Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Surti Tampubolon: Sembuh dari Stroke di KPPI

Berikut adalah kisah nyata kesembuhan ilahi  di KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) yang dialami oleh Surti Tampubolon dari penyakit stroke.

 

Pada tahun 2015, seperti biasanya dia bangun jam 04.30 pagi untuk mencuci baju-baju yang sudah direndamnya pada malam sebelumnya. Saat dia mau membilas, tiba-tiba, badannya terasa lain. Maka dia berteriak, “Tolong … tolong …tolong”. Mendadak, dia jatuh di lantai kamar mandi. Dia sudah tidak sadarkan diri.

Anak dan suaminya datang dan  mengangkatnya dari kamar mandi.  Mereka membawanya ke sebuah Rumah Sakit di Parung.  Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa dia mengidap penyakit darah tinggi. Tensinya 200. Hal inilah yang menyebabkan dia terkena stroke. Bagian tubuh sebelah kirinya menjadi lumpuh dan tidak berfungsi. Mulutnya miring. Dia tidak bisa  berjalan dan tidak bisa melakukan apapun.

Setiap hari, dia harus  jalani sendirian di rumah setelah suaminya pergi berangkat kerja dan anaknya pergi ke sekolah. Kalau dia haus atau lapar, dia menyeret tubuhnya beringsut-ingsut menuju ke dapur. Demikian juga kalau mau ke kamar mandi.

Kondisi ini sempat membuatnya putus asa sampai dia berkata, “Tuhan, hidup saya nggak ada artinya lagi. Saya merepotkan mereka.” 

Namun kasih Tuhan nyata bagi umatNya. Seorang hamba Tuhan datang dan mengajaknya ke KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi).  Imannya pun bangkit kembali.   Dia percaya Tuhan Yesus sanggup menyembuhkannya.

Kornelius Nomblene, suami Surti, bersaksi, “Waktu istri saya lumpuh dan berbaring di tempat tidur, saya melihatnya tetap bersemangat untuk sembuh. Ia mau mengalami kesembuhan, tapi tidak melalui dukun. Ia datang kepada Tuhan sebagai Juruselamatnya untuk mengalami kesembuhan.” 

Akhirnya, dia datang ke KPPI untuk pertama kalinya pada tahun 2015. Puji Tuhan ! Sepulang dari KPPI perubahan sudah mulai terjadi. Ia tetap setia datang ke KPPI sampai tahun 2016.  Perubahan terus terjadi. Kesembuhannya semakin nyata. 

Empat tahun kemudian seluruh bagian tubuh yang lumpuh sudah dapat bergerak dengan normal. Ia telah sembuh dan  dapat melakukan aktivitas seperti biasa. 

Dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mazmur 37 : 4).

Hubungi Kami via Whatsapp