Beatrice Usboko: Sembuh Dari Sakit Tulang Belakang Bengkok di KPPI Jakarta 13 April 2017

Nama saya Beatrice Usboko. Saya berasal dari Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2016 saya sering mengalami sakit nyeri pada kaki hingga pinggang. Biasanya rasa sakit itu datang dan pergi. Pada awal April  2017 saya berencana mengantar ayah saya ke Jakarta untuk berobat. Ternyata pada saat itu sakit saya semakin parah dan membuat saya tidak bisa berjalan.

Seminggu sebelum ke Jakarta saya betul-betul tidak berdaya karena tidak bisa melangkah. Bahkan untuk berdiri dua menit saja saya tidak sanggup. Seluruh kaki terasa sangat ngilu, menjalar hingga ke paha dan pinggang ikut terasa ngilu. Sehingga saya benar-benar tidak sanggup berdiri. Namun setelah selama dua hari saya melakukan terapi maka saya mulai bisa sedikit melangkah. Itu sebabnya saya berniat tetap mengantar ayah saya pergi berobat ke Jakarta.

Namun selama perjalanan dari Kefa ke Jakarta, juga saat di bandara hendak naik ke pesawat saya begitu kesakitan sehingga saya benar-benar tidak sanggup berjalan dan minta bantuan pramugari agar menyediakan kursi roda bagi saya.

Setelah saya tiba di Jakarta saya melakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Ternyata dari hasil rontgen diketahui bahwa tulang belakang saya bengkok. Dokter menanyakan apakah saya pernah jatuh. Saya baru teringat bahwa saya pernah jatuh dua atau tiga kali di rumah karena terpeleset. Secara medis tulang saya tidak bisa kembali lurus dan normal. Untuk memperbaikinya maka harus dilakukan operasi. Untuk itu yang dilakukan hanya terapi pemanasan syaraf untuk mengurangi nyeri.

Kami kembali bergumul dalam doa memohon pertolongan Tuhan karena tidak ada jalan lain selain operasi. Sementara kami tidak mampu melakukan operasi. Jadi kami hanya bersandar kepada Yesus untuk memberi jalan terbaik bagi kami.

Puji syukur kepada Tuhan kami diundang untuk menghadiri KPPI Jakarta. Saya hadir di KPPI pada tanggal 13 April 2017. Saat tantangan diberikan bagi siapa saja yang merasa sakit untuk maju ke depan, maka saya maju untuk ikut didoakan. Setelah didoakan semua rasa nyeri lenyap dan saya dapat berjalan tanpa rasa sakit. Saya dapat jongkok, berdiri, bahkan bertumpu pada kaki kanan saya tanpa rasa sakit sama sekali. Puji Tuhan.

Sekarang saya sudah bisa berjalan-jalan tanpa dituntun lagi. Saya bisa berjalan-jalan keliling kota Jakarta, ke taman, bahkan pergi ke Mall, tanpa rasa nyeri di kaki saya lagi. Terima kasih Tuhan atas kasih dan kebesaranMu.

Sugiah Sembuh Dari Tuli 2 Tahun di KPPI GPdI Maranatha Banyuwangi (19 Maret 2017)

Awal mulanya sekitar 2 tahun yang lalu saya sedang di sawah dan jatuh tersungkur di sungai kecil dan tanah-tanah nya masuk ke telinga. Lalu saya coba bersihkan dengan cotton bud dan bersihkan juga dengan air. Tetapi lama kelamaan menjadi sakit, berdengung dan tidak dapat mendengar dengan jelas.

Untuk dapat mendengar, saya harus menarik telinga saya ke depan tetapi lama kelamaan menjadi sakit, berdengung dan tidak dapat mendengar dengan jelas. Jika tidak saya sama sekali tidak dapat mendengar.

Saya selalu takut setiap kali hendak ke sawah dengan menggunakan sepeda, karena saya takut ditabrak kendaraan lain. Dan karena saya tidak dapat mendengar suara klakson.

Karena itu jika saya berjalan atau naik sepeda, maka saya akan berjalan di pinggir sekali supaya tidak ditabrak.

Suara burung berkicau, anjing tetangga menggonggong, sampai suara gilingan padi yang berisik sekalipun tidak dapat saya dengar.

Saya merasa sangat kesakitan dan menderita dengan keadaan saya yang tidak dapat mendengar. Tapi saya beriman saja kepada Tuhan Yesus, bahwa Dia sanggup menyembuhkan saya.

Pada bulan Maret 2017, di gereja saya , GPdI Maranatha, Desa Yosomulyo, Kec. Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, diumumkan bahwa akan diadakan KKR Kesembuhan KPPI. Saya berantusias untuk ikut dan terus beriman bahwa saya pasti disembuhkan Tuhan Yesus.

Saya sangat menikmati suasana di KKR tersebut dan saat pemutaran film tentang kesembuhan, saya merasa ada aliran kuasa Tuhan pada tubuh saya dan saya mulai merasakan ada perubahan. Tubuh saya juga terasa lebih enakan. tubuh saya lebih enakan.

Dan pada saat doa kesembuhan, saya maju ke depan dan ketika didoakan saya melihat seperti ada asap putih yang mengalir dari kepala sampai telinga saya. Saat itu saya sudah mulai bisa mendengar. Puji Tuhan. Tuhan bekerja menyembuhkan saya.

Sepulang dari KPPI, saat malam hari saya tidur, dan saya tidur dalam posisi miring. Tiba-tiba ada suara seperti benda kecil keluar dari telinga saya. Dan sejak itu saya tidak berdengung lagi dan sudah bisa mendengar dengan jelas.

Ketika pulang dari KPPI, malamnya saat saya tidur dan saya tidur dalam posisi miring, tiba-tiba ada suara seperti benda kecil jatuh dari telinga saya. Dan sejak itu saya tidak berdengung lagi dan sudah bisa mendengar dengan jelas.

Saya sudah bisa mendengar suara kicauan burung, suara orang lain yang sedang mengobrol di seberang rumah saya, saya sudah bisa mendengar suara klakson kendaraan, saya sudah bisa mendengar dengan jelas sekarang.

Puji Tuhan … Tuhan Yesus sungguh baik, saya sangat bersyukur sekali dan saya mau untuk menyerahkan hidup saya untuk dipakai oleh Tuhan.

 

 

Therese Sandjaja Sembuh Dari Katarak Selama 2 tahun (KPPI GKMI Elshaddai 29 Maret 2017)

Ibu Therese (biasa dipanggil Ibu Theres) mengalami sakit katarak pada kedua matanya selama 2 tahun. Mata sebelah kanannya sudah pernah dioperasi di JEC (Jakarta Eye Center), namun tetap merasa tidak enak, buram, silau, tidak kuat melihat cahaya lampu, sehingga harus mengenakan kaca mata hitam jika ingin berjalan keluar. Matanya juga berair ketika berbicara dengan orang lain seperti orang menangis. Mata kanannya jadi lebih merasa tidak nyaman jika dibandingkan dengan mata kirinya yang belum dioperasi. Ibu Teres tetap kontrol ke dokter namun dokter berkata mata kanannya tidak apa-apa.

Ibu Theres mengetahui acara KPPI ini saat dia menghadiri ibadah minggu GKMI. Saat mendengar acara ini Ibu Theres percaya bahwa ini undangan dari Tuhan. Dia percaya Tuhan akan sembuhkan. Ibu ini pun hadir dalam kebaktian kesembuhan ini.

Saat didoakan dia merasakan dijamah Tuhan. Dia merasakan perubahan. Pertama saat didoakan mata kirinya sudah merasa lebih baik, bisa melihat dengan jelas dan tidak silau. Kemudian konselor mendoakannya kembali. Puji Tuhan mata sebelah kanan dijamah Tuhan juga. Ibu Theres bisa melihat dengan jelas. Matanya tidak merasa silau lagi ketika melihat sinar lampu dan sudah tidak berair lagi.

Puji Tuhan Haleluya!!!.

Lina Disembuhkan Dari Sakit Vertigo Selama Lima Tahun

Pada sekitar tahun 2011, suatu hari saat bangun tidur pagi, kepala saya terasa sakit sekali, sakit yang belum pernah saya alami. Karena sakitnya saya sulit membuka mata. Saat membuka mata, tiba-tiba mual ingin muntah. Saya pun merasa tidak kuat untuk bangun. Tiba-tiba saya ingin muntah, maka saya muntahkan di plastik. Ketika ingin buang air, saya berjuang untuk berjalan ke kamar mandi dengan merambat ke tembok, sambil menutup mata, menahan rasa sakit. Saya juga mencoba mengosok tubuh dengan balsam, namun sepertinya tidak memberi pengaruh. Akhirnya saya meminta anak saya yang pertama datang dari Tangerang untuk membawa saya ke dokter. Selanjutnya, kata dokter saya menderita sakit vertigo.

Penyakit yang saya alami ini kemudian sering kambuh, walaupun parahnya tidak seperti yang kali pertama. Penyakit ini sangat mengganggu saya dalam kegiatan sehari-hari, baik saat menjahit (saya seorang penjahit), ataupun saat mengurus rumah tangga serta suami saya yang sakit stroke. Bila sewaktu-waktu penyakit itu kambuh, maka saya minum obat yang dokter berikan dan kalau habis saya beli di toko obat ataupun apotik. Obat itu dipastikan selalu ada, dikarenakan sakit yang sewaktu-waktu dapat kambuh. Biasanya menyerang saat bangun tidur. Efek sakit kepala yang paling terasa adalah saat menengok sehingga harus disertai dengan menggerakkan badan. Dengan sakit yang saya alami ini membuat saya semakin menyadari bahwa saya hanya bisa berharap dari mujizat Tuhan.

Awal September 2016, seorang Hamba Tuhan datang mengundang saya ke KPPI. Selang beberapa hari kemudian sakit saya kambuh lagi. Saat itu saya beriman tidak mau minum obat lagi, sebab selama ini saya sangat ketergantungan dengan obat vertigo.

Pada tanggal 8 September 2016, saya bersama suami datang ke KPPI. Dengan iman saya berangkat walau dalam kondisi sedang vertigo. Saya merasakan hati damai saat puji-pujian dinaikkan. Dan ketika didoakan oleh seorang Hamba Tuhan di KPPI, saya merasakan kepala saya jadi ringan. Kepala saya dapat menengok kiri dan kanan dengan bebas tanpa rasa sakit. Saya sangat bersukacita.

Puji Tuhan, sampai saat ini penyakit vertigo itu tidak pernah kambuh lagi. Saya berbahagia karena Tuhan sudah sembuhkan.  Dengan hati bersyukur saya akan melayani Tuhan dan menjadi saksi bahwa Tuhan itu baik dan sangat baik. Terimakasih Tuhan untuk kasih yang Tuhan nyatakan di dalam kehidupan saya.  Amin.

Hallelujah!

Ibu Lina – Mujizat Memiliki Anak

Saya menikah pada bulan Agustus 1997. Sebagaimana layaknya sebuah keluarga, saya dan suami saya merindukan hadirnya seorang anak sebagai pelengkap kebahagiaan keluarga kami. Tetapi setelah menunggu 1 tahun lamanya, kami belum juga dikaruniai seorang anak. Hati kami sangat sedih, karena kami betul-betul merindukan hadirnya seorang anak dalam keluarga kami. Saya dan suami mulai berdoa dan berharap pada Tuhan, supaya Tuhan memberi kami keturunan. Kami percaya bahwa Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa kami.
Memasuki tahun kedua usia pernikahan kami, saya dan suami semakin berharap pada pertolongan Tuhan dan mulai rajin pergi ke gereja. Kami mulai belajar untuk lebih  mengikuti Tuhan dengan sungguh – sungguh.

Memasuki tahun yang ketiga dan keempat, kami masih belum melihat adanya  perkembangan yang berarti. Hal ini membuat hati kami  merasa sedih, down dan malu pada  keluarga. Tetapi karena saya percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab doa saya, maka saya terus setia berharap dan berdoa kepada Tuhan.

Pada bulan Maret 2001, saya diajak ke KPPI oleh seorang Hamba Tuhan. Sejak saat itu, timbullah harapan dan semangat baru di dalam hati saya.
Pada tanggal 8 Maret 2001, saya datang ke KPPI dengan gembira, penuh pengharapan dan iman bahwa Allah pasti menjawab doa saya. Pada saat Firman Tuhan disampaikan, saya semakin percaya dan iman saya semakin dibangkitkan. Ketika didoakan oleh Hamba – hamba Tuhan di KPPI, saya merasa ada sesuatu yang hangat mengalir di dalam tubuh saya. Pada waktu itu juga, saya yakin bahwa doa saya telah dijawab oleh Tuhan.

Saya datang lagi ke KPPI sebanyak empat kali, terakhir pada bulan Juli 2001.  Enam bulan kemudian, yaitu pada bulan Januari 2002, saya mulai merasa mual-mual dan pusing. Karena rasa sakit yang tidak tertahankan, saya pergi ke dokter terdekat. Ternyata, … berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa saya positif hamil. Haleluya ! Puji Tuhan ! Tuhan telah menjawab doa saya ! Terimakasih Tuhan ! Tidak ada yang mustahil bagi Dia ! Saya tahu bahwa kehamilan ini dari Tuhan. Saya memberitahukan hal ini kepada keluarga saya dan tetangga-tetangga saya.

Bulan demi bulan, saya jalani kehamilan saya dengan satu sukacita serta ucapan syukur.
Pada hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2002, SAYA MELAHIRKAN SEORANG BAYI PEREMPUAN YANG CANTIK SEBERAT 4,1 KG DENGAN SELAMAT. Puji Tuhan, saya merasakan anak ini merupakan pemberian Tuhan bagi kami sekeluarga.
Puji Tuhan!

Video Kesaksian : https://www.youtube.com/watch?v=rzpBOjHOjGE

Thim Kian Boen (Akuai) Sembuh dari Sakit Jantung selama 7 tahun.

Bapak Thim Kian Boen (64 tahun) sudah bertahun-tahun mengalami komplikasi penyakit, yang paling menganggu Pak Boen adalah sakit pada bagian dadanya yang diakibatkan oleh sakit pada bagian jantungnya.

Keluhan ini mulai dirasa pada tahun 2008, jika sakit jantungnya kambuh yang dirasakan oleh Pak Boen adalah   seluruh badannya menjadi berkeringat dan dada yang nyeri. Untuk meringankan keluhannya yang dia lakukan hanyalah mengoleskan minyak angin pada diseluruh badan. Pak Boen dikatakan oleh dokter menderita penyakit jantung dan harus kontrol seminggu sekali.

Walaupun dalam  keadaan yang sakit, dia tetap melakukan pekerjaannya sebagai Ojek untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari.  Saat mengojek Pak Boen harus berhati-hati sebab Pak Boen memiliki pengalaman saat mendengar bunyi klakson dari mobil lain di jalan, Pak Boen akan merasa kaget dan keluhan jantungnya muncul, sehingga Pak Boen harus meminggirkan motornya yang masih ada penumpang hanya untuk mengoleskan minyak pada badannya.

Obat-obatan terus diminum namun tetap tidak ada perubahan yang dirasakannya. Akibat sakit jantung yang di deritanya, Pak Boen  tidak boleh lelah untuk mencegah kekambuhan.

Suatu hari Pak Boen mendapatkan undangan KPPI, iapun hadir dalam KPPI 28 Mei 2015.
Pada saat doa kesembuhan, Pak Boen diminta untuk bergerak dalam iman:  berlari dan jongkok, sempat dia tidak mau karena dia berfikir tidak mungkin dia lakukan karena dia dalam keadaan sakit. Tapi akhirnya Pak Boen mengambil langkah iman, kalau orang lain dapat sembuh, maka dia percaya dia juga akan sembuh. Dia  pasrah saja dan percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan.
Puji Tuhan pada saat Pak Boen beriman maka Tuhan menyembuhkan dia dengan total dan tidak ada sakit lagi. Dia sudah bisa beraktifitas dengan normal.

 

Costantinus Damamain – Sembuh dari Kebutaan karena Diabetic Retinopathy

Costatinus Damamain – Sembuh dari Buta, KPPI, 29 Oktober 2015

Kembali Tuhan menyatakan kasih setiaNya bagi umatNya. Dinyatakan melalui mujizat yang dialami oleh Bapak Costatinus Damamain yang disembuhkan dari sakit Diabetic Retinopathy Mata Kanan Kiri. Awalnya di tanggal 10 Juli 2015, setelah buka puasa  bersama dengan teman teman di kantor dan tiba di rumah, dia melihat tembok seperti warna warni melihat lampu warnanya merah. Istrinya menyarankan untuk ke rumah sakit. Dan di rumah dia hanya menangis dan berdoa saja. Dia membayangkan tidak berharga lagi karena sudah buta. Setelah periksa ke dokter, hasil gula darahnya tinggi dan dia didiagnosa menderita Diabetic Retinopathy Mata Kanan Kiri.

Dari hasil rontgent dia mengalami kebutaan, ada gumpalan gumpalan darah dimata dan tidak dapat disembuhkan, dokter menyarankan untuk disuntik pada retina mata, dia tidak mau karena dia percaya Tuhan sanggup melakukan perkara besar. Setelah kembali ke dokter matanya dilaser dan ketika buka mata, dia tidak bisa melihat apa apa, hanya terlihat hitam saja. Dia merasa sedih dan mengumpulkan keluarganya, istri dan anak-anaknya untuk minta maaf jika ada kesalahan yang dia lakukan. Juga kepada orang tuanya di Tual Ambon.

Ketika di rumah, dia tidak dapat membaca Alkitab sama sekali, hanya duduk sambil berdoa dan memuji Tuhan, dan ketika berjalan harus dituntun. Kemudian dia mendapat kabar dari saudara iparnya bahwa ada penyembuhan di Gd Advent. Pada saat di KPPI, 13 Agustus 2015, dia datang untuk pertama kali tetapi belum mengalami kesembuhan. Tetapi dia tetap percaya bahwa Tuhan sanggup untuk menyembuhkannya. Sebelum datang pada KPPI  yang kedua, dia kembali memeriksakan gula darahnya dan hasilnya gula darahnya semakin tinggi. Pada tanggal 27 Agustus 2015, dia datang ke KPPI untuk kedua kalinya dalam keadaan mata  masih buta. Ketika doa kesembuhan dia mengalami perubahan matanya dapat melihat tulisan yang  besar yang ada di panggung.  Walaupun belum mengalami kesembuhan secara total, namun dia tetap pecaya bahwa Tuhan sanggup melakukannya. Satu minggu sebelum dia datang ke KPPI yang ketiga kalinya, dia kembali memeriksakan gula darahnya dan Puji Tuhan, hasil tes gula darahnya sudah normal.

Pada tanggal 29 Oktober 2015 dia kembali datang ke KPPI untuk ketiga kalinya, ketika doa kesembuhan dia mengalami jamahan Tuhan, matanya dapat melihat tulisan-tulisan yang kecil. Puji Tuhan, Tuhan Yesus menyembuhkannya  secara ajaib. Bapak Costatinus pulang dengan sorak sorai, Tuhan menjamahnya dan dia berjanji untuk melayani Tuhan dan bekerja bagi Tuhan. Terpujilah Tuhan.

Donatus Bakul Disembuhkan Sakit Nyeri Otot Dua Tahun

Berasal dari kota Flores ManggaraI dan bersekolah di SMAN 1 ELANG dan selama 3 tahun dia mengikuti taekwondo. Setelah lulus SMA dia ke Jakarta untuk kuliah dan selama 3 tahun dia tidak pernah olahraga. Maka terasa sakit dari mata kaki ke betis lalu pangkal paha ke betis.

Lalu dicoba dengan menaruh koyo ke punggung badannya dan obat obatan luar lainnya tetapi tidak berhasil. Akhirnya dia ke dokter untuk memeriksakan diri tapi tidak ditemui satu penyakit pun.

Akibat munculnya Nyeri Otot atau Myalgia Terlalu memaksakan otot saat beraktifitas fisik secara berlebih, cepat, dan terlalu sering. Otot terkilir dan tegang karena cedera atau trauma Ketegangan atau stress yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Dari situ dia mencoba minum obat yang diberikan dokter tapi tetap tidak kunjung sembuh bahkan pada malam hari dia tidak dapat tidur karena sakit. Penyakit yang dialaminya membuatnya sangat menderita sekali tapi dia tetap berharap Tuhan menolongnya.

Suatu ketika ada Hamba Tuhan yang datang mengajak nya ke KPPI dan dia pun datang ke sini. Dan Puji Tuhan di KPPI dia dapat disembuhkan Tuhan secara ajaib. Saat ini sakitnya sudah tidak ada dia dapat beraktifitas dengan normal

Dia sangat bersyukur buat campur tangan Tuhan yang luar biasa.

Rendy Rudolf Kesauli Di sembuhkan Dari Sakit Pada Telapak Kaki atau Podalgia Selama 3 Tahun

Tuhan tidak pernah berhenti melakukan mujizatNya bagi umat yang dikasihiNya. Berikut mujizat yang dialami oleh Rendy Rudolf Kesauli yang disembuhkan dari sakit pada telapak kaki atau Podalgia selama 3 Tahun.

Rendy Rudolf Kesauli mengalami sakit pada telapak kaki atau Podalgia yang di derita selama 3 tahun , awal mula penyakitnya ketika Rendy Rudolf Kesauli berjalan dan merasa sakit di bagian telapak kakinya. Awalnya Rendy Rudolf Kesauli berpikir dan merasa itu hanya biasa mungkin karena lelah sehingga Rendy Rudolf Kesauli tidak terlalu memikirkannya.

Selama 3 tahun belakangan ini Rendy Rudolf Kesauli merasakan pada saat berjalan kakinya semakin terasa sakit dan sakit, ketika Rendy Rudolf Kesauli berjalan hanya 15 menit saja kakinya sudah terasa sakit sekali dan ke dua telapak kaki sakit apalagi kalau Rendy Rudolf Kesauli memakai sepatu yang berhak maka kakinya akan semakin terasa sakit oleh sebab itu Rendy Rudolf Kesauli paling anti sekali memakai sepatu berhak dan Rendy Rudolf Kesauli lebih suka memakai sepatu yang rata karena kalau Rendy Rudolf Kesauli memakai sepatu berhak kakinya langsung sakit.

Rendy Rudolf Kesauli mulai berpikir “ini kenapa?” selama sakit itu Rendy Rudolf Kesauli tidak mau bikin report orang lain, selama ini sakitnya di pendam dan di simpan saja, tidak mau memberitahu kepada orang lain dan juga kalau ada teman-teman yang mengajak Rendy Rudolf Kesauli untuk pergi jala-jalan maka Rendy Rudolf Kesauli sering menolak karena kakinya sakit.

Rendy Rudolf Kesauli mengalami nyeri pada kakinya disebut Podalgia. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab diantaranya adalah :

–          Flat Foot

–          Sering memakai sepatu berhak

–          Peradangan

–          Rematik

–          dan lain-lain

Sampai suatu hari Rendy Rudolf Kesauli diajak oleh Hamba Tuhan dari KPPI untuk mengikuti Ibadah KKR, Rendy Rudolf Kesauli percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup memberikan kesembuhan.

Pada tanggal 11 Februari 2016 Rendy Rudolf Kesauli datang ke KPPI, Rendy Rudolf Kesauli datang dalam keadaan kesakitan pada telapak kakinya dan saat penyembahan Rendy Rudolf Kesauli masih merasakan kakinya sakit tapi Rendy Rudolf Kesauli tetap menahan sakitnya dan terus percaya Tuhan Yesus pasti menyembuhkannya sehingga Rendy Rudolf Kesauli terus berdoa di dalam hati.

Setelah Rendy Rudolf Kesauli  memuji-muji Nama Tuhan dan berdoa maka malam itu Rendy Rudolf Kesauli merasakan telapak kakinya sudah tidak sakit lagi, Rendy Rudolf Kesauli sudah bisa berdiri lama tidak sakit lagi. Tuhan Yesus sudah sembuhkan Rendy Rudolf Kesauli ketika loncat-loncat maka kaki Rendy Rudolf Kesauli sudah tidak sakit lagi.

Mujizat sudah terjadi atas Rendy Rudolf Kesauli. Puji Tuhan Rendy Rudolf Kesauli sudah sembuh dan sampai saat ini Rendy Rudolf Kesauli sudah tidak sakit lagi Rendy Rudolf Kesauli sudah berjalan dan sekarang Rendy Rudolf Kesauli mau diajak teman-temannya untuk pergi jalan-jalan karena kakinya sudah disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

Kemuliaan Bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi yang telah menunjukkan kasihNya kepada Umatnya..

Haleluya

Simon Imbiri Disembuhkan Dari Sakit Paru Paru (KPPI 28 Januari 2016)

Saya menderita sakit paru-paru dimana saya merasakan sakit pada dada seperti tertikam selama 4 tahun. Saya juga mengalami sakit reumatik pada kaki kiri selama 6 tahun.

Awal sakit saya pada tahun 2010 saya jatuh dan dada saya tersangkut di atas tangga dan membuat saya sakit. Saya diantar ke  Rumah Sakit Barapasi, Desa Barapasi, Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.   Dada ini masih terasa sakit.  Saya minta rujukan dari Barapasi dan saya lanjutkan ke Serui untuk rontgen. Dokter katakan bahwa saya sakit paru-paru.  Saya bertanya kepada Dokter sakit paru-paru apa yang saya derita. Dia menyatakan bahwa saya terkena paru-paru basah. Dokter memberi saya obat program selama 6 bulan.   Karena saya pekerja berat, membelah-belah kayu, maka kesakitan timbul lagi.

Dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sakit saya masih sering kambuh. Kalau bekerja terlalu berat maka dada saya  terasa sesak sehingga saya harus berbaring sambil menahan rasa sakit pada dada saya. Saya masih merasa sering sakit.

Saya berangkat dari Barapasi ke Serui dan melanjutkan perjalanan ke Jayapura. Satu hari saya ada kunjungan kerja ke Jakarta.  Di Jakarta secara tidak sengaja ada seorang hamba Tuhan yang memberikan undangan KPPI.

Pada tanggal 28 Januari 2016 saya datang  ke KPPI dalam keadaan dada masih terasa sakit.  Saya datang dengan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan saya.   Pada waktu doa kesembuhan saya merasakan jamahan Tuhan. Puji Tuhan! Pada saat itu juga  dada saya merasakan kesembuhan. Demikian juga sakit remautik saya mengalami kesembuhan.

Saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena sudah disembuhkan dari penyakit paru-paru.

Beberapa hari setelah KPPI saya mengecek kesembuhan saya ke dokter.  Puji Tuhan, hasil rontgen menyatakan bahwa saya telah sembuh dari sakit paru-paru.

Mazmur 62:9 “Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”

 

.