Evarani Margaretha Hasibuan : Sembuh Sakit Dada di KPPI Jakarta 18 Juli 2019.

Satu tahun yang lalu, saat Eva sedang bermain petak umpet dengan temannya dan dia ada dalam posisi sebagai penjaga, tiba-tiba dia didorong temannya yang membuat dadanya terbentur tembok yang ada dihadapannya. Tiga hari kemudian, dadanya terasa sakit dan suaranya menjadi pelan.

Tusani Lubis, ibu dari Eva, mengajaknya ke dokter. Dokter mengatakan bahwa ada pembengkakan pada otot-otot pernafasan di dalam dada Eva akibat benturan yang dialaminya. Hal ini membuat Eva sulit melakukan aktivitas yang berat dan bersuara lantang.

Saat sakit, Eva merasa dadanya tertekan seperti ditusuk pisau. Kalau kelelahan atau lari terlalu lama, maka dadanya langsung terasa sakit.  Setiap kali dia bersuara keras, dadanya selalu sakit dan tenggorokannya langsung terasa perih.

Untuk mengurangi rasa sakit pada dadanya, dia harus minum obat.

Suatu kali sewaktu upacara bendera di sekolah, dia bertugas membacakan janji siswa. Tapi suaranya tidak bisa kencang. Guru menyuruhnya agar bersuara lebih kencang. Tapi tiba-tiba suaranya hilang.

Pada suatu hari, seorang hamba Tuhan datang ke rumahnya dan mengajaknya datang ke KPPI. Dia pun datang ke KPPI. Kondisi dadanya  masih terasa sangat sakit.

Dalam sesi doa kesembuhan di KPPI, Tuhan Yesus menyembuhkan Eva. Puji Tuhan!
Dia sudah dapat berbicara dengan lantang. Bahkan dapat berteriak, ” Haleluya. Puji Tuhan. Tuhan Yesus baik. Saya sudah sembuh.”

Eva bersyukur sekali atas mujizat yang diterimanya. Dia mau lebih dekat lagi dengan Tuhan, lebih bersyukur lagi dan akan menuruti perintah Tuhan .

Oleh bilur2 Nya kamu telah sembuh (1 Petrus 2: 24b).

Sugianto: Sembuh Nyeri Perut 10 Bulan dan Tuli Telinga Kiri di KPPI 15 Agustus 2019

Dari bulan November 2018 hingga bulan Agustus 2019, selama 10 bulan Sugianto mengalami rasa nyeri yang hebat pada perut yang terus menerus tanpa henti. Sepanjang hari rasa sakit akan dirasakan dan mengakibatkan rasa sesak. Selera makan hilang dan selalu terasa mual. Perut seperti diremas-remas dan terasa sakit. 

Karena sakit yang dia rasakan ia bahkan tidak dapat bekerja seperti biasa. Ia begitu menderita dan kehilangan nafsu makan, sehingga berat badan turun hingga 9 kg. Ia  mengkonsumsi obat terus dan efek  setelah 3 bulan adalah terjadi masalah pada pendengarannya, telinga kirinya menjadi tuli. 

Ia telah berobat ke mana-mana untuk kesembuhannya. Dokter yang menanganinya menyarankan melakukan berbagai pemeriksaan dan test darah, seperti endoskopi, juga memeriksa jantung, paru-paru, bahkan mengecek apakah ada masalah di usus besar. Tetapi semua hasil dinyatakan bagus. Rasa nyeri tidak kunjung hilang.

Hingga suatu hari salah seorang tim KPPI mengundang mereka untuk hadir di KPPI 15 Agustus 2019. Ia segera menyetujuinya dan berantusias hadir dengan harapan akan memperoleh kesembuhan.

Sepanjang kebaktian hatinya begitu terharu dan merasakan hadirat Tuhan. Air matanya mengalir tanpa henti. Tanpa disadari rasa sakit pada perutnya juga mulai berkurang. Saat ada panggilan dari hamba Tuhan untuk maju bagi yang bermasalah pada pendengaran, maka iapun maju. Puji Tuhan, pendengarannya pulih dan normal. Demikian juga dengan perutnya tidak lagi merasa nyeri. Seluruh rasa sakitnya hilang. Sepulang dari KPPI seharusnya dia harus kontrol dokter kembali , tapi karena seluruh tubuhnya sudah pulih dia memutuskan tidak meneruskan ke dokter. Sampai hari ini tubuhnya pulih dan normal,bahkan sudah dapat beraktivitas seperti dahulu. Dia sudah kembali bekerja. Puji Tuhan. Ajaib pekerjaanNya. 

 

Linda Wanggai : Sembuh Sakit pada Tulang Ekor di KPPI Jakarta 18 Juli 2019

Linda Wanggai datang dari desa Ambai, kab. kepulauan Yapen di Papua.

Setahun yang lalu, dia jatuh saat mau turun setelah selesai bekerja di kebun. Akibat jatuh, tulang ekor nya terasa sangat sakit sekali.

Setelah sampai di rumah, dia mandi dan mengurut bagian yang sakit dengan air panas. Keesokan harinya, dia pergi ke rumah sakit. Dia memberitahukan kepada dokter bahwa dia jatuh yang membuat tulang ekor nya terasa sakit. 

Dokter memberikan obat.  Setiap pagi dia minum obat itu, tapi rasa sakitnya tidak kunjung hilang. Bahkan, semakin sakit. Setiap kali mengangkat barang dan saat mau tidur, tulang ekornya terasa sakit.  Dia pun tidak bisa melompat, duduk dan membungkuk.

Dalam perjalanan dari Serui ke Jakarta untuk menghadiri acara wisuda anak laki-lakinya, ia masih merasa sakit. Tiba di Jakarta, kondisinya tetap sakit.

Namun kasih dan belas kasihan Tuhan besar bagi umatNya. Ibu Linda mendengar dari seorang hamba Tuhan tentang KPPI dimana ada doa kesembuhan bagi orang yang sakit. Dia putuskan untuk datang ke KPPI.

Sesudah didoakan di KPPI, dia sudah bisa lompat-lompat, duduk dan membungkuk. Dia sudah menerima kesembuhan dari tangan Tuhan.

Beri kemuliaan bagi Tuhan Yesus.

DisampaikanNya FirmanNya dan disembuhkanNya mereka (Mazmur 107:20 a).

Siane: Sembuh Nyeri Kaki Selama 4 Tahun di KPPI Jakarta 18 Juli 2019

Ibu Siane, di usia yang sudah tidak muda ia tetap aktif bekerja di salah satu perusahaan konveksi pakaian di Bogor. Awalnya ia ditempatkan di bagian Sewing dan masih bisa duduk saat bekerja.  Tapi pada tahun 2015 ia dipindahkan ke bagian Finishing yang mengharuskan berdiri dari pagi sampai sore dan tidak diperbolehkan duduk sama sekali kecuali jam istirahat.  Hal ini mengakibatkan rasa  nyeri yang sangat di kedua kakinya. Setiap kali pulang bekerja ia selalu merasakan rasa nyeri sampai ke tulang-tulangnya. Hal ini  terus berlangsung hingga tahun 2019. Rasa sakit dan penderitaan dirasakan selama 4 tahun. 

 

Selama dia sakit hanya satu kali ia ke dokter di tahun 2015 untuk memeriksakan kakinya. Dokter menyatakan bahwa nyeri disebabkan karena kelelahan berdiri terus menerus sepanjang hari dan usianya yang sudah tidak muda lagi. Ia diberikan obat penahan nyeri. Rasa sakit berkurang tapi setelah obat habis maka rasa sakit kembali muncul.  Untuk meredakan sakit ia hanya minta dipijit atau diurut.

 

Hingga suatu hari ia mendapat undangan untuk menghadiri KPPI pada tanggal 18 Juli 2019. Ia pun datang ke KPPI dalam kondisi sakit.   Di sepanjang kebaktian rasa sakit sudah terasa berkurang. 

 

Waktu didoakan  semua rasa sakitnya hilang. Sejak didoakan sampai saat ini  sudah tidak ada rasa sakit lagi. Dia juga sudah tidak pernah minum obat lagi. Sekalipun masih harus berdiri sepanjang hari tidak ada lagi rasa sakit dirasakan. Tuhan telah menyembuhkan dengan sempurna. Ajaib Tuhan. 

Ivan LS Simen : Sembuh Dari Gangguan Penglihatan Karena Patah Tulang Pipi – KPPI 8 November 2018

Pada tanggal 30 Juli 2018 Bapak Ivan LS Simen mengalami kecelakaan yang cukup hebat saat mengendarai motor yang menyebabkan dia tidak sadar dan koma, dirawat di ICU selama 1 minggu.

Saat ia sadar, ia menemukan bahwa  mata kirinya tidak dapat melihat dengan jelas. Hasil CT Scan menyatakan bahwa beberapa bagian tulang pipi di bagian kiri wajahnya patah dan mengakitbatkan gangguan pada penglihatannya. Mata kirinya tidak lagi bisa fokus saat melihat.

Dokter mengatakan bahwa satu-satunya jalan adalah menjalani operasi untuk menyembuhkan penglihatannya. Tetapi ia tidak memiliki keberanian melakukannya karena itu adalah operasi besar yang memakan waktu 6 jam.  Dokter juga mengatakan bahwa operasi itu akan meliputi kepala, di bawah mata dan di dalam mulut. Ia memutuskan tidak menjalani operasi tersebut. Ia meninggalkan Rumah Sakit keesokan harinya dan memilih untuk rawat jalan saja.

Pernah datang juga tawaran penyembuhan melalui seorang dukun yang menyembuhkan dengan cara mengusap bagian yang sakit, tapi ia menolak tawaran ini.

Mata sebelah kiri benar-benar sakit karena tidak bisa fokus. Akibatnya ia  menjadi takut mengendarai mobil karena benda yang dilihat nampak banyak. Semua terlihat banyak. Akhirnya dia memaksakan diri menyupir dengan cara menutup salah satu matanya dengan kaca mata hitam, tapi hal ini tidak bertahan lama dan harus berhenti.

Selain itu penderitaan yang dirasakan adalah air mata yang keluar terus dari mata kirinya sehingga sangat mengganggu. Ada kalanya di tengah-tengah suatu pembicaraan maka air mata mengalir begitu saja tanpa terkendali terus-menerus.

Bagian pipi kirinya yang mengalami patah pada beberapa titik juga terasa sangat sakit. Bila tidur maka tidak bisa miring ke kiri karena akan mengenai bagian pipi yang sakit.

Ia sangat tersiksa dengan penyakit mata yang dideritanya. Setiap kali membaca maka ia harus menutup sebelah matanya. Itupun tidak dapat berlangsung lama karena akan terasa sangat pusing.

Tiga bulan kemudian seorang hamba Tuhan mengunjunginya ke rumahnya dan memberikan undangan KPPI. Akhirnya ia menghadiri KPPI pada hari Kamis, 8  November 2018.   Setelah didoakan mujizat terjadi padanya. Rasa sakit pada pipi kirinya hilang, bahkan dia dapat melihat dengan jelas dan normal. Mata yang tadinya sulit melihat dan terus-menerus mengeluarkan air mata sudah sembuh dan normal. Ia dapat membaca dengan normal, juga mengendarai mobil tanpa rasa takut lagi karena mata kirinya sudah normal. Puji Tuhan atas mujizat yang telah Tuhan kerjakan atasnya. Segala hormat hanya bagi Tuhan.

Film kesaksian kesembuhan kisah ini dapat disaksikan di sini:

Martince Mebri : Disembuhkan Dari Nyeri Dada di KPPI 8 Februari 2018

Martince Mebri berasal dari Jayapura, Papua.  Dia mengalami sakit nyeri pada dada sejak Januari 2017. Rasa sakitnya luar biasa. Dadanya seperti ditikam dan menembus hingga ke punggungnya. Akibatnya dia hanya bisa berbaring di tempat tidur, dan akan ditambah dengan sakit kepala. Karena takut untuk pergi ke dokter maka dia hanya meminum obat penahan sakit yang membuatnya ketergantungan terhadap obat tersebut. Karena jika obat habis maka sakitnya akan kambuh lagi. Ia begitu menderita karena sakitnya.

Pada bulan Januari  2018 dia berlibur ke Jakarta dalam kondisi sakit. Di Jakarta sakitnya menjadi semakin parah. Dia hanya bisa berbaring dari pagi hingga merasa lebih baik dan barulah dapat bangun. Pada suatu hari, saat sedang berisitirahat,  beberapa orang hamba Tuhan dari tim KPPI Jakarta menghampiri dan memberikan undangan KPPI. Dia sangat gembira memperoleh undangan tersebut. Iman dan pengharapannya dibangkitkan.

Meski kondisi tubuhnya masih sakit, dia bertekad menghadiri KPPI di Gedung Advent pada tanggal 8 Februari 2018. Tetapi setelah didoakan, dia merasakan tubuhnya seperti dibebaskan dari semua beban dan kesakitan yang dia rasakan. Seluruh rasa nyeri pada dadanya lenyap. Tuhan sudah menyembuhkan. Terpujilah Tuhan.

Kim An : Sembuh Dari Asam Urat, Tangan Tidak Bisa Diangkat di KPPI 25 Januari 2018

Berikut adalah kisah kesembuhan yang dialami bapak Kim An yang berusia 62 tahun. Ia tinggal bersama anak lelakinya yang memiliki usaha service AC. Ia cukup giat membantu anaknya dalam usahanya. Sampai suatu hari pada bulan Januari 2018 dia merasakan tangan kanannya terasa sakit sehingga sulit untuk diangkat. Setelah dia memeriksakan dirinya ke dokter maka dinyatakan bahwa dia menderita sakit asam urat. Ia tidak dapat menggunakan tangan kanan dan hanya bergantung kepada tangan kiri untuk beraktivitas.

Ia terus meminum obat tapi tidak kunjung ada kesembuhan di tangannya. Suatu hari ia diundang menghadiri KPPI. Dia pun hadir dengan pengharapan akan mengalami kesembuhan. Ia hadir di KPPI pada tanggal 25 Januari 2018. Tuhan menjawab doa dan kerinduannya. Saat didoakan dia merasakan semua sakitnya hilang dan dia dapat mengangkat tangan kanannya dengan mudah. Tuhan sudah menyembuhkannya.

Ia sangat bersykur atas kesembuhan yang diterimanya. Ia telah membantu kembali usaha anaknya karena tangan kanannya sudah sehat dan normal.

Irma Fitri Tambunan : Sembuh Dari Maag Akut di KPPI 25 Januari 2018

Berikut adalah kesaksian kesembuhan yang terjadi pada Irma Fitri Tambunan. Pada awal bulan Maret 2017 ia mengalami rasa mual dan buang air berulang kali sampai tidak terhitung. Karena obat yang diberikan tidak juga memberi kesembuhan, sedangkan tubuhnya semakin lemah, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit. Di sana ia tetap memaksakan diri untuk pulang ke rumah. Ia didiagnosa menderita sakit maag akut.

Sakit pada lambungnya sangat menyiksa dan tidak tertahankan. Maag yang dialami sering sekali kambuh. Setiap ada masalah maka selalu kambuh. Selama 1 tahun sakit maag maka berat badannya turun hingga  5 kg. Ia sangat bergantung kepada obat untuk menghilangkan rasa sakit pada perutnya.

Pada suatu hari dalam kondisi sakit ia tanpa sengaja menemukan informasi mengenai sebuah kebaktian kesembuhan di Facebook, yang membuatnya penuh rasa ingin tahu. Kebaktian itu adalah KPPI Jakarta. Lalu ia menghubungi tim KPPI minta untuk didoakan sakitnya. Kemudian ia diundang untuk hadir di KPPI.

Maka pada hari Kamis, 25 Januari 2018, akhirnya ia hadir di KPPI yang diadakan di Gedung Pertemuan Advent, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Saat itu ia datang dalam kondisi sakit. Namun Tuhan mendengar doa dan seruannya. Setelah didoakan rasa sakit pada lambungnya lenyap. Saat ini ia tidak lagi merasakan penderitaan karena sakit maag akut nya sudah disembuhkan.

Diah : Sembuh Dari Asam Urat 3 Tahun di KPPI 22 November 2018

Diah mengalami sakit asam urat dari tahun 2015 sampai 2018. Penderitaan dirasakannya setiap hari selama bertahun-tahun. Kakinya terasa sakit, ngilu dan keram. Kalau jongkok, naik dan turun tangga, ia merasa kesakitan.

Pada suatu hari, dia pergi ke dokter. Dokter mengatakan bahwa dia menderita sakit asam urat yang gejala-gejalanya adalah :

  • Nyeri sendi yang intens pada jempol, siku, lutut, pergelangan kaki dan jari tangan.
  • Rasa tak nyaman di sekitar persendian.
  • Sendi bengkak, lunak, hangat dan kemerahan.
  • Gerak tubuh jadi terbatas.

Dokter memberikan obat yang harus diminumnya setiap hari, tapi kakinya masih sakit. Dia tidak bisa berjalan. Tuhan memperhatikan penderitaannya dan mengutus hambaNya. Waktu dia sedang jualan bensin di kios nya, datanglah seorang Hamba Tuhan yang mengundangnya ke KPPI.

Diah hadir dalam acara KPPI pada 22 November 2018. Saat didoakan di KPPI, Diah menerima mujizat kesembuhan ! Tuhan Yesus menyembuhkan Diah. Haleluya. Sekarang, dia sudah dapat jongkok, berdiri dan naik turun tangga tanpa merasa sakit lagi.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus !

Pada tanggal 9 November 2019, Diah pergi ke dokter untuk periksa asam urat. Hasilnya normal. Puji Tuhan ! Diah bersyukur kepada Tuhan.

“Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dlm kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91: 15).

Nicholas Luangkali : Sembuh Dari Sulit Berjalan 1 Tahun di KPPI di Lapangan POLDA Naikoten I Kupang – NTT, 16 Juni 2006

Kupang yang merupakan kota terbesar di Nusa Tenggara Timur menjadi saksi dari kuasa Tuhan yang dicurahkan dengan luar biasa dalam Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang diadakan di lapangan POLDA Naikoten I pada tanggal 15 sampai 17 Juni 2006. 

Kebaktian ini merekam berbagai kisah mujizat yang menakjubkan atas banyak orang yang mengalami kesembuhan. Salah satunya terjadi pada Nicholas Luangkali yang datang dari Maluku.

Nicholas Luangkali mengalami kelumpuhan pada ke dua kakinya karena tekanan darahnya mencapai 200/ 100 dan tidak kunjung menjadi normal, walaupun dia telah minum obat selama 7 bulan. 

Waktu kakinya sakit, dia harus mengangkat kaki kirinya dengan menggunakan kedua tangannya untuk ditumpangkan ke kaki kanannya.   Jika dia ingin berjalan, maka anak laki-lakinya harus membopongnya. Dia harus berjalan pelan-pelan dan tertatih – tatih.

Pada saat  bersama Yongki Luangkali, anak laki-lakinya, ia hadir dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diadakan oleh Pendeta John Hartman dari Jakarta, dia mendengar info yang disampaikan oleh Pendeta Tommy Hanas tentang KPPI yang akan diadakan di lapangan POLDA Naikoten, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 – 17 Juni 2006. 

Dalam keadaan ayahnya sulit berjalan, Yongki membawa ayahnya berangkat dari Ambon ke Kupang untuk mencari kesembuhan atas penyakit yang dialami ayahnya.

Pada hari ke dua KPPI, yaitu pada tanggal 16 Juni 2006, mereka naik sepeda motor ke lapangan POLDA Naikoten I. Yongki membopong ayahnya.

Hujan yang sangat lebat mengguyur orang-orang yang telah berkumpul di lapangan terbuka. Bahkan, listrikpun padam. Tapi, hujan dan listrik yang padam tidak dapat menghentikan mereka  memuji Tuhan. Semua Hamba Tuhan, paduan suara dan pemimpin pujian terus memuji Tuhan !

SUATU PERJUANGAN IMAN YANG TIDAK MUDAH !  PERJUANGAN IMAN MENUJU KEMENANGAN !

Di tengah-tengah hujan, pemimpin pujian berkata dengan suara lantang, “Jangan ada yang beranjak. Kalau sampai ada yang beranjak dari tempat ini, berarti saudara kalah pada malam hari ini. Kita harus buktikan bahwa kita punya Tuhan yang bisa memenangkan kita. Amin. Kami percaya kepadaMu. Malam ini kami akan buktikan kepada dunia dan kami ingin buktikan kepada semua orang bahwa Tuhan Yesus yang kami percayai adalah Allah yang memiliki kuasa. Allah yang sanggup melakukan mujizat-mujizat yang besar.”

Sekitar 3000 orang tetap bertahan di lapangan, sekalipun tubuh mereka basah kuyup tertimpa hujan. Mereka berjuang dalam iman dan Tuhan Yesus memperhitungkan iman mereka. 

Pada saat lagu ‘Yesus Malole’ (yang artinya Yesus baik bagi saya) dinyanyikan, Nicholas menyerahkan hidupnya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dia merasakan hadirat dan lawatan Tuhan pada saat itu. Air matanya mengalir, karena dia dijamah oleh Tuhan. Anak lelakinya masih memegang tangannya, karena kuatir dia kurang kuat.

Puji Tuhan ! Kuasa Roh Kudus mengalir padanya. Dia merasakan kuasa Tuhan mengalir dalam tubuhnya. Penyakitnya seperti diangkat. Tiba-tiba dia mengalami kekuatan. Kekuatan Roh Kudus mendorong dia yang langsung lari ke depan pada saat Pendeta Jacob Sumbayak berkata, “Saat ini, Dia menjamah beberapa dari engkau dan disembuhkanNya langsung pada saat ini. Saya percaya. Siapa yang sudah dijamah dan disembuhkan Tuhan saat ini, saudara angkat ke dua belah tangan saudara.”

Anaknya terheran-heran melihat dia sembuh. Karena, tiba-tiba dia bisa berlari. Padahal sebelumnya dia tidak kuat. Harus dipegangi. Sekarang, dia bisa menggerakkan kakinya yang selama 1 tahun  tidak bisa digerakkan.  

“Malam hari ini kesembuhan terjadi pada kaki saya. Saya sudah disembuhkan,” kata Nicholas saat bersaksi  tentang kesembuhannya. Dia sangat bersyukur, karena dia telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus.

Satu hari sesudah disembuhkan, dia sudah dapat berlari, melompat dan naik tangga tanpa dibopong lagi.