KPPI Online 3 Agustus 2020: Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon Petrus

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 3 Agustus 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 4: 38 – 41 tentang Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain.

Yesus Menghardik Demam, dan Seketika Itu Juga Ibu Mertua Simon Sembuh

Kita bayangkan kondisi seorang yang sakit demam keras atau panas tinggi, pastinya badan lemas dan tidak enak. Banyak tanda-tanda lainnya seperti panas dingin, linu, nafsu makan berkurang, yang membuat tidak bertenaga. Dan itulah kondisi yang dirasakan oleh ibu mertua Simon Petrus, oleh karena itu mereka meminta Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon ini.

Lalu Yesus berdiri di sisi ibu mertua Simon dan dengan suara yang keras menghardik demam itu, dan penyakit itu meninggalkan dia, seketika perempuan itu sembuh, bangun, dan langsung melayani mereka. Sungguh kejadian ajaib, yang semula demam tinggi dan tidak ada tenaga karena sakitnya, seketika ada tenaga setelah disembuhkan oleh Tuhan Yesus, lalu bangun dan melayani mereka. Mujizat telah terjadi, penyakit tidak bertahan ketika Yesus menghardik penyakit itu.

Kejadian ini menyebabkan banyak orang datang dan membawa serta banyak orang sakit kepada Yesus. Dan Yesus meletakkan tangan-Nya pada orang sakit itu masing-masing dan menyembuhkan mereka. Rumah itu menjadi penuh dengan orang sakit dan banyak setan keluar dari orang yang sakit, ketika Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di rumah itu.

Terjadi suatu mujizat, Yesus hanya tinggal menghardik maka sakit penyakit sembuh. Yesus menumpangkan tangan kepada orang sakit dan mereka sembuh, bahkan semua setan-setan keluar dari orang yang kerasukan. Setan sangat takut pada Yesus karena setan tahu siapa Yesus, Yesus adalah Mesias dan Anak Allah. Jika ada Yesus di dalam hati kita, setan tidak akan berani ada di dalam kita karena Yesus sangat berkuasa dan semua setan takut dengan Nama-Nya.

Yesus adalah Mesias yang Berkuasa Mengampuni Dosa dan Menyelamatkan Manusia

Yesus adalah Mesias dan Anak Allah. Dikatakan Anak Allah karena Yesus adalah Allah itu sendiri yang berkenan datang ke bumi, lahir sebagai manusia. Dia mau menjadi manusia untuk menyelamatkan kita, sebab kita semua telah berdosa dan tidak ada yang dapat menebus dosa-dosa kita. Tidak mungkin kita dapat menebus satu sama lain karena kita semua berdosa.

Karenanya Yesus harus datang ke dunia dan lahir sebagai manusia agar Dia dapat menebus dosa kita. Sepanjang hidup-Nya Yesus hidup di dalam kekudusan dan tidak pernah berdosa, sehingga Dia layak menjadi korban untuk menebus dosa kita.

Yesus membayar harga tebusan dosa kita dengan nyawa-Nya sendiri karena Yesus sangat mengasihi kita. Tuhan tahu bahwa kita manusia tidak berdaya dan selalu terikat akan dosa, oleh karena itu Dia sendiri harus datang. Dan ketika Dia datang, Dia disebut Anak Allah dan Mesias yang artinya Juruselamat, yang mengampuni dosa-dosa kita, yang menebus dosa-dosa kita.

Itu sebabnya Yesus sangat berkuasa, bahkan iblis pun takut kepadaNya, sakit penyakit dapat disembuhkan. Dia dapat membangkitkan orang yang telah mati sekalipun. Dia dapat membuat lima roti dan dua ikan sanggup memberi makan lima ribu orang lebih. Dia dapat menghentikan badai hanya dengan dua perkataan, karena sesungguhnya Dia sangat berkuasa. Namun Dia rela menyerahkan DiriNya karena kasihNya kepada kita, Dia mati di kayu salib.

Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Barangsiapa percaya pada Yesus, tidak akan binasa, tidak akan dihukum ke dalam neraka karena dosa-dosanya telah ditebus dan diampuni. Barangsiapa percaya akan diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal. Ada satu jaminan keselamatan dan bayarannya sangat jelas yaitu pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk kita.

Jika kita percaya padaNya maka iblis tidak dapat menagih nyawa kita lagi, tidak akan sanggup dan tidak berhak tinggal di dalam kita. Karena itu jika kita mau lepas dari dosa-dosa kita, mau lepas dari ikatan-ikatan iblis, mau lepas dari segala perjanjian-perjanjian dengan iblis, kita terima Yesus dan Yesus akan melepaskan dan mengampuni kita.

Kabar baik berikutnya kita baca dari Yohanes 1:12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”.

Percayalah kepada Yesus mulai hari ini, besok, lusa, dan teruslah hidup didalam kepercayaan itu, sampai Dia datang atau kita meninggalkan dunia.

Oleh bilur-bilur-Nya Kamu Telah Sembuh

Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”.

Yesus telah memikul dosa kita dan Dia telah menebus kita, dahulu kita hidup didalam dosa namun sekarang kita hidup didalam kebenaran. Dan selain itu ada sebuah jaminan yaitu oleh bilur-bilur Yesus maka semua sakit kita telah sembuh. Kita katakan Firman Tuhan ini sebab Firman Tuhan ‘ya’ dan ‘amin’.

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8).

Seperti ibu mertua Simon yang seketika itu disembuhkan oleh Yesus, hari ini pun Dia tetap sama, Dia sanggup menyembuhkan semua sakit penyakit, baik sakit ringan ataupun berat. Tumpangkan tangan ditempat rasa sakit dan oleh bilur-bilur Yesus, kita telah disembuhkan. [EM/EM]

KPPI Online 30 Juli 2020: Yesus Menyembuhkan Anak Pegawai Istana

 

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 30 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Yohanes 4: 46-54 tentang Yesus menyembuhkan anak pegawai istana.

 

Yesus Menyembuhkan Anak Pegawai Istana

Saat Yesus kembali ke Kana, dimana Ia mengubah air menjadi anggur. Kedatangan Yesus ini diketahui oleh kaum ningrat yaitu yaitu pegawai istana di Kapernaum, dan orang ini datang untuk menemui Yesus supaya menyembuhkan anaknya yang sakit.

Jarak dari kota Kapernaum ke Kana itu sangat jauh, sekitar 26,5 km. Kalau jaman sekarang jika ditempuh dengan mobil mungkin perlu waktu setengah jam. Tetapi pada zaman itu, perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki atau memakai kereta kuda. Jika dilakukan dengan berjalan kaki, perjalanan tersebut ditempuh selama 1 hari. Jadi pegawai ini benar-benar meluangkan waktunya untuk datang kepada Yesus dan memohon untuk menyembuhkan anaknya.

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Dia memerlukan waktu sehari perjalanan untuk dapat sampai di kotanya.

Dipertengahan jalan pegawai istana ini bertemu dengan hamba-hambanya, dan mereka datang kepadanya dengan kabar bahwa anaknya hidup. Lalu pegawai istana itu bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”

Teringatlah ia akan perkataan Yesus. Ternyata walaupun jaraknya jauh, dan Yesus tidak menjamah anak itu, hanya berkata kepada ayahnya saja. Namun tepat ketika Yesus berkata seperti itu anaknya sembuh, demam anaknya langsung hilang dan itu disaksikan oleh hamba-hambanya. Sejak saat itu pegawai istana ini lebih percaya lagi kepada Yesus beserta seluruh keluarganya.

Yesus, Mesias yang Datang untuk Menyelamatkan Manusia

Kenapa mujizat seperti itu dapat terjadi? Kenapa hanya dengan dua patah kata saja anak itu sembuh? Itu terjadi karena Yesus memang dapat melakukan mujizat, karena Dia adalah anak Allah, Mesias yang dijanjikan Allah Bapa, dan dijanjikan akan datang dari keturunan raja Daud yang akan memerintah selama-lamanya.

Firman Tuhan pada Lukas 1:33: “dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Mesias yang dijanjikan oleh Allah dalam Firman Tuhan Matius 1:21 ini akan menyelamatkan umatNya dari dosa.

Dua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa. Siapa yang dapat menebus dan mengampuni dosa kita?
Siapa yang dapat menjadi raja bagi kita selama-lamanya?
Hanya Yesus yang dapat melakukannya. Yesus bukan saja melakukan mujizat tetapi Yesus datang untuk menyelamatkan hidup kita dan menjadi raja untuk selama-lamanya.

Kenapa Yesus harus datang untuk mengampuni dosa-dosa kita? Karena kita semua telah berbuat dosa (Roma 3:23) maka itu harus ada yang menebus dosa kita. Tentunya kita tidak sanggup membayar dosa-dosa kita sendiri. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 64:6a, demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor. Jadi bagaimana kita dapat membayar hutang-hutang dosa kita kalau kesalehan kita saja seperti kain kotor di hadapan Tuhan? Tidak ada yang dapat membayar hutang dosa kita dan kita telah kehilangan kemuliaan Allah karena kita telah berdosa.
Tetapi ada satu orang yang telah turun dari Surga, Anak Allah, Yesus namanya, lahir karena janji Allah Bapa dan lahir dari seorang perawan Maria, lahir dengan mujizat yang luar biasa untuk Dia menjadi sama seperti manusia.

Dia menebus hidup kita dengan naik ke kayu salib dan menggantikan kita.
Yesus menebus kita bukan dengan barang yang murah dan sederhana tetapi dengan barang yang sangat mahal yaitu nyawa-Nya sendiri. Dia melakukannya sesuai Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah Bapa mengaruniakan anak-Nya yang tunggal menjadi korban penebusan salah bagi kita. Dia yang membayar hutang-hutang dosa kita, Allah sendiri mau berkorban untuk kita. Bukan kita yang berkorban bagi Tuhan tetapi Tuhan yang berkorban bagi kita. Dia sangat mengasihi kita sehingga barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Betapa bahagianya kalau orang diampuni dosanya, betapa luar biasanya kita terlepas dari ikatan dosa. Kita merasa lega dan damai sejahtera kalau kita tahu bahwa dosa kita diampuni, dan Yesus mengampuni dosa kita.

Maukah saudara percaya kepada Yesus? Jika saat ini saudara mendengarkan Firman Tuhan ini, maka ini adalah mujizat karena Yesus mau saudara percaya kepada-Nya. Kalau kita percaya kepada Yesus bukan hanya kesembuhan tetapi juga keselamatan diberikan kepada saudara.

Oleh Bilur-bilur-Nya Kita Menjadi Sembuh

Kalau ada yang rindu disembuhkan, inilah waktunya Yesus menyembuhkan. Yang diperlukan adalah iman. Seperti pegawai istana ini dia datang kepada Yesus menempuh perjalanan yang jauh, meminta kesembuhan bagi anaknya. Dia percaya perkataan Yesus maka anaknya sembuh.


Ini bisa terjadi pada saudara, karena seperti Ibrani 13:8 mengatakan Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Dahulu Dia menyembuhkan, sekarang Dia juga akan menyembuhkan Saudara.

Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Yesus berkali kali dicambuk, menderita sangat luar biasa, tapi oleh bilur-bilur-Nya itulah kita menjadi sembuh. Percayalah kepada Firman Tuhan ini. [EM/EM]

KPPI Online, 27 Juli 2020: Yesus Menyembuhkan Mata Dua Orang Buta

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 27 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Matius 9:27-33 tentang Yesus menyembuhkan mata dua orang buta.

“Jadilah kepadamu menurut imanmu”

Dalam sebuah perjalanan, Yesus bertemu dengan dua orang buta yang mengikuti Yesus sambil berseru-seru dan berkata “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Mengapa mereka menyebut Yesus Anak Daud? Apa artinya ini? Perkataan ini mengandung kepercayaan dan iman dari kedua orang buta ini bahwa Yesus adalah Anak Daud. Artinya bahwa Yesus itu adalah yang dijanjikan Allah Bapa melalui nabi-nabi-Nya bahwa dari keturunan nabi Daud akan datang Mesias, yakni seorang Raja yang akan memerintah selamanya, yang akan datang untuk menebus dosa manusia.

Dua orang buta ini percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah Bapa, yang akan menebus dosa manusia dan Raja yang akan memerintah secara kekal.

Tidak mungkin seorang manusia dapat menebus dosa manusia, kecuali Tuhan sendiri yang melakukannya. Tidak mungkin seorang manusia dapat memerintah sebagai raja selama-lamanya, kecuali Tuhan sendiri. Jadi Mesias itu adalah yang akan memerintah selamanya. Yesus itu adalah Allah sendiri yang mau turun ke muka bumi, mau menjadi manusia supaya Dia dapat menebus kita. Dia menebus kita bukan dengan barang-barang atau sejumlah uang, tetapi dengan mencucurkan darahNya sendiri dan mati dikayu salib.

Yesaya 64:6 mengatakan: “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor”. Bagaimana mau menebus dosa, sedangkan kesalehan kita hanya seperti kain kotor nilainya. Jadi, hanya Yesus yang dapat menebus kita, karena Dia tidak berdosa, sehingga Dia layak menebus dosa kita. Dia kudus dan tidak bercacat-cela.

Yesus berkata kepada kedua orang buta itu: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka.

Maukah kita saat ini sama seperti dua orang buta ini, Saudara, percaya kepada Yesus bahwa Dia adalah Anak Allah yang turun dari Surga untuk menebus dosa kita? Dia adalah yang dijanjikan Allah sebagai Juruselamat dunia.

Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Mungkin Saudara sedang bergumul apakah dosa ku diampuni, dan siapakah yang dapat menjamin hidupku? Yesus memberikan jaminan keselamatan hidup kekal. Sehingga kita memperoleh damai sejahtera, memiliki keyakinan yang kokoh bahwa saya akan bersama Yesus di Surga.

Inilah waktunya, tidak salah jika kita percaya kepadaNya karena Yesus adalah Allah itu sendiri yang telah turun dari sorga. Kita akan memperoleh kelepasan dari himpitan dosa, Yesus akan melepaskan diri kita dari tekanan-tekanan dosa dan kita dapat hidup dalam kekudusan. Hanya di dalam Yesus kita dapat memperolehnya.

Yesus Berkuasa Mengusir Setan dan Menyembuhkan Segala Penyakit

Bagi Saudara yang sudah berdoa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, selamat datang dalam keluarga Kerajaan Sorga. Saudara menjadi anak-anak Allah dan Bapa di Sorga menjadi Bapa kita, menjadi orang yang sangat dekat dengan kita.

Jika ada Saudara yang sakit dan rindu memperoleh kesembuhan, percayalah Bapa di Sorga rindu agar semua Saudara disembuhkan. Percayalah kepada Bapa, dan percayalah kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal.

Matius 9:32-33 mengatakan: “Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

Orang bisu ini kerasukan setan sampai tidak bisa bicara. Tapi setan itu diusir oleh Yesus dan orang itu bisa berkata-kata. Betapa besarnya kuasa yang ada pada Yesus. Dia sanggup mengusir setan-setan, Yesus juga sanggup membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, dan menghentikan badai. Yesus sanggup memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan.

Yesus Kristus tetap sama, dahulu Dia melakukan mujizat, maka pada hari inipun Dia melakukan mujizat. Firman Tuhan dalam Ibrani 13:8 mengatakan Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Dia tetap sanggup menyembuhkan. Yesaya 53:5 mengatakan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.

Percayalah bahwa Yesus sanggup menyembuhkan Saudara, dan terimalah kesembuhan dari Tuhan, apapaun penyakit Saudara. [EM/EM]

KPPI Online 23 Juli 2020: Taufan dan Gelombang Taat Pada Yesus

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 23 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 4: 35-1 tentang Yesus meredakan angin ribut.

Taufan dan Gelombang Taat Pada Yesus

Firman Tuhan ini menceritakan bagaimana keajaiban yang dilakukan Tuhan Yesus. Saudara bisa bayangkan ketika taufan mengamuk sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Bagi Saudara yang biasa naik kapal atau naik perahu di lautan pasti tahu bagaimana kondisi ini sangat mengerikan. Di tengah laut, dalam sebuah perahu berukuran kira-kira panjang 7 meter dan lebar 2 meter, menghadapi taufan yang sangat dahsyat serta ombak yang begitu besar, sampai air masuk ke dalam perahu. Tentulah kondisi ini begitu menakutkan.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan, di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Murid-murid begitu ketakutan sehingga yang keluar dari perkataannya bukan minta tolong pada Yesus untuk menghentikan gelombang, tetapi malah menyalahkan Yesus. Sepertinya Yesus tidak peduli kalau mereka binasa, sehingga mereka berkata: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”. Terkadang kalau kita takut malah kita menjadi pengecut, menyalahkan orang lain daripada mengakui ketakutannya sendiri. Inilah yang dilakukan murid-murid Yesus.

Lalu Yesus bangun dan menghardik danau itu hanya dengan dua kata “diam, tenanglah”, maka angin reda dan danau itu jadi teduh sekali. Luar biasa apa yang dilakukan Yesus, Ia menghentikan badai saat badai begitu besar dan menghentikan gelombang saat gelombang begitu dahsyat. Ini adalah mujizat luar biasa.

Yesus berkuasa atas alam, danau, angin, dan juga atas tumbuhan. Ada satu cerita lain dalam Alkitab dimana Yesus berjalan lalu kemudian Dia tidak mendapat apa-apa dari sebuah pohon ara, dan Yesus berkata, engkau tidak akan berbuah selamanya, maka keringlah pohon itu. Yesus sangat berkuasa atas segala ciptaan di bumi ini. Semua taat pada perkataan Yesus. Ketika Yesus berkata “diam, tenanglah” maka danaupun menjadi teduh dan angin yang tadinya mengamuk menjadi mereda.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Yesus, Anak Allah, Juruselamat yang Menebus Dosa Manusia

Siapakah orang ini? Dialah Yesus, Yesus adalah Anak Allah, Mesias, Juruselamat yang dijanjikan Allah untuk menebus dosa umat-Nya (Mat 1:21). Dan Yesus adalah Anak Allah yang di dalam Lukas 1:33 dikatakan Dia akan memerintah sebagai Raja atas umat-Nya selama-lamanya.

Siapakah yang dapat menebus dosa? Siapakah yang dapat mengampuni dosa? Siapakah yang dapat menjadi Raja selamanya? Karena kalau manusia pasti akan mati, tidak ada yang bisa menjadi Raja selamanya, bahkan seratus tahunpun mungkin tidak sampai. Siapa? Hanya Yesus, sebab Dia adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan itu, yang mampu melakukannya.

Dialah Allah yang mau turun ke bumi menjadi manusia sama seperti kita, kalau lelah harus tidur, kalau lapar harus makan, sama seperti kita padahal Dia adalah Allah. Untuk apa? Untuk dapat menebus dosa kita. Karena tidak ada yang sanggup menebus dosa kita, bahkan satu gram-pun kalau dosa bisa ditimbang, kita tidak sanggup menebusnya bahkan dengan perbuatan baik kita sekalipun.

Yesus datang untuk menebus dosa kita. Dia menjadi manusia, menyerahkan diri untuk disalib karena kasih-Nya. Dia menjadi korban penebusan dosa kita, menerima segala siksaan dan kesakitan luar biasa, untuk menebus dosa kita. Itulah Yesus, Dia mau mati untuk saudara dan saya.

Maukah malam ini Saudara mengambil keputusan untuk percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kita akan hidup sampai pada kekekalan, tidak hanya 70-80 tahun, apabila kita mati akan dibangkitkan oleh Yesus. Kita akan diberikan Tuhan keselamatan, dan kita akan hidup bersama Tuhan selamanya.

Bagi Saudara yang sudah percaya, selamat datang dalam keluaraga Kerajaan Allah. Karena Firman Tuhan dalam Yohanes 1: 12, mengatakan, barangsiapa yang percaya dan menerima-Nya diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kita menjadi anak-anak Allah dan Bapa di Sorga menjadi Bapa kita.

Yesus Tetap Sama, Dahulu Ia Menyembuhkan, Sekarang Ia Mau Menyembuhkan Saudara

Siapa yang sakit dan mau disembuhkan? Percayalah, Yesus sanggup menyembuhkan saudara. Ombak, danau dan angin topan taat pada-Nya, penyakitpun tunduk padaNya. Kalau kita baca dalam Alkitab Yesus memang telah melakukannya, Dia menyembuhkan banyak orang sakit, orang lumpuh, orang buta. Bahkan Yesus membangkitkan orang mati.

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Dia tetap sanggup menyembuhkan. Yesaya 53:5 mengatakan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
Percayalah bahwa Yesus sanggup menyembuhkan Saudara dan terimalah kesembuhan dari Tuhan, apapaun penyakit Saudara. [EM/EM]

KPPI Online, 20 Juli 2020: Yesus Membebaskan Orang Yang Kerasukan Setan

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 20 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 5:1-20 tentang Yesus membebaskan orang yang kerasukan setan.

Yesus Anak Allah, Setan-setan Sangat Takut dan Takluk pada-Nya

Peristiwa ini terjadi di Gerasa, di daerah yang bukan wilayah orang Yahudi. Orang kerasukan setan ini seperti orang gila, dirantai, dipasung, tetapi tidak ada gunanya karena rantai-rantai yang dipasang untuk membelenggunya dapat diputuskannya. Tidak ada orang yang dapat menjinakkannya, jadi dibiarkan saja dia tinggal di kuburan, berteriak-teriak, memukuli dirinya dengan batu.

Ketika Yesus tiba, orang ini datang menyembah. Ternyata setan-setan yang merasukinya mengenal dan sangat takut kepada Yesus. Sehingga seperti diceritakan pada ayat 7, dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”.
Setan-setan ini begitu memohon kepada Yesus untuk jangan disiksa. Siapa yang dapat menyiksa setan selain Yesus? Setan ini tahu bahwa Yesus ini adalah anak Allah yang Maha Tinggi, yang memiliki kuasa bukan hanya untuk mengusir tapi juga untuk menyiksa setan-setan, karena Yesus punya otoritas.

Berapa banyak jumlah setan yang membelenggu orang ini? Jumlahnya sangat banyak, sehingga namanya Legion. Setan-setan ini meminta kepada Yesus untuk dipindahkan kepada kawanan babi yang ada ditempat itu. Ada 2.000 kawanan babi, jadi jika minimal satu setan masuk ke dalam satu babi, maka minimal ada 2.000 setan pada orang yang kerasukan ini.

Dengan kuasa-Nya, Yesus mengusir setan-setan itu dan ketika orang banyak datang kepada Yesus, mereka melihat orang yang kerasukan itu sudah duduk, sudah berpakaian dan sudah waras.

Kita Berharga, Yesus Mau Mati di Kayu Salib Menebus Dosa Kita

Yesus memang Anak Allah, Mesias yang dijanjikan Allah Bapa untuk manusia, Juruselamat yang menyelamatkan manusia. Yesus sangat ditakuti oleh kuasa kegelapan, karena Yesus berasal dari Surga yang Maha Tinggi. Yesus adalah Allah yang mau turun ke muka bumi, merendahkan diri, lahir sebagai manusia, untuk menebus dosa kita, supaya kita beroleh keselamatan.

Karena kita semua sudah jatuh dalam dosa. Yesus tahu bahwa kita tidak bisa membayar hutang-hutang dosa kita. Makanya Dia mau datang, mati dikayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Mungkin kita mau lepas dari dosa, tetapi siapa yang dapat menjamin bahwa kita ditebus dosa-dosanya?
Jiwa kita sangat berharga bagi Tuhan. Kita lahir bukan kebetulan, kita ada dalam rencana Tuhan. Tuhan mengenal kita, sejak kita ditenun dalam rahim ibu kita, Dia tahu nama kita bahkan Dia tahu jumlah rambut di kepala kita. Nilai kita sangat berharga dimataNya. Yesus bahkan mengorbankan diriNya sendiri untuk menebus dosa kita.

Betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kita sudah dinantikan Tuhan untuk datang kepadaNya. Yesus mengasihi kita dan mau untuk mengampuni dosa-dosa kita. Ini adalah hari yang luar biasa, kita dapat menerima keselamatan, memperoleh kemerdekaan dan dosa-dosa kita diampuni, dengan darah Yesus dikayu salib. Yesus mengorbankan diriNya untuk menyelamatkan kita, karena kasihNya yang besar.

Satu mujizat yang terbesar terjadi ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Saudara akan merasakan perubahan hidup yang luar biasa, dan kasih Tuhan menyertai saudara. Dia sangat mengasihi saudara, bahkan Firman Tuhan berkata rambut di kepala kitapun Tuhan hitung semuanya. Dia sangat memperhatikan kita. Apabila satu burung pipit saja diperhatikan, apalagi kita.
Yohanes 1:12 mengatakan: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”. Selamat datang di keluarga Kerajaan Allah.

Yesus Berkuasa Menyembuhkan Segala Sakit Penyakit

Bagi saudara yang sakit dan mau disembuhkan, percayalah bahwa Yesus sanggup menyembuhkan saudara. Yesus sanggup mengusir setan-setan, jadi kalau ada saudara yang terikat dalam dosa-dosa, Yesus sanggup melepaskannya.

Seperti pada Markus 4:39, Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Yesus sangat berkuasa, bahkan angin ribut pun tunduk. Angin menjadi reda dan danau menjadi sejuk.

Firman Tuhan pada Markus 5, menceritakan Yesus menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan dan juga membangkitkan anak Yairus yang baru saja mati. Ayat 41-42, lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Yesus sanggup melakukan mujizat, mengusir setan-setan, menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Dan Yesus itu tetap sama, dahulu sekarang dan selama-lamanya.

Apabila saudara percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan engkau, maka sesuai FirmanNya (Yesaya 53:5), oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh, maka saudara menjadi sembuh. [EM/EM]

KPPI Online, 16 Juli 2020: Yesus Memanggil Petrus

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 16 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 5: 1-11 tentang Penjala ikan menjadi penjala manusia

Ketaatan Petrus pada Perkataan Yesus Menghasilkan Mujizat

Peristiwa ini terjadi di pantai Danau Genesaret, ketika nelayan-nelayannya telah turun dari perahu dan sedang membasuh jalanya. Pada umumnya nelayan melaut di malam hari, jadi diperkirakan ini waktunya pagi hari menjelang siang.
Lalu Yesus naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai mengajar, Yesus berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Yesus melakukan mujizat ketika memanggil Petrus untuk menjadi murid. Yesus meminta Simon pergi ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.
Petrus adalah nelayan yang handal, dia tahu waktu untuk menangkap ikan yang bagus adalah malam hari. Kalau siang hari akan sulit karena ikan-ikan bisa melihat jala yang ditebarkan nelayan dan bubar, tetapi kalau malam hari akan lebih mudah menjala karena ikan-ikan tidak melihat jala yang ditebar. Inilah yang biasa dilakukan oleh seorang nelayan yang professional, melaut pada malam hari, bukan siang hari.
Tapi kali ini waktunya pagi menjelang siang, dan Yesus menyuruh Petrus menebarkan jala. Petrus yang berpengalaman menjala ikan menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Dapat dibayangkan kalau menjala ikan pada malam hari saja tidak berhasil menangkap apa-apa, apalagi pagi menjelang siang, akan makin kecil kemungkinannya. Namun karena Guru yang mengatakannya, maka Simon Petrus mengerjakannya, mengambil action karena dia percaya kepada Yesus dan ternyata mujizat terjadi.
Perahu nelayan pada zaman itu diperkirakan berukuran panjang 7 meter dan lebar 2 meter, biasanya dengan awak sekitar 5 orang, 4 orang mendayung di sisi kiri dan kanan, dan 1 orang memimpin kemudi. Daya tampung perahu kalau penuh, dapat memuat sampai 13 penumpang atau kalau diisi ikan menampung sekitar ½ ton ikan tangkapan.
Dan setelah mereka melakukan apa yang Yesus katakan, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam
Jadi kira-kira mereka mendapatkan ikan sebanyak kira-kira 1 ton. Ini mujizat yang luar biasa yang Yesus lakukan. Dari tidak ada ikan satupun sepanjang malam, paginya mendapat ikan sebanyak 1 ton.
Melihat hal ini, Simon Petrus sangat takjub, dia nelayan professional, jadi dia tahu persis ini adalah mujizat. Maka iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”.

Yesus Memanggil Petrus, Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia

Ketika Yesus hadir, mujizatnya terjadi, hadirat Allah itu hadir ditengah-tengah kita maka sesuatu hal dapat terjadi bagi kita dan itu yang dirasakan oleh Petrus. Karena Petrus dapat merasakan kehadiran Tuhan, mujizatNya itu membuat dia dapat melihat betapa besarnya Tuhan, betapa kudusnya Tuhan, betapa sucinya Tuhan dan dia dapat melihat betapa berdosanya dia dibandingkan dengan kebesaran Tuhan yang luar biasa.
Petrus dapat melihat dibalik semua mujizat menangkap ikan yang 1 ton ini, dia melihat kehadiran Yesus, hadiratNya dan kuasaNya, membuat Petrus merasa tidak layak untuk dekat dengan Yesus. Ini adalah suatu perasaan yang dirasakan oleh seorang yang merasakan kehadiran Tuhan. Kita merasa Tuhan begitu besar dan kita begitu kecil, Tuhan begitu kudus dan kita begitu najis, Tuhan begitu berkuasa dan kita tidak ada apa-apanya, Tuhan begitu besar dan sesungguhnya kita tidak layak dihadapan Tuhan.
Mungkin ini juga yang kita rasakan, ketika kita ada dalam kuasa Tuhan, ketika kita tahu bahwa ada Tuhan ditengah-tengah kita, ada Tuhan yang bisa menyenter dan dapat membuka segala sesuatu rahasia dalam hidup kita, ada Tuhan yang Maha Kuasa.
Pada hari ini kita juga bisa berkata seperti Petrus,” aku tidak layak bagiMu, aku terlalu banyak dosa, aku terlalu banyak menyakiti hatiMu, terlalu banyak membuat kesalahan, melakukan dosa ini dan itu.

Dengarkan apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus “Jangan takut”. Mungkin kita merasa tidak layak, kita merasa berdosa, kita telah banyak melakukan pencarian tentang Tuhan dan kita merasa semakin tidak pantas. Tetapi pada hari ini ketika kita bertemu dengan hadirat Tuhan, kalau kita merasakan Tuhan begitu besar dan kita begitu kecil, itu adalah anugerah.
Mengapa? Karena kita menyadari kesalahan kita. Untuk itu kita membutuhkan pengampunan, dan hanya Yesus yang dapat melakukannya. Hanya Yesus yang pernah naik ke kayu salib, menderita dan mati, mencurahkan darahNya untuk menebus dosa-dosa kita. Karena itu dengarkan kata Yesus, “Jangan takut”.
Ketika Petrus dipanggil Tuhan, Petrus bukan saja diampuni dan disucikan Tuhan, tetapi Yesus menjadikan Petrus penjala manusia. Dan Petrus mengikuti Yesus seumur hidupnya, 3 tahun lebih Petrus hidup bersama Yesus, dia mencintai Yesus sampai Yesus mati dikayu salib, sampai dia lihat Yesus dibangkitkan.

Firman Tuhan berkata di dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Maukah kita saat ini percaya kepada Yesus? Maukah engkau berhenti dari segala pencarian mu dan engkau berhenti di dalam pengampunan Yesus Kristus? Biarlah kita tahu bahwa dosa kita diampuni oleh Tuhan, dengan darah-Nya yang kudus.

Bagi Saudara yang sakit, Firman Tuhan pada Yohanes 9:1-41, menceritakan Yesus menyembuhkan mata seorang yang buta sejak lahir. Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Orang buta ini percaya pada Yesus maka dia lakukan apa yang Yesus katakan, dan terjadilah mujizat, meleklah matanya.
Percayalah kepada Tuhan bahwa malam hari ini Tuhan Yesus akan sembuhkan saudara. Firman Tuhan pada Yesaya 53:5 memberikan jaminan bahwa oleh bilur-bilur Tuhan Yesus segala sakit penyakit disembuhkan. [EM/EM]

KPPI Online 13 Juli 2020: Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 13 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Yohanes 2:1-11 tentang Perkawinan di Kana.

Yesus Berkuasa Mengubah Air Menjadi Anggur

Pada waktu itu Yesus dan murid-murid-Nya berada di sebuah pesta perkawinan di Kana di Galilea. Kebiasaan yang ada pada saat itu menghidangkan air anggur yang baik di awal pesta setelah itu menghidangkan anggur yang kurang baik. Ketika mereka kekurangan anggur, Ibu Yesus meminta Yesus melakukan mujizat, dan terjadilah air berubah menjadi anggur. Pemimpin pesta sampai heran karena anggurnya dari awal sampai akhir berkualitas baik.

Ini adalah mujizat Yesus yang pertama, yaitu mengubah air menjadi anggur, dengan kualitas anggur yang baik. Jika disetarakan satu tempayan berisi dua-tiga buyung,  atau sekitar 100 liter, maka 6 tempayan kira-kira berisi 600 liter anggur, bukan jumlah yang kecil.

Maria, ibu Yesus yang meminta kepada Tuhan Yesus untuk melakukan mujizat, karena Maria percaya bahwa Yesus dapat melakukannya. Maria tahu siapa Yesus, kelahiran Yesus saja sudah penuh mujizat. Maria ingat bagaimana dia dalam keadaan masih perawan, mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan seorang anak laki-laki yaitu Yesus. Maria tahu bahwa yang dia lahirkan bukan sembarang anak laki-laki, tetapi seorang yang telah dijanjikan oleh Allah. Yesus adalah perjanjian bagi bangsa-bangsa oleh karena itu Maria sangat percaya kepada Yesus.

Benar, Yesus melakukan mujizat, air dalam semua tempayan berubah menjadi anggur. Karena Yesus memang Allah sendiri yang turun dari Sorga dan mau menjadi manusia. Dia hidup sebagai manusia dalam keluarga Yusuf. Dan setelah Yesus memasuki pelayanan, maka Maria yang tahu siapa Yesus, dia meminta Yesus untuk melakukan mujizat.

Yesus, Mesias yang Dijanjikan Allah untuk Menebus Dosa Manusia

Allah telah berjanji untuk memberikan Juruselamat dan mengggenapinya melalui kelahiran Yesus. Yesus adalah Juruselamat yang dapat menebus semua dosa-dosa umat-Nya. Yesus adalah Allah itu sendiri yang mau mati dan menebus dosa-dosa manusia. Yesus tahu bahwa kita tidak sanggup membayar hutang dosa-dosa kita.

Mungkin kita bergumul untuk dapat membayar hutang dosa kita. Dapatkah kita membayar hutang dosa-dosa kita? Kalau kita jujur bisa jadi setiap hari dosa kita bertambah, kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai kehendak Tuhan. Allah tahu bahwa tidak ada seorangpun dapat membayar hutang dosa-dosanya. Perlu Allah sendiri yang datang ke muka bumi untuk menyelamatkan kita dan menebus dosa kita. Dialah Yesus. Betapa besar kasih Allah kepada kita, betapa besarnya kerinduan Allah untuk menyelamatkan kita.

Maukah Saudara percaya kepada Yesus? Maukah Saudara berhenti dalam kelelahan dalam hidup ini? Mungkin Saudara berjuang bagaimana untuk dapat selamat dalam hidup Saudara. Saudara rindu untuk dapat berbuat baik tetapi selalu hal-hal jahat yang dilakukan. Tetapi Firman Tuhan berkata barangsiapa percaya kepada penebusan dosa Yesus maka dosa-dosanya ditebus, dibayar dan diselamatkan.

Seperti kita mempunyai hutang ratusan miliar atau ratusan triliun, kita tidak punya sepersenpun untuk membayarnya tetapi ada orang yang mau membayar semua hutang-hutang kita.

Siapa yang mau dosa-dosanya diampuni? Siapa yang mau memperoleh keselamatan dan kekekalan? Siapa yang mau mempunyai suatu jaminan kalau kita mati kita akan masuk dalam kerajaan surga? Hari ini ada suatu kesempatan, jangan tunda. Ambilah keputusan untuk percaya kepada Yesus, maka Tuhan akan masuk dalam hati mu, Dia akan mengubahkan hidupmu dan engkau akan mendapatkan damai sejahteraNya.

Firman Tuhan berkata dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bukan saja hidup di dunia yang diberikan kepada kita tetapi hidup kekal selama-lamanya bersama Bapa disurga. Kita jadi memiliki keyakinan bahwa dosa kita diampuni dan kalaupun kita mati pada saat ini, kita percaya bahwa Yesus akan memberikan kehidupan kekal kepada kita.

Saudara yang percaya kepada Yesus, maka sekarang diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Sesuai Firman Tuhan pada Yohanes 1:12, betapa sukacitanya, Allah di Sorga menjadi Bapa kita. Selamat datang dalam keluarga Kerajaan Sorga, kita bersaudara dalam Tuhan.

Yesus Tetap Sama, Dahulu Ia Menyembuhkan, Sekarang Juga  Mau Menyembuhkan Saudara

Bagi Saudara yang sudah percaya pada Yesus, kalau Saudara sakit maka Yesus mau menyembuhkan Saudara, dan Yesus mau selesaikan semua masalah Saudara. Yesus mau menyembuhkan dan memulihkan Saudara. Mungkin Saudara mengalami problem yang berat sekali, stress berkepanjangan, sulit tidur dan merasa tersiksa sekali. Percayalah Yesus sanggup menyembuhkan.

Lukas 6:17-19 menceritakan banyak orang datang dari berbagai tempat untuk mendengarkan pengajaran Yesus dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Juga mereka yang dirasuk roh-roh jahat, dan mereka semua memperoleh kelepasan atau kesembuhan. Semua yang datang pada-Nya tidak ada yang dikecewakan. Apa yang membuat mereka semua disembuhkan? Mereka semua percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus, sehingga semua sembuh.

Firman Tuhan dalam Yesaya 53:5 mengatakan, “Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”. Percayalah dan berkatalah dalam hatimu oleh bilur-bilur Yesus aku telah sembuh. Yesus Kristus tetap sama, dahulu sekarang dan selamanya. Dahulu Ia menyembuhkan maka sekarang Ia juga menyembuhkan.

Tumpangkan tangan Saudara pada bagian yang sakit, apapun sakit Saudara. Apakah itu Covid-19, atau mental health problem, atau stress yang berkepanjangan, atau sakit apapun juga, percaya dalam hati Saudara, Tuhan Yesus sedang bekerja menyembuhkan Saudara. [EM/EM]

KPPI Online 9 Juli 2020: Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 9 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Matius 15:32-39 tentang Yesus Memberi Makan 4.000 Orang.

Yesus Anak Allah, Ia Berkuasa Melakukan Segala Mujizat

Pada waktu itu Yesus bersama murid-murid diikuti ribuan orang selama 3 hari, dan hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Dia sangat mengasihi dan memikirkan orang banyak itu. Yesus tahu mereka sudah 3 hari mengikuti Dia, pastilah persediaan makanan mereka tidak ada lagi. Yesus tidak mau menyuruh mereka pulang dalam keadaan lapar, supaya jangan mereka pingsan di jalan.

Kata murid-murid-Nya kepada-Nya, “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Kata Yesus kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?”

Sesungguhnya peristiwa ini adalah peristiwa kedua dimana sebelumnya Tuhan Yesus pernah melakukan mujizat dengan memberi makan 5.000 orang. Murid-murid pasti tahu karena ada pengalaman melihat Yesus pernah membuat mujizat memberi makan 5.000 orang, maka mereka menjawab, “Tujuh,” jawab mereka, “Dan ada lagi beberapa ikan kecil.”

Kemudian Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

Lalu apa yang terjadi? Matius 15:37-38 menceritakan bahwa dari 7 roti dan beberapa ikan kecil itu mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak tujuh bakul penuh. Yang ikut makan pada saat itu adalah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Mari kita hitung, kalau diasumsikan bahwa satu laki-laki membawa satu isteri dan satu anak, maka jumlah mereka total ada sekitar 12.000 orang. Dari 7 roti dan beberapa ikan kecil bisa memberi makan 12.000 orang, ini adalah mujizat penggandaan yang luar biasa, dari yang tidak ada menjadi ada. Hanya Yesus yang mampu melakukannya. Hal ini sampai dicatat dua kali dalam Alkitab, yaitu mujizat kedua Yesus memberi makan sekitar 12.000 orang dan kenyang semua.

Selain mujizat menggandakan roti dan ikan, Yesus juga melakukan mujizat yang luar biasa yaitu membangkitkan orang mati. Jika orang dalam kondisi sudah mati, sehingga tidak ada lagi oksigen yang dapat dihirup dalam tempo sekitar 4-6 menit, maka otak akan rusak permanen. Jadi kalaupun bangkit kembali, otaknya akan tetap rusak. Tetapi Yesus luar biasa, Dia membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari lamanya, bangkit dan memulihkan kembali seperti baru. Ini mujizat yang luar biasa. Alkitab mencatat sebanyak tiga kali Yesus telah melakukan mujizat membangkitkan orang mati.

Mengapa bisa demikian? Karena Yesus adalah Anak Allah. Ia adalah Allah itu sendiri yang turun ke dunia menjadi manusia. Ia rela mati di kayu salib karena mengasihi kita dan menebus dosa kita supaya kita diselamatkan. Dialah Yesus, Anak Allah yang penuh kuasa. Dia membangkitkan orang mati, menghentikan badai hanya dengan dua kata, berjalan di atas air, menggandakan 7 roti dan beberapa ikan untuk ribuan orang. Hanya Yesus Kristus yang dapat melakukannya, sebab Dia adalah Anak Allah, Juru selamat, Mesias yang dijanjikan.

Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Karena kasih-Nya, Yesus telah membayar hutang-hutang dosa kita, sehingga kita memperoleh hidup yang kekal. Tidak seorangpun yang dapat membayar dosa-dosa kita. Sejujurnya, kita hanya bisa menambah-nambah dosa bukan menebus dosa. Kita selalu melakukan yang jahat dan yang dosa. Meskipun kita ingin membayarnya tetapi dosa bertambah terus, sehingga kita tidak sanggup membayarnya, kecuali ditebus oleh Yesus. Betapa besar kasih Yesus pada kita. Dia mau mati bagi kita, bahkan ketika kita masih berdosa.

Maukah saudara datang pada Yesus dan berkata, “Tuhan, aku orang yang berdosa, dan selalu melakukan dosa, ampuni saya, sucikan saya dengan darah-Mu yang kudus.” Kalau saudara sudah lelah mencari pengampunan, percayalah bahwa Yesus yang mengasihi Saudara, dan sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa Saudara.

Bagi Saudara yang sekarang percaya kepada Yesus, maka Saudara diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Sesuai Firman Tuhan pada Yohanes 1:12 bahwa Allah di Sorga menjadi Bapa kita. Selamat datang dalam keluarga Kerajaan Sorga, kita bersaudara dalam Tuhan.

Yesus Anak Allah, Ia Berkuasa Menyembuhkan Segala Penyakit

Matius 15: 29-31 menceritakan orang banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Pada malam ini Yesus bisa melakukan mujizat yang sama bagi Saudara dan juga bagi keluarga Saudara yang sakit. Sesuai Firman Tuhan dalam Yes 53:5, “Oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.” maka tumpangkan tangan pada bagian yang sakit, jika Saudara sakit jantung atau Covid-19 letakkan tangan Saudara pada dada. Jika sakit kepala atau punya problem mental letakkan tangan Saudara pada kepala. Jika Saudara buta, letakkan tangan pada mata Saudara. Saudara sakit apapun, percayalah, malam ini adalah satu momen Yesus sanggup menyembuhkan Saudara.[EM/EM]

KPPI Online 6 Juli 2020: Yesus Memberkati Anak-Anak

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 6 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Markus 10: 13-16 tentang Yesus memberkati anak-anak.

Datang pada Yesus Seperti Anak-anak Kecil

Pada waktu itu Yesus sedang mengajar dan banyak orang mengerumuni Dia. Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Jadi banyak orang tua membawa anaknya untuk diberkati Tuhan Yesus. Akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Bagaimana respon Tuhan Yesus? Melihat hal itu Yesus marah. Yesus jarang marah. Tetapi kali ini Yesus marah ketika murid-muridNya marah kepada mereka yang membawa anak-anak kecil. Ada beberapa kali Yesus marah, salah satunya adalah ketika ada seorang muda yang sakit ayan dan dirasuk oleh setan sampai dibanting-banting dan sampai berbusa-busa mulutnya, Yesus juga menegor karena murid-murid tidak dapat mengusir setan-setan itu.

Kali ini Yesus juga marah kepada mereka, karena mereka melarang anak-anak kecil itu datang kepdaNya. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak kecil sangat berarti bagi Yesus, sampai Dia harus memarahi murid-murid-Nya yang melarang mereka datang pada Yesus.

Lalu Yesus berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” Siapa? Anak-anak kecil itu.

Jadi, pertama, anak-anak kecil seperti itulah, yang datang kepada-Nya, yang memperoleh kerajaan Allah. Kedua, kata Yesus: “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kali ini Yesus berbicara kepada orang-orang dewasa dan meminta supaya mereka menjadi seperti anak-anak kecil itu. Pastilah anak-anak kecil datang kepada Yesus dengan gembira, menyodorkan kepala untuk ditumpang tangani oleh Yesus. Anak-anak kecil ini tidak ada yang berpikir macam-macam. Mereka gembira, polos dan percaya kepada orang dewasa yang baik dan sayang padanya. Jadi tidak memikirkan keuntungan diri sendiri tapi mereka lebih fokus pada orang yang kelihatan sayang pada mereka.

Yesus berkata, kalau kita mau datang dan percaya kepada Yesus, maka haruslah menjadi seperti anak-anak kecil ini, yang tidak berpikir untuk mencari keuntungan sendiri, tulus, penuh percaya dan fokus pada Yesus yang kita tahu menyayangi kita.

Mengapa Yesus berkata seperti itu? Mungkin banyak orang dewasa datang kepada Yesus tidak dengan tulus hati, tapi mau dilepaskan dari problem, mau minta diberikan pekerjaan, mau diberkati, ingin bisnisnya berhasil, agar mendapat jodoh, dan lain-lain. Banyak sekali orang datang untuk diberkati dan ingin sukses di bumi.
Sementara anak kecil datang karena memang senang melihat Yesus dan sayang kepada Yesus. Karena pasti dengan senyum Yesus menyambut mereka. Mereka senang Yesus menumpangkan tangan atas mereka, Mereka percaya Yesus itu baik dan pasti melindungi dan memperhatikan mereka.

Percayalah Pada Yesus Tanpa Mempertanyakan Segala Sesuatu

Itulah yang diharapkan Yesus kepada kita semua kalau kita mau percaya kepada Yesus. Anak kecil yang paling diinginkan adalah dikasihi, dipeluk, dan ditumpangkan tangan. Pastilah anak-anak kecil itu tidak ada pertanyaan, “Mana rejeki saya, karir saya, mobil saya, rumah saya, atau bagaimana makanan saya?”

Anak kecil tidak pernah bertanya pada ayahnya, “Makan apakah kita hari ini?” Karena mereka percaya itu semua pastilah akan disediakan ayahnya. Bahkan sekalipun jika ayahnya tidak punya, mereka tetap akan percaya. Tapi demikianlah anak-anak, mereka percaya dan mereka tulus hati pada ayahnya, dan percaya pasti ada rumah ayahnya tempat dia tinggal. Kita perlu bersukacita seperti anak kecil dalam menyambut Yesus.

Markus 10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. Bisa dibayangkan semua anak dipeluk satu-satu dan diberkati, mereka gembira sekali, mendengarkan Yesus berdoa buat mereka. Pasti tidak ada yang meminta apa-apa, mereka percaya Yesus akan menyediakan yang baik bagi mereka.

Demikian juga kalau Saudara mau datang pada Yesus, percayalah kalau Dia baik, seperti seorang Bapa, pastilah Dia akan melindungi dan mencukupi kebutuhan Saudara.

Maukah kita percaya bahwa Yesus sangat mengasihi kita? Bahkan kasih-Nya bukan hanya mencukupi kebutuhan kita di bumi, tapi sampai menyediakan rumah bagi kita di Sorga supaya di tempat di mana Yesus berada, kitapun berada (Yohanes 1: 2-3).

Itulah yang disediakan Yesus bagi kita, betapa baiknya Dia. Dia memikirkan kita sampai kekekalan. Yesus baik bagi kita. Yesus berkata, “Jangan kuatir akan hidupmu, burung di udara dipelihara apalagi kita.”

Yesus datang untuk memberikan kepada kita jaminan keselamatan. Bukan soal disembuhkan saja atau diberi makan atau fasilitas, tapi Yesus menyediakan tempat bagi kita di Sorga.

“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Jika saudara sedang mencari-cari, adakah jaminan dalam hidup maka Yesus menjaminnya pada hari ini. Kalau Saudara percaya darahNya tercurah untuk menyelamatkan Saudara, maka Saudara akan diselamatkan.

Inilah berita baik, yaitu ada jaminan kekekalan. Yesus adalah Anak Allah yang turun dari Sorga, mati di kayu salib, dikubur dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, untuk menebus dosa kita.

Seperti Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Semua Orang yang Menjamah-Nya Menjadi Sembuh

Jika Saudara sakit, percayalah bahwa Yesus dapat menyembuhkan Saudara. Dia telah melakukannya sekitar dua ribu tahun yang lalu. Dia membangkitkan orang mati dan Dia menyembuhkan segala sakit penyakit.

Seperti pada Markus 6: 53- 56,”Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”

Inilah waktunya Saudara percaya dan disembuhkan. Mungkin Saudara sudah sakit menahun yang membuat saudara sangat menderita, Yesus sanggup menyembuhkan, Saudara hanya perlu iman. [EM/EM]

KPPI Online 2 Juli 2020: Yesus Membangkitkan Anak Muda di Nain

 

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Kamis, 2 Juli 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 7:11-17 yang menceritakan tentang Yesus membangkitkan anak muda di Nain.

Belas Kasihan Yesus Sanggup Membangkitkan Anak Muda di Nain

Firman Tuhan disini menceritakan Lukas 7:11-17 ketika Yesus dan murid-murid tiba di suatu kota yang bernama Nain. Tidak hanya bersama murid-murid tapi juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia sampai di dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Dapat kita bayangkan kondisi kesedihan janda yang kehilangan anak tunggal yang dikasihinya ini. Pada saat itu jika seorang kehilangan suami, warisannya bisa jatuh ke anaknya, tetapi jika anak laki-lakinya meninggal dan dia tidak punya anak laki-laki yang lain atau anak perempuannya maka dia tidak akan mendapat warisan, karena warisannya akan jatuh kepada keluarga suaminya.

Ibu ini akan menghadapi masa yang sulit, tidak akan mendapat warisan, hidupnya hanya dari belas kasihan keluarga dan tetangganya. Pastilah hati janda ini sangat sedih dan saat itu banyak yang menyertainya untuk mengantarkan anaknya ke pemakaman.

Kondisi ini membuat Yesus jatuh belas kasihan ketika melihat janda itu, lalu Yesus berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan mayat itu Ia menyentuhnya, dan berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Tidak seorang pun yang memohon kepada Yesus, bahkan ibu inipun tidak memohon kepada Yesus untuk membangkitkan anaknya. Jadi ini memang hanya karena belas kasihan Yesus semata untuk membangkitkan anak janda itu.

Ini adalah mujizat pertama yang dilakukan Yesus membangkitkan orang mati. Terjadi mujizat yang tidak disangka, ibu inipun tidak menyangka anaknya bisa hidup, bahkan belum pernah ada cerita sebelumnya mengenai mujizat Yesus membangkitkan orang mati.

Semua orang menjadi kaget, orang mati yang sudah dalam perjalanan ke penguburan dibangkitkan. Semua orang begitu takut dan takjub sehingga mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

Nyata sekali bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, karena ketika Dia dapat membangkitkan anak muda ini, Dia memakai kuasa dari diriNya sendiri. Dia adalah Anak Allah, Allah yang telah turun ke dunia ini. Dia tidak perlu nama yang lain, Yesus sungguh berkuasa dan Dia memakai kuasa atas namaNya sendiri.

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Orang-orang Yudea terkejut karena hal ini, Allah telah datang melawat umatNya.

Yesus Sangat Berkuasa, Sebab Dia Mesias, Anak Allah yang Turun ke Dunia

Jika kita baca pada ayat selanjutnya pada Lukas 7: 19-22, maka mendengar cerita ini Yohanes Pembaptis mengutus dua orang untuk bertanya kepada Tuhan Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”
Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Yesus mau berkata bahwa Dialah Mesias itu, Juruselamat yang dijanjikan itu. Yesuslah yang dijanjikan Allah bagi kita.

Maukah saudara percaya bahwa Yesus sanggup menebus kita dari segala dosa kita? Karena Dia sendiri yang naik ke kayu salib untuk menebus kita dari segala dosa dan pelanggaran kita. Dia rela mati dikayu salib supaya dosa kita diampuni, diselamatkan dan menerima hidup yang kekal.

Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yesus sangat berkuasa, sanggup membangkitkan orang mati. Yesus yang sangat berbelas kasihan atas hidup janda ini, juga berbelas kasihan kepada kita supaya kita tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.

Barangsiapa yang percaya Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus hidup kita, maka kita akan diselamatkan. Tidak kebetulan jika kita mendengarkan siaran ini karena Yesus mau kita percaya kepada karya keselamatanNya dikayu salib. Percayalah Yesus mati bagi kita semua, Dia benar-benar menginginkan kita untuk percaya kepadaNya dan menerima keselamatan dariNya.

Dan bagi Saudara yang sakit, Yesaya 53:5 mengatakan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus segala sakit-penyakit kita disembuhkan. Jika Saudara percaya, inilah waktunya Saudara menerima anugerah kesembuhan. [EM/EM]