaimana anak kepala rumah ibadat dibangkitkan, dan perempuan pendarahan disembuhkan Yesus.

Mereka benar-benar mengejar Yesus. Walaupun buta, mereka nekad mengejar Yesus, sambil berteriak dan berseru-seru “Kasihanilah kami, hai Anak Daud “. Dan ketika akhirnya bertemu, Yesus cukup bertanya, “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?”

Karena mereka percaya maka Yesus menjamah mata mereka dan hanya berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka mata mereka melek seketika. Haleluya.

Betapa berkuasanya iman kepada Yesus. Kalau kita percaya kepada Yesus maka apa yang kita minta dalam nama-Nya kita bisa memperolehnya. Kenapa? Karena Yesus adalah Anak Allah yang turun dari Sorga dan memang sangat berkuasa.

Mungkin dua orang ini pengetahuannya tidak banyak, tetapi mereka percaya bahwa Yesus datang dari Sorga dan bisa melakukan mujizat. Maka mereka menerima mujizat sesuai dengan imannya.

Apa yang terjadi di sini dapat terjadi juga bagi Saudara. Langkah pertama untuk menerima mujizat adalah percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dia datang ke dunia dan menjadi manusia, mau lahir di kandang domba dari perawan Maria. Ia menjadi anak tukang kayu dan hidup sebagaimana kita hidup. Ia bukan orang kaya, tapi Ia biasa mencari makan dengan bekerja keras mengeluarkan tenaga. Hingga genap pada waktunya maka Dia naik ke kayu salib dan mati untuk menebus dosa saudara dan saya.

Dia mati dan benar-benar dikubur, tapi pada hari ketiga Yesus bangkit dari kematian. Kalau kita percaya pada Yesus dan percaya kematian-Nya di kayu salib menebus dosa kita, maka apabila kita mati kitapun akan dibangkitkan sama seperti Yesus. Yesus telah memberi contoh bagaimana Dia bangkit dari kematian, sehingga barangsiapa percaya kepadaNya juga akan dibangkitkan.

Percayalah kepada Yesus, maka Engkau akan Beroleh Hidup Kekal dan Kesembuhan

Yohanes 3: 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Mengapa tidak binasa? Karena Yesus menebus dosa kita. Mengapa hidup kekal? Karena kalau nanti kita mati dan dikuburkan, pada saat kedatangan-Nya maka kitapun dibangkitkan.

Datanglah pada Yesus. Kita tidak sanggup membayar dosa kita yang begitu banyak. Tetapi Yesus menanggungnya di kayu salib dan menebus dosa kita.

Kalau Saudara percaya Yesus maka sesuai Firman Tuhan, Saudara diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Kalau kita menjadi anak Bapa di Sorga, maka akan memperoleh berkat dari Bapa di Sorga, termasuk kesembuhan.

Bagi yang sakit dan sudah menunggu untuk disembuhkan Tuhan, jadilah seperti kedua orang buta tadi yang percaya bahwa Yesus dapat melakukannya, maka jadilah kepada mereka sesuai iman mereka.

Matius 9:32-34, “Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

Yesus tidak pernah kompromi dengan setan. Diusirnya setan itu dan orang bisu itu tiba-tiba dapat berkata-kata. Maka heran dan takjublah orang banyak dan berkata “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

Ada kuasa dan mujizat pada Yesus. Bagaimana kita mendapatkannya? Jadilah sesuai imanmu.!

Percayalah pada Yesus, orang buta melek, orang bisu berkata-kata, orang mati dibangkitkan, badaipun diam ketika disuruh diam. Dia sangat berkuasa. Oleh bilur-bilur Yesus kita menjadi sembuh.[EM/EM]

KPPI Online 11 Juni 2020: Yesus Mengusir Roh dari Anak Bisu

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 11 Juni 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Markus 9:14-29 tentang Yesus mengusir roh dari seorang anak yang bisu.

Tidak Ada yang Mustahil bagi Orang yang Percaya

Peristiwa ini terjadi setelah Yesus dimuliakan di atas gunung. Setelah turun dari gunung bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes, mereka menemui kembali murid-murid yang lain. Orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Mereka perlu Yesus untuk menangani masalah yang sedang mereka hadapi.

Lalu seorang dari orang banyak itu berkata: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”

Maka Yesus menegur murid-murid-Nya, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?” Mengapa Yesus menegur? Karena bagi Yesus masalah ini dapat diselesaikan oleh murid-muridNya. Yesus adalah Allah yang rindu untuk murid-muridNya dapat mengerjakan apa yang dikerjakanNya.

Lalu mereka membawa anak itu kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Roh jahat itu berdemonstrasi saat anak ini dibawa kepada Yesus. Sangat mengerikan kondisinya.

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Yesus pasti sanggup melakukan mujizat dan sanggup mengusir setan. Tetapi ayah anak lelaki ini berkata,  “Jika Engkau dapat”, maka Yesus menjawab, “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Yesus pasti sanggup melakukan mijizat. Letak permasalahan bukan pada Yesus tapi kita. Apakah kita percaya?

Karena yang penting bagi Yesus adalah kita percaya bahwa Yesus sanggup melakukannya bagi kita. Hal ini harus ada pada kita, sebab tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Yesus.

Sebuah sikap atau keputusan yang sangat baik untuk percaya kepada Yesus telah diambil oleh ayah anak ini, ia berkata,  “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”.

Lalu Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, memerintahkan roh itu keluar dari anak tersebut. Satu perintah yang keluar dari mulut Yesus membuat roh jahat itu keluar. Ketika roh jahat itu keluar dari anak ini, roh itu berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya, sampai anak itu kelihatannya seperti orang mati. Tapi ia tidak mati. Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya. Lalu anak itu bangkit sendiri. Ini mujizat yang luar biasa.

Ketika tiba di rumah, murid-muridNya bertanya kepada Yesus  mengapa mereka tidak bisa mengusir roh jahat itu (Matius 17:20). Yesus menjawab bahwa  hal itu karena murid-murid kurang percaya. Yesus sangat rindu murid-muridNya percaya dan mampu melakukan apapun yang Yesus lakukan.  Karena ada kuasa Allah yang bekerja.

Yesus, Anak Allah yang Turun dari Sorga untuk Menebus Dosa Kita

Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup melepaskan kita dari dosa? Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup melepaskan kita dari masalah kita? Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup melepaskan kita dari  ketakutan kita? Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan kita? Apakah kita percaya bahwa Yesus sanggup mengubah keluarga kita dan situasi di rumah kita?  Yesus sanggup melakukan segala perkara, tetapi kita harus percaya kepadaNya. Marilah kita percaya kepada Yesus.

Maukah kita percaya kepada Yesus bahwa Dia adalah anak Allah yang turun dari surga karena cintaNya kepada kita? Dia disembah di surga tetapi Dia mau memilih untuk turun ke dunia menjadi sama sebagai manusia. Yesus lahir dari seorang perawan Maria, hidup sebagai anak tukang kayu, biasa bekerja, berpeluh dan menderita. Dia memilih naik ke atas kayu salib, bukan karena tidak mampu menolak, tetapi untuk menebus dosa kita.

Perbuatan baik kita tidak cukup untuk menebus dosa-dosa kita (Yesaya 64:6). Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), dan upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal (Yohanes 3:16).  Hanya darah Yesus yang sanggup menebus dosa-dosa kita. Marilah kita sungguh-sungguh percaya kepada Yesus.

Bagi Saudara yang sakit atau memiliki masalah, ingatlah Firman Tuhan di atas bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Hanya dengan bersuara memerintahkan setan itu pergi, maka setan pergi dari anak bisu tuli yang sejak kecil dihajar oleh setan-setan tersebut. Dan anak itu sembuh.

Yang paling penting adalah iman.  Sebab Firman Tuhan berkata bahwa  jika memiliki iman sebesar biji sesawi saja kita dapat memindahkan gunung. Saudara bisa dilepaskan dari segala ikatan atau sakit penyakit apapun.

Percayalah pada Yesus, Ia akan memulihkan dan menyembuhkan, asal Saudara beriman. [EM/EM]