KPPI Pusat 9 Agustus 2018: Ikutlah Yesus dan Pikullah Salibmu

 

Lawatan Tuhan kembali dinyatakan atas kota Jabodetabek dalam KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) yang kembali berlangsung pada hari Kamis, 9 Agustus 2018, di Auditorium Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Kav.4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan.

Ibadah KPPI telah berlangsung sejak pertama diadakan pada tahun 1993 dan terus membagikan berita yang sama, yaitu kasih Tuhan Yesus yang begitu besar sehingga Ia mati di kayu salib, membawa keselamatan dan kelepasan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.

Ibadah ini juga disiarkan secara online melalui program Live Streaming yang dapat diikuti di Facebook. Selain itu ada kelompok-kelompok yang berkumpul dan bersekutu menyaksikan Live Streaming KPPI di 29 titik di seluruh Indonesia.

Pemimpin pujian mengajak setiap yang hadir meninggikan dan memuji Tuhan karena Tuhan baik dan tidak ada yang mustahil bagiNya. Seluruh jemaat memuji Tuhan dengan sukacita dan sepenuh hati.

Film  kesaksian kesembuhan ditayangkan menceritakan mujizat yang terjadi di KKR kesembuhan di suatu desa di Kalimantan, yaitu kesembuhan yang dialami  ibu Bawing dari sakit pendarahan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Dilakukan juga pembacaan ayat Firman Tuhan dari Mazmur 84:12-13 mengajak setiap yang hadir percaya kepada Allah yang besar. Tuhan tidak pernah menahan kebaikan terhadap orang yang percaya kepadaNya. Yesus adalah pengharapan dan di dalam Dia pengharapan kita tidak menjadi sia sia. Kemudian setiap jemaat yang hadir dibawa untuk berseru kepada Tuhan melalui pujian yang dinaikkan.

Film kesaksian kembali ditayangkan. Kali ini mujizat kembuhan dialami oleh seorang anak muda, Gideon Silaban, yang disembuhkan dari sakit GBS (Guillain Barrae Syndrome), suatu penyakit langka yang menyebabkan kelumpuhan yang tiba-tiba karena gangguan pada syaraf. Mujizat yang dialami Gideon sungguh membangkitkan iman setiap jiwa yang hadir. Dari kondisi lumpuh dia telah disembuhkan dan dapat berjalan dan beraktivitas dengan normal. Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan segala sakit penyakit.

Hamba Tuhan, Pdt. Jacob Sumbayak mengajak jemaat bersukacita. Ketika kita percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan maka kita akan bersukacita.

Firman Tuhan disampaikan dari Lukas 9:23-26 “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat  kudus.”

Maukah kita mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh? Yesus mengatakan bahwa yang mau mengikut Tuhan maka ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan. Benarkah kita sungguh-sungguh percaya? Menyangkal diri berarti kita harus membuang segala dosa kita yaitu segala egois, ambisi dan kesombongan kita. Memikul salib maksudnya adalah kita menanggung penderitaan tapi bukan karena dosa kita, dan ini kita jalani setiap hari. Mengikut Tuhan maksudnya adalah kita ikut Tuhan setiap hari sama seperti seorang anak mengikuti orang tuanya.

Kalau kita lakukan setiap hari maka kita akan memperoleh hidup yang kekal. Hari ini adalah kesempatan yang baik untuk datang kepada Tuhan. Inilah hari di mana Tuhan akan datang dalam hidup kita dan menjamah kita.

Hendaklah kita percaya kepada Tuhan dan mau berjalan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mungkin akibatnya kita akan kehilangan teman dan bisnis kita tetapi Tuhan akan menggantikannya.

Setiap orang yang mau sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan diminta untuk mengangkat tangan dan bangkit berdiri. Mereka yang berdiri diajak berdoa menerima Tuhan Yesus secara pribadi menjadi Tuhan dan Juruselamat.

Kemudian Firman Tuhan dilanjutkan dari Matius 15:29-31 Yesus menyembuhkan banyak orang sakit “Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ.  Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka  semuanya.  Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. “

Yesus menyembuhkan semua orang sakit yang datang kepadaNya. Bagi Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil. Percayalah kepadaNya.

Kemudian setiap sakit dipanggil maju ke depan untuk didoakan. Demikian juga semua konselor dan para pendoa dipanggil terlebih dahulu.

Pada saat doa kesembuhan dinaikkan maka setiap orang sakit diminta memegang bagian tubuhnya yang sakit dan dengan iman percaya bahwa oleh bilur bilur Tuhan Yesus segala sakit penyakit disembuhkan.

Setelah itu semua konselor dipersilahkan mendatangi dan mendoakan yang sakit satu persatu. Tuhan menjawab doa-doa yang dinaikkan. Berbagai mujizat kesembuhan terjadi malam itu, yaitu disembuhkan dari : sakit maag menahun dan kaki tidak bisa ditekuk, sakit pada pinggang karena syaraf kejepit, sakit di kepala selama 1 tahun, syaraf kejepit dan pengapuran pada tangan kanan sehingga kebas, sakit pada bagian dada sebelah kiri karena kanker payudara. sakit tumit tidak bisa dijejakkan selama 6 bulan, mata melihat samar-samar sudah melihat jelas, sakit ginjal dan sudah tidak cuci darah lagi, tidak bisa berdiri dan berjalan selama 4 tahun (lumpuh sejak usia 1 tahun), tidak bisa berjalan karena kaki sakit

Seorang anak yang disembuhkan dari tidak bisa berjalan sejak usia 1 tahun

Selain itu kesembuhan juga terjadi bagi mereka yang mengikuti KPPI melalui Live Streaming, yaitu disembuhkan dari : maag 6 tahun, sakit pada tulang belakang 1 bulan,  asam urat pada kaki kiri 1 tahun.

Puji Tuhan atas setiap mujizat kesembuhan yang Tuhan kerjakan malam ini.

Kemudian Pdt. Philipus Suwandi memanggil setiap orang yang mau menyerahkan hidupnya dipakai  Tuhan maju ke depan untuk didoakan. Mereka yang maju ke depan didoakan.

Ibadah ditutup dengan sebuah pesan agar setiap yang hadir dapat kembali ke gereja masing-masing untuk menjadi berkat dan kesaksian di sana.

 

KPPI merupakan pelayanan interdenominasi yang diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta sejak tahun 1993.

 

KPPI PUSAT 26 JULI 2018 : MILIKI IMAN KEPADA YESUS

Betapa indah kasih Tuhan yang dicurahkan bagi umatNya. KasihNya yang besar selalu dinyatakan di Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang kembali diadakan pada Kamis, 26 Juli 2018. Bertempat di auditorium Gedung Pertemuan Advent. UmatNya telah datang dari berbagai penjuru kota Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Mereka datang dengan seluruh beban mereka dan pengharapan untuk menerima mujizat Tuhan.

KPPI juga disiarkan secara live streaming melalui Facebook. Selain diikuti secara pribadi, sekitar 155 kelompok telah berkumpul untuk bersama-sama mengikuti siaran live streaming KPPI di berbagai penjuru Indonesia.

Sebelumnya ditayangkan sebuah film kompilasi 25 tahun KPPI telah berlangsung, yaitu cuplikan berbagai foto dan tayangan KPPI dari pertama KPPI diadakan di tahun 1993 hingga tahun 2018. Mulai dari KPPI berlangsung di Jakarta hingga diadakan di berbagai kota dan pulau di seluruh Indonesia.

Pdt. Jul A Hutabarat mengajak semua yang hadir memuji Tuhan dengan sukacita, meninggikan Allah yang penuh kasih setia dan teramat baik. Semua memuji dan menyembah Tuhan dengan sepenuh hati.

Ada beberapa film kesaksian kesembuhan yang ditayangkan. Dua film pertama adalah mengenai kesaksian kesembuhan yang terjadi pada seorang anak laki-laki yang disembuhkan dari tuli dan seorang ibu yang disembuhkan dari kanker ganas yang mematikan dan dinyatakan tidak dapat sembuh. Film kesaksian berikutnya adalah mengenai seorang ibu yang disembuhkan dari sakit nyeri pada lutut saat menyaksikan Live Streaming KPPI dari Facebook di Yogyakarta. Film kesaksian ke empat adalah mengenai seorang ibu yang disembuhkan dari vertigo. Betapa baiknya Tuhan dan sanggup melakukan lebih dari apa yang dapat kita bayangkan.

Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob Sumbayak. Disampaikan bahwa Tuhan sangat memperhatikan kita dan tidak melupakan kita. Rambut di kepala kita dihitungNya. Burung pipit yang kecil dan harganya sangat murah saja Tuhan pelihara. Ada Tuhan yang membuat kita dapat menghirup nafas kita. Yang memandang dengan belas kasihan ketika kita tidak dapat melangkah. Hanya Tuhan sumber pengharapan dan pertolongan kita.

Dalam keputus-asaan kita dapat memandang kepada Tuhan. Pertolongan kita datang dari Tuhan Pencipta langit dan bumi. Saat kita memandang ke langit dan awan yang bergerak, ingatlah bahwa Tuhan Yesus akan datang di awan-awan. Hendaklah kita mengangkat hati dan iman kita, menyiapkan hati kita, percaya Tuhan akan datang kembali. Tinggalkan segala keluh kesah dan kekuatiran dunia, lepaskan semua hal dunia dan memandang ke awan-awan. Siapkah kita menunggu hari kedatangan Tuhan?

Markus 10 : 46-52  Yesus menyembuhkan Bartimeus Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”  Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.”

Bagaimana orang ini bisa sembuh? Karena Yesus berkata pergilah, imanmu telah menyembuhkanmu. Penting sekali untuk beriman. Kita harus  percaya sungguh- sungguh  kepada Yesus, maka kita akan diselamatkan. Karena Yesus adalah Tuhan sendiri. Dia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Kita tidak dapat melihat wujud  Allah namun jikalau ingin melihat Allah maka lihatlah kepada Yesus. Kalau kita percaya kepada Yesus maka kita diselamatkan.

Orang buta  ini tidak dapat melihat tapi dia mendengar Yesus lewat maka dia berseru, “Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!” Dia tidak dapat melihat, tetapi dia menggunakan mulutnya untuk berseru. Dia tidak tahu dimana kaki Yesus maupun tangan Yesus, tetapi dia menggunakan mulutnya untuk menarik perhatian Yesus. Walaupun ada tantangan dia berjuang, dia berteriak dan berseru. Dia menunjukan imannya kepada Yesus.

Kita perlu iman percaya bahwa Yesus sanggup menolong kita, melepaskan kita dan menyembuhkan kita. Kita harus percaya dan harus keluar dalam tindakan kita.

Akhirnya Yesus bertanya, “Apa yang engkau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Kata orang itu, “ Aku mau supaya aku dapat melihat.” Lalu kata Yesus, “Pergilah, imanmu telah menyembuhkan.” Dari caranya dan teriakannya maka Tuhan melihat iman orang buta ini.

Jika kita percaya dengan iman bahwa Yesus diutus Tuhan menjadi Juruselamat maka kita diselamatkan. Kalau kita percaya kepada Yesus maka itu adalah anugerah pemberian Tuhan. Tuhan Yesus mati dan tergantung di kayu salib, itu adalah suatu yang sangat berharga. Ketika kita percaya maka kita diselamatkan.

Lalu diberikan tantangan untuk menerima Yesus dan percaya kepada Yesus. Nampak banyak yang berdiri menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

 

Susan Sumbayak maju dan menyampaikan bahwa Tuhan itu baik. Semua yang melayani di KPPI tidak bisa memberikan apa-apa tapi percayalah kepada Tuhan Yesus. Ia sanggup menolong, sesusah apapun yang kita hadapi. Kalau sudah menerima Yesus, apakah yang kita harapkan, bahwa jika Tuhan Yesus datang di awan-awan maka kita dijemput. Hendaklah percaya kepada Yesus. Jika kita bertobat dan disembuhkan, maka nantikanlah Tuhan. Jangan lagi kita pergi dari Tuhan. Jadikan hidup kita kesaksian bagi kemuliaan Tuhan. Jika Yesus ada di awan-awan maka kita akan ada di sana.

Bagi yang sakit pada telinga diminta maju terlebih dahulu untuk didoakan. Seorang ibu yang mengalami gangguan pendengaran selama 1 tahun disembuhkan dan dapat mendengar dengan jelas.

Kemudian semua yang sakit diminta maju ke depan untuk didoakan. Para konselor dan hamba Tuhan dari berbagai gereja dipanggil terlebih dahulu. Setelah doa kesembuhan dinaikkan maka para konselor mendekati tiap-tiap yang sakit dan mendoakan mereka satu persatu.

Tuhan bekerja dan melakukan mujizatNya. Berbagai kesembuhan terjadi. Mereka disembuhkan dari telinga kanan sakit dan kurang mendengar, sesak nafas, dua tahun nyeri pada bagian perut, vertigo 20 tahun, sakit jantung 5 tahun, komplikasi kanker rahim,ginjal membengkak dan syaraf kejepit, sakit pada batu empedu selama 4 bulan dan sesak, tangan keram 3 tahun, syaraf kejepit setahun, darah tinggi, stroke kaki kiri, sesak nafas, punggung sakit seperti ditusuk, sakit perut bagian kiri 5 tahun, maag 1 tahun, sakit pinggang 12 tahun, sakit pendarahan 6 tahun, stroke 3 tahun, tangan kebas 6 bulan.

Berbagai kesembuhan juga terjadi atas mereka yang mengikuti KPPI melalui Live Streaming. Seorang bapak di Tasikmalaya disembuhkan dari sakit radang pankreas, seorang bapak di Nias disembuhkan dari sakit sesak nafas, seorang ibu di Ambon disembuhkan dari sakit sakit telinga 1 bulan, seorang ibu di Tondano disembuhkan dari benjolan di telinga kiri, seorang anak muda di Kupang disembuhkan dari sakit dada sejak kecil.

Sungguh besar dan ajaib pekerjaanNya. Kemudian disampaikan bahwa selagi masih ada waktu maka inilah kesempatan terbaik untuk melayani Tuhan. Diberikan tantangan bagi mereka yang rindu melayani Tuhan. Banyak yang mengangkat tangan dan berdiri.

Ibadah ditutup oleh Pdt. Timotius Dewanto dan diingatkan agar semua jemaat kembali ke gereja local masing-masing menjadi berkat di sana.

KPPI merupakan pelayanan interdenominasi yang diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta sejak tahun 1993.

KPPI Pusat 28 Juni 2018: Tuhan Baik Bagi Orang Yang Berharap KepadaNya

Tidak ada yang lebih indah selain melihat bagaimana Allah bekerja di tengah-tengah umat-Nya, demikianlah yang dapat disaksikan pada Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang kembali diadakan pada Kamis, 28 Juni 2018. Bertempat di auditorium Gedung Pertemuan Advent. Tuhan menyatakan belas kasihan dan kebesaran kuasaNya atas umatNya yang telah datang dari berbagai penjuru kota Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Mereka datang dengan seluruh beban mereka dan pengharapan untuk menerima mujizat Tuhan.

KPPI juga disiarkan secara live streaming melalui Facebook dan You Tube. Selain diikuti secara pribadi, beberapa kelompok telah berkumpul untuk bersama-sama mengikuti siaran live streaming KPPI di rumah mereka, seperti yang dilakukan di Kaimana, Bali, Kupang, Sumba Timur, Kalimantan Tengah, Tahuna, Pati, Jepara dan Yogyakarta.

Pdt. Petrus Bayu memimpin jemaat untuk memuji Tuhan bersama-sama. Walaupun banyak yang datang dengan pergumulan dan beban, namun jika Tuhan hadir, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Sebuah film kesaksian kesembuhan ditayangkan pada pertengahan pujian, tentang Ibu Maria yang disembuhkan Tuhan dari sakit pada tulang belakang saat Pray for Bintuni. Ibu Maria yang semula tidak dapat melakukan pekerjaan berat karena rasa sakit yang dideritanya, telah dijamah oleh Tuhan dan mengalami kesembuhan.

Ratapan 3:21-25 dibacakan oleh Pdt. Michico Sihite, diikuti oleh seluruh jemaat dengan suara keras. “ Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.” Sungguh kasih setia Tuhan tetap untuk selama-lamanya bagi semua orang yang berharap kepada Tuhan.

Bangku demi bangku pun terus terisi seiring dengan puji-pujian yang juga terus dinaikkan. Sebuah film kesaksian kembali ditayangkan, bagaimana Ibu Titin disembuhkan dari mata rabun. Ibu Titin mengenal KPPI dari Facebook dan kemudian ia memutuskan untuk datang ke KPPI. Semula ia sangat sulit melihat dengan jelas tetapi luar biasa pekerjaan Tuhan yang menyembuhkannya.

Tibalah saatnya mendengarkan Firman Tuhan. Pdt. Joseph Batubara memimpin doa dan mengajak semua jemaat untuk percaya kepada Firman Tuhan. Kemudian Firman Tuhan dibacakan dari Lukas 8:22-25 tentang Tuhan Yesus meredakan angin ribut. Pada waktu itu, Tuhan Yesus ada bersama dengan murid-murid-Nya. Tuhan Yesus mengajak untuk bertolak ke seberang danau. Di tengah perjalanan, saat Tuhan Yesus tertidur, mengamuklah badai. Murid-murid merasakan kekuatiran dan membangunkan Tuhan Yesus. Murid-murid berpikir bahwa Tuhan Yesus akan membiarkan mereka celaka. Sesuatu hal yang tidak mungkin! Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan mereka celaka sementara Tuhan Yesus ada bersama-sama dengan mereka.

Demikianlah kerap kali kehidupan kita yang semula nampak baik namun segala sesuatu dapat terjadi dalam perjalanan hidup kita. Ketika pertama kali kita mengenal Tuhan, maka semua terlihat baik, namun bagaimanakah pada perjalanan iman kita, apakah kita masih merasakan manisnya cinta Tuhan. Kita tidak mengharapkan terjadi masalah, sakit penyakit datang, namun apa yang tidak baik seakan-akan datang dengan tiba-tiba, seperti badai yang tiba-tiba datang dan air danau yang mendadak masuk ke dalam perahu dan hampir menenggelamkan perahu. Murid-murid pun menjadi ketakutan, seperti yang juga dapat terjadi dalam kehidupan, rumah tangga, dan pelayanan kita. Segala sesuatu dapat terjadi dan sepertinya masalah itu begitu besar.

Sebenarnya murid-murid bukan orang biasa. Mereka sudah sering melihat mujizat. Tetapi ketika badai menerpa, mereka menjadi ketakutan, dan akal sehat pun hilang. Hal yang sama dapat terjadi dalam kehidupan kita sehingga membuat kita menjadi hilang harapan.

Ketika Tuhan Yesus bangun, Ia tidak bangun dalam kondisi ketakutan, tetapi Ia langsung menghardik angin dan angin pun menjadi teduh. Yesus tahu bahwa Dia dapat melakukannya, namun Ia ingin melihat iman murid-muridNya.

Jika kita mengalami persoalan, dimanakah kepercayaan kita? Seolah-olah Tuhan hendak berkata bahwa bukankah Tuhan bersama dengan kita? Firman Tuhan ini berbicara pada 2 golongan: pertama, pada kita yang sudah percaya tapi ketika masalah datang seakan Tuhan tidak sanggup menolong kita. Kita sebagai orang percaya, tiap-tiap hari harus semakin mengenal Tuhan dan semakin percaya.. Kedua, orang yg belum mengundang Tuhan Yesus dalam bahtera hidupnya sehingga ketika menjalani kehidupan dan badai datang, maka tidak akan mampu menjalani. Sebab dosa begitu kuat membelenggu. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita harus mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam bahtera hidup kita.

Pdt. Joseph Batubara kemudian menantang mereka mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam kehidupan mereka.

Setelah doa dinaikkan, Pdt. Yohanes Nugroho memberitakan Firman kesembuhan.
Siapakah Tuhan Yesus?  Dia adalah yang menciptakan langit dan bumi dan manusia. Dia berkuasa. Tetapi Ia turun kemuka bumi dan disalibkan oleh karena dosa kita. Mengapa?  Karena Dia mengasihi kita semua. Ketika kita mengalami kepedihan, maka Dia memperhatikan kita semua. Dia sudah menanggung semua dosa dan penderitaan kita. Dia berkuasa untuk melenyapkan semua sakit kita.

Ada kisah tentang 2 orang buta yang terus berteriak memohon belas kasihan Tuhan.
Tuhan Yesus tidak bisa tinggal diam, ketika Ia mendengar umat-Nya berteriak. Hati Tuhan Yesus pun tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan mereka.

 

Sungguh, apapun penyakit kita, Tuhan sanggup menyembuhkan kita. Belas kasihan-Nya tidak berubah. Doa kesembuhan dinaikkan oleh Pdt. Yohanes Nugroho dan Pdt. Hisar Manurung. Mereka yang sakit kemudian maju ke depan dan didoakan. Tuhan Yesus menjawab doa. Ada begitu banyak yang disembuhkan dari sakit. Tidak hanya mereka yang hadir pada malam itu, tetapi meka yang menyaksikan live streaming di Luwuk, Sulawesi, Yogyakarta, Maluku Tenggara, bahkan di Malaysia juga mengalami kesembuhan.

Pdp. Richard Nadapdap, Pdt. Fairy Gultom, dan Pdt. Ferdinand Rafles mewawancarai mereka yang telah disembuhkan dari sakit lambung 3 tahun, sakit pinggang selama 7 bulan akibat kecelakaan, sakit tangan kiri kebas selama 1 bulan, sakit kepala selama 20 tahun akibat kecelakaan, sakit pinggang dan perut akibat jatuh, sesak nafas, kaki kanan pincang, jantung bocor, ginjal bocor dan masih banyak lagi.

Luar biasa pekerjaan Tuhan di KPPI. Setelah itu, Pdt. Yohanes Handi menantang siapa yang mau menjadi hamba Tuhan dan mendoakan mereka semua yang maju ke depan.

Kebaktian ditutup dengan pesan agar semua yang hadir kembali ke gereja masing-masing dan giat melayani di sana. KPPI merupakan pelayanan interdenominasi yang diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta sejak tahun 1993.

KPPI PUSAT 12 APRIL 2018: MILIKI KRISTUS MAKA ENGKAU MEMILIKI HIDUP

Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) kembali berlangsung pada hari Kamis, 12 April 2018, di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono.  Allah selalu rindu menyatakan janji-janjiNya yang indah yang sanggup menjawab semua permasalahan.

Banyak yang telah hadir dengan penuh pengharapan melihat jamahan dan kuasa Tuhan atas hidup mereka dan kesembuhan bagi sakit penyakit yang mereka derita. Kebaktian ini juga dapat diikuti secara live streaming melalui Facebook dan You Tube.

Ibadah diawali dengan sebuah film kompilasi mengenai bagaimana Allah telah bekerja dengan kuasaNya di KPPI yang dimulai dari tahun 1993 hingga saat ini. Kebaktian ini telah diselenggarakan selama 25 tahun.  Tak terhitung mujizat kesembuhan telah berlangsung diibadah ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berubah dan Dia adalah Allah yang hidup.

Kebaktian ini juga ditayangkan secara live streaming melalui Facebook. Ada begitu banyak dari berbagai tempat di seluruh Indonesia bahkan di liar Indonesia dapat mengikuti kebaktian ini.

Pujian dan penyembahan menjadi salah satu karakteristik dari ibadah ini dimana setiap orang yang hadir diajak untuk memuji Tuhan dengan sepenuh hati.

Sebuah film kesaksian kesembuhan ditayangkan mengenai Kim An, seorang bapak yang menderita sakit asam urat dan menyebabkan dia tidak dapat mengangkat tangan kanannya. Ia hadir di KPPI dan didoakan. Ia beriman dan percaya kepada Tuhan Yesus dan dia disembuhkan. Seluruh rasa sakitnya lenyap dan dia sudah mampu mengangkat tangan kananya.

Kemudian seluruh jemaat juga diajak membaca dengan keras ayat-ayat Matius 7:7-11 bahwa Tuhan menghendaki kita meminta, mencari dan mengetok hingga Tuhan menjawab. Karena Allah Bapa sangatlah baik.

Film kesaksian kesembuhan kembali ditayangkan mengenai Evivani Simamora, seorang yang sakit TBC otak dan divonis tidak dapat sembuh, bahkan hampir merenggut nyawanya namun disembuhkan secara ajaib  di KPPI pada tahun 1993. Kesaksian ini belum berakhir karena 15 tahun kemudian, di bulan April 2018 Evivani kembali menyaksikan bahwa dia masih  sehat. Sungguh nyata kuasaNya .

Iman setiap yang hadir dibangkitkan malam itu.  Perkara besar akan kembali Allah kerjakan bagi setiap yang percaya kepadaNya.

Firman Tuhan disampaikan Pdt.Yohanes Nugroho dari Yohanes 1:3-5. Disampaikan bahwa Firman itu adalah Allah dan firman itu adalah Yesus Kristus, dari pada mulanya sampai dengan hari ini. Tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi. Dia adalah Pencipta langit dan bumi, bulan, bintang, tumbuhan,  binatang, bahkan segala yang ada di laut. Dia maha kuasa dan tiada yang mustahil bagi Dia.

Manusia diciptakan oleh Tuhan supaya kita memiliki hidup kekal bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Tuhanlah yang menopang hidup kita, Dia menghendaki kita hidup selamanya bersama Dia di surga. Namun manusia jatuh dalam dosa.  Dosa membuat segala sesuatu yang mendatangkan kematian, penderitaan, sakit penyakit dan kepedihan bagi manusia. Sebab upah dosa adalah maut. Manusia tidak bisa lagi hidup kekal bersama dengan Tuhan.  Kematian kekal adalah terpisah dari Allah selamanya di neraka.

Allah tidak pernah menciptakan kematian, sakit penyakit dan penderitaan.  Tuhan Yesus Kristus tidak pernah berubah kasihNya pada kita.  Ia telah turun ke muka bumi ini 2000 tahun lalu, merelakan diriNya menanggung segala dosa kita.  Dia tidak pernah melakukan dosa sekalipun. Dia menanggung segala penderitaan  yang seharusnya kita terima. Dia dihina, diludahi, dimahkotai duri dan mati di kayu salib.  Semua telah lunas dibayar oleh Dia. Sehingga tidak ada satu dosapun yang tidak dapat dikalahkan oleh kita yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 1 : 4 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Di dalam Tuhan Yesus ada hidup. Di luar Tuhan Yesus tidak ada yang hidup. Hanya oleh karena darahNya dan salibNya maka ada kehidupan. Di luar salib hanya kematian dan segala penderitaan. Hidup yang diberikan oleh Tuhan Yesus telah mengalahkan maut dan kegelapan.  Yesus Kristus  telah disalibkan sehingga di dalam  Dia ada pengharapan. Jika kita mengalami tekanan, kesepian, sakit penyakit, hanya satu kuncinya : kita memerlukan hidup itu yang ada di dalam Yesus.

Setiap jemaat yang mau percaya pada Tuhan Yesus dan mengundang Dia masuk dalam hati menjadi Tuhan dan Juruselamat diajak mengangkat tangan dan berdoa.

 

Pdt. Gad Belinda melanjutkan firman Tuhan dari Yesaya 53:3-5. Ketika Dia dicambuk dan dimahkotai duri, maka semua Dia lakukan bagi kita. Semua sakit penyakit bahkan yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter, Tuhan sudah menanggungnya bagi kita, sehingga tidak ada satupun yang tak dapat disembuhkan Tuhan Yesus. Dia adalah dokter segala dokter. Bilur-bilurNya sanggup menyembuhkan kita.

Seluruh pendoa diundang maju ke depan, demikian juga semua orang sakit. Doa kesembuhan dinaikkan bersama-sama dengan  Pdt. Joseph Batubara dan Pdt. Judah Pakasi. Barulah semua konselor mendoakan setiap yang sakit satu persatu,

Allah sungguh perduli dan mau menyembuhkan. Berbagai kesembuhan terjadi.  Kesaksian kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Henri Panjaitan, Pdt. Fairy  Bulani, Pdt. Evan Sinaga. Mereka disembuhkan dari sakit :  diabetes 10 tahun, kaki nyeri tidak bisa jongkok, jantung 2 tahun,   tangan tidak bisa diangkat,  pundak kiri nyeri 4 bulan, rasa panas pada perut 5 bulan,  tumor perut, pasca operasi usus buntu, sakit kepala 1 tahun, kesemutan tangan kiri 5 bulan, maag 2 tahun, hipertensi, sakit pinggang 3 tahun,  tangan kanan sulit digerakkan, asam urat 1,5 tahun, sulit jongkok, asam lambung 3 tahun,  usus buntu, nyeri perut bagian bawah 1 tahun, TBC usus, leukemia 3 tahun,

Bahkan terjadi mujizat kesembuhan bagi mereka yang mengikuti melalui Live Streaming dari berbagai kota di Indonesia. Seorang bapak di Palembang disembuhkan dari  sakit flek paru-paru. Seorang bapak lainnya di Palembang disembuhkan dari stroke. Seorang ibu di Kupang sembuh dari nyeri punggung. Seorang bapak di Medan disembuhkan dari  infeksi kedua telinga 10 tahun; seorang ibu di Bangka Tengah disembuhkan dari reumatik 3 tahun; seorang ibu di Maluku Tenggara sembuh dari tumor. Kesembuhan juga terjadi pada seorang ibu di Malaysia  yang disembuhkan dari sakit  lambung. Seorang ibu yang mengetahui KPPI dari Facebook juga langsung datang dari Cirebon dan hadir di KPPI. Tuhan menjamah dan menyembuhkannya dari sakit syaraf kejepit selama 6 bulan. Sungguh Tuhan terus bekerja menyatakan mujizatNya.

Setelah itu mereka yang rindu melayani diminta maju ke depan untuk didoakan. Kebaktian ditutup dengan pesan agar semua yang hadir kembali ke gereja masing-masing dan giat melayani di sana. KPPI merupakan pelayanan interdenominasi yang diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta.

 

 

KPPI PUSAT 22 MARET 2018 : TUHAN PERDULI DAN MENGASIHIMU

 

Datang kepada Tuhan Yesus, demikianlah hasrat hati umat Tuhan dengan melangkahkan kaki ke KPPI. Walaupun hujan turun pada hari ini, namun itu tidak menyurutkan kerinduan mereka menuju Gedung Pertemuan Advent, Pancoran, Tebet.

Satu per satu umat berdatangan dan memenuhi bangku demi bangku. Sementara tepat pukul 6 sore, KPPI telah dapat disaksikan lewat siaran live streaming. Perjalanan KPPI sejak tahun 1993 pun ditayangkan diikuti dengan beberapa film kesaksian kesembuhan.

Pdt. Hanung Prasetyo memimpin jemaat untuk memuji-muji Tuhan. Dengan gembira dan bersukacita, umat Tuhan saling bersalaman seraya mengatakan Tuhan itu baik.

Sebuah film kesembuhan yang dialami Ibu Helli Sinurat menjadi sebuah kesaksian yang membangkitkan iman. Ibu Helli Sinurat yang tinggal di Bengkulu, menyaksikan KPPI lewat live streaming dan mengalami kesembuhan.

Pdt. Michico Sihite kemudian mengajak jemaat untuk membaca Matius 4 : 23-24. Ketika Tuhan Yesus hadir, maka siapapun yang datang dengan keadaan yang buruk, disembuhkan oleh Tuhan. Ya, jika Roh Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya, sesuatu yang besar pasti Tuhan kerjakan.

Sebuah film kesaksian kembali ditayangkan menyaksikan Bapak Edward Gultom yang disembuhkan dari sakit Hepatitis A.

 

 

 

Pdt. Judah Pakasi kemudian maju ke depan dan menyerukan bahwa setiap umat yang hadir berada di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat juga untuk bertemu dengan Tuhan Yesus.

Firman Tuhan diberitakan dari Lukas 5 :17-26 mengenai seorang lumpuh yang dibawa naik ke atas rumah dan kemudian diturunkan di depan Tuhan Yesus dengan membongkar atap rumah dan Tuhan Yesus pun menyembuhkannya.

Kuasa Tuhan menyertai Yesus dan menyembuhkan banyak orang. Itulah Tuhan Yesus yang tetap sama, baik kemarin maupun hari ini, bahkan sampai selama-lamanya.

Sama seperti orang lumpuh dan beberapa orang lainnya yang pada waktu itu datang pada tempat yang tepat, maka Pdt. Judah Pakasi pun mengatakan bahwa semua yang hadir malam ini juga datang  pada tempat yang tepat.

Sepertinya tidak ada harapan bagi orang lumpuh ini untuk sembuh. Tidak ada kekuatan yang cukup, namun ketika ia mendengar kehadiran Tuhan Yesus, dengan pengharapan mereka menemui Tuhan Yesus. “Mari kita datang pada Tuhan Yesus,” demikian dikatakan Pdt. Judah Pakasi. Sesungguhnya mereka yang ingin bertemu Tuhan Yesus bukanlah orang-orang yang biasa, mereka adalah orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus dapat melakukan sesuatu atas hidup mereka. Mereka percaya bahwa Yesus bukanlah pribadi yang biasa. Ketika Tuhan Yesus melihat iman mereka, Tuhan berkata dosamu sudah diampuni, oleh karena Tuhan Yesus melihat bahwa mereka bukanlah orang biasa, mereka adalah orang yang beriman. Iman telah membuat mereka kreatif dan berani bertindak untuk memanjat atap rumah.

Tidak ada yang dapat menghalangi langkah orang beriman dan mereka pun mendapatkan mujizat serta dosa mereka diampuni. Sungguh, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, juga bagi semua umat Tuhan yang hadir pada malam KPPI. Iman tidak akan menyerah, iman tidak akan memandang hambatan sebagai hambatan, sebab semua dapat dilakukan dengan iman.

“Berhenti mempertanyakan Tuhan! Berhenti dan bertobat! Percayalah kepada Tuhan,” demikian dikatakan Pdt. Judah Pakasi dan menantang jemaat untuk percaya serta mengundang Tuhan Yesus untuk masuk ke dalam hati menjadi Tuhan dan Juru Selamat.

Setelah itu, Pdt. Joseph Batubara memberitakan Firman kesembuhan. Tuhan Yesus tidak pernah mengabaikan iman. Lalu, bagaimanakah cara beriman? Iman bukanlah sesuatu yang kita pikirkan, tetapi iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita percayai. Hal yang penting adalah untuk menindaki iman, sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.

Iman membuat perempuan yang 12 tahun mengalami pendarahan menjamah ujung jubah Tuhan Yesus dan mengalami kesembuhan. Iman juga membuat orang kusta yang berada di tengah kerumunan banyak orang tetap berusaha menggapai Tuhan Yesus dan ia pun disembuhkan.

 

 

Kita mempunyai Tuhan yang memiliki hati yang tidak terbatas. Kemudian, Pdt Joseph Batubara pun memanggil mereka yang sakit untuk maju ke depan dan didoakan. Ikut mendoakan juga, Pdt. Belinda Kosasih dan Pdt. Manasye Vinca.

Tuhan pun bekerja dan kesembuhan pun terjadi. Mereka yang sudah dinyatakan sembuh oleh tim medis kemudian menyaksikan mujizat yang mereka alami yang disampaikan juga oleh Pdt. Yakobus Febri Narotama, Pdt. Jefri Siringo-ringo, dan Pdt. Patrik Christian. Adapun mereka yang bersaksi telah disembuhkan dari sakit maag selama 2 tahun, asma selama 5 tahun, mata rabun 6 bulan, pengapuran pada kaki, pengapuran pada pinggul, asam urat, diabetes selama 27 tahun, migren, sakit perut, tidak bisa berjalan sendiri, sakit kepala, dan masih banyak lagi.

 

Dr. Lamrenta pun menyaksikan seorang perempuan muda yang telah tiga kali mengikuti KPPI dengan terbaring oleh karena TBC usus yang dialaminya yang membuat ia tidak bisa berjalan selama 1 tahun, kemudian mendapatkan mujizat dan dapat berjalan.

Setelah kesaksian, Pdt. Gideon mengundang jemaat yang mau menyerahkan hidupnya untuk maju ke depan dan kemudian didoakan bersama-sama.

Ya, kehadiran Tuhan telah menolong banyak jemaat yang hadir hari ini dan memberikan mereka kelepasan, keselamatan, dan kesembuhan.

Ibadah diakhiri dengan pesan agar semua jemaat kembali ke gerejanya masing-masing dan menjadi berkat di sana.

KPPI yang telah berlangsung sejak tahun 1993 diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta dan merupakan pelayanan interdenominasi.

KPPI PUSAT 8 MARET 2018: DIA HANYA SEJAUH DOA

Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Allah, pencipta alam semesta yang mau turun ke muka bumi untuk mati bagi umat manusia. Kasih inilah yang terus dikumandangkan setiap kali KPPI diselenggarakan juga pada hari ini, Kamis 8 Maret 2018, KPPI kembali diselenggarakan di Auditorium Gedung Pertemuan Advent, Tebet, Pancoran.

Tepat pukul 6 sore waktu setempat, KPPI sudah mengudara secara streaming dan dapat disaksikan lewat facebook dan youtube. Umat Tuhan dapat menyaksikan perjalanan KPPI yang telah berlangsung selama 26 tahun dan bagaimana Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat.

Kemudian Pdt. Jul Allens Hutabarat membuka ibadah di dalam doa dan mengajak jemaat untuk menyanyikan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan. Dengan sukacita, jemaat ikut memuji Tuhan walaupun tidak sedikit mereka yang memiliki pergumulan. Iman mereka pun semakin dibangun ketika menyaksikan film kesaksian kesembuhan seorang bapak yang bernama Marlius Ngahe, berasal dari Desa Kasila , Kecamatan Ulu Bongka, Sulawesi  tengah , yang disembuhkan pada KKR yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2017. Bapak Marlius Ngahe disembuhkan dari sakit pada pinggangnya akibat kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2016.

Pdt. Lidya Emy kemudian mengajak jemaat membaca Lukas 5:12 -13 bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Firman Tuhan ini menguatkan jemaat bahwa Tuhan Yesus selalu mau menyembuhkan.

Puji-pujian terus dikumandangkan bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan. Selanjutnya film kesaksian ditayangkan tentang seorang ibu  Helly Sinurat yang mengikuti live streaming KPPI di Bengkulu dan disembuhkan pada KPPI Februari 2018, dari stroke dan penyumbatan pembuluh darah yang dideritanya sejak bulan November 2016. Sungguh ajaib Tuhan kita yang menyembuhkan umat-Nya.

Sebelum masuk kedalam pemberitaan Firman Tuhan, semua jemaat diajak untuk menyembah Tuhan. Kemudian Pdt. Daniel  J Sumbayak menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 7:11-15  mengenai Tuhan Yesus membangkitkan anak laki-laki di Nain. Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Tuhan yang penuh dengan belas kasihan. Tuhan yang sangat besar dan yang menciptakan segala sesuatu dan yang juga mau turun ke muka bumi. Ia mau menjadi miskin, mau menjadi manusia supaya oleh karena Darah-Nya kita dapat diselamatkan.

Mengapa Allah yang demikian besar ingin turun ke muka bumi ini? Karena Dia ingin menyelamatkan manusia, sebab tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia selain Tuhan datang ke muka bumi ini. Karena cinta-Nya, Ia turun ke muka bumi ini dan hanya dengan percaya kepada-Nya, maka manusia menerima keselamatan. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang baik bagi kita, Dia adalah Allah yang sangat mengasihi manusia dan setiap hari kita selalu ada dimata-Nya dan Dia rindu untuk tinggal bersama kita tiap-tiap hari.

Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi Allah. Jangan merasa bahwa tidak ada satupun yang mengasihi dan perduli kepada saya, tetapi Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Pdt. Daniel J Sumbayak kemudian mengajak jemaat untuk datang kepada Tuhan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sebelum doa kesembuhan dinaikkan, Pdt. Daniel Sumbayak kembali membacakan Lukas 7:3-9 bagaimana Tuhan Yesus melakukan mujizat bagi hamba seorang perwira di Kapernaum yang sangat percaya kepada Tuhan Yesus. Demikianlah jika kita mau menerima kesembuhan, maka hal yang harus kita miliki adalah percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan sakit penyakit kita. Semua jemaat diajak untuk percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Oleh karena ketika kita percaya, maka kesembuhan pasti terjadi.

Pdt. Daniel J Sumbayak kemudian mengajak jemaat yang sakit untuk datang pada Tuhan dan maju ke depan untuk didoakan. Doa kesembuhan dinaikkan oleh Pdt. Michael Sumbayak, Pdt. Hezel Sumbayak, dan Pdt. Judah Pakasi. Mujizat demi mujizat pun terjadi. Satu per satu yang telah disembuhkan memberikan kesaksian yang dipandu oleh Pdt. David Simanjuntak, Pdt. Stefanus Sugiharto, dan Pdt. Yudi Sinambela. Mereka yang menyaksikan disembuhkan Tuhan Yesus dari sakit pada pinggang, sakit kepala selama 10 tahun akibat kecelakaan, asam urat, stroke 3 tahun, tempurung kaki sebelah kanan sakit karena kecelakaan, kedua kaki sakit dan harus menggunakan tongkat, maag, tangan sebelah kanan yang tidak bisa digerakan selama 4 bulan, dan sakit pada dada juga perut.

Selain itu, kesaksian pun datang dari mereka yang ikut serta menyaksikan live streaming. Seorang ibu di Kutai Barat disembuhkan dari sakit pada ulu hati dan seorang bapak di Bali yang juga sembuh dari sakit pada lutut dan migren.

Setelah doa kesembuhan selesai, Pdt. Maruli Sinambela memanggil jemaat yang mau menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan untuk maju ke depan dan didoakan. Sungguh malam hari ini, Tuhan telah datang di dalam KPPI, melawat dan menyembuhkan umat-Nya. Terpujilah Tuhan! Sebab Tuhan itu baik. Halleluya.

Kebaktian ditutup dengan arahan agar setiap yang hadir dapat kembali ke gerejanya masing-masing untuk menjadi berkat di sana. KPPI adalah kebaktian yang telah diadakan sejak tahun 1993 oleh pelayanan interdenominasi GPPI Pondok Daud Jakarta.

KPPI PUSAT 22 FEBRUARI 2018: DIPANGGIL MELAYANI TUHAN ADALAH MUJIZAT BESAR

Pada hari Kamis, 22 Februari 2018,  kembali Tuhan menyatakan kebesaran kasih dan kuasa-Nya dalam Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KKPI) yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Kav. 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Cuaca yang cerah sepanjang hari menjadi bukti bahwa Tuhan mendengar doa yang dinaikkan sepanjang minggu ini.

KPPI yang telah berlangsung sejak tahun 1993 ini, selalu memberitakan tentang kasih Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa dan memberikan pengharapan serta jawaban bagi hidup manusia. Penebusan-Nya juga membawa mujizat kesembuhan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan.

Ibadah ini juga disiarkan secara online melalui live streaming yang dapat diikuti melalui Facebook maupun Youtube.

Puji-pujian dan penyembahan dinaikkan dengan sungguh-sungguh di sepanjang acara.

Sebuah fim kesaksian kesembuhan mengenai ibu Martince ditayangkan. Ibu ini mengalami sakit nyeri yang luar biasa pada dada seperti ditikam selama setahun dan disembuhkan setelah didoakan di KPPI Jakarta. Kemudian jemaat juga diajak membaca Markus 5:28-29 dengan suara keras sebagai pernyataan iman mereka.

Penayangan film kesaksian yang kedua adalah mujizat kesembuhan yang terjadi pada Ibu Irma Fitriani Tambunan yang menderita sakit maag akut selama 1 tahun. Ia merasakan sangat menderita karena sakitnya. Ia menemukan informasi mengenai KPPI melalui Facebook dan didoakan oleh tim KPPI sampai akhirnya hadir di KPPI 8 Februari 2018 lalu. Tuhan menjamah dan menyembuhkan sakitnya. Ajaib Tuhan.

Yesus Melakukan Mujizat di Hadapanmu

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob Sumbayak. Sebelumnya dalam doa pembukaan seluruh jemaat diajak berdoa secara pribadi dengan sepenuh hati menyerukan permohonannya kepada Tuhan. Untuk menjadikan Tuhan satu-satunya pengharapan dan tidak ada yang lain. Dia tidaklah jauh di seberang lautan tapi dia dekat. Dia hanyalah sejauh doa kita. Hendaklah berseru dan menantikan Dia, meminta apa saja kita kehendaki kepada-Nya. Berharap kepada Tuhan yang adalah Pencipta langit dan bumi.

Firman Tuhan diambil dari Lukas 5:2-11

“Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Saat itu hari sudah siang dan bukan waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Tetapi Yesus berkata kepada Simon untuk menebarkan jalanya. Simon mentaatinya sekalipun sebenarnya tidak masuk dalam logika. Maka Simon menebarkan jalanya dan mereka menangkap sejumlah besar ikan, bahkan begitu banyaknya ikan memenuhi kedua perahu mereka hingga hampir tenggelam.  Yesus melakukan mujizat di hadapan banyak orang.

Dipanggil Menjadi Penjala Manusia

Simon menyaksikan semua mujizat itu terjadi tepat di depan matanya. Apakah maksud Yesus melakukan mujizat di hadapan seorang Simon Petrus? Saat Simon melihat mujizat maka dia melihat suatu kehadiran Tuhan,  suatu kuasa yang amat besar yang di luar kemampuannya. Dia memandang kepada Yesus di dalam perahu yang kehadiran-Nya telah membuat mujizat terjadi. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Dia mulai menyadari betapa besar kehadiran Yesus dan membuat dia merasa tidak layak. Dia mulai menyadari siapa dirinya, dan berkata, “Tuhan, pergilah dariku  karena aku seorang berdosa” dan Yesus menjawab, “Jangan takut, mulai sekarang engkau menjadi penjala manusia.”

Simon Petrus dipanggil menjadi penjala manusia. Ini adalah mujizat besar yang lebih dari berbagai mujizat yang ada.

Tantangan diberikan kepada semua jemaat untuk percaya sungguh-sungguh kepada Yesus. Semua yang mengangkat tangan diajak berdoa menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Taruhlah Percayamu Penuh Kepada Tuhan

Pdt. Daniel Judah Sumbayak maju dan menyampaikan agar semua sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus karena Firman Tuhan berkata, “Oleh bilur-bilur-Nya kita telah sembuh.” Hendaklah kita melihat betapa Tuhan itu baik dan sangat rindu menyembuhkan kita.

Kembali Firman Tuhan dibacakan dari  Lukas 5 : 17-25

Ketika kita percaya dalam nama Yesus, bahwa oleh bilur-bilurNya kita sembuh, maka kita akan menerima kesembuhan. Tuhan Yesus sangat rindu menyembuhkan kita tetapi kita harus percaya, beriman, dan menyerahkan semua kekuatiran kita kepada-Nya. Dia Tuhan yang sangat baik, berkuasa dan tidak terbatas. Kalau kita percaya, kita akan menerima kesembuhan. Malam ini kita tidak akan pulang dengan sakit penyakit tapi dengan kesembuhan yang Tuhan berikan. Jangan lihat pada sakit kita dan berpikir sulit disembuhkan, tapi lihatlah Tuhan Yesus yang kita lihat sangat berkuasa. Sambutlah Tuhan kita!

Kemudian semua yang sakit diminta maju ke depan setelah sebelumnya semua konselor dan pendoa orang sakit diminta maju terlebih dahulu.

Setelah itu doa kesembuhan dinaikkan untuk semua yang sakit  oleh Pdt. Daniel Sumbayak, Pdt. Michael Judah Sumbayak, dan Pdt. Judah Pakasi. Baru sesudah itu semua konselor dipersilahkan mendekati yang sakit dan mendoakan mereka satu persatu.

Sementara semua konselor berdoa bagi yang sakit maka pujian dan penyembahan terus dinaikkan.

Mujizat Kesembuhan Terjadi

Tuhan menjawab doa-doa yang dinaikkan, berbagai mujizat kesembuhan terjadi. Mereka disembuhkan dari sakit : kaki sulit ditekuk,  sakit lambung 6 bulan, infeksi paru-paru, leher kaku sulit digerakkan selama 3 tahun, asam urat 2 tahun sehingga tidak bisa jongkok, sakit nyeri pada paru-paru dan jantung,  sakit pada kedua lutut setengah tahun, sakit pada bagian belakang punggung dan kaki diindikasi ada  syaraf kejepit selama 10 tahun, kaki ngilu selama 4 bulan, sakit maag dan ginjal selama 20 tahun, seorang anak yang sejak lahir mata keluar air mata terus menerus setiap menit seperti menangis, sakit punggung, sakit jantung dan sudah pasang ring selama 1 tahun sehingga cepat lelah, sakit pada kaki, tangan dan pinggang karena jatuh; sakit ulu hati selama 1 tahun; sakit pinggang selama 3 tahun.

Demikian juga terjadi kesembuhan bagi mereka yang mengikuti KPPI melalui live streaming. Seorang pemuda di Toraja disembuhkan dari leher yang tidak bisa digerakkan selama 8 tahun, seorang ibu di Cikupa disembuhkan dari sakit lambung, seorang bapak dari Kupang disembuhkan dari sakit pinggang selama 1 tahun dan kram lutut, seorang ibu dari Bengkulu juga disembuhkan dari sakit tangan tidak bisa diangkat, seorang ibu dari Halmahera Timur disembuhkan dari sakit kepala dan sesak selama 2 tahun, dan masih banyak kesaksian kesembuhan lainnya. Terpujilah Tuhan!

Sebuah tantangan juga diberikan bagi mereka yang rindu menyerahkan dirinya melayani Tuhan. Mereka yang mengangkat tangannya  maju ke depan untuk didoakan.

Ibadah ditutup dengan pesan agar semua yang hadir kembali ke gereja masing-masing untuk melayani dan menjadi berkat di sana. KPPI diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud Jakarta sebagai pelayanan interdenominasi sejak tahun 1993.

KPPI PUSAT 8 FEBRUARI 2018: BETAPA INDAHNYA KASIH TUHAN DI TENGAH UMAT-NYA

Adalah suatu yang menggirangkan hati bila Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya, demikian dirasakan ketika KPPI yang kedua di tahun ini yang berlangsung pada Kamis, 8 Februari 2018. Walaupun hujan turun begitu derasnya sejak siang hari, namun tidak menyurutkan sukacita umat Tuhan ketika melangkahkan kaki ke Auditorium Gedung Pertemuan Advent.

Adakah yang lebih menyenangkan daripada melangkah ke rumah Tuhan untuk bertemu dengan Tuhan? Demikianlah Pdt. Evan Riduan memimpin jemaat untuk memasuki pelataran Tuhan dengan hati yang bersyukur. Walaupun banyak dari umat Tuhan yang datang dengan berbeban berat, dalam pergumulan, permasalahan, dan sakit penyakit, namun iman mereka dibangkitkan sembari memuji-muji Tuhan.

Sebuah film kesaksian dari seorang anak bernama Kris yang menderita sakit kepala menahun dan kemudian mengalami kesembuhan, ditayangkan yang membawa jemaat untuk terus berharap kepada Tuhan. Setelah itu, Pdt. Michico Sihite memimpin jemaat bersama-sama membaca ayat dari Ratapan 3:21-25, bahwa tak berkesudahan kasih setia TUHAN, dan tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi. Sungguh besar besar kesetian Tuhan bagi umat-Nya. Sekalipun memiliki pergumulan, sekalipun menderita sakit-penyakit, tetapi jemaat diajak untuk tetap berharap dan percaya kepada Tuhan.

Untuk kedua kalinya jemaat menyaksikan film kesaksian kesembuhan yang dialami oleh Ibu Farida Sihotang. Tuhan menyembuhkan ibu Farida dari sakit stroke, yang membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena sakitnya.

Sungguh bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil dan Firman Tuhan pun disampaikan oleh Pdt. Jacob Sumbayak tentang Tuhan Yesus yang memberi makan 5000 orang laki-laki (Yohanes 6:1-15).

Alkitab menuliskan bagaimana dengan 5 roti dan 2 ikan dapat memberi makan kira-kira 5000 orang laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak. Apabila setiap laki-laki membawa seorang isteri dan 2 orang anak, maka diperkirakan ada 20,000 orang yang hadir pada saat itu. Bagaimana mungkin 5 roti dan 2 ikan dapat memberi makan 20,000 orang sampai kenyang bahkan sisa 12 keranjang?  Tetapi, sungguh Tuhan Yesus berkuasa!

Yesus adalah Anak Allah, Raja di sorga, dan Raja yang besar itu mau datang ke muka bumi ini dan menjadi manusia, bahkan mati di kayu salib supaya manusia diselamatkN. Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, itu “tidak salah alamat” sebab Dia adalah Allah yang sanggup memberi makan 20,000 orang, Dia sanggup menyembuhkan segala sakit penyakit, Dia sanggup sebab Dia adalah Anak Allah. Barang siapa percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Namun datanglah kepada Tuhan Yesus untuk pengampunan dosa, bukan hanya untuk mendapatkan kesembuhan.

Setelah Firman Tuhan disampaikan, jemaat diajak untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Demikian juga, bagi setiap orang yang menyaksikan kebaktian ini dengan live streaming, diajak untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Jemaat dituntun untuk berdoa bagi pengampunan dosa dari Tuhan Yesus dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi.

Seusai mengucapkan doa, Susan Sumbayak meminta jemaat yang mengalami masalah pada telinga untuk maju ke depan agar dapat didoakan terlebih dahulu. Serta merta beberapa orang pun maju ke depan. Mereka diminta untuk percaya kepada Tuhan Yesus sebab hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan. Puji Tuhan, seorang ibu yang didoakan pada telinganya yang sakit, mengalami kesembuhan. Ia dapat mendengar dengan jelas. Begitu juga seorang bapak yang telinganya tidak dapat mendengar dengan jelas, ketika didoakan maka Tuhan menyembuhkannya. Begitu juga dengan beberapa orang lainnya yang mengalami masalah dengan telinganya, juga mengalami kesembuhan dan dapat mendengar dengan jelas. Haleluya!

Kemudian para pendoa diminta untuk maju ke depan disusul oleh jemaat Tuhan yang membutuhkan doa pun ikut maju ke depan. Pdt. Daniel Sumbayak dan Pdt. Judah Pakasi memimpin doa memohon kesembuhan kepada Tuhan Yesus. Semua jemaat diajak berdoa dengan sungguh-sungguh dan berharap kepada pertolongan tangan Tuhan. Banyak jemaat malam itu mengalami jamahan Tuhan dan mujizat kesembuhan.

Pdp. Daniel Parade, Pdt. Michaela Siska, dan Pdt. Simon Wagner bertindak sebagai interviewer. Mereka menyaksikan berbagai kesembuhan jemaat, seperti sembuh dari telinga yang tersumbat, keram pada tangan dan badan, sakit pada kepala dan tangan yang tidak dapat diangkat, sakit cairan yang ada di paru-paru dan sakit lambung, sakit hepatitis B akut, serta syaraf kejepit sejak tahun 2005. Ada pula yang sembuh dari sakit pada mata yang perih dan ada air, juga seorang lainnya yang sakit pada pinggang dan lutut. Seorang ibu juga disembuhkan dari kepalanya yang terasa goyang selama 25 tahun dan ibu ini pun juga disembuhkan dari sakit ginjal, asam urat, dan kolesterol sekaligus.

Selain itu, ada juga seorang bapak yang dating dari Jayapura untuk berobat ke Jakarta oleh karena mata kanannya yang mengalami sakit sejak Maret 2017 akibat digigit serangga. Bapak ini begitu menderita oleh karena rasa sakit yang dialaminya setiap kali ia mengedipkan mata kanannya. Tetapi malam itu, Tuhan Yesus menyembuhkannya secara ajaib.

Seorang anak muda yang telah disembuhkan pada KPPI 25 Januari 2018, sekali lagi menyaksikan kesembuhannya dari sakit “Guillain Barre Sindrom”, sebuah penyakit langka. Anak muda ini telah dapat berjalan dan organ-organ tubuhnya yang semula kaku, sudah dapat digerakkan. Sungguh Tuhan Yesus penyembuh kita.

Kesaksian pun ditutup dengan tiga buah kesaksian kesembuhan dari umat Tuhan yang menyaksikan KPPI melalui live streaming di BengkuluMereka disembuhkan dari telinga yang tidak bisa mendengar, dari sakit pada bagian ketiak dan terasa ngilu serta tangan yang tidak bisa digerakan, serta seorang lagi disembuhkan dari sakit stroke-nya.

Setelah doa kesembuhan selesai, Pdt. Timotius Dewanto memanggil mereka yang mau melayani Tuhan dan mendoakannya untuk dipakai oleh Tuhan. Banyak jiwa kemudian berbaris maju ke depan, menyerahkan hidup untuk melayani Tuhan. Haleluya.

Sungguh Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya memberikan sukacita dan bahagia sorgawi. Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kebaktian ditutup dengan satu pesan agar semua yang hadir dapat kembali ke gereja masing-masing dan menjadi berkat di sana. KPPI diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud dan telah berlangsung dari tahun 1993.

KPPI PUSAT 25 JANUARI 2018: PERCAYALAH DAN TUHAN YESUS AKAN MENOLONG

Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) untuk pertama kalinya di tahun 2018 diadakan pada Kamis, 25 Januari 2018. Walaupun mendung menyelimuti Jabodetabek, tetapi itu tidak menahan langkah umat Tuhan menuju Gedung Pertemuan Advent yang berlokasi di Jl. MT Haryono, Tebet Pancoran.

Sejak pukul empat sore, satu per satu umat Tuhan tiba di Auditorium Gedung Pertemuan Advent. Mereka yang sakit dan berbeban berat, mereka yang duduk di kursi roda ataupun mereka yang dituntun untuk berjalan, mereka yang membawa anak-anak bahkan mereka yang mengetahui acara KPPI melalui media sosial, datang dengan penuh harap mendapatkan jamahan Tuhan pada hari itu.

Pdt. Togu Hasiholan Sianturi memimpin jemaat untuk memuji Tuhan. Dengan gembira dan bersukacita jemaat pun bernyanyi bagi Tuhan.

Sebuah film kesaksian kesembuhan yang pertama ditayangkan, mengenai seorang anak bernama Kris yang menderita sakit kepala menahun. Rasa sakit yang diderita sangat tidak tertahankan. Tuhan menjamah dan menyembuhkannya pada saat hadir dalam kebaktian kesembuhan yang dilayani oleh tim KPPI di desa dimana dia tinggal di provinsi Sulawesi Tengah.

Di tengah-tengah pujian, Pdt. Michico Sihite membacakan Matius 7:7-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Bersama-sama jemaat mengimani hal ini.

Film kesaksian kesembuhan yang  kedua ditayangkan, mengisahkan seorang anak yang bernama Horas yang menderita hydrocephalus. Horas telah dinyatakan mengalami kelainan pada kepalanya sejak ia berada di dalam kandungan. Namun hanya 25% pengharapannya untuk hidup apabila orangtua memutuskannya untuk dioperasi. Karena itu, sang ibu pun membawa Horas pergi ke KPPI pada tahun 2008 untuk pertama kalinya, dan terus dijalaninya dengan setia hingga tahun 2013. Pada rentang waktu itu, ada banyak mujizat yang dialami oleh Horas, hingga kemudian ia menjalani serangkaian pemeriksaan dan dokter pun menyatakan telah terjadi mujizat pada Horas.

Kesaksian ini sungguh menguatkan hati jemaat untuk terus percaya kepada Tuhan.

Seruan untuk percaya, juga disampaikan oleh Pdt. Jacob Sumbayak melalui Firman Tuhan yang dibacakan dari Lukas 8:22-25. Ketika itu, murid-murid begitu panik oleh karena taufan besar menerpa perahu mereka. Murid-murid pun membangunkan Tuhan Yesus dan menanyakan bilamana Ia peduli bahwa murid-murid akan binasa. Tetapi yang dikerjakan Tuhan Yesus adalah membuat angin dan air itu menjadi teduh sehingga murid-murid pun bertanya, “Siapakah orang ini, yang sanggup menghentikan badai?”

Pdt. Jacob Sumbayak menyampaikan bahwa orang itu adalah Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita. Asalkan kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan pasti menolong. Cukup percaya! Ketika murid-murid takut dan panik, Yesus tetap menolong. Kadangkala persoalan hidup membuat kita kehilangan iman. Tetapi Yesus, Dia sanggup menghentikan badai yang datang dalam hidup kita asalkan kita percaya.

Dalam suasana yang begitu hikmat dan diiringi penyembahan, jemaat dibawa untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Jemaat pun berdiri dan dipimpin untuk berdoa dan mengaku percaya kepada Tuhan.

 

Susan Sumbayak kemudian memimpin doa kesembuhan. Pertama kali ia memanggil semua yang mengalami sakit pada bagian telinga. Mereka yang sakit pun didoakan dan banyak yang mengalami kesembuhan. Setelah itu, Susan Sumbayak memanggil mereka yang menderita sakit jantung dan kesembuhan pun terjadi.

Setelah itu, semua pendoa yang berasal dari berbagai gereja dipanggil maju ke depan untuk bersiap berdoa. Bersamaan dengan itu, mereka yang sakit pun ikut maju ke depan. Doa kesembuhan pun dinaikkan oleh Pdt. Daniel Sumbayak, Pdt. Hisar Manurung (HKBP Cikini), Rev. Mike Burgess (Holy Nation Church, London), dan Pdt. Judah Pakasi.

Tuhan melawat umat-Nya dan menjamah mereka yang sakit. Mereka yang telah dinyatakan sembuh oleh tim medis kemudian bersaksi di panggung dengan didampingi oleh Pdt. Matius Asido Situmorang, Pdp. Fernando Jhons, dan Pdt. Sudaryono. Mereka yang telah disembuhkan menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus telah menyembuhkan mereka dari sakit pada lambung, masalah pada klep jantung, kedua telinga yang tuli, sakit pada pinggang, sakit pada lutut, sesak nafas, sakit batu ginjal, maag, vertigo, sakit pinggang, tulang belakang yang patah, dan masih banyak lagi. Bahkan seorang muda yang lumpuh dan duduk di kursi roda akibat Guillain Barre Sindrom kemudian berdiri dari kursi rodanya dan berjalan ke sana dan ke mari dengan gembira.

Sungguh Tuhan Yesus ajaib, Ia telah mendengar seruan umat-Nya.

Sekali lagi tantangan diberikan oleh Pdt. Philipus Suwandi bagi mereka yang mau menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Mereka yang maju pun didoakan secara bersama-sama.

KPPI yang diselenggarakan oleh GPPI Pondok Daud, merupakan KPPI pertama pada tahun 2018 ini. Puji Tuhan! Tuhan Yesus hadir dan melawat umat-Nya

KPPI PUSAT 9 NOVEMBER 2017: AKU MAU MENYEMBUHKANMU

Tidak ada yang lebih indah daripada menyaksikan kasih Allah dicurahkan di tengah-tengah umat-Nya. Bagaimana mereka yang sakit disembuhkan, yang berbeban berat dilepaskan, dan yang putus asa mendapatkan pengharapan. Demikianlah Allah kembali bekerja pada acara KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi), yang diselenggarakan pada Kamis, 9 November 2017, bertempat di Gedung Pertemuan Advent, Jl. MT Haryono, Tebet, Pancoran.

Sekalipun hujan mengguyur wilayah Jabodetabek, namun tidak menghalangi umat Tuhan datang beribadah kepada-Nya. Dengan iman mereka datang kepada Tuhan dan dengan sukacita mereka memuji-muji Tuhan. Pdt. Evan Riduan memimpin jemaat memasuki pelataran Tuhan dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan.

Film kesaksian dari seorang anak bernama Horas yang disembuhkan dari sakit hidrosefalus menguatkan jemaat untuk percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh tidak pernah berubah. Sungguh bagi Allah tidak ada yang mustahil, demikian Pdt. Michico Sihite kemudian mengajak jemaat untuk menyatakan iman mereka.

Sebuah bacaan dibacakan bersama dari Matius 4:23-24, “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.”

Tuhan Yesus Penyembuh dan kuasa-Nya tidak berubah. Film kesaksian kesembuhan  kembali ditayangkan, seorang pemuda bernama Yopi yang disembuhkan dari cedera pada lututnya akibat jatuh saat bermain futsal. Selama 2 minggu, Yopi Simson mengalami susah berjalan, namun ia disembuhkan ketika ia menghadiri KPPI.

Pdt. Evan Riduan kembali memimpin jemaat untuk merasakan bagaimana Allah peduli pada mereka dan mengerti semua permasalahan yang ada. Bahwa Allah tidak pernah berubah, kasih-Nya besar kepada umat-Nya.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Philipus Suwandi Kusuma dari Lukas 5:17-26 tentang orang lumpuh yang diusung naik ke atap rumah dan diturunkan hingga tepat di depan Tuhan Yesus yang sedang berada di sebuah rumah.

Tuhan Yesus melihat iman orang lumpuh dan mereka yang mengusungnya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa dosa orang lumpuh itu telah diampuni. Mujizat yang terbesar yang diperlukan oleh orang lumpuh itu sesungguhnya adalah keselamatan jiwanya. Ya, apakah mujizat yang terbesar dalam hidup seorang manusia? Yaitu, pada saat darah Tuhan Yesus mengampuni dosa dan menyucikan hati kita. Ini terlebih dari mujizat kesembuhan.

Jemaat pun terus diajak untuk beriman dan memandang pada Yesus, maka Ia akan datang menjamah umat-Nya. Tuhan tidak akan mengabaikan mereka yang  sungguh-sungguh datang kepada-Nya. Pdt. Philip Suwandi kemudian memimpin jemaat untuk berdoa memohon pengampunan dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Setelah itu Pdt. Naftali Sianipar menyampaikan Firman Tuhan dari Lukas 5:12-13 “ Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.”

Tuhan Yesus yang telah mengorbankan diri-Nya, mati di kayu salib, tidak menyayangkan nyawa-Nya sendiri. Ia telah mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita. Apapun permasalahan kita, Tuhan akan menyelesaikan. Bagaimana kita dapat datang pada Yesus? Dengan iman. Sebab Tuhan tidak bisa menolak iman.

Firman Tuhan menuliskan seorang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus. Seorang yang penuh kusta datang pada Yesus, dia datang dengan iman dan keberanian untuk mendapatkan Tuhan Yesus. Bilamana kita datang dengan pergumulan seperti orang yang penuh kusta ini, datang dengan iman, Tuhan Yesus sanggup untuk menolong dan menyembuhkan.

Percayalah, datanglah pada Yesus, satu-satunya Penolong dalam hidup ini. Dia tidak pernah sekalipun menolak kita. Datanglah dengan memohon dan berharap bahwa Yesus satu-satunya yang dapat menolong dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang kusta itu. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, yang telah menebus dosa kita dan menanggung segala sakit penyakit kita. Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah dalam hidup kita.

Seketika itu juga orang kusta itu menjadi sembuh, sebab Tuhan Yesus tidak tahan untuk membiarkan kita menderita.

Mereka yang sakit kemudian diundang maju​ ke depan untuk didoakan dan doa pun dinaikkan. Bukan hanya untuk mereka yang hadir tetapi juga untuk mereka yang mengikuti acara KPPI ini melalui live streaming dan mujizat demi mujizat terjadi bahkan yang mengikuti acara KPPI melalui live streaming juga dijamah oleh Tuhan.  Ev. Ita Ratna, Pdt. Ani Situngkir, dan Pdt. Petrus Bayu menyaksikan mujizat kesembuhan yang terjadi. Mereka sembuh dari sakit jantung, lumpuh, sakit pada kaki, tumor pada dada disembuhkan. Juga mereka yang alergi, vertigo, sesak nafas, stroke, dan masih banyak lagi.

Kesaksian kesembuhan juga datang dari mereka yang mengikuti acara KPPI secara live streaming. Seorang ibu di Medan yang sedang mengalami sesak nafas, merasakan kelegaan saat didoakan. Seorang pemuda di kota Palu juga mengalami kesembuhan dari sesak nafas sehingga dapat melompat-lompat. Seorang ibu yang sakit pada pinggangnya akibat batu ginjal, setelah didoakan mengalami sakitnya hilang dan benjolannya pun lenyap.

Setelah itu, Pdt. Joseph Batubara mengajak setiap orang yang mau menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan maju ke depan untuk didoakan. Maka, serombongan jiwa-jiwa pun, tua dan muda, datang kepada Tuhan, menyerahkan hidup mereka untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan Yesus tetap sama baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.

Kebaktian ini diakhir dengan pesan agar semua yang hadir dapat kembali ke gereja masing-masing menjadi berkat di sana.