Retha Disembuhkan Dari Luka Bakar Akibat Tersiram Air Panas (KPPI 27-8-2015)

Saya ingin menceritakan kebaikan Tuhan yang telah menyembuhkan saya dari luka bakar akibat tersiram air panas.

Berawal , tepatnya pada tanggal 1 Juli 2015, pagi hari saya membantu mama mengangkat air panas. Tiba-tiba panci itu jatuh dan menyentuh seluruh kaki dan paha kiri. Karena terasa sangat panas saya siram lagi menggunakan air dingin. Atas arahan mama kemudian saya olesi odol. Beberapa waktu kemudian, paha kiri melepuh dan menggelembung, membentuk bulatan. Rasanya perih dan sakit sekali, akhirnya saya hanya bisa menangis.

Seluruh keluarga saya bingung dan panik atas kondisi saya. Keesokan harinya saya  ke dokter. Pergi ke dokter saja merupakan suatu perjuangan bagi saya. Dokter mengatakan gelembungnya hanya bisa kempes dalam jangka waktu 2 bulan. Bahkan pemulihannya lebih lama. Kondisi sakit saya makin jadi sampai saya tidak bisa menggunakan alas kaki, karena lukanya sampai telapak kaki.

Kata dokter gelembungnya hanya bisa kempes 2 bulan pemulihannya lebih lama. Saya semakin binggung dan sedih. Kondisi sakit sata makin jadi sampai sangat menderita jika menggunakan alas kaki, karena lukanya sampai telapak kaki.

Saya pun diundang hadir ke KPPI. Ketika datang ke KPPI pada tanggal 27 Agustus 2015 saya ragu apakah saya bisa hadir karena kaki saya masih luka dengan banyak melepuh di betis. Tetapi saya tetap bertekad untuk datang ke KPPI. Saat datang terasa sakit sekali, bahkan saat berjalan harus mengangkang karena gelembung akibat luka itu masih sangat banyak melepuh di bagian paha dan kaki saya. Kaki saya juga bengkak.

Pada saat KPPI saya sungguh-sungguh berharap kepada Tuhan agar mujizat terjadi pada saya. Saya pulang masih dalam kondisi sakit dan berjalan masih mengangkang. Tapi ajaib, keesokan harinya semua gelembung karena melepuh di kulit saya telah kempes semua.

Sungguh saya merasakan mujizat yang dari Tuhan. Meskipun dokter mengatakan perlu waktu dua bulan untuk luka bakar seya menjadi kempes, belum lagi proses mengeringnya, tapi saya mengalami kesembuhan dengan sangat cepat. Mujizat Tuhan terjadi sehingga semua gelembung itupun kempes dan mengering.

Halleluya.

 

Ruth Rahel (2 tahun) – Sembuh Sakit Radang Otak.

Kembali Tuhan menyatakan kasih setiaNya bagi umatNya. Dinyatakan melalui mujizat yang dialami oleh Ruth Rahel yang disembuhkan dari sakit Radang Otak.

Sekitar 5 – 10 Desember 2015 Ruth mengalami panas yang terus menerus. Obat – obatan yang diminumnya tidak membuatnya sembuh. Tiba -tiba pada tanggal 10 Desember 2004, panasnya naik menjadi 38, 6 C. Dia mulai kejang-kejang dan tangannya mulai mengepal. Ruth dibawa ke Rumah Sakit di daerah Tangerang.
Saat itu wajah Ruth sangat pucat dan matanya hanya tampak yang putih saja, ibunya ( Umi Evelina Siagian) sangat kuatir. dirumah sakit Ruth diberi masker oksigen, kakinya diberi infus. Makan dan minum melalui selang yang dipakai dihidungnya. Dan sore harinya dia tidak sadarkan diri, itu berlangsung 4 hari tidak sadarkan diri.

Untuk mengetahui sakit yang Ruth alami, dokter mengambil cairan dari tulang belakang. Hasilnya adalah Ruth menderita sakit Radang Otak ( Encephalitis ) suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus yang menyerang susunan syaraf pusat yang mengakibatkan timbulnya gangguan pada syaraf motorik (gerakan) dan syaraf sensorik (penglihatan). Penyakit ini langka dan sulit disembuhkan, sehingga dapat membawa pada kematian.
Ruth Rahel-01

Hari ke 5 di rumah sakit, Ruth mulai membuka mata, dokter menepuk namun tidak berkedip. Saat disenterpun juga tidak ada reaksi. saat perutnya dicubit juga tidak ada reaksi. Dan juga saat lutut diketuk, maka diketahuilah bahwa Ruth mengalami lumpuh total.

Kemudian 2 Hamba Tuhan dari KPPI datang mengunjungi Ruth dan mendokannya. Keesokan harinya, mujizat terjadi saat jam 5 pagi yang selama ini diam saja, kini bisa menangis. Dan jam 8 pagi tangannya yang lumpuh mulai dapat digerakkan. dan kedua matanya dapat mengikuti cahaya senter yang diarahkan kekiri kekanan juga keatas dan kebawah.

Pada tanggal 17 Desember 2004 masker oksigen dan selang infusnya dicabut. Pada tanggal 5 Januari 2005 hamba Tuhan KPPI datang mengunjungi Ruth di rumah untuk mengajak ke KPPI.

Pada Tanggal 27 Januari 2005 , Ruth dan Ibunya datang ke KPPI. pertama kalinya dan saat didoakan belum ada perubahan. Kembali Ruth dan Ibunya datang kedua kalinya pada tanggal 10 Februari 2005, didoakan kembali saat itu mulai dapat duduk dan berdiri. Dan pada tanggal 28 April 2005 datang kembali untuk yang ke3 kalinya. Kesembuhan Total terjadi Ruth dapat berjalan saat kedatangan KPPI yang ke empat 12 Mei 2005. Ruth didoakan oleh salah seorang hamba Tuhan, ibunya merasakan saat itu panas kakinya Ruth seperti ada aliran listrik. Ibunya percaya saat itu anaknya sudah bisa berjalan.

Ruth dan Ibunya menyaksikan di panggung di KPPI 11 Agustus 2005, 3 bulan setelah mengalami kesembuhan total.
Ruth Rahel-05

10 tahun kemudian, mujizat kesembuhan yang dialami Ruth Rahel terus berlangsung. Puji Tuhan tim KPPI Jakarta yang sedang melayani di kabupaten Aceh Tenggara lokasinya di desa Lawedeski, kembali bertemu dengan Ibu dari Ruth Rahel yang sekarang ikut melayani Tuhan sebagai konselor. Sungguh besar dan ajaib kuasa Allah yang telah mempertemukan kami kembali setelah hampir 10 tahun lamanya. Dan kesembuhan itu tetap berlangsung sampai saat ini Tuhan terus memelihara Ruth yang sekarang sudah sekolah lulus SD dan akan melanjutkan ke SMP kelas 1. Ruth sungguh bersyukur atas kesembuhan yang dia alami dan Ibunya juga giat melayani Tuhan sekarang ini. Sungguh Dia bapa yang baik bagi semua orang percaya. Terpujilah Tuhan atas kasih setiaNya yang besar ditunjukkanNya bagi orang yang mengasihi Dia !

Bambang W.Baiin – Sembuh Sakit Osteoporosis 2 Tahun, KPPI 17 Agustus 2010

Berikut ini saya akan menyaksikan Mujizat yang Tuhan nyatakan atas penyakit Osteoporosis yang saya alami selama 2 tahun sejak 2008.

Saya seorang kepala rumah tangga, dan sehari–hari nya kegiatan saya berada di kemiliteran Brimob Kelapa Dua Depok

Bambang W Bain-1 Awal mula penyakit saya sekitar  akhir tahun 2007. Saat itu saya sedang dikirim tugas kemiliteran ke kota Ambon. Pada suatu sore saya hendak berlari dalam suatu latihan fisik (latihan rutin dalam kemiliteran). Tiba –tiba kaki saya sakit dan sulit untuk berdiri. Awalnya saya mecoba dengan pengobatan biasa yaitu mengolesi dengan balsem. Memang terasa berkurang. Namun setelah beberapa lama sakit ngilu pada kaki saya terasa kembali.  Apalagi saat saya mengunakan kedua lutut saya  untuk jongkok, berlari, melompat dan lain–lain. Saat situ saya belum memutuskan ke dokter atau Rumah Sakit, sebab kota tempat saya bertugas sangat kecil dan terpencil, sehingga kurang lengkap untuk pemeriksaan sakit pada lutut saya. Bambang W Bain-4

Setelah selesai tugas di kota Ambon sekitar pertengahan tahun 2008 saya kembali ke Jakarta. Rasa sakit yang saya rasakan terus menyiksa, hingga akhirnya saya memutuskan berobat ke Rumah Sakit.  Saat itu dokter menyarankan agar dirontgen tulang pada pada kedua lutut saya dan hasilnya adalah telah terjadi pengeroposan tulang pada lutut saya. Tulang pada kedua lutut saya mengalami pengeroposan seperti lancip di kedua sisinya sehingga membuat rasa sakit apabila saya duduk atau jongkok hendak bangun saya rasa sakit sekali.

Dokter menjelaskan penyebab sakit pengeroposan tulang pada lutut saya kemungkinannya disebabkan aktifitas saya sejak kecil yang gemar olahraga. Saya sebelumnya adalah atlit bulutangkis dan gemar olahraga yang lain. Dengan banyaknya kegiatan fisik tersebut mengakibatkan pengeroposan tulang di saat usia seperti saya.

Akhirnya dokter memberi dua pilihan untuk pengobatannya, yaitu dioperasi atau minum obat secara rutin dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.  Namun dokter melarang saya melakukan olah raga ekstrim seperti lari, loncat, jongkok dan beladiri.

Sebagai seorang kepala Datasemen saya tetap ke lapangan untuk latihan militer,  namun saya mencoba tidak menunjukan kelemahan saya ini di hadapan anak buah saya.  Walaupun sakit ngilunya luarbiasa.

Saya juga sempat berobat ke dokter tulang di beberapa Rumah Sakit lainnya. Dari mulai melakukan terapi,  mengoles balsam sampai dengan mengkonsumsi obat Herbal  dengan harga yang sangat mahal saya lakukan. Setelah saya mengkonsumsi obat herbal tersebut kita-kira hampir satu tahun, karena melihat tidak ada perubahan yang berarti akhirnya saya menghentikan semua pengobatan. Terakhir saya mengkonsumsi bulan Agustus 2009 lalu. Walaupun sebenarnya dokter kembali menyarankan supaya saya dioperasi lutut di Singapura tapi saya tolak untuk dioperasi.

Hingga suatu hari saya merenungkan semua hal yang terjadi dalam hidup saya itu karena Tuhan ingin mendidik saya, agar saya kembali mengandalkan Tuhan. Saya mengakui karena memang karier dan keaadaan serba baik sehingga saya kurang mengandalkan Tuhan dalam kehidupan saya. Karena itu saya bertobat dan memulai kehidupan baru dan beriman bahwa ada kesembuhan didalam Tuhan.

Di tempat saya bekerja akan diadakan ibadah KPPI bekerjasama dgn tim KPPI Jakarta, sebelumnya diadakan beberapa kali pertemuan  untuk pelatihan HMC. Saya mengikuti pelatihan tersebut. Pertemuan HMC yang terakhir tepat pada tanggal 17 Agustus 2010 sebelum KPPI diadakan pada hari Kamis 19 Agustus 2010. Dalam pertemuan HMC terakhir itu diadakan praktek doa kesembuhan.

Dikatakan oleh Hamba Tuhan waktu itu bagi siapa saja yang sakit dapat maju ke depan untuk didoakan sekalian praktek berdoa. Karena saya merasa sakit saya pun maju utk didoakan, dan waktu itu saya minta anak buah saya untuk mendoakan saya. Oleh Hamba Tuhan diarahkan agar setiap yang didoakan diminta untuk bertindak dengan iman, dengan jongkok berdiri beberapa kali. Puji Tuhan, biasanya saya tidak bisa bangun sendiri tanpa bantuan tangan atau pegangan kursi. Tetapi setelah didoakan saya merasa sudah sembuh dan saya bisa jongkok bangun tanpa bantuan tangan saya.  Saya sudah sembuh.

Saya katakan kepada  yang mendoakan saya kalau saya sudah sembuh. Dia nampak  heran dan bingung melihat saya sudah sembuh. Seolah-olah tidak percaya bahwa kesembuhan itu nyata. Tapi saya katakan kepadanya dan  kepada semua yang hadir di pertemuan HMC itu bahwa saya benar-benar sudah disembuhkan.  Puji Tuhan. Luar biasa pekerjaan Tuhan dan saya mengalaminya sendiri.  Tuhan sangat baik buat saya dan saya berjanji akan terus melayani Tuhan khususnya dalam lingkungan pekerjaan saya

Halleluya!!!

Jacky – Sembuh Sakit Gegar Otak, KPPI 14 Februari 2014

Jacky_2

Berikut kesaksian saya yang punya pergaulan buruk dengan teman-teman yang punya kebiasaan minum minuman keras sampai mabuk-mabukan. Pada tanggal 12 Januari 2013, saya mengalami kondisi mabuk akibat minuman keras, waktu itu saya pulang ke rumah bersama teman saya mengendarai sepeda motor, karena kondisi sedang mabuk saya dan teman mengalami kecelakaan yang cukup parah. Saya tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit, oleh dokter disuruh untuk pemeriksaan ct scan, hasilnya saya mengalami pendarahan otak ringan. Dokter yang lain mengatakan gegar otak yang berat kalaupun nanti sadar akan mengalami hilang ingatan akibat gangguan pada otak. Ibu Jacky menceritakan kondisi anaknya dengan sedih karena sulit membayangkan apa yang akan terjadi.

Pada tanggal 22 Januari 2013, saya boleh pulang ke rumah dari rumah sakit namun secara mental saya mengalami kondisi yang tidak normal. Ingatan saya masih belum kembali dengan normal, ibu saya sering menangis sedih. Sampai suatu hari ada seorang yang datang mengundang saya datang ke kebaktian kesembuhan KPPI.
Pada tanggal 14 Februari 2013, saya datang ke KPPI dengan kondisi luka-luka akibat cedera dan kepala saya terasa sangat pusing saya mendengarkan firman Tuhan bahwa Allah menantikan pertobatan saya, mungkin kita menganggap diri kita seperti sampah dan rasanya ingin lari dari Tuhan, namun Allah menantikan satu orang itu bertobat ! Di saat doa kesembuhan saya berdoa dengan sungguh-sungguh, puji Tuhan saya mengalami perubahan pusing di kepala saya hilang, dan ingatan saya menjadi pulih kembali. Hasil pemeriksaan dokter setelah datang KPPI terjadi perubahan, menimbulkan kesan adanya perbaikan. Tuhan Yesus Baik ! Saya rindu melayani Tuhan menjadi hamba Tuhan seumur hidup saya.

Ela Benu – Sembuh Sakit Maag Kronis 2 Tahun, KPPI 14 Agustus 2014

Di saat saya bekerja, saya mengalami sakit di bagian lambung. Saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa terbaring di rumah. Majikan saya menganjurkan untuk ke Dokter dan diberi obat selain itu Dokter juga menyarankan untuk makan bubur selama 1 bulan, selama itu saya hanya terbaring di tempat tidur dan tubuh saya lemas sekali bila ke kamar mandi harus digendong. Saya mengalami kesedihan karena sakit selama 6 bulan lamanya, hanya bisa berbaring di tempat tidur berat badannya turun sampai 10 kg.

Ela Benu 2

Setelah 1 tahun lamanya sakit dan terbaring di rumah, ada seorang teman saya yang datang ke kontrakan rumah saya mengundang ke kebaktian kesembuhan KPPI, saya langsung mau datang. Saya percaya saya akan mengalami kesembuhan pada saat saya datang ke KPPI, puji Tuhan pada waktu didoakan saya mengalami kesembuhan, ada perubahan di bagian lambung saya yang selama ini sakit. Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena penderitaan panjang yang saya alami berubah menjadi sukacita. Sekarang saya sudah sembuh dan rindu untuk melayani Tuhan Yesus.
Ela Benu 3

Ibu Adiman Menday – Sembuh Sakit Katarak, KPPI 19 Oktober 2014 di Kab.Parigi Moutong Sulawesi Tengah

Saya mengalami sakit kepala dan pusing dari bagian mata, waktu saya bekerja di kebun ini berlangsung terus menerus. Saya mengalami sakit selama beberapa minggu, mata saya kurang bisa melihat sampai saya merasakan bahwa hidup saya sudah tidak lama lagi. Saya mengalami putus asa karena tidak bisa melakukan kegiatan apapun, menjadi bergantung pada orang lain. Dalam kondisi demikian saya berdoa, Tuhan tolong saya, sembuhkan mata saya supaya bisa melihat. Ada kenalan saya yang menyarankan untuk pergi berobat ke Parigi (kota) supaya bisa dioperasi, saya pikir siapa yang bisa mengurus saya karena saya tidak punya saudara akhirnya saya pergi berobat ke kota sendirian dan harus menjalani operasi katarak di bagian mata di sebelah kiri. Hasilnya tidak ada perubahan, tetap belum bisa melihat.

Adiman Menday 3

Dan Tuhan membuka jalan, Dia menyatakan kebaikanNya dan mendengarkan doa Ibu Adiman. Pada saat doa kesembuhan, saya merasakan jamahan Tuhan, saya bisa melihat kembali di bagian mata kiri. Puji Tuhan, saya bisa bekerja kembali mengerjakan kegiatan saya sehari-hari. Sungguh Tuhan itu Baik !

Maria – Sembuh Sakit Patah Tulang Kanan, KPPI 27 Nopember 2014

Pada tanggal 26 Oktober 2014, saya dan kawan-kawan pulang naik kendaraan umum mikrolet, tiba-tiba terjadi kecelakaan dan saya terpelanting dalam mobil, selama beberapa saat saya tidak sadarkan diri, kemudian saya merasakan tangan kanan saya tidak bisa digerakkan. Mama segera membawa saya ke tukang urut dan diberitahukan tangan kanan saya patah selanjutnya saya dibawa ke RS dan dirontgen dan memang terlihat tangan kanan saya patah.

Maria 1

Ada seorang hamba Tuhan yang mendoakan saya dan memberikan undangan KPPI. Pada tanggal 27 Nopember 2014, saya datang ke KPPI dengan memakai penyangga tangan. Waktu tantangan doa kesembuhan, saya maju kedepan didoakan, saya mendengar hamba Tuhan mengajak untuk beriman kepada Tuhan Yesus, jangan hanya memandang kepada sakit penyakit. Saya percaya kuasa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan tangan kanan saya dan saya pun mulai menggerakkan tangan saya, puji Tuhan tangan kanan saya bisa digerakkan dan menjadi kuat. Saya gerakkan dengan memutar lengan kanan saya, luarbiasa bisa digerakkan dengan normal seperti sebelumnya. Tuhan Yesus sembuhkan saya !

Evi Silvia, Sembuh Sakit Paru-Paru Bagian Kiri, KPPI 2004

Silvia 1

Pada awal tahun 2004, saya mengalami sakit batuk yang parah saya mencoba minum obat-obatan warung namun tidak kunjung sembuh. Sampai batuk terus menerus mengeluarkan darah yang sangat banyak, berat badan saya pun turun hingga 20 kg. Keluarga saya mengajak berobat alternatif namun tidak ada perubahan malah semakin parah.

Kemudian saya ke rumah sakit, dokter menyatakan ada flek di paru-paru sebelah kiri dan bagian atas paru-paru pecah hingga mengeluarkan gumpalan darah. Saya mengalami komplikasi penyakit dalam yang cukup parah, akibatnya saya mengalami kekurangan darah dan harus menjalani transfusi darah sebanyak 4 kantong, saya pun harus dirawat di RS selama 3 minggu.

Ada seorang hamba Tuhan mendoakan saya di rumah sakit dan dia mengajak saya ke KPPI pada waktu itu. Saya pergi ke KPPI bersama ibu saya dengan memakai kursi roda. Pada waktu doa kesembuhan, hamba Tuhan mengajak bagi siapa yang sakit supaya maju kedepan untuk didoakan. Sebelum berdoa hamba Tuhan itu juga mengatakan bahwa kesembuhan bukan dari hamba Tuhan melainkan dari imanmu kepada Tuhan Yesus yang sanggup menyelamatkan. Saya bisa berjalan dan mengalami kesembuhan. Puji Tuhan, Dia yang menyembuhkan saya dari hasil pemeriksaan setelah 10 tahun kemudian saya kembali rontgen, puji Tuhan paru-paru saya sudah normal dan sudah bersih. Haleluya, Tuhan Yesus sudah sembuhkan sakit paru-paru saya.

Anneke Tairas : Sembuh Sakit Diabetes, KPPI 26 Maret 2014

Ibu Anneke adalah seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak sedangkan suaminya bekerja sebagai seorang Joki pacuan kuda di Pulomas.

Sepanjang tahun 2014  sering merasa lemas dan pusing, awalnya Ibu Anneke mengira  mungkin akibat kelelahan sehingga sering ditahan dan abaikan. Ternyata kondisinya malah semakin parah, sebab saat tidak sedang lelahpun  masih merasakan keluhan. Ditambah lagi  dengan  tiba tiba mata menjadi rabun dan tidak seperti biasanya di malam hari  sering terbangun hendak buang air kecil.

Akhirnya karena merasa terganggu dengan keluhan tersebut, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter dan mengutarakan semua keluhan yang dirasakan selama ini kepada dokter.  Berdasarkan informasi tersebut, dokter meminta untuk Ibu Anneke melakukan pemeriksaan gula darah.  Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa  gula darah sewaktu (GDS)  saat itu adalah 187 mg/dl sehingga dokter mengambil kesimpulan bahwa  ia menderita penyakit diabetes. Dokter menyarankan agar  minum obat, namun obat yang diberikan tersebut tidak dapat diminum lagi karena setiap kali meminumnya, langsung timbul alergi.

Secara medis, apabila seseorang terdiagnosa penyakit diabetes adalah sebagai berikut:
1. Gejala Klasik 3 P
– Poliuri (sering kencing sampai membangunkan pada malam hari )
– Polidipsi (sering minum namun masih merasa lemas)
– Polifagia (sering makan namun masih sering lapar )

2. hasil lab GDS (Gula Darah Sewaktu):normal : 90-110mg/dl
GDP(Gula Darah Puasa):normal 90-110mg/dl
Prediabetes : Gejala Klasik (+) + hasil lab GDS(110-199mg/dl)/GDP(110-125mg/dl)
Diabetes : Gejala klasik (+) + hasil lab GDS (200<)/GDP (126<)

Hasil lab ibu Aneke menunjukkan gejala klasik (+) + hasil lab GDS (187 mg/dl) = (+) prediabetes
Penanganan prediabetes : dapat diberikan obat diabetes + perbaikan pola hidup (diutamakan)
penanganan diabetes : mutlak obat diabetes + pola hidup sehat

Ibu Anneke mengambil keputusan untuk tidak minum obat dan hanya mengatur pola makan saja  dengan minum jus timun dan melon setiap hari. Memang sedikit terasa perubahan, namun tetap merasa pusing dan lemas.

Akhirnya suatu kali Ibu Anneke diajak saudaranya untuk datang ke KPPI pada tanggal  26 Maret 2015. Ibu Anneke datang dan merasakan jamahan Tuhan. Saat didoakan oleh seorang Hamba Tuhan dan selesai didoakan maka dicek gula darahnya, hasilnya adalah 120 mg/dl.  Puji Tuhan gula darahnya  turun. Diapun bersaksi di KPPI bahwa Tuhan telah menyembuhkannya. Seminggu setelah KPPI  maka ia kembali memeriksakan gula darah dan hasilnya 112 mg/dl dan seminggu kemudian saat diperiksa kembali maka hasil akhirnya adalah 109 mg/dl. Puji Tuhan gula darah Ibu Anneke sudah normal.

Puji Tuhan. Tuhan luar bisa. Ia telah menyembuhkan sakit diabetes Ibu Anneke, sekalipun ia dinyatakan tidak mungkin sembuh dan belum ada obat untuk menyembuhkan sakit diabetes. Tuhan menggenapi janjiNya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Rudi Simon – Sembuh Pergeseran Sendi Pinggul, KPPI 10 Mei 2012

Awalnya saya mengalami kecelakaan kena benturan yang keras menyebabkan kaki saya tidak bisa berjalan karena terjadi pergeseran pada sendi pinggul. Waktu di rumah sakit di kota saya peralatannya masih belum lengkap, selama 1 bulan, dengan kondisi kaki belum bisa berjalan dibantu dengan tongkat. Dokter menyarankan supaya dirawat di RS kota besar ke dokter bedah tulang, saya pergi ke Jakarta pada tanggal 12 Januari 2012 pinggul kanan dirontgen, kelihatan tulang nya sudah retak tidak bisa berjalan seperti dulu lagi harus dipasang pen yang bentuknya seperti mangkok dan harus menunggu, sementara itu saya berjalan dengan tongkat karena tidak bisa berjalan dan tidak ada perubahan.

Saya hanya bisa berdoa mohon kesembuhan pada Tuhan Yesus, kalau boleh Tuhan berilah kesembuhan buat saya. Kemudian ada seorang hamba Tuhan mengajak saya ke KPPI, pada tanggal 12 Mei saya ke KPPI, disana saya melihat orang banyak, saat melihat film kesembuhan didalam hati saya rindu mengalami kesembuhan saya disembuhkan seperti mereka seperti film yang saya lihat saat itu. Hati saya tersentuh disaat menyanyikan lagu Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara, saya berdoa memohon kesembuhan bagi Tuhan tidak ada yang mustahil ! Saya berdiri dng dua tongkat, bila saya jejakkan kaki kanan saya, terasa sakit kemudian pendoa menyuruh saya berjalan, saya ikuti dengan keyakinan dalam hati saya bahwa kuasa Tuhan Ajaib buat saya ! Tiba-tiba saya mengalami kekuatan untuk bisa berjalan kembali, seketika itu juga saya berdiri melepaskan kedua tongkat saya dan berjalan, Haleluya…terpujilah Tuhan saya bisa melangkah dengan kuat.

Saya kembali ke RS pada tanggal 22 Mei, dokter dan suster heran karena saya sudah bisa berjalan tanpa tongkat. Dokter minta diulang rontgen dan memperlihatkan rontgen tulangnya masih bengkok belum kembali normal seharusnya memakai alat, tapi kenapa kakimu kuat untuk berjalan sedangkan patah di bagian pinggul itu tidak bisa sembuh dan tidak bisa untuk berjalan…? Saya percaya Tuhan sudah melakukan mujizat kesembuhan sekalipun hasil rontgen pada pinggul dan kaki saya demikian, semua adalah karena kuasa Tuhan.