KPPI (Kebaktian Pujian Penyembuhan Ilahi) secara online kembali berlangsung melalui program Live Streaming di Facebook dan You Tube, pada hari Senin 4 Mei 2020.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jacob B. Sumbayak dengan tema “Yesus Berjalan di Atas Air” yang diambil dari Matius 14: 22-33.
Peristiwa ini terjadi setelah mujizat Yesus memberi makan 5.000 orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Setelah orang banyak yang mengikuti Tuhan Yesus disuruh pulang, lalu murid-muridNya pun diminta mendahului pulang naik perahu. Kemudian Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri, ketika hari sudah malam.
Ternyata murid-murid di dalam perahu mengalami masalah karena berhadapan dengan angin sakal, yaitu arah angin yang bertolak belakang dengan arah perahu. Angin ini membuat perahu terombang-ambing dan sulit bergerak maju. Jika diperkirakan mereka membuang sauh jam 8 malam, maka hingga jam 3 pagi atau sudah hampir 7 jam mendayung, mereka baru mencapai sekitar 3 mil atau 5 kilometer dari pantai.
Yesus Selalu Melakukan Mujizat untuk Menolong
Dalam kondisi kepayahan karena perjalanan yang sangat berat di tengah gelapnya malam, angin kencang dan gelombang yang tinggi, tiba-tiba murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air. Sementara mereka tahu Yesus sedang berdoa di bukit. Mereka menjadi ketakutan dan berteriak, mengira itu hantu.
Namun Yesus menghampiri mereka dan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Seandainya kita yang mengalami kondisi seperti ini, mungkin kita juga akan berkata demikian. Ini suatu mujizat, karena tidak mungkin seorang manusia bisa berjalan di atas air. Yesus lakukan karena Ia melihat murid-muridNya sedang dalam kesulitan dan susah payah. Ia datang untuk menolong mereka.
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Petrus adalah murid yang berani dan Ia sangat mengasihi Tuhan Yesus dan selalu ingin mengikuti Yesus.
Maka mujizatpun terjadi dimana Petrus kemudian berjalan di atas air. Bisa dibayangkan betapa gembiranya dia. Namun sementara Petrus berjalan di atas air, begitu merasakan terpaan angin laut , takutlah Petrus dan ia mulai tenggelam dan berteriak:” Tuhan, tolonglah aku”.
Maka segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Ini adalah mujizat. Orang-orang di dalam perahu menyembah Dia dan berkata, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah”.
Siapakah yang sanggup berjalan di atas air? Hanya Yesus yang sanggup berjalan di atas air. Hanya Yesus yang sanggup menolong Saudara. Dan memang Yesus adalah Anak Allah yang dapat melakukan mujizat apa saja.
Ia adalah Anak Allah tetapi Ia mau menjadi sama seperti kita, dan menjadi korban supaya kita diselamatkan. Barangsiapa percaya kepadaNya tidak akan binasa.
Firman Tuhan pada Yohanes 3: 16 menunjukkan begitu besar kasihNya kepada kita. Kita adalah biji mataNya. Dia tahu dan mengenal kita satu per satu, dimanapun kita berada. Seperti keadaan murid-murid yang kelelahan di perahu menghadapi angin sakal, maka Ia datang menolong. Dia sangat sayang kepada kita.
Demikian juga Firman Tuhan dalam Matius 10: 29-31mengisahkan tentang burung pipit yang sangat murah, yang dijual dua ekor seduit. Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi tanpa seijin Tuhan.
Dan rambut kepala kitapun Tuhan tahu dan terhitung jumlahnya. Kita yang sangat sayang pada diri kita sendiri saja tidak tahu jumlah rambut di kepala kita. Tetapi Yesus tahu, karena Dia sangat mengasihi kita.
Kalau kita merasa tidak diperhatikan Tuhan, maka itu tidaklah benar. Ia sangat mengasihi dan memperhatikan kita. Sehingga Ia datang, mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Supaya kita menerima hidup kekal selama-lamanya.
Mari, datanglah kepada Yesus. Semua orang yang percaya dan menerimaNya, diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1: 12), dan kita menyebut Dia Bapa. Karena ketika kita percaya pada Tuhan Yesus, maka kita telah masuk ke dalam keluarga Allah.
Jika saudara sakit, apapun penyakit Saudara, Yesus dapat menyembuhkannya. Oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Kita tidak perlu membayar apapun, Yesus hanya meminta iman kita. KuasaNya tak pernah berubah, sampai hari ini Ia tetap sanggup menyembuhkan. [EM/EM]