KPPI Kerjasama Dengan GPdI Filadelfia, Tambun, Bekasi, 17 November 2019

Puji Tuhan  telah berlangsung Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) Kerjasama dengan Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Filadelfia, yang digembalakan oleh Pendeta Daniel Afri Budi Siswanto, S.Pd, bertempat di Jl. Baru Kompas No.209, Tambun, Kec. Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 17 November 2019.

 

Penyelenggaraan KPPI kerjasama ini dilakukan oleh pengerja dan kaum muda. Melalui KPPI ini anak-anak muda dan pengerja gereja (GPdI) Filadelfia semakin dibangkitkan.

 

Puji-pujian dinaikkan dengan gembira. Jemaat terus berdatangan.  Ada yang datang dalam keadaan lumpuh, sakit pinggang dan berbagai penyakit lainnya. 

 

Sebuah tayangan video kesaksian kesembuhan di KPPI diputar, mengenai seorang bapak yang disembuhkan dari sakit di bagian perut dan tuli telinga kiri selama 9 bulan. 

 

Firman Tuhan di sampaikan oleh Bpk. Lindu Nainggolan (Tim KPPI Jakarta), diambil dari Matius 14:22-32 tentang Yesus berjalan diatas air. Disampaikan bahwa kita harus beriman dan percaya kepada Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan asalkan kita percaya. Para jemaat yang hadir dibawa untuk percaya secara pribadi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat.

 

Menjelang doa kesembuhan, disampaikan Firman Tuhan oleh Pdt. Ibu Adelina Silalahi (KPPI Jakarta) diambil dari Markus 10: 46 – 52 tentang Yesus menyembuhkan Bartimeus. Seluruh jemaat khususnya yang sakit semakin antusias beriman saat Firman diberitakan. 

 

Setelah itu setiap yang sakit diminta maju ke depan untuk didoakan. Sebelumnya tim HMC dipanggil terlebih dahulu maju ke depan. Mereka yang sakit kemudian didoakan oleh tim HMC. Semua berdoa dengan penuh semangat dan beriman. Puji Tuhan. Tuhan melawat mereka yang sakit dan disembuhkan.

 

Ibadah diakhiri dengan doa penutup dan doa berkat yang dipimpin oleh Pdt. Timotius Dewanto dari tim KPPI. Bersyukur untuk lawatan Tuhan dalam KPPI kerjasama dengan GPdI Filadeldia.  Semua yang hadir merasakan berkat Tuhan.

Saat berlangsung training HMC (Healing Ministry Course) bagi para konselor . Bapak gembala, Pdt. Daniel Afri Budi Siswanto, S.Pd (baju merah) ikut memperhatikan penjelasan yang disampaikan.

Bpk. Lindu Nainggolan (Tim KPPI Jakarta) sedang menyampaikan Firman Tuhan

Para pendoa mendoakan yang sakit satu-persatu dengan penuh kesungguhan

Seorang ibu yang mengalami sakit kaki dan sulit diangkat atau digerakkan disembuhkan

KPPI Kerjasama dengan Gereja GKRI Jemaat Haleluyah, Minggu 27 Oktober 2019

Pada  hari Minggu, 27 Oktober 2019 telah berlangsung KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Kerjasama dengan GKRI Haleluyah yang bertempat di  Jl. Anggrek I No.10, RT.3/RW.9, Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan digembalakan oleh Pdt. Lerweik Naat,  S.Th.  ]MA.

Jemaat diajak memuji Tuhan dan kemudian menyaksikan film kesaksian kesembuhan yang terjadi di KPPI. Semua dibawa untuk sungguh-sungguh berharap dan  percaya kepada Tuhan. 

Pdt. Togu Hasiholan membawakan Firman Tuhan 

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Togu Hasiholan (KPPI Jakarta). Disampaikan bahwa apapun masalah, pergumulan dan sakit penyakit kita walaupun sudah bertahun-tahun, Tuhan sanggup melepaskannya.   Lebih dari sakit penyakit dan pergumulan masalah hidup , maka yang terlebih penting adalah datang kepada Tuhan. Jika memiliki iman kepada Tuhan maka sesungguhnya segala masalah kehidupan menjadi kecil dihadapan Tuhan. 

Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Sejak di sekolah minggu sudah disampaikan  bahwa hanya melalui Yesus kita menerima keselamatan. Tidak ada jalan lain dan nama lain selain Yesus Kristus. Jika keselamatan Tuhan mau berikan kepada kita apalagi kesembuhan dan masalah kita Tuhan pasti selesaikan. Sekarang apakah kita mau membuang kekuatiran kita tentang sakit penyakit dan masalah hidup kita? Kadangkala kita lupa ada Tuhan yang sanggup menolong kita, ketika masalah dan sakit penyakit datang kita bukan mencari Tuhan tetapi orang lain. Datanglah kepada Tuhan, buanglah kekuatiran kita. Ketika kita datang sungguh-sungguh kepada Tuhan maka disitulah pintu gerbang kesembuhan bagi kita, mujizat disediakan bagi kita. 

Hanya Yesus yang menjadi jawaban dan jalan keluar bagi hidup kita. Tuhan tidak pernah merencanakan yang buruk dalam hidup kita tetapi semua baik. 

Firman Tuhan dilanjutkan dari Markus 10:46-52 tentang Bartimeus, seorang pengemis buta yang disembuhkan  Tuhan Yesus. Tanpa henti ia berseru kepada Tuhan Yesus, ,” Yesus Anak Daud kasihanilah aku.”  Untuk suatu mujizat ia berseru kepada Yesus meski banyak orang menyuruh dia diam.

Yesus berhenti dan bertanya kepada Bartimeus apa yang dia inginkan. Seperti Bartimeus, maka kita juga bisa berseru kepada Yesus. Yesus sanggup melakukan mujizat dalam hidup kita. Mungkin kita tidak punya uang, mengalami sakit dan berbagai masalah dalam hidup. Tuhan sanggup melakukan mujizat bagi hidupmu. 

Berdoa bersama-sama bagi yang sakit

Mereka yang menderita berbagai sakit diminta maju ke depan untuk didoakan, Doa kesembuhan dinaikkan terlebih dahulu  bersama-sama dan barulah para konselor mendekati dan mendoakan yang sakit satu persatu.  Tuhan menjawab doa dan menyembuhkan.

Menyaksikan kesembuhan yang dialami setelah didoakan

Ibadah ditutup dengan ajakan untuk menyerahkan hidup melayani Tuhan. 

KPPI Kerja Sama dengan GBDI Anugerah Jakarta, 3 Oktober 2019

Jemaat berdatangan termasuk mereka yang sakit

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, telah berlangsung KPPI kerjasama dengan gereja GBDI Anugerah yang bertempat di Jl. Tangki Lio Timur no 62 Mangga Besar, Jakarta, yang digembalakan oleh Ibu Pdt. Maria Magdalena. Sudah beberapa kali di tempat ini diadakan KPPI pada tahun-tahun yang lalu.

Ibadah berlangsung pada  hari Kamis tanggal 3 Okt 2019. Pemimpin Pujian mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk memuji Tuhan. Doa pembukaan dipimpin oleh Bpk Pdt. Benny, berdoa supaya kuasa Tuhan yang bekerja bagi setiap umat yang hadir. Pujian dan penyembahan  terus dinaikkan. Seluruh jemaat terlihat bersukacita dan bersemangat memuji Tuhan.

Sebuah film kesaksian kesembuhan ditayangkan mengenai seorang bapak yang disembuhkan Tuhan dari telinga kiri yang kurang bisa mendengar, sakit perut dan sesak napas selama sepuluh bulan dan menyebabkan dia tidak dapat bekerja.  Jemaat terus dibawa untuk datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bahwa Tuhan tahu apa yang terjadi dalam setiap kehidupan kita dan supaya tetap percaya kepada janji FirmanNya.  Ia sanggup memberikan kesembuhan dan keselamatan bagi kita. 

Pdt. Simon Wagner menyampaikan Firman Tuhan

Hamba Tuhan, Pdt. Simon Wagner (tim KPPI Jakarta) menyampaikan  Firman Tuhan diambil dari Markus 4:35-41 tentang  angin ribut diredakan.  Ketika angin ribut itu datang, murid murid Yesus ketakutan dan panik sementara Yesus sedang teridur di dalam perahu itu. Sehingga mereka membangunkan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kami binasa?” Ini sebenarnya suatu perkataan yang tidak sopan, yang dikatakan oleh murid Yesus. Ini tanda bahwa murid-murid tidak percaya bahwa ada Tuhan Yesus. 

Dalam kehidupan yang kita alami mungkin sepertinya biasa-biasa saja dan aman aman saja, tapi pada suatu saat datang badai dalam kehidupan kita. Ketika kita sakit dan dokter menvonis kita tidak bisa disembuhkan,  usia kita tidak akan lama lagi, maka apa yang dapat kita lakukan? Jangan takut dan kuatir karena ada Tuhan Yesus beserta kita. Kalau kita takut dan kuatir artinya kita tidak percaya kepada Tuhan Yesus. 

Kasih Allah Bapa kepada manusia sangat besar, karena itu Dia mengutus anakNya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus untuk datang ke dunia ini, seperti dituliskan di  Yohanes 3:16. Dia mau mati di kayu salib menanggung semua dosa  untuk memberikan keselamatan bagi kita, dan oleh bilur bilur Nya segala sakit penyakit kita disembuhkan. Karena itu bergembiralah karena Tuhan (Mazmur 37:4), karena dosa kita sudah diampuni. Datanglah kepada Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus sangat mengasihi kita dan hendaklah kita menomor-satukan Tuhan dalam hidup kita. Seluruh jemaat diajak menerima Tuhan Yesus di dalam hatinya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.  Seluruh yang hadir bangkit berdiri dan mengikuti doa Terima Tuhan Yesus. 

Firman Tuhan dilanjutkan dari Matius 9:20 tentang seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Dalam kondisi tubuh yang lemah karena sudah lama sakit dia memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus. Sehingga walaupun dia tidak bisa bertemu langsung dengan Yesus di tengah kerumunan orang banyak,  dia tetap berusaha mendekati Yesus sambil berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jumbai jubahNya maka aku akan sembuh”. Ini merupakan perkataan iman. Apakah saudara semua yang hadir memiliki iman? Percayalah Tuhan beserta kita dan Tuhan Yesus sanggup memberikan kesembuhan buat segala sakit penyakit kita. 

Para konselor siap berdoa bagi yang sakit

Kemudian hamba Tuhan memanggil semua murid murid HMC untuk maju ke depan, demikian juga semua jemaat yang sakit.  Doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Simon Wagner,   Pdt. Rudy Ang dan perwakilan dari GBDI Anugerah. Para  konselselor mendoakan satu persatu mereka yang sakit. Semua berdoa dengan sungguh-sungguh. Tuhan melakukan mujizat kesembuhan. Mereka disembuhkan dari sakit sesak napas, kaki yang ngilu, darah tinggi, tangan kanan tidak bisa ditekuk, stroke, syaraf kejepit, dan sulit berbicara. Kesembuhan pada malam hari ini benar benar luar biasa. Yang tadinya datang memakai tongkat sekarang tidak perlu memakai tongkat lagi dan yang tadinya datang pakai kursi roda sekarang sudah bisa mendorong kursi rodanya. Halleluya. Puji Tuhan Ini malam pembebasan bagi umatNya.

Setelah doa kesembuhan selesai, Pdt. Yudi Sinambela mengajak dan memanggil ke depan bagi jemaat yang rindu mau melayani Tuhan. Mereka semua mengikuti doa yang dinaikan dan rindu melayani Tuhan.

Pdt. Yudi Sinambela berdoa bagi mereka yang menyerahkan hidup melayani Tuhan

Ibadah diakhir dengan menaikan pujian. Seluruh jemaat tetap bersukacita menyanyikan pujian ini dilanjutkan dengan doa penutup dan doa berkat oleh ibu Gembala. Puji Tuhan untuk lawatan Tuhan pada malam hari ini, semua pulang dengan hati yang gembira dan penuh ucapan syukur kepada Tuhan.

Gembala GBDI Anugerah,  Ibu Pdt. Maria Magdalena, berfoto bersama konselor dan tim KPPI

KPPI di Taman Kota Kaimana, Papua Barat, 22 Juni 2018

Sungguh mujizat acara ini dapat berlangsung.

Pukul 17.00 WIT, 3 tenda sudah siap dengan 100 kursi dan Layar yang di siapkan panitia dari Hamba-hamba Tuhan dan Sound system sudah siap yang di bantu dari komunitas anak muda “New Life” dari GPDP (Gereja Pantekosta Di Papua). Kami memutar lagu rohani, agar jemaat berdatangan ke taman kota.

Pukul 18.00 WIT, para jemaat sudah berdatangan ke taman kota, kami mainkan keybord lagu rohani. Kemudian kami putar film Facing the Giant selama 20 menit, Puji Tuhan jemaat mulai berdatangan, kursi sudah di penuhi dan tempat duduk di samping-samping taman kota juga sudah banyak orang.

Pukul 19.00 WIT kami mulai acara, terlihat ada truck yang mengangkut jemaat dari komplek DPR, ada sekitar 30 jemaat. Saudara Nico dan dua singers hanya dengan keybord, pemimpin pujian menyanyikan lagu pembuka “Hari ini hari yg telah dijadikan Tuhan”, mengajak semua jemaat yang hadir untuk dapat bersukacita.  Terlihat ada seorang ibu pakai daster sakit pada bagian kakinya datang dari arah pertokoan duduk di tempat pot besar, di sana ada 3 orang yang duduk. Beberapa hamba Tuhan juga sudah hadir, Saudara Nico mengajak Ibu Pdt.Dinar dari GPI Batu Penjuru untuk membuka Ibadah KPPI.

Jemaat dan hamba-hamba Tuhan dari berbagai gereja berdatangan, Imam Pujian melanjutkan pujian Hari Ini Kurasa Bahagia, dan dilanjutkan dengan lagu-lagu pengagungan pada Tuhan. Berikutnya Film Kesaksian KPPI tentang mujizat kesembuhan yang terjadi pada Ibu Vera Yuliana Tamaka Sembuh dari Nyeri lutut menahun. Lalu Film kesaksian KPPI Ibu Matilda dari kanker Payudara Sebelah Kiri. Saudara Nico mengajak jemaat menyiapkan hati untuk mendengarkan Firman Tuhan dan kemudian Selvi Wiguna mengajak semua jemaat memandang dengan Iman kepada Tuhan, bahwa Dia hadir di sini dan bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Ketika ditanyakan siapa yang datang dalam keadaan sakit dan punya banyak masalah maka bagi yang mengaku sedang mengalami hal tersebut, disampaikan untuk percaya saja kepada Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Saudara Selvi Wiguna membawakan Firman Tuhan dari Matius 9 : 18 – 26 “Perempuan yang sakit pendarahan“ dimana ada 2 mujizat yang Tuhan Yesus lakukan : Yesus menyembuhkan wanita sakit pendarahan 12 tahun dan membangkitkan anak kepala rumah ibadat yang mati.

Bahwa seorang kepala rumah ibadat tahu bagaimana caranya untuk meminta mujizat dari Tuhan yaitu dengan menyembah kepada Tuhan Yesus dan meminta Dia datang ke rumahnya dan meletakkan tanganNya atas anak perempuannya yang sudah mati. Dan Tuhan Yesus selalu mau untuk menolong, Dia bangun dan pergi ke rumah kepada rumah ibadat bersama dengan murid-muridNya. Dalam perjalanan ada seorang perempuan sudah 12th sakit pendarahan mendekati Yesus dan menjamah jubai jubahNya. Dengan kondisinya yang sakit, dengan segala cara perempuan ini dapat mendekati Yesus dan menjamah dari yang paling bawah dari pakaian Yesus. Iman perempuan ini menggerakannya untuk dapat dapat menjamah jubah Yesus. Dan Tuhan Yesus mengetahui akan hal itu dan saat itu juga sembuhlah sakit pendarahannya.  Setibanya di rumah kepala rumah ibadah, Yesus hanya mengatakan bahwa anak ini tidak mati tetapi tertidur meskipun orang disekitarnya yaitu peniup-peniup seruling dan orang banyak saat itu tidak percaya, bahkan menertawakan Dia dan mereka di usir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu maka bangkitlah anak yang mati itu.

Meski keliatannya mustahil bagi kita menjadi sembuh, atau mustahil permasalahanku dapat selesai bahkan sudah tidak percaya kepada Tuhan. Dengarlah kita punya Allah yang Hebat, Dia sanggup menyembuhkan sakit penyakit dan membangkitkan yang mati. Jika kita pandang ke atas, lihat ada bintang dan bulan, siapa yang menciptakannya ? Tuhan. Kita punya Tuhan yang hebat, yang dapat menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, yang dapat melakukan yang kita tidak bisa tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Mengajak semua jemaat yang hadir di taman kota dan yang mendengarkan suara ini, untuk dapat percaya kepada Tuhan Yesus, ada yang duduk di luar taman kota, ada yang berjualan di pinggir-pinggir taman kota, “ menyanyikan lagu mari masuk, mari masuk… “ dan mendoakan mereka untuk menerima Tuhan Yesus. Puji Tuhan ada 400 jiwa yang hadir.

Kemudian di lanjutkan oleh Saudara Dharta Adinatas, memberitakan Firman dari 1 Petrus 2 : 24

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,  supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Bahwa Tuhan Yesus sudah mati bagi kita diatas kayu salib untuk memikul dosa dan sakit penyakit kita di dalam TubuhNya dan oleh Bilur-bilurnya menjadi sembuh. Percaya pada Tuhan Yesus, pegang bagian Tubuh yang sakit dan beriman percaya menjadi sembuh.

Yang sakit bisa maju kedepan, ada 9 jiwa yang maju dan siapa yang punya masalah bisa maju kedepan ada 4 jiwa sakit dan punya permasalahan keluarga 5 jiwa. Saudara Dharta Adinatas dan Saudara Selvi Wiguna mendoakan yang sakit dari mimbar, kemudian Hamba-hamba Tuhan membantu mendoakan mendatangi jiwa-jiwa yang sakit dan didoakan. Singer menyanyikan Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil. Mereka yang maju sakit untuk didoakan beberapa mengalami sakit pada kaki, keram di bagian tangan dan TBC.

Puji Tuhan terjadi mujizat kesembuhan :

1.    Ibu Lince yang datang dalam kondisi sakit di bagian kaki karena kecelakaan, sekarang sudah sembuh bisa kuat berjalan.

2.    Ibu Alfince sakit keram seluruh badan, tangannya susah di gerakkan, tetapi malam ini tangan sudah bisa digerakkan dan tidak keram lagi.

3.    Berto sakit di bagian dada, setelah didoakan sudah tidak sakit lagi.

Selesai kesaksian, berdoa kembali bagi mereka yang sakit dan tidak mau maju kedepan agar mereka menerima jamahan dan mujizat Tuhan. Kemudian saudara Nico melanjutkan Pujian El-Shaddai, mengajak semua jemaat mengucapsyukur atas apa yang Tuhan kerjakan malam ini.

Saudara Selvi maju kembali untuk mendoakan siapa yang mau melayani Tuhan, Puji Tuhan ada 40 jiwa angkat tangan dan didoakan untuk dapat melayani Tuhan di manapun berada dan kembali ke gereja masing-masing.

Saudara Nico sebelum menutup Ibadah, menyanyikan pujian hormat bagi Allah bapa dan mengundang Bapak Pdt.Alfred Adilis (GKPB) Gereja Kristen Perjanjian Baru untuk menutup Ibadah KPPI malam hari ini.

Puji Tuhan….Haleluya…bersyukur untuk pekerjaan Tuhan di Kaimana

Ada sekitar 15 Hamba Tuhan dan 6 anak muda yang terlibat aktif di dalam persiapan KPPI. Semua senang dan bersukacita, terlihat semangat membawa jiwa datang ke KPPI dan melayani bersama.

KPPI Kerjasama dengan Gereja-gereja se-Kota Bengkulu, 29 Mei 2018

Haleluya, pada hari Selasa, 29 Mei 2018 diadakan Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang bekerjasama dengan gereja-gereja se-kota Bengkulu. Adapun gereja-gereja yang bekerjasama dalam KPPI ini adalah : GPdI Sion (Pdt Sulaiman), GPdI Haleluya (Pdt. Manulang), GKII Kemenangan (Ibu Pdt. Sihombing), GBI Bengkulu (Ibu Pdt Silaen), GPdI Elshadai (Ibu Pdt Purnamasari), GEKARI (Ibu Pdt Sriyati dan Pdt Bekti), GPIN (Pdt Untung), GBIS Kabupaten Ketahun (Pdt Andreas) dan GPdI Sukaraja (Pdt Sumule).

Hari yang dinantikan telah tiba. Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) dimulai pada pukul 16.15 dalam doa pembukaan yang dibawakan oleh Pdt.Edward Manulang (GPdI Haleluya). Dilanjutkan dengan puji-pujian dimana pemimpin pujian mengajak seluruh jemaat memuji Tuhan dengan sukacita. Dan semua jemaat dengan sungguh-sungguh memuji dan menyembah Tuhan.

Kemudian ditayangkan film kesaksian kesembuhan dari seorang ibu yang disembuhkan Tuhan dari sakit telinga di KPPI Banyuwangi. Saat film kesaksian kesembuhan ditayangkan maka jemaat menyaksikan dengan sungguh-sunguh dan iman mereka dibangkitkan.

Dan pemberitaan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Fairy Gultom (Tim KPPI Jakarta) yang menyampaikan firman Tuhan dari Markus 10:46-52 tentang Bartimeus yang disembuhkan Tuhan dari sakit Buta. Karena sakitnya ini maka Bartimeus sangat bergantung pada orang lain. Saat Tuhan Yesus lewat, dia mulai berseru-seru kepada Tuhan Yesus. Sekalipun ditegur oleh orang di sekitarnya agar dia diam, namun Bartimeus tetap berseru-seru memanggil Tuhan Yesus. Dia tetap beriman. Tuhan memandang akan iman dari pengemis yang buta ini, sehingga Tuhan Yesus menyembuhkan akan dia. Hamba Tuhan mengajak jemaat untuk memiliki iman kepada Tuhan, sebab mujizat hanya terjadi jikalau ada iman dalam hati kita. Hamba Tuhan mengajak jemaat untuk kembali sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, menerima Tuhan secara pribadi. Puji Tuhan, semua jemaat mau untuk percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hati mereka.

Selanjutnya Hamba Tuhan mengundang jemaat yang sakit untuk maju ke muka untuk didoakan oleh para hamba Tuhan yaitu Pdt. Soleman (GPdI Sion), Pdt. Edward Manulang (GPdI Haleluya), Ibu Pdt. Sriyati (Gekari), Pdt. Untung (GPIN), ibu Pdt. Silaen (GBI Bengkulu), Pdt. Andreas ( GBIS), ibu Pdt. Sari (GPdI Elshadai), Pdt. Sumule (GPdI Sukaraja) dan Ibu Pdt Sihombing (GKII Kemenangan). Dan para konselour juga maju ke muka untuk mendoakan jemaat yang sakit. Pada malam hari itu banyak jemaat yang maju ke muka dan beriman Tuhan sembuhkan mereka dari sakit penyakitnya. Puji Tuhan, Tuhan Yesus tidak berubah, Tuhan menyembuhkan jemaat yang sakit. Ada yang Tuhan sembuhkan dari sakit ginjal dimana saat datang ibu ini merasa menggigil, setelah didoakan maka sakitnya hilang, ada seorang bapak yang sudah 20 tahun menderita sakit pinggang akibat syaraf kejepit. Setelah didoakan oleh hamba Tuhan maka bapak ini dapat menggerakkan pinggangnya tanpa sakit. Ada juga seorang ibu yang sakit pada lambungnya dan Tuhan sembuhkan ibu ini. Seorang anak muda yang menderita menjolan di leher dimana sebelumnya lehernya kaku, tapi setelah didoakan lehernya tidak kaku dan benjolannya mengempes. Puji Tuhan. Dan pada malam hari itu Tuhan menyembuhkan juga seorang ibu yang sakit stroke, dan juga yang menderita sakit penyakit lainnya Tuhan sembuhkan.

 

Terpujilah Tuhan yang telah melakukan perkara besar di tengah-tengah umat yang dikasihiNya di Kota Bengkulu. Doa penutup di bawakan oleh Pdt.Soleman Maxy Geradus, M.Th. Pada malam hari itu para hamba Tuhan dan jemaat yang hadir di KPPI Kerjasama dengan gereja-gereja se-kota Bengkulu semua bersukacita melihat pekerjaan Tuhan yang dinyatakan di tengah-tengah mereka. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

KPPI GPKAI Reni Jaya 1 September 2017

Pada tanggal 1 September 2017 telah diadakan Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI), yang bekerjasama dengan GPKAI (Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia) Jemaat Reni Jaya, Tangerang Selatan, Banten, yang digembalakan oleh Pdt. Arnold Pasaribu, M.Th dan Ketua Majelis Pnt. Ir. Sudarmanto.

Ibadah dimulai pukul 17.00 WIB dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Ev. Andi Bagus Marentek. Dilanjutkan dengan pemutaran film kesaksian kesembuhan dari seorang ibu yang Tuhan sembuhkan dari sakit pada kedua lututnya di KPPI Sulawesi Utara.

Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Petrus Bayu (Tim KPPI) yang membawakan firman Tuhan dari Matius 10:29-31 dan Matius 6:26. Disampaikan bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan agar jemaat jangan khawatir akan kehidupannya, sebab kita lebih berharga dari burung pipit yang sangat diperhatikan Tuhan.

Tuhan punya rencana atas hidup kita dan Tuhan sangat mengasihi kita. Saat hamba Tuhan mengajak jemaat untuk percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka, maka banyak jemaat yang mau untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Sungguh senang dan bersyukur banyak jemaat yang mau menerima Tuhan sebagai Juruslamat dalam hidup mereka.

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Sara Yosiana (Tim KPPI) yang menyampaikan firman Tuhan dari Markus 5:25-29 tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Dijelaskan bahwa perempuan ini telah berulang kali diobati oleh berbagai tabib sampai habis semua hartanya, namun sama sekali tidak terjadi kesembuhan. Bahkan sebaliknya keadaannya semakin memburuk. Perempuan ini mendengar berita-berita tentang Yesus yang sanggup menyembuhkan segala penyakit dan dia menjadi percaya. Di tengah-tengah kerumunan orang banyak, perempuan ini mendekati Yesus, dan dengan imannya dia menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus, dan seketika itu juga sembuhlah dia dari sakitnya.

Setelah penyampaian Firman Tuhan, hamba Tuhan mengajak jemaat yang sakit maju ke depan untuk didoakan oleh para hamba Tuhan dan konselor dari berbagai gereja. Puji Tuhan, pada malam hari itu Tuhan menyembuhkan jemaat yang menderita sakit linu pada kedua kakinya, sakit pasca operasi usus buntu, sesak napas, asma, paru-paru basah, telinga tuli di sebelah kiri, dan ada seorang anak muda yang memiliki benjolan di kelenjar tiroid, saat didoakan oleh konselour maka benjolannya lenyap.

Puji Tuhan… Tuhan Yesus tidak berubah, Dia melawat umatNya di gereja GPKAI Jemaat Reni Jaya, Tangerang Selatan. Pada malam hari itu semua jemaat dan hamba Tuhan bersukacita melihat perkara besar yang Tuhan lakukan. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

KPPI COLLABORATION IN GENTENG, BANYUWANGI, EAST JAVA, AUGUST 7, 2017

On August 7, 2017,  KPPI (Praise and Divine Healing Crusade)  was held at GPdI Elim, Jl. Diponegoro 8, Genteng, Banyuwangi, as collaboration with BAMAG  of Genteng District, Banyuwangi, East Java. The event was arranged by Rev. Bambang and attended by 13 churches.


The worship leader opened the service by leading all the congregations to praise and worship God with full of joy.  After that, they watched a film of healing testimony that happened to a lady, Mrs. Sugiah. She was healed miraculously from deafness for 2 years at KPPI GPdI Maranatha Banyuwangi on March 19, 2017.

The preaching of the Word of God was delivered by Andry, from KPPI Team of Jakarta,  read John 1: 1-4, “In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. He was with God in the beginning. Through Him all things were made; without Him, nothing was made that has been made. In Him was life, and that life was the light of all mankind.”


The preacher said that God’s plan for us is a plan of peace and not for an accident  (Jeremiah 29:11). Then the congregations were invited to believe in Lord Jesus. Many of them raised up their hands to answer the call. How wonderful to see  them accepting Jesus as their personal Savior in their lives

Rev. Henry Panjaitan, from KPPI Team of Jakarta, continued the sermon  from John 5: 1-9 about the Healing at the Pool of Bethesda. There was a man who was  suffering from paralysis for 38 years and he was patiently waiting for healing from God. The preacher said that we must have faith and patience like this man.  That man persistently waited for the moving of the water to get  his healing. In fact he never had the chance to be the first person get into the stirring water. But he kept on waiting persistently.  Lord Jesus saw this man’s faith and persistence. He stopped by  and healed him.


He then called everyone who was sick to come forward to be prayed by counselors from various churches. Thank God, God healed people who suffered from heart disease, foot cramps, breast tumors, and many of other sicknesses. Hallelujah!

The Lord Jesus does not change. He visited His people in Genteng District, Banyuwangi. In that night all the congregations and servants of the Lord were rejoicing at the great things which God has done. All the glory belongs to the Lord.

KPPI GPdI Maranatha desa Yosomulyo, Gambiran, Banyuwangi 19 Juli 2017

Pada tanggal 19 Juli 2017 diadakan Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi  (KPPI), yang bekerjasama dengan gereja GPdI Maranatha, desa Yosomulyo, kecamatan Gambiran, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur  yang digembalakan oleh Pdt. Meidy Rumense.
 
Ibadah dimulai dengan doa dan puji-pujian yang dipimpin oleh Pdp. Hizkia Senduk. Pemimpin pujian mengajak jemaat memuji dan menyembah Tuhan, dan semua jemaat tampak bersungguh-sungguh  memuji dan menyembah Tuhan.
 
Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh  Rut Sinta, dari Tim KPPI Jakarta, yang menyampaikan Firman Tuhan dari  Yesaya 53 tentang pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.  Tuhan Yesus datang ke muka bumi, mengambil rupa seorang manusia,  Dia merendahkan diriNya dan mau disalibkan menggantikan kita. Tuhan Yesus  menderita karena memikul dosa kita. Dia menanggung segala penyakit kita. Tuhan mau kita percaya padaNya. Dan saat hamba Tuhan mengajak jemaat untuk percaya kepada Tuhan Yesus, maka semua jemaat yang hadir bangkit berdiri dan menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat
 
Dilanjutkan oleh Pdt. Sudaryono, dari Tim KPPI Jakarta yang menyampaikan Firman Tuhan mengenai kesembuhan tentang seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Dimana perempuan ini telah berulang kali diobati oleh berbagai tabib sampai habis semua hartanya, namun sama sekali tidak terjadi kesembuhan.  Bahkan sebaliknya keadaannya semakin memburuk.  Perempuan ini mendengar berita-berita tentang Yesus yang sanggup menyembuhkan segala penyakit dan dia menjadi percaya. Di tengah-tengah kerumunan orang banyak perempuan ini mendekati Yesus, dan dengan imannya dia menjamah  jumbai jubah Tuhan Yesus. Dan seketika itu juga sembuhlah dia dari sakitnya. 
 
Setelah penyampaian Firman Tuhan, maka kemudian hamba Tuhan mengajak jemaat yang sakit maju ke depan untuk didoakan oleh para hamba Tuhan dan konselor. Puji Tuhan, pada malam hari itu Tuhan menyembuhkan berbagai sakit-penyakit, di antaranya ada yang sembuh dari sakit asam urat, tangan kiri yang tidak bisa diangkat, serta sejumlah penderitaan sakit-penyakit lainnya juga yang Tuhan sembuhkan.
Haleluya, Tuhan Yesus tidak berubah, Dia melawat umatNya. Pada hari itu  semua jemaat dan hamba Tuhan beryukur melihat perkara besar yang Tuhan lakukan kebaktian KPPI di desa Yosomulyo, kec Gambiran, kab Banyuwangi. Segala kemuliaan bagi Tuhan.

KPPI GIA PURWOREJO, JAWA TIMUR, 18 JULI, 2017

Haleluya! Pada tanggal 19 Juli 2017 tim KPPI Jakarta melayani di Purworejo, Jawa Tengah. KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) diselenggarakan di  GIA Purworejo, Jawa Tengah, digembalakan oleh  Pdt.Budi Cahyono Hartono.

Pujian dan penyembahan memulai ibadah yang dipimpin oleh  Ibu Ririn Yefta. Seluruh jemaat dibawa memuji dan menyembah Tuhan dengan sepenuh hati.

Selanjutnya diputar sebuah film kesaksian kesembuhan. Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh  Ev. Debbie Kusuma,  dari Tim KPPI Jakarta, diambil dari Yesaya 53 mengenai Yesus mengorbankan diriNya mati di kayu salib. Yesus datang ke dunia mengambil rupa seorang manusia, merendahkan diriNya dan bersedia disalibkan menggantikan kita. Yesus menderita karena menanggung semua dosa dan sakit penyakit kita. Yesus menghendaki kita percaya kepadaNya. Hamba Tuhan kemudian mengajak semua jemaat percaya kepada Yesus. Hampir semua yang hadir memutuskan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Firman Tuhan diteruskan dengan menyampaikan bahwa kita harus memiliki iman di dalam Yesus. Bahwa oleh bilur-bilurNya Dia sanggup menyembuhkan sakit penyakit kita. Kemudian semua yang sakit diminta maju ke depan untuk didoakan oleh Hamba Tuhan dan semua konselor.

Puji Tuhan. Allah membuat berbagai mujizat. Mereka disembuhkan dari sesak nafas, juga stroke sehingga sulit menggerakkan tangan dan kaki, tetapi setelah didoakan dapat menggerakkan dengan mudah. Demikian juga sakit lainnya disembuhkan malam itu.

Semua yang hadir begitu bersemangat dan bersukacita melihat pekerjaan mujizat Tuhan bagi umatNya di KPPI Purworejo, Jawa Tengah.

Terpujilah Tuhan atas semua pekerjaanNya.

KPPI GPPK Sion, Cengkareng, Jakarta Barat 8 Juli 2017

Pada tanggal 8 Juli 2017 kembali diadakan Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) bekerjasama dengan GPPK Sion, Cengkareng, Jakarta Barat  yang digembalakan oleh  Bapak Pdt Asin Solihin.

Ibadah dimulai pada jam 18.00 WIB, dibuka dalam puji-pujian oleh Sdri Lina yang mengajak jemaat memuji dan menyembah Tuhan dengan bersukacita.

Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Asin Solihin yang menyampaikan firman dari  Ibrani 13:8. Disampaikan  bahwa Tuhan Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Mujizat Tuhan tetap berlangsung bagi orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Jemaat yang hadir tampak sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan. Kemudian hamba Tuhan mengajak jemaat yang hadir untuk percaya pada Tuhan dan mengundang mereka untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kemudian Pdt Togu
Hasiholan, Tim KPPI Jakarta,  menyampaikan firman Tuhan dan mengajak  jemaat untuk terus berharap dan percaya kepada Tuhan. Dan hamba Tuhan mengundang jemaat yang sakit untuk maju ke muka untuk didoakan oleh para hamba Tuhan dan konselor.

Puji Tuhan, pada malam hari itu banyak jemaat yang Tuhan sembuhkan, di antaranya ada yang sembuh dari sakit darah tinggi selama setahun,  sembuh dari sakit jantung berdebar di mana sebelumnya tangannya terasa  kaku dan keram. Ada juga yang Tuhan sembuhkan dari sakit lambung, serta sembuh dari sakit kaki yang kaku. Haleluya, Tuhan melawat umatNya pada malam hari itu.

Tuhan Yesus tidak berubah dan kuasaNya dinyatakan atas umat yang dikasihiNya di Cengkareng, Jakarta Barat. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.