{"id":12791,"date":"2019-10-31T09:39:36","date_gmt":"2019-10-31T09:39:36","guid":{"rendered":"http:\/\/kppi.or.id\/?p=12791"},"modified":"2019-10-31T09:39:36","modified_gmt":"2019-10-31T09:39:36","slug":"umi-rohaini-sembuh-syaraf-kejepit-di-kppi-1993-dan-jantung-di-kppi-25-jan-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kppi.or.id\/?p=12791","title":{"rendered":"Umi Rohaini: Sembuh Syaraf Kejepit di KPPI 1993 dan Jantung di KPPI 25 Jan 2018"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"12791\" class=\"elementor elementor-12791\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-e153743 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"e153743\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-4b936db\" data-id=\"4b936db\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c5ac7f2 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c5ac7f2\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"p1\">Ibu ini mengalami mujizat untuk dua sakit yang berbeda di KPPI Jakarta pada tahun 1993 dan tahun 2018.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kesembuhan pertama dialami pada tahun 1993, yaitu disembuhkan dari sakit syaraf kejepit. Diawali \u00a0sekitar tahun 1991 ia jatuh terduduk saat sedang mencuci. Ia kembali jatuh terduduk saat sedang menggendong anak. \u00a0Di situlah mulai merasa sakit tapi kondisi paling parah adalah pada tahun 1993 dimana ia akan selalu merasa sangat kesakitan bila duduk sebentar saja atau berdiri sebentar saja. Bahkan ia tidak lagi dapat melangkahkan kakinya, karena jadi kaku dan terasa berat. \u00a0Akibatnya ia tidak dapat berjalan dan harus digendong. Ia tidak dapat melakukan apa-apa dan hanya bisa berbaring. \u00a0 Keadaan ini berlangsung selama 3 bulan. Ia sangat terpukul, sedih dan sempat putus asa.\u00a0<\/p>\n<p class=\"p1\">Dokter menyatakan bahwa dia terkena syaraf kejepit. Alternatif yang ditawarkan Dokter adalah dioperasi. tapi kemungkinannya 50 persen sembuh atau 50 persen akan lumpuh dengan biaya operasi yang cukup mahal. Karena tidak dijamin sembuh ia memilih \u00a0tidak dioperasi dan rawat jalan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Ia menjalani terapi sebanyak 10 paket. Per paket ada 6 kali terapi dan kontrol ke dokter dua kali seminggu. Hari-hari dijalani dengan hanya \u00a0berdoa mohon kesembuhan dari Tuhan. Saat itu dia banyak didoakan jemaat di gerejanya. Juga tim KPPI yang setia datang mendoakannya.<\/p>\n<p class=\"p1\">Saat diajak untuk didoakan di KPPI dia menyambut dengan antusias meskipun dia menyadari bahwa dia memerlukan perjuangan yang tidak mudah mengingat perjalanan yang cukup lama dan panjang. Tapi dia bertekad untuk datang agar didoakan. Ia mengharapkan mujizat kesembuhan dari Tuhan. Pertama kali ia datang ke KPPI ia sangat bersukacita dan imannya dibangkitkan untuk menerima kesembuhan. Kedatangan ke dua semakin membuatnya bertambah bersemangat karena melihat begitu banyak yang disembuhkan Tuhan. Tapi ia masih belum melihat perubahan pada sakitnya. Ia tidak kecil hati dan tetap setia datang ke KPPI. Pada kedatangan yang ke tiga, saat di tengah puji-pujian, ia memandang sekelilingnya, semua nampak sangat bersemangat memuji Tuhan. Ia rindu sekali bisa berdiri seperti mereka memuji Tuhan. Tanpa berpikir panjang ia pun mulai berdiri dan ia merasakan kesembuhan. Ia mulai bisa berdiri tanpa rasa sakit. Seluruh rasa sakitnya hilang. \u00a0<\/p>\n<p class=\"p1\">Tiba-tiba didengarnya hamba Tuhan di mimbar mengatakan bahwa ada seorang ibu yang disembuhkan pada saat puji-pujin dan bertanya siapakah ibu itu. Ia sempat menunggu apakah ada yang akan mengangkat tangannya, tapi tidak ada yang menjawab. Tahulah dia bahwa yang dimaksud adalah dirinya. Ia pun mengangkat tangan dan menyaksikan kesembuhan yang dialaminya.\u00a0<\/p>\n<p class=\"p1\">Sejak saat itu ia dapat berjalan dengan normal tanpa rasa sakit. Ketika kontrol lagi ke dokter, dokter menyatakan kondisinya sudah baik dan pulih. Ia memutuskan untuk berhenti terapi yang telah dijalaninya sekitar 4 paket. \u00a0Sampai hari ini kondisinya masih sehat dan tidak lagi ada keluhan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"p1\">Mujizat kesembuhan yang kedua dialaminya pada tahun 2018 dari sakit jantung. \u00a0 Selama 3 bulan ia merasakan sesak dan setelah diperiksakan ke dokter maka dinyatakan ada permasalahan pada klep jantung, karena lemak. Hal itu dikarenakan kurang berolah raga. Pada saat hadir ke KPPI pada tanggal 25 Januari 2018 dia sedang dalam kondisi sesak. Tapi setelah didoakan ia merasakan kelegaan dan sesaknya hilang.\u00a0 Tuhan sudah melakukan mujizat. Haleluya. Terpujilah Tuhan.<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-495257ca elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"495257ca\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-2aac0ec8\" data-id=\"2aac0ec8\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4e4b4239 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4e4b4239\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<!-- wp:gallery -->\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-0 is-cropped\"><\/ul>\n<!-- \/wp:gallery -->\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-1de9043 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"1de9043\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-c469ea7\" data-id=\"c469ea7\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1d4348e elementor-widget elementor-widget-video\" data-id=\"1d4348e\" data-element_type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/watch?v=7dKW-m54iTQ&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}\" data-widget_type=\"video.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-wrapper elementor-open-inline\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-video\"><\/div>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu ini mengalami mujizat untuk dua sakit yang berbeda di KPPI Jakarta pada tahun 1993 dan tahun 2018. Kesembuhan pertama dialami pada tahun 1993, yaitu disembuhkan dari sakit syaraf kejepit. Diawali \u00a0sekitar tahun 1991 ia jatuh terduduk saat sedang mencuci. Ia kembali jatuh terduduk saat sedang menggendong anak. \u00a0Di situlah mulai merasa sakit tapi kondisi &hellip; <a href=\"https:\/\/kppi.or.id\/?p=12791\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Umi Rohaini: Sembuh Syaraf Kejepit di KPPI 1993 dan Jantung di KPPI 25 Jan 2018&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12792,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12791","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-kesaksian-kesembuhan-2","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12791\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kppi.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}