KPPI Online 29 Mei 2020: Rambut di Kepalamu pun Terhitung Semuanya

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, kembali berlangsung pada hari Kamis 28 Mei 2020.


Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Matius 10:29-31 “Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.”
Matius 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Yesus Sangat Memperhatikanmu

Yesus sering memberikan pengertian-pengertian melalui alam yang diciptakan. Dia memberikan pengertian betapa berharganya manusia, dimulai dari burung pipit yang dijual 2 ekor seduit, maksudnya murah sekali. Sekarang saja masih murah apalagi dua ribu tahun yang lalu, ketika populasi burung lebih banyak daripada manusia, pasti harganya murah sekali.
Yesus berkata walaupun sangat murah, tapi seekorpun tidak akan bisa jatuh ke bumi kalau tidak dikehendaki Bapa di Sorga. Jadi hanya untuk seekor burung yang sangat murah saja Bapa di Sorga sangat peduli. Tidak ada satupun yang bisa jatuh di luar pengetahuan Bapa di Sorga.


Apa maksud Yesus memberikan satu pengertian ini? Karena Yesus mau katakan Dia sangat sayang pada kita. Mungkin kita punya sahabat yang begitu care kepada kita, kalau kita butuh bantuan dia menolong kita. Tetapi tidak ada yang bisa menandingi Yesus, karena tidak seorangpun sahabat kita tahu jumlah rambut di kepala kita.
Yesus mengetahui kondisi kita dengan sangat detil, jumlah rambut kita saja dapat dihitung oleh Tuhan. Rata-rata jumlah rambut kita 100 ribu helai, berapa yang gugur atau tercabut hari ini, tidak ada sahabat yang bisa tahu, bahkan kitapun tidak.

Sekali lagi, Yesus mau memberitahu bahwa Dia sangat care kepada kita. Sebab itu janganlah takut, sedangkan burung pipit jatuh harus sepengetahuan Tuhan, apalagi kita yang jauh lebih berharga dibanding burung pipit.
Mazmur 139: 16, mengatakan: “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”.
Artinya, selagi masih menjadi janin di kandungan, masih kecil sekali, bentuk belum lengkap, belum ada tangan atau kaki, mata Tuhan pun sudah melihat. Bahkan ibu yang punya janin tidak bisa melihat, apalagi ayahnya (kecuali kalau di USG di Rumah Sakit ketika janin sudah agak besar).


Firman Tuhan dalam Mazmur 139: 13 mengatakan: “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku”.
Tuhan mau memberitahu, kita ini dikenal sejak di dalam kandungan ibu kita. Tuhan sangat tahu bagaimana kita ditenun di kandungan ibu kita, luar biasa.
Maukah kita menyadari Tuhan sangat mengenal kita? Ketika ditenun di rahim ibu kita Tuhan tahu, dan ketika dewasa jumlah rambut di kepala kita Dia kenali. Siapa yang bisa seperti ini? Mazmur 139:2-3 mengatakan Tuhan mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, kalau aku berjalan dan berbaring.

Mungkin kita punya sahabat, tapi siapakah yang care seperti Yesus? Kalau kita mengalami masalah pasti Tuhan tahu, kalau kita punya pergumulan tentang orang tua misalnya, atau tentang anak, atau tentang pekerjaan, pasti Tuhan tahu. Jangan kuatir, kamu lebih berharga dari burung.


Satu lagi, adakah sahabat yang mau memberikan nyawanya? Tidak ada. Tapi Tuhan Yesus mau memberikan nyawaNya. Mungkin ada yang mau mati bagi orang lain yang baik, tetapi Yesus mati bagi kita ketika kita masih berdosa.
Tidak saja care dengan memberikan makanan dan minuman serta pakaian, atau mengetahui secara fisik jumlah rambut di kepala kita, atau memperhatikan sejak dalam kandungan. Yang paling luar biasa, Yesus mati untuk menanggung dosa kita. Siapa yang mau lakukan seperti yang Yesus lakukan? Tersiksa, terhina, menjadi korban demi untuk menebus dosa-dosa kita.
Firman Tuhan katakan, ada satu orang yang mau melakukannya, namanya Yesus. Dia turun dari Sorga, mengosongkan diri dan memberikan nyawaNya. Tuhan itu sangat peduli pada kita, rambut di kepala kita saja tahu, apalagi persoalan-persoalan kita.


Yesaya 53:5 mengatakan: “ Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.
Apa yang Dia lakukan untuk kita? Dia tersiksa, tertikam, didera sampai mati, menjadi korban untuk membayar dosa saudara dan saya. Yohanes 3;16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.
Barangsiapa percaya akan pemberitaan ini, bahwa Yesus mati di kayu salib menebus dosa kita, maka ia tidak akan binasa, tetapi diselamatkan, dan beroleh hidup kekal.
Maukah saudara mengambil keputusan untuk sungguh-sungguh percaya kepada Yesus?

Yesus Penuh Belas Kasihan, Ia Mau Menyembuhkanmu

Bagi saudara yang sudah percaya kepada Yesus, saudara disebut anak-anak Allah. Selamat datang dalam keluarga kerajaan Allah. Status kita bukan main-main, kita anak-anak Allah.
Ada satu lagi yang Tuhan akan berikan kepada kita yaitu kesembuhan. Siapa yang sakit atau mengalami pergumulan, atau mengalami sakit yang tidak bisa sembuh seperti Covid-19 yang belum ada vaksinnya, atau cancer, buta atau stroke, Yesus sanggup sembuhkan.
Dulu Dia menyembuhkan segala penyakit, sekarang Dia tetap sama. Mari kita baca Lukas 7:11-15, Yesus membangkitkan anak muda di Nain.


Itulah Tuhan kita Yesus Kristus yang penuh belas kasihan. Yesus melihat janda yang anak satu-satunya laki-laki mati, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan dan berkata jangan menangis, lalu menghampiri usungan itu dan berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Saudara, percayalah malam ini Yesus akan menyembuhkan saudara asal saudara percaya.[EM/EM]

KPPI Online 25 Mei 2020: Kesepuluh Orang Kusta

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung pada hari Senin, 25 Mei 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, diambil dari Lukas 17:11-19, tentang kesepuluh orang kusta.

Kesepuluh Orang Kusta Percaya pada Yesus dan Disembuhkan

Ketika Yesus memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Kesepuluh orang kusta ini berdiri agak jauh, karena memang pada jaman itu orang sakit kusta dianggap najis, jadi mereka tidak boleh dekat-dekat, jadi mereka berdiri agak jauh. Tapi mereka tahu Yesus lewat, dan mestinya sudah pernah dengar nama Yesus dan pasti mereka sudah tahu kalau Yesus bisa melakukan mujizat kesembuhan bagi orang sakit kusta. Tapi karena tidak bisa mendekat, mereka sepuluh orang, dari jauh mereka berteriak, “Yesus guru kasihanilah kami”.

Lalu Yesus memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.”

Sekali ini Yesus tidak menjamah mereka, seperti ketika Yesus menyembuhkan orang kusta pada Matius 8:3. Ada seorang kusta yang datang, lalu sujud menyembah Yesus dan berkata “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Waktu itu Yesus menyembuhkan dengan cara mengulurkan tangan dan menjamah. Tapi sekali ini Yesus hanya dari jauh mengatakan, “Pergilah dan perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam”. Menurut agama Yahudi pada saat itu, setiap orang yang sakit kusta kalau dia sudah merasa dirinya sembuh, dia harus pergi ke imam untuk mendapatkan konfirmasi apakah dia sudah sembuh dari kusta nya. Jadi biasanya orang yang datang kepada imam adalah orang yang kustanya sudah lenyap.  

Yesus menyuruh mereka pergi padahal pasti mereka masih dalam keadaan sakit kusta, mungkin tangannya masih borok-borok atau buntung-buntung, kita kurang tahu. Tapi dalam kondisi yang masih sakit itu, Yesus sudah menyuruh mereka pergi kepada imam-iman dan mengatakan bahwa mereka sudah sembuh.

Kesepuluh orang kusta ini percaya kepada apa yang Yesus katakan, mereka mengambil langkah iman untuk bertindak pergi ke imam-imam. Benar, sementara mereka pergi, di tengah jalan mereka menjadi tahir. Mungkin mereka terkejut sendiri tangannya menjadi halus kembali, atau kakinya menjadi normal kembali, atau telinganya atau wajahnya menjadi normal kembali. Yang pasti, sepuluh-sepuluhnya mengikuti apa yang Yesus katakan dan sepuluh-sepuluhnya sembuh.

Satu dari yang Sembuh Datang Kepada Yesus dan Diselamatkan

Seorang dari kesepuluh orang kusta itu ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, Mungkin dia bersorak sorai, mungkin dia memuji Tuhan, mungkin mengangkat tangan dan ingin kembali untuk bertemu dengan Yesus. Lalu pada ayat 16 dikatakan, ia tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.

Dan yang menarik, orang itu adalah orang Samaria. Pada waktu itu orang Yahudi dan orang Samaria saling bermusuhan. Dan bagi orang Yahudi, orang Samaria itu najis. Tapi kenapa sepuluh orang kusta ini bisa bersama-sama padahal ada yang orang Samaria dan ada orang Yahudi? Bisa jadi karena mereka sama -sama dikucilkan, mereka menjadi bersahabat. Tapi sekalipun mereka bersama-sama, yang datang kembali kepada Yesus bukan dari orang Yahudi tapi orang Samaria.

Yesus bertanya, tidak adakah dari antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini? Saudara, Yesus tidak memandang entah dia orang Yahusi atau orang Samaria, Yesus mengasihi semuanya, sehingga karena mereka semua percaya pada Yesus mereka semua disembuhkan.  

Tetapi karena orang asing ini tahu berterimakasih dan datang kepada Yesus, maka Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Orang ini sudah mendapat mujizat kesembuhan, tetapi karena dia datang lagi kepada Yesus, dia menerima lagi satu berkat dari Tuhan Yesus yaitu keselamatan.

Yesus Mati Untuk Menebus Dosa Kita

Saudara, kita jadi melihat bagaimana Yesus mengasihi semua orang. Yesus mengasihi semua bangsa. Maukah engkau percaya kepada Yesus? Maukah saudara benar-benar mengetahui, Tuhan sayang pada saudara, dan Tuhan mengenal saudara? Tuhan tidak memandang rupa, status dan golongan, tapi Tuhan memandang hati dan iman.

Yesus Kristus adalah Anak Allah yang turun dari Surga, dan Dia mengasihi semua manusia dan bahkan dalam Roma 5:8 berkata bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Saudara, siapakah yang mau mati bagi orang yang berdosa, bagi orang yang membunuh, berjinah, mencuri, melawan Tuhan dan melakukan perbuatan-perbuatan jahat? Tapi Firman Tuhan berkata, Yesus mau mati bagi saya ketika saya masih dalam kejahatan saya. Yesus mau mati bagi kita, ketika kita masih berdosa.

Dan Firman Tuhan dalam Yoh 10:11 berkata, bahwa Dia adalah gembala yang baik. Dan gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba gembalaannya. Itulah bukti kasih Tuhan, dia memberikan nyawanya bagi kita, berkorban bagi kita.

Saudaraku sekalian, maukah saudaraku percaya pada Yesus? Kalau saudara mau, ambil keputusan sungguh-sungguh untuk percaya kepada Yesus. Firman Tuhan dalam Yohanes 1:12 mengatakan, tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Yesus Berkuasa Menyembuhkan Segala Sakit Penyakit

Bagi Saudara yang sakit, Tuhan Yesus juga mau menyembuhkan. Engkau sudah lihat bagaimana Yesus sanggup melakukan mujizat, 10 orang kusta ini hanya cukup disuruh pergi perlihatkan diri kepada imam dan sebelum sampai pada imam mereka sudah sembuh.

2000 tahun yang lalu Yesus melakukan banyak mujizat bahkan orang yang sudah mati 4 hari, sudah bau busuk dalam kuburan, dapat dibangkitkan oleh Yesus.  orang yang buta matanya orang yang timoang dapat disembuhkan oleh Yesus. Yesus sanggup melakukan mujizat dan kesembuhan juga bagi kita.

Firman Tuhan dalam Yesaya 53:5 mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Apapapun penyakit saudara, baik sakit kanker, aids, HIV, Covid-19, lumpuh atau buta atau ada problem mental dan jiwa, dapat disembuhkan dalam Yesus.

Malam ini atau pada saat Saudara mendengar siaran ini, itulah saat saudara percaya Firman Tuhan ini akan terjadi pada Saudara. Oleh bilur-bilur Yesus engkau menjadi sembuh. [EM/EM]

KPPI Online 21 Mei 2020: Maukah Engkau Sembuh?

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, kembali berlangsung pada hari Kamis 21Mei 2020.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Yohanes 5:1-15, tentang penyembuhan seorang yang sudah 38 tahun sakit di serambi kolam Betesda.

Kolam Betesda memiliki 5 serambi dan disitu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. Mengapa orang-orang sakit ini terbaring disitu? Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, mereka menjadi sembuh apapun juga penyakitnya.

Jadi semua orang sakit ini menunggu dan berusaha untuk menjadi yang pertama masuk ke dalam kolam Betesda, ketika malaikat datang dan mengguncangkan airnya. Mereka menunggu kapan malaikat itu datang, sebab malaikat datang sewaktu-waktu, tidak ada jadwal yang tetap. Sehingga mereka harus terus menunggu.

Di situ ada seorang yang sudah 38 tahun sakit. Seandainya ia berusia 50 tahun, maka selama 38 tahun dia sakit dan hanya 12 tahun sehat. Dapat dibayangkan, 38 tahun itu adalah waktu yang sangat panjang.

Yesus Menghampiri dan Berkata “Maukah Engkau Sembuh?”

Yesus datang ke kolam Betesda khusus untuk menjumpai orang yang sakit selama 38 tahun ini. Karena ada begitu banyak orang terbaring, tetapi Yesus mendatangi orang ini.

Yesus mengetahui orang yang sudah lama sakit ini tanpa ada yang memberitahukan kepadaNya. Ia tahu karena Dia adalah Anak Allah yang maha tahu. Maka berkatalah Yesus kepada orang yang 38 tahun sakit itu, “Maukah engkau sembuh?”

Seringkali di dalam Alkitab orang sakitlah yang datang kepada Yesus, berseru-seru kepada Yesus, atau tersungkur di hadapan Yesus. Tetapi untuk sekali ini Yesus yang datang kepada orang sakit itu. Yesus datang menghampirinya dan menawarkan kesembuhan kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Tetapi orang sakit ini tidak tahu siapa yang menawarkan kesembuhan kepadanya, sehingga dia berkata kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Dia ingin sembuh, tapi yang dia tahu dia harus menunggu malaikat mengguncangkan air kolam.

Orang ini tidak mengenal Yesus. Dia tidak seperti Bartimeus yang mengenal Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit. Seandainya dia adalah Bartimeus maka dia akan berseru-seru, “Yesus Anak Daud, sembuhkanlah aku.” Atau seandainya dia adalah perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun itu, maka dia akan menjamah ujung jubah Tuhan Yesus dan akan sembuh. Tetapi dia tidak kenal siapa Yesus.

Maka kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena dia bertemu dengan Yesus. Dia tidak perlu menunggu malaikat lagi, karena di hadapannya ada Yesus Anak Allah, yang disembah semua malaikat di sorga.

Kenapa hal ini dilakukan oleh Yesus? Karena Yesus betul-betul ingin menolong orang ini. Meskipun orang ini tidak tahu siapa Yesus, tapi Tuhan mengasihinya. Tuhan mau membuatnya mengenal akan kuasa dan kasih Tuhan kepadanya.

Yohanes 5:14-15 menceritakan ketika orang yang sudah disembuhkan itu bertemu kembali dengan Yesus di Bait Allah, Yesus berkata, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Setelah itulah baru dia tahu bahwa yang menyembuhkan dia adalah Yesus, maka dia keluar menceritakan itu pada orang lain.

Kasih Tuhan Yesus Besar Kepada Kita

Apa yang bisa kita pelajari dari sini? Tuhan sayang kepada kita. Mungkin kita merindukan suatu kesembuhan dari dulu dan tidak tahu bagaimana caranya sembuh. Mungkin merindukan ada kelepasan dari suatu kedukaan, atau sudah berharap selama bertahun-tahun untuk ada yang datang menyembuhkan. Yesus mau menyembuhkan dan melepaskan kita.

Hari ini Yesus juga mau bertemu dengan Saudara, siapapun saudara. Pertanyaan yang sama diberikan Yesus kepada engkau, “Maukah engkau sembuh?” Apapun sakit saudara, berapapun lamanya saudara sakit, Yesus sanggup menyembuhkan. Kita adalah orang yang dikasihi Tuhan, kita adalah anak anakNya. Percayalah kepadaNya, mintalah kepadaNya, maka Dia akan memberikan kesembuhan pada saudara.

Yesus sangat detail memperhatikan kita satu per satu. Firman Tuhan berkata bahwa rambut di kepala kita pun Dia tahu berapa jumlahnya. Yesus amat mengasihi kita. Ia mau mengampuni dan menyelamatkan kita. Ia datang dari sorga ke dunia menjadi manusia. Bahkan lahir di kandang domba dan menjadi anak tukang kayu, orang biasa.

Dia tahu artinya penderitaan dan berkeringat mencari makan, karena Dia menjalani hidup sebagai manusia. Dia naik ke kayu salib untuk menebus kita semua, untuk membayar segala hutang dosa kita. Dia menjadi korban supaya kita diselamatkan. Dia sangat mengasihi kita. Ia mau menyelesaikan persoalan Saudara. [EM/EM]

KPPI Online 18 Mei 2020: Persembahan Seorang Janda Miskin

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, kembali berlangsung pada hari Senin 18 Mei 2020.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak diambil dari Markus 12:41-44, tentang persembahan seorang janda miskin.

Persembahan yang Menyentuh Hati Tuhan

Pada suatu kali Yesus duduk di Bait Allah menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Pada jaman itu peser adalah satuan uang terkecil, yaitu koin logam yang terbuat dari tembaga yang ringan. Dua peser saja dihitung satu duit. Saking kecilnya satuan uang ini, kita orang Indonesia pun kalau tidak punya uang mengatakan tidak punya duit sepeser pun. Kita bisa menyamakan satuan koin terkecil pada zaman itu dengan satuan koin pada masa kini, yang terdiri dari koin senilai 100, 200, 500 atau 1000 rupiah. Katakanlah kita ambil koin yang senilai Rp 1000, berarti 2 koin sama dengan Rp.2000.

Pada jaman itu belum ada uang kertas, jadi semua mata uang berbentuk koin. Sementara peti persembahan terbuat dari bahan logam. Jadi kalau orang kaya memberi persembahan dengan satuan yang lebih besar, maka koinnya akan lebih berat karena terbuat dari perak. Sehingga kalau dimasukkan ke peti maka bunyinya terdengar sangat nyaring. Sedangkan janda miskin ini memberi uang logam yang teramat ringan, jadi kalau di masukkan ke peti persembahan mungkin saja tidak terdengar bunyinya karena ringan.

Orang kaya itu memberi dari kelimpahannya. Tetapi janda miskin ini memberi dari segala kekurangannya, yaitu dari seluruh nafkahnya. Katakanlah dia memberi Rp. 2000 jika dikonversikan ke mata uang Rupiah. Jumlah itu bahkan tidak sampai sebesar upah satu hari. Tetapi hanya itu yang dia miliki dan hanya itu seluruh nafkahnya pada hari itu. Semuanya dia berikan. Hal seperti ini diperhatikan oleh Tuhan Yesus. Itulah sebabnya Ia memanggil murid-muridNya untuk mengajarkan khusus akan hal ini.

Kerajaan Sorga adalah seperti ini, yaitu berbicara mengenai kesungguhan hati, persembahan diri dan ketulusan hati. Seberapa yang kita berikan dari hati yang paling dalam, itulah yang dilihat oleh Tuhan.
Perbuatan janda ini betul-betul membuat hati Allah tersentuh, sehingga Tuhan Yesus berkata bahwa janda ini memberi lebih besar untuk Kerajaan Sorga dari pada semua orang banyak yang memberi pada waktu itu.

Yesus Mengenal dan Memperhatikanmu

Tuhan sangat detil dan sangat mengetahui tentang kita. Dia mengenal kita satu per satu. Matius 10:30 mengatakan bahwa rambut kepala kita pun terhitung semuanya. Menurut ilmu penelitian, rambut di kepala manusia jumlahnya rata-rata ada 100,000 helai. Dan Yesus tahu dengan tepat berapa helai rambut kita. Itu tandanya Tuhan sangat memperhatikan kita.
Bahkan Firman Tuhan berkata, bahwa ketika kita dalam kandungan ibu kita pun, kita sudah dikenal oleh Tuhan. Mazmur 139:13 mengatakan, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku”.

Ketika kita dibentuk dalam rahim ibu kita, Tuhan sangat mengenal dan memperhatikan kita. Jadi tidak ada di antara kita yang lahir didunia ini secara kebetulan. Semua ada dalam rencana Tuhan. Dan Tuhan ingin kita mengenal Dia.

Saudara mungkin sedang memiliki problem. Jangan berpikir Tuhan tidak mengetahuinya. Dia tahu dan benar-benar memperhatikan Saudara dan saya. Yesus berkata bahwa Ia dapat menghitung rambut di kepala kita. Yesus mengetahui apa yang terjadi dengan janda miskin yang memberi persembahan. Yesus juga tahu akan Zhakeus yang naik ke pohon dan kemudian memanggil namanya. Yesus juga tahu ketika perempuan Samaria itu berkata, “Aku tidak punya suami,” tetapi Tuhan berkata, “Benar, engkau tidak mempunyai suami karena yang ada padamu saat ini bukan suamimu.”
Yesus tahu tentang kita. Maukah kita percaya kepadaNya? Yesus adalah Anak Allah yang turun dari Surga dan mau lahir ke muka bumi ini dan bahkan lahir di kandang domba yang hina. Ia menjadi orang biasa, anak seorang tukang kayu. Tetapi Dia datang untuk menjadi penebus dosa kita. Dia mengasihi kita.
Kita punya hutang dosa yang kita tidak bisa bayar, karena upah dosa ialah maut. Tetapi Tuhan membayar hutang dosa kita.

Dalam Nama Yesus Ada Kesembuhan

Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Dua ribu tahun yang lalu Yesus menyembuhkan segala penyakit dan membangkitkan orang mati. Pada hari inipun, barangsiapa percaya kepadaNya akan memperoleh kesembuhan. Firman Tuhan berkata, “Oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.”

Lukas 6:17-19 menceritakan banyak orang datang kepada Yesus. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Mereka datang untuk mendengarkan Yesus, sama seperti kita saat ini. Mereka juga datang untuk disembuhkan, sama seperti kita. Datanglah kepada Yesus, maka Yesus akan menyembuhkan kita. Yang dirasuk roh-roh jahat juga disembuhkan oleh Tuhan Yesus.
Karena Yesus memiliki kuasa. Dalam Yesus ada kesembuhan. Datanglah pada Yesus dan Ia akan menyembuhkan kita. Tuhan melihat iman kita.[EM/EM]

KPPI Online 14 Mei 2020: Janganlah Kuatir akan Hidupmu

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Kamis 14 Mei 2020.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak tentang kekuatiran yang diambil dari kitab Matius 6:25-34.

Janganlah kamu kuatir

Manusia sering kuatir dalam hidupnya, dan ada dua hal yang paling mengkuatirkan yaitu apa yang akan dimakan dan apa yang akan dipakai. Yesus mengetahui apa yang menjadi kekuatiran dasar manusia, yakni dua hal tersebut.

Namun kalau kita kuatir, apakah jadi menambah uang atau kesehatan kita? Tidak juga. Yesus mengajarkan kita untuk tidak kuatir dan Dia mengajar dengan mencontohkan dua hal yaitu burung di udara dan bunga bakung di padang.

Burung tidak bekerja, tidak punya tabungan, tidak ada prestasi, tetapi burung tetap berkicau, tetap gembira. Bapa di Surga memberi makan burung di udara, dan satu burung kecil saja diperhatikan Tuhan, apalagi kita lebih berharga dari burung, pasti diperhatikan Bapa kita di surga.

Bunga bakung tumbuh di padang begitu saja, tidak ada yang memperhatikan, tapi walaupun begitu, bunga bakung itu diperhatikan oleh Tuhan. Sering kita berdandan dengan baik untuk supaya kelihatan baik supaya bisa diperhatikan. Bunga bakung ini tidak ada yang melihat, bahkan seperti rumput, bunganya akan layu, tapi waktu bunga mekar, maka itu akan indah. Tuhan sangat care pada bunga bakung ini. Bahkan raja Salomo saja dikatakan tidak berpakaian seindah salah satu bunga itu. Raja yang sangat kaya seperti Salomo, dalam segala kemegahannya, tidak lebih indah pakaiannya seperti bunga itu.

Jadi satu bunga saja nilainya lebih dari pakaian kemegahan Salomo, apalagi kita, pasti kita diperhatikan oleh Tuhan pencipta langit dan bumi.

Namun percayalah dulu kepada Tuhan yang menciptakan langit, bumi, burung dan bunga. Jangan kita katakan, kita dapat sesuatu dulu atau sembuh dulu baru kita percaya, kita harus percaya dulu pada Tuhan. Maukah kita percaya pada Tuhan yang menciptakan segala sesuatu, maukah kita percaya pada Yesus terlebih dahulu?

Firman Tuhan pada Yohanes 3: 16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Yesus dikaruniakan Allah bagi dunia, Yesus datang dari surga untuk menebus kita. Yesus dihukum, dicambuk sampai berbilur bilur dan sampai mati di kayu salib, supaya kita diselamatkan.

Maukah kita percaya pada Yesus? Pada kondisi sekarang ini mungkin kita kekurangan makanan, tidak ada pekerjaan, ada sakit penyakit, namun percayalah pada Tuhan supaya Tuhan masuk ke dalam hati kita dan menyelamatkan kita.

Yesus hanya minta imanmu

Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:12). Sesuai Firman Tuhan tersebut, mungkin kita dalam kondisi sakit, namun percayalah pada Yesus, maka Dia akan menyembuhkanmu.

Yohanes 5:5-9 menceritakan seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tuhan Yesus tahu siapa kita, Dia tahu kita sakit, Dia tahu kita menderita. Kita mungkin berpikir siapa yang mau menolong, mungkin orang sudah bosan, tapi Yesus tidak pernah bosan pada kita. Dia kenal siapa kita. Yesus tahu orang yang sudah 38 tahun sakit itu, Yesus juga mengenal dan sangat sayang kepada kita.

Yesus sanggup menyembuhkan kita, apapun sakit kita, bahkan Covid-19. Jangan katakan Tuhan tidak tahu kita, Tuhan tahu keadaan kita. Kalau kita mau percaya, Tuhan pasti menyembuhkan kita, karena Firman Tuhan berkata bahwa oleh bilur-bilurnya kita sembuh.

Tuhan hanya minta iman kita, asal percaya pada Tuhan Yesus, kita pasti sembuh.[EM/EM]

KPPI Online 11 Mei 2020: Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Senin 11 Mei 2020.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak tentang perempuan berzinah yang diampuni oleh Tuhan Yesus, diambil dari kitab Yohanes 8: 1-11.

Pada waktu itu, pagi-pagi benar Tuhan Yesus mengajar banyak orang di Bait Allah. Kemudian ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus, seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Sesuai Hukum Taurat Musa, perempuan itu harus dilempari batu sampai mati.

Mereka bertanya kepada Yesus, “Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”. Ini mereka lakukan dengan niat supaya memperoleh kesempatan menyalahkan Yesus. Mereka menghadapkan Yesus pada pilihan yang sulit. Mereka tahu, Yesus sering mengajarkan hukum kasih, tetapi juga tidak meniadakan hukum Taurat. Tetapi Yesus tidak langsung menjawab, melainkan Ia membungkuk dan sambil menulis di tanah.

Kengerian Menghadapi Hukuman Mati Yang Tidak Bisa Dihindari

Marilah kita bayangkan kondisi perempuan ini. Seorang yang dalam kondisi ketangkap basah melakukan perzinahan pasti merasa malu karena semua orang menonton dia. Selain itu perempuan ini juga tahu bahwa hukuman bagi orang yang kedapatan berzinah adalah dilempar batu sampai mati.

Pastilah wanita ini benar-bebar ketakutan, karena dia tahu, bahwa mereka punya wewenang untuk menghukumnya. Jadi dia betul-betul ngeri dengan hukuman yang akan dia terima. Dia sadar bahwa dosanya itu akan membawa kematian baginya. Dia tahu betul dia salah dan malu atas kesalahannya itu.
Pada saat itu bisa saja perempuan itu ada dalam tekanan dan ketakutan, karena hukum Taurat harus dilakukan. Saat itulah dia berharap kepada Yesus, apa yang akan dilakukan Yesus.

Terkadang kondisi seperti ini kita alami. Kita tahu kita salah dan berdosa, ingin ada pengampunan, tapi dari mana pengampunan itu datang? Siapa yang dapat mengampuni aku?

Namun pada ayat ke 7, Yesus berkata: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Setelah Yesus berkata demikian, maka semua pergi satu persatu. Mereka semua tahu bahwa mereka semua adalah orang berdosa. Sehingga tidak ada yang berani melempari batu. Satu persatu mereka pergi, dan tinggallah Yesus dan perempuan itu saja.

Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi

Kemudian Yesus pun berkata: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Betapa perempuan itu sangat bersyukur, karena ada yang membebaskan dia dari hukuman mati, Dialah Yesus.

Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Yesus datang untuk membayar hutang dosa kita. Sesungguhnya kita pantas dihukum dan masuk dalam neraka. Tetapi ada satu orang yang mau membayar dosa kita, yaitu Yesus. Dia dihina, disiksa bahkan dicaci maki karena kita. Dia mau menggantikan kita di kayu salib demi menebus kita dari dosa.

Mungkin kita berkata, apakah ada pengampunan bagi dosaku yang sudah lama dan begitu banyak?
Kita pasti memperoleh pengampunan jika kita percaya pada Yesus. Malam ini bukan malam yang biasa. Tetapi, malam dimana Yesus berkata Dia mengasihi kita dan mau mengampuni segala dosa kita.

Yesus Mau Menyembuhkan Segala Penyakitmu

Firman Tuhan dalam Yesaya 53:5 mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Yesus mau menyembuhkan apapun penyakit kita. Apakah itu penyakit karena dosa, ataukah karena pekerjaan Tuhan harus dinyatakan (Yohanes 9:1-3). Jika kita ada sakit hati pada orang lain, maka ampunilah dulu orang itu. Supaya pekerjaan Allah dinyatakan, kita disembuhkan!
Apapun penyakit kita, baik Covid-19, jantung, cancer dan lain-lain percayalah Tuhan akan sembuhkan. [EM/EM]

KPPI Online 7 Mei 2020: Zakheus Segeralah Turun!

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Kamis 7 Mei 2020.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak dengan tema “Zakheus, Segeralah Turun”, yang diambil dari Lukas 19: 1-10.

Yesus Mencari yang Terhilang

Zakheus yang diceritakan dalam perikop ini adalah seorang kepala pemungut cukai atau orang yang memungut pajak. Pada masa itu pemungut cukai tidak disukai rakyat maupun para pemuka agama Yahudi, karena mereka suka memeras, membuat tarif pajak tinggi-tinggi sehingga rakyat merasa terperas. Pemungut cukai juga dianggap sebagai orang berdosa, sehingga mereka dikeluarkan dari komunitas agama Yahudi. Mereka juga dipandang rendah karena jabatannya dianggap memeras rakyat.
Tetapi Zakheus si pemungut cukai yang kaya ini ingin melihat Yesus saat Yesus masuk dan melintasi kotanya. Bisa jadi dia telah mendengar banyak tentang mujizat yang Tuhan Yesus lakukan. Bagaimana Yesus memberi makan 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan, bagaimana Tuhan Yesus mengasihi banyak orang, dan bagaimana Yesus mengampuni perempuan berdosa.
Walaupun dia tahu dia orang yang tersisihkan dan ditolak oleh masyarakat, tetapi dia ingin sekali melihat Yesus. Keinginan ini terhalang karena tubuhnya yang pendek, tetapi dia tidak putus asa. Tanpa malu-malu ia naik ke atas pohon untuk melihat Yesus. Sesungguhnya ada suatu kerinduan dalam hati Zakheus untuk keluar dari kehidupannya yang berdosa dan berharap Yesus dapat menolongnya.
Pada saat Yesus tiba di dekat Zakheus, tiba-tiba Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Kita tahu bahwa tidak ada seorangpun memberitahukan kepada Yesus siapa namanya. Tetapi Yesus tahu, bahwa seorang yang bernama Zakheus ini begitu ingin melihatNya. Karena Zakheus memiliki masalah dalam hidupnya dan ingin keluar dari dosa-dosanya, dan usaha Zakheus naik ke atas pohon untuk melihat Tuhan sangatlah diharga Yesus.

Yesus Memanggil Zakheus Turun dari Pohon

Zakheus, pemungut cukai yang dianggap rendah oleh masyarakat dan pemuka agama Yahudi ini dipanggil Yesus. Ketika Yesus mengatakan bahwa Ia mau datang dan menumpang di rumah Zakheus, hal ini sangat mengejutkan banyak orang. Mereka bersungut-sungut dan membicarakan mengapa Ia menumpang di rumah orang berdosa.
Namun Zakheus merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika bertemu Yesus. Dia sungguh merasakan dirinya beroleh jawaban atas masalah hidupnya, yaitu kelepasan dari dosa dan diselamatkan, bahkan Yesus mau datang dan menumpang di rumahnya.
Sehingga ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Zakheus merasa dirinya diterima oleh Yesus, ketika Yesus mau makan dan minum di rumahnya, sehingga terjadi perubahan ajaib dalam hidupnya.

Yesus Datang Bukan untuk Memanggil Orang Benar, Melainkan Orang Berdosa

Dalam Markus 2:17 Yesus mengatakan: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Yesus mengasihi semua orang yang terhilang, semua orang berdosa dan mereka yang merasa hidupnya tidak ada gunanya. Bahkan Yesus mengenal nama mereka dan Yesus mau datang supaya orang itu menerima pengampunan. Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar tetapi orang yang berdosa.
Kalau saat ini kita mengalami masalah dan merasa tidak layak karena kita selalu berbuat dosa. Atau kita mau melakukan yang baik tetapi yang jahat yang kita perbuat, maka mari datang kepada Yesus, seperti Zakheus yang datang kepadaNya. Jangan kita berpikir bahwa Tuhan Yesus tidak mengenal kita. Sebaliknya Tuhan begitu mengenal kita, bahkan jumlah rambut di kepala kitapun Tuhan tahu jumlahnya.

Tuhan sangat mengetahui siapa kita dan mau mengampuni kita. Tuhan Yesus telah bersedia mati bagi kita. Ia tergantung di kayu salib dan berbilur-bilur karena Dia sangat mengasihi dan mengenal kita.

Karena itu Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Apapun dosa dan ketidak-layakan kita, Tuhan Yesus mau menanggungnya. Dia mau menyambut kita ketika kita mau datang kepadaNya. Seperti Zakheus begitu gembira karena menerima keselamatan dari Yesus, maka datanglah dan milikilah keselamatan dari Yesus.[EM/EM]

KPPI Online 4 Mei 2020: Yesus Berjalan di Atas Air

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Senin 4 Mei 2020.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak dengan tema “Yesus Berjalan di Atas Air” yang diambil dari Matius 14: 22-33.
Peristiwa ini terjadi setelah mujizat Yesus memberi makan 5.000 orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Setelah orang banyak yang mengikuti Tuhan Yesus disuruh pulang, lalu murid-muridNya pun diminta mendahului pulang naik perahu. Kemudian Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri, ketika hari sudah malam.

Ternyata murid-murid di dalam perahu mengalami masalah karena berhadapan dengan angin sakal, yaitu arah angin yang bertolak belakang dengan arah perahu. Angin ini membuat perahu terombang-ambing dan sulit bergerak maju. Jika diperkirakan mereka membuang sauh jam 8 malam, maka hingga jam 3 pagi atau sudah hampir 7 jam mendayung, mereka baru mencapai sekitar 3 mil atau 5 kilometer dari pantai.

Yesus Selalu Melakukan Mujizat untuk Menolong

Dalam kondisi kepayahan karena perjalanan yang sangat berat di tengah gelapnya malam, angin kencang dan gelombang yang tinggi, tiba-tiba murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air. Sementara mereka tahu Yesus sedang berdoa di bukit. Mereka menjadi ketakutan dan berteriak, mengira itu hantu.
Namun Yesus menghampiri mereka dan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Seandainya kita yang mengalami kondisi seperti ini, mungkin kita juga akan berkata demikian. Ini suatu mujizat, karena tidak mungkin seorang manusia bisa berjalan di atas air. Yesus lakukan karena Ia melihat murid-muridNya sedang dalam kesulitan dan susah payah. Ia datang untuk menolong mereka.

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Petrus adalah murid yang berani dan Ia sangat mengasihi Tuhan Yesus dan selalu ingin mengikuti Yesus.
Maka mujizatpun terjadi dimana Petrus kemudian berjalan di atas air. Bisa dibayangkan betapa gembiranya dia. Namun sementara Petrus berjalan di atas air, begitu merasakan terpaan angin laut , takutlah Petrus dan ia mulai tenggelam dan berteriak:” Tuhan, tolonglah aku”.

Maka segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Ini adalah mujizat. Orang-orang di dalam perahu menyembah Dia dan berkata, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah”.

Siapakah yang sanggup berjalan di atas air? Hanya Yesus yang sanggup berjalan di atas air. Hanya Yesus yang sanggup menolong Saudara. Dan memang Yesus adalah Anak Allah yang dapat melakukan mujizat apa saja.
Ia adalah Anak Allah tetapi Ia mau menjadi sama seperti kita, dan menjadi korban supaya kita diselamatkan. Barangsiapa percaya kepadaNya tidak akan binasa.

Firman Tuhan pada Yohanes 3: 16 menunjukkan begitu besar kasihNya kepada kita. Kita adalah biji mataNya. Dia tahu dan mengenal kita satu per satu, dimanapun kita berada. Seperti keadaan murid-murid yang kelelahan di perahu menghadapi angin sakal, maka Ia datang menolong. Dia sangat sayang kepada kita.

Demikian juga Firman Tuhan dalam Matius 10: 29-31mengisahkan tentang burung pipit yang sangat murah, yang dijual dua ekor seduit. Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi tanpa seijin Tuhan.
Dan rambut kepala kitapun Tuhan tahu dan terhitung jumlahnya. Kita yang sangat sayang pada diri kita sendiri saja tidak tahu jumlah rambut di kepala kita. Tetapi Yesus tahu, karena Dia sangat mengasihi kita.
Kalau kita merasa tidak diperhatikan Tuhan, maka itu tidaklah benar. Ia sangat mengasihi dan memperhatikan kita. Sehingga Ia datang, mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Supaya kita menerima hidup kekal selama-lamanya.

Mari, datanglah kepada Yesus. Semua orang yang percaya dan menerimaNya, diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1: 12), dan kita menyebut Dia Bapa. Karena ketika kita percaya pada Tuhan Yesus, maka kita telah masuk ke dalam keluarga Allah.

Jika saudara sakit, apapun penyakit Saudara, Yesus dapat menyembuhkannya. Oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Kita tidak perlu membayar apapun, Yesus hanya meminta iman kita. KuasaNya tak pernah berubah, sampai hari ini Ia tetap sanggup menyembuhkan. [EM/EM]

KPPI Online 30 April 2020: Lima Roti dan Dua Ikan

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Kamis 30 April 2020.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak dengan tema “Lima Roti dan Dua Ikan” yang diambil dari Markus 6: 30-44.

Belas Kasihan Yesus kepada Orang Banyak

Saat itu Yesus bersama murid-murid hendak mengasingkan diri ke tempat yang sunyi setelah melakukan banyak pelayanan. Bahkan  untuk makanpun mereka tidak sempat. Tetapi banyak orang mengetahui tujuan mereka, sehingga banyak orang dari berbagai kota itu mendahului perjalanan Yesus dan murid-muridNya.

Walau Yesus dan murid-muridNya tidak sempat makan dan perlu beristirahat, tetapi ketika Yesus melihat orang banyak itu datang maka tergeraklah hati Yesus dengan belas kasihan.  Dalam kondisi lapar dan belum beristirahat Yesus tetap mengajar ribuan orang yang datang hingga hari mulai malam.

Pada ayat firman Tuhan yang lain dikatakan Yesus memberi makan 5.000 orang laki-laki. Jadi jika diasumsikan seorang suami membawa satu istri dan satu anak, maka terhitung paling sedikit ada sekitar 15.000 orang yang harus diberi makan. Sehingga ketika Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kamu harus memberi mereka makan!” maka murid-murid menjadi panik dan berkata kepada-Nya, “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”

Uang 200 dinar jika dikonversikan ke rupiah adalah sekitar Rp 30 juta (Red: 200 dinar ekuivalen dengan nilai Rp 30 juta, karena 1 dinar adalah upah pekerja satu hari.  Jadi kalau kita anggap upah pekerja satu hari sekarang kita sedikit di atas UMR, maka kita asumsikan sebesar 150.000, dikali 200 = Rp 30 juta). Jumlah sebesar itu pun kalau dibelikan makanan tidaklah cukup untuk orang sebanyak itu. Tetapi Yesus tahu kondisi itu dan berkata dalam Markus 6:38, Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!”  Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”

Cukup Dengan Lima Roti dan Dua Ikan

Dalam Markus 6:39-44 dikisahkan bahwa kemudian Ia menyuruh orang-orang itu semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

Roti dan ikan itu dibagi-bagikan dan terus menerus dibagi-bagikan kepada orang banyak yang ada di tiap-tiap kelompok. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.  Ketika dikumpulkan sisa potongan rotinya maka ada sebanyak 12 bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikannya.

Yesus sanggup melakukan mujizat yang luar biasa. Bagaimana lima roti dan dua ikan ini dapat memberi makan 15.000 orang? Yesus sanggup melakukan mujizat karena Dia benar-benar anak Allah yang dijanjikan kepada orang Israel. Dia benar-benar berasal dari surga, Dia  adalah Mesias yang dijanjikan Allah kepada anak manusia.

Dia Sanggup Menolongmu

Jika saat ini Saudara mengalami banyak permasalahan, mungkin permasalahan ekonomi, pekerjaan, keluarga atau  masalah kesehatan, ingatlah peristiwa ini. Yesus sanggup memberi makan 15.000 orang hanya dengan lima roti dan dua ikan.

Kalau kita mau percaya kepada Yesus maka Dia sanggup melakukan mujizat, apapun yang kita perlukan. Percayalah  bahwa Dia berasal dari surga. Dia adalah Anak Allah yang turun ke muka bumi, jadi setiap orang yang percaya kepadaNya maka dosa-dosanya diampuni.[EM/EM]

KPPI Online 27 April 2020: Katakan Saja Sepatah Kata

KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) Online kembali berlangsung pada hari Senin 27 April 2020 melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak, dengan tema, “Katakan Saja Sepatah Kata”, yang diambil dari Matius 8: 5-13 mengenai Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum.

Yesus Mengasihi Semua Orang

Dalam kisah ini diceritakan bahwa ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya,”Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

Perlu kita ketahui bahwa perwira di Kapernaum ini bukan orang Israel dan juga bukan orang beragama Yahudi, tetapi dia datang kepada Yesus dan meminta supaya Tuhan menyembuhkan hambanya yang sakit lumpuh dan sangat menderita. Melihat sikap hati perwira Romawi ini, Yesus berkata: “Aku akan datang menyembuhkannya”.

Yesus sangat mengasihi semua orang, Ia tidak memandang kondisi atau situasi, baik dari sisi agama, status, ataupun warga negara seseorang. Semua yang percaya dan datang kepada Yesus pasti akan dikabulkan permintaannya.

Yesus bukan hanya mau mengabulkan permintaan Perwira Romawi itu, bahkan Ia mengatakan “Aku akan datang menyembuhkannya.” Yesus sendiri akan datang ke rumah Perwira itu untuk menyembuhkan hambanya yang sakit dan sudah hampir mati. Padahal Perwira tersebut tidak meminta Yesus untuk datang.

Iman yang Luar Biasa

Namun Perwira itu merespon dengan perkataan yang luar biasa,“Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Perwira ini merasa tidak layak, bukan karena rumahnya tidak bagus. Sebagai seorang centurion dia pastilah berpenghasilan tinggi. Tetapi dia merasa Yesus begitu tinggi. Dia tahu Yesus punya kekuasaan dan otoritas sangat besar terhadap manusia dan alam. Ia tahu bahwa pastilah Yesus bukan manusia biasa, tetapi berasal dari atas. Sehingga dia yakin, “Engkau tidak perlu datang ke rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh”.

Dia tahu persis mengenai otoritas atau komando bahwa jika seorang atasan mengatakan “A” maka pasti akan dijalankan “A” sebagaimana perkataannya. Seperti dikatakan oleh Perwira itu, “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Mari kita lihat bahwa orang ini bukan orang Yahudi tapi memiliki kepercayaan yang sangat besar kepada Yesus. Perwira ini begitu percaya kepada Yesus. Dia yakin apapun yang dikatakan Yesus pasti jadi.

Yesus berkata kepada mereka yang mengikutiNya bahwa iman sebesar ini tidak pernah dijumpai pada seorangpun diantara orang Israel. Sekalipun orang Yahudi banyak belajar hukum-hukum Tuhan, tapi tidak pernah dijumpai iman seperti perwira Romawi ini. Jadi, percaya kepada Yesus bukan berarti harus belajar kitab Tuhan hingga puluhan tahun, sebab Perwira yang bukan orang Israel dan bukan beragama Yahudi ini percaya bahwa Yesus punya otoritas yang begitu besar. Perwira ini sungguh-sungguh memiliki iman kepada Tuhan Yesus.

Sehingga ketika Saudara memiliki kepercayaan seperti perwira ini maka Yesus akan datang kepadamu. Apapun perkataan iman yang saudara inginkan. Jika saudara datang kepada Yesus dan berkata, “Ya Tuhan, selamatkanlah saya,” maka Ia akan datang menyelamatkan. Jika saudara datang dan berkata, “Ya Tuhan Yesus, lepaskanlah saya dari himpitan persoalan yang sangat menekan,” maka Yesus akan datang dan memberikan jalan keluar. Karena Dia sanggup dan Dia memiliki otoritas.

Itulah Yesus, asal kita percaya maka kita akan diselamatkan. Yohanes 3: 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Hanya Yesus yang dapat menebus dosa-dosa kita. Percayalah sama seperti perwira Romawi ini. Maka hanya dengan sepatah kata saja dari Yesus, saudara akan selamat dan Ia akan menyembuhkanmu.[EM/EM]