Ligia Felismina Guterres de Jesus : Sembuh dari sakit Ambeien selama 7 tahun dalam acara KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) online pada 19 Agustus 2021.

Ligia adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara. Saat ini, dia sedang menempuh pendidikan di universitas Nasional Timor Leste.

Pada tahun 2015, saat dia masih duduk di bangku SMA, dia mengalami sakit ambeien karena sulit BAB.  Akibat penyakit itu, saat BAB dia merasa kesakitan seperti ditusuk-tusuk jarum. Dia tidak bisa berdiri dan duduk terlalu lama. Jika dia berlari terlalu cepat, maka ambeiennya akan keluar. 

Selama sakit, dia tidak pernah pergi ke dokter karena takut. Jadi, dia hanya mengoleskan minyak kelapa pada bagian tubuhnya yang sakit.

Pada bulan Februari 2021, seorang temannya menganjurkan dia untuk makan bubur yang dicampur dengan daun ubi. Lalu, ubinya ditumbuk sampai halus dan dicampur dengan kemiri, tambahkan sedikit  air dan rebus. Hasil rebusan ditaruhnya dalam sebuah ember dan dia duduk diatas ember berisi air hangat tersebut. Hal ini dilakukannya sebanyak 10 x, tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Dia sangat sedih dan menangis.

Pada 11 Juni 2021, dia melihat Facebook KPPI Yesus Penyembuh. Dia mengirimkan  permohonan doa. Tidak lama kemudian, seorang hamba Tuhan dari tim doa KPPI menelpon dan mendoakannya. Setelah itu, hamba Tuhan itu selalu mengirimkan link acara live streaming KPPI kepadanya dan diapun selalu mengikuti acara KPPI.

Pada 19 Agustus 2021, dia mengikuti acara live streaming KPPI melalui handphone nya. Saat sesi doa kesembuhan, tiba – tiba sinyal internet di lokasi tempat tinggalnya putus. Tapi, dia tetap berdoa didalam hatinya, “Ya Tuhan, aku percaya kepada-Mu. Engkau pasti mendengarkan doaku dan Engkau pasti mau menyembuhkan penyakitku”.

Keesokan harinya, penyakit ambeien nya sudah sembuh. Puji Tuhan ! Dia segera menghubungi tim doa KPPI untuk memberitahukan tentang mujizat kesembuhan yang dialaminya. Dia sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus mendengar doa – doanya dan menyembuhkannya.

Sampai dengan hari ini, kesembuhan itu masih terus berlangsung.

Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepuiianku ! (Yeremia 17 : 14)

Bong Kie Fa : Sembuh dari vertigo dalam pelayanan doa kesembuhan online pada 12 Agustus 2021.

Bong Ki Fa adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 5 orang anak dan 13 orang cucu. Dia tinggal di Singkawang – propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Pada 10 Agustus 2021, saat dia membuka matanya, semua benda terlihat bergoyang dan berputar. Akibatnya, dia ingin menutup matanya terus menerus. Dia tidak bisa berjalan sendiri. Jika dia ingin ke kamar mandi, maka salah seorang anak atau cucunya akan menuntunnya berjalan. Dia juga merasa mual.

Dia pergi ke dokter. Dokter mengatakan dia sakit vertigo. Dokter memberikan 4 jenis obat. Tapi, semua obat yang diminumnya tidak menghilangkan vertigo yang dideritanya.

Pada 12 Agustus 2021, dia melihat acara KPPI secara online dimana link acara KPPI ini dikirimkan oleh seorang anaknya (Bong Mui Phin) yang tinggal di pulau Bali. Saat sesi doa kesembuhan, dia menumpangkan tangannya pada kepalanya. Setelah acara KPPI selesai, dia menghubungi  Call Center KPPI dan minta didoakan untuk penyakit vertigo yang telah dideritanya selama 3 hari. Setelah didoakan oleh petugas call centre, maka sakit vertigonya sembuh. Puji Tuhan !

Dia sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkannya.  

DisampaikanNya FirmanNya dan disembuhkanNya mereka (Mazmur 107 : 20 a)

Lebrina Kain Lette : Sembuh dari Covid 19 dalam pelayanan doa kesembuhan online pada 2 Agustus 2021.

Pada 21 Juli 2021, dia batuk dan pilek. Setiap hari, dia batuk – batuk yang menyebabkan dia mengalami sesak napas dan dadanya terasa sakit. Selain itu, dia demam tinggi dengan suhu tubuh rata – rata 39 derajat Celcius yang membuat dia menggigil. Selama 2 hari, dia minum obat Paracetamol untuk menurunkan demam dan Asam Mefenamat. Tapi, kondisinya makin buruk. Tubuhnya makin lemah, lambungnya terasa sakit dan mual sehingga dia hanya bisa makan bubur.

Pada 26 Juli 2021, dia periksa SWAB di Puskesmas. Hasil pemeriksaan menunjukkan dia positif Covid 19. Pada hari itu juga, dia dirujuk ke sebuah rumah sakit di Kupang untuk menjalani rawat inap. Suaminya menemani dia selama dia dirawat di rumah sakit.

Di rumah sakit, saturasi oksigennya dibawah normal, yaitu 91 – 93. Dia diinfus dan dibantu dengan tabung oksigen. Selama dirawat dirumah sakit, dia ditemani oleh suaminya yang selalu menolongnya dalam segala hal karena kondisi tubuhnya sangat lemah. Suaminya juga yang menyuapi makanan.

Pada 2 Agustus 2021, suaminya mengajukan permohonan doa ke FB KPPI Yesus Penyembuh. Tim doa segera menghubunginya dan langsung mendoakannya. Saat didoakan, dia merasakan jamahan Tuhan. Setelah didoakan, dia sudah dapat bernapas dengan lega dan tidak demam lagi. Saturasi oksigen sudah diatas normal, yaitu 96 – 97.

Pada 5 Agustus 2021, dokter yang memeriksanya sangat terkejut melihat kondisinya yang sudah sangat baik. Dia terlihat lebih segar, sudah bisa tersenyum gembira, sudah dapat duduk dan berbicara dengan lancar. Dokter menyatakan bahwa dia sudah melewati masa kritis dan dia sudah mendapat mujizat dari Tuhan. Dokter mengacungkan 2 jempol kepada dia. Dia sudah bisa lepas infus dan oksigen.

Pada 7 Agustus 2021, dia sudah diizinkan pulang ke rumah.

Puji Tuhan ! Tuhan Yesus menyembuhkannya dari sakit Covid 19. Dia bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan Yesus baik dan menjadi tempat perlindungan bagi orang yang berharap kepadaNya.

Ia sendiri telah memikul dosa kita didalam tubuhNya di kayu salib. supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (I Petrus 2 : 24)

Irene Anak Lukong : Sembuh dari radang / infeksi pada payudara kanan (mastitis) dalam pelayanan doa kesembuhan online pada 20 Maret 2021.

Irene adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Siburan, Sarawak, Malaysia.

Dia memiliki 3 orang anak : yang sulung berusia 20 tahun, yang kedua berusia 14 tahun dan yang bungsu berusia 21/2 tahun.

Sejak tahun 2001, dia mengalami kesulitan saat menyusui anak – anaknya. ASI nya tidak dapat keluar dengan lancar. Tetapi, dia tidak pernah konsultasi ke dokter untuk hal ini.

Pada Januari 2021, saat dia sedang menyusui anaknya yang bungsu, dia merasa nyeri pada payudara kanannya. Payudara kanannya menjadi bengkak dan kemerahan akibat ada penyumbatan pada saluran ASI yang disebabkan karena ASI nya tidak dapat keluar sebagaimana seharusnya / kurang lancar sejak tahun 2001.

Dia merasa kesakitan, tidak dapat mengangkat tangan kanannya dan tidak dapat tidur dengan nyenyak.

Pada 26 Februari 2021, dia memeriksakan dirinya ke dokter. Dokter menyatakan bahwa terjadi komplikasi pada payudara kanannya berupa timbulnya bisul – bisul / benjolan pada payudara kanannya yang berisi nanah / abses akibat penyumbatan pada saluran ASI nya tidak segera ditangani. Dokter menyuruhnya untuk melakukan USG. Dari hasil USG diketahui bahwa ada radang / infeksi pada payudara kanannya (mastitis) dan benjolan berisi nanah (abses), sehingga dia harus segera menjalani operasi untuk mengeluarkan nanah dari payudara kanannya. Rencananya, operasi akan dilakukan pada 6 April 2021.

Irene berdoa memohon kesembuhan dari Tuhan.

Pada 20 Maret 2021, saat dia sedang membuka FaceBook, dia melihat FaceBook Yesus Menjawab Doa. Dia mengirimkan permohonan doa.

Tim doa dari FaceBook Yesus Menjawab Doa segera menghubunginya dan mendoakannya.

Setelah didoakan selama 3 minggu berturut-turut, pada bulan April 2021 payudaranya tidak mengeluarkan nanah lagi. Puji Tuhan !

Dia menceritakan mujizat kesembuhan yang dialaminya kepada tim doa.

Sesudah mengalami mujizat kesembuhan, dia kembali memeriksakan dirinya ke dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa dia sudah sembuh dan tidak perlu menjalani operasi. Haleluya ! Tuhan Yesus ajaib !

Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku ! (Yeremia 17 : 14)

Jeslyn Bani : sembuh dari sakit kulit pada kepala dalam pelayanan doa kesembuhan online pada 29 Oktober 2020.

Jeslyn Bani yang lahir pada 20 Oktober 2020 adalah anak pertama dari Rina Tay dan Feri Bani. Mereka tinggal di kabupaten Malaka, propinsi Nusa Tenggara Timur – Indonesia.

Pada 5 Oktober 2020 menjelang Jeslyn Bani lahir, ibunya mengirimkan permohonan doa ke Facebook KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh agar dia dapat melahirkan dengan normal.

Pada 20 Oktober 2020, ibunya menginformasikan di Facebook KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh bahwa dia sudah melahirkan dengan normal. Dia dan bayinya dalam kondisi sehat.

Pada 28 Oktober 2020, ibunya mengirimkan permohonan doa lagi ke Facebook KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh karena timbul bisul-bisul kecil sebesar butiran jagung dan berwarna merah yang memenuhi kulit kepala Jeslyn. Jika bisul – bisul tersebut dipencet, maka keluar cairan berwarna putih seperti nanah. Akibat penyakitnya ini, Jeslyn menangis terus menerus / rewel.

Tim doa dari FaceBook KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh segera menelpon Rina Tay dan mendoakan Jeslyn.

Keesokan harinya, orangtuanya kaget karena semua benjolan di kulit kepala Jeslyn telah hilang. Kulit kepala Jeslyn menjadi mulus kembali seperti saat baru lahir. Haleluya ! Tuhan Yesus ajaib ! Tuhan Yesus baik bagi Jeslyn Bani.

Pada 1 November 2020, dengan hati yang penuh sukacita dan pengucapan syukur, ibunya memberitahukan tentang mujizat kesembuhan yang dialami Jeslyn Bani di Facebook KPPI Yesus Penyembuh.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu ! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya (Mazmur 34 :9).

Manuel Pereira: Sembuh dari Stroke Ringan dalam Pelayanan Doa Kesembuhan online, 26 Juni 2020

Manuel Pereira : sembuh dari stroke ringan akibat darah tinggi dalam pelayanan doa kesembuhan online pada 26 Juni 2020.

Manuel Pereira tinggal di Timor Leste.

Dia mengalami penyakit darah tinggi sejak Maret 2020.  Gejala – gejala yang dirasakannya adalah kepala terasa sakit / berat dan tubuh bergetar-getar, Dia selalu minum obat Paracetamol dan Kaptopril yang diberikan oleh dokter, tetapi tidak ada perubahan yang terjadi.

Kondisi paling parah terjadi pada akhir Mei 2020. Dia tidak sanggup untuk bangun dari tempat tidur dan kepalanya sulit diangkat karena terasa berat. Tubuhnya bergetar terus menerus.

Pada tanggal 5 Juni 2020, dia dibawa ke RS National Guido Valadares di Dili, Timor Leste. Tensinya 260-280. Dia memakai kateter dan infus. Dia dirawat di rumah sakit ini selama 1 minggu lebih, dari tanggal 5 s/d 17 Juni 2020.  

Karena, tekanan darahnya sudah agak menurun, walaupun belum sampai ambang normal, dia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dalam kondisi kepalanya tetap terasa sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, dia tidak dapat tidur pada malam hari.

Keesokan paginya, ketika di cek, tensinya naik ke 160.

2 hari kemudian, tekanan darahnya naik lagi mencapai 200. Dia tidak mampu duduk, berdiri dan berjalan karena kena serangan stroke ringan. Dia hanya bisa berbaring saja. Mau duduk saja terasa berat.

Keluarganya memutuskan untuk membawanya kembali ke rumah sakit. Tetapi, dia menolak ketika mau dibawa ke rumah sakit.

Natalia, cucunya, menghubungi Tim Doa dari FaceBook Yesus Mengasihi pada 26 Juni 2020 yang pernah mendoakan dia seminggu sebelumnya. Dia minta kepada hamba Tuhan tersebut untuk berdoa bagi Manuel.

Saat didoakan, Manuel merasa ada kuasa kesembuhan yang mengalir dalam tubuhnya. Kepalanya juga sudah terasa ringan dan tubuhnya tidak bergetar-getar lagi.

Selesai didoakan, hamba Tuhan tersebut meminta Manuel beriman untuk bangun dari tempat tidur dan berdiri. Dengan iman, dia pun mengangkat kepalanya, duduk dan berdiri. Dia berusaha untuk berjalan.  

Puji Tuhan ! Dia telah disembuhkan secara total oleh Tuhan Yesus. Betapa ajaib mujiizat kesembuhan yang Tuhan Yesus lakukan baginya. Dia takjub dan bersyukur atas pekerjaan Tuhan yang ajaib.

Sepanjang hari itu, dia berjalan dan berjalan terus disekitar rumahnya. Dia merasa senang dan gembira bisa kembali berjalan dengan normal.

Sampai dengan hari ini, kesembuhan itu masih terus berlangsung. Manuel sudah dapat bekerja kembali di kantor dan mengendarai motor. Haleluya !

Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (I Petrus 2 : 24 b).

Desy Nathalya: Sembuh dari Benjolan Payudara Kiri Selama 7 Bulan dalam Pelayanan Doa Kesembuhan Online, 20 Juni 2020

Desy Nathalya berasal dari Sumba, NTT. Saat ini, dia bekerja di Hong Kong dan sudah bekerja disana selama 12 tahun.

Pada bulan November 2019, saat dia bekerja di Hong Kong, dia mulai merasa sakit pada payudara kirinya. Rasa sakit itu membuat dia susah bernapas dan bergerak. Tak jarang ketika rasa sakit itu datang, maka dia harus menghentikan semua pekerjaan yang sedang dilakukannya.

2 minggu kemudian, rasa sakit pada payudara kirinya menjalar ke bahu kirinya. Jika dia tidak kuat menanggung rasa sakit itu, maka dia akan berhenti berjalan beberapa saat.

Setelah 2 minggu menderita sakit, akhirnya dia memutuskan untuk periksa ke klinik. Namun, dokter di klinik menyarankan kepadanya untuk pergi ke rumah sakit,milik pemerintah.

Dia bersyukur, karena di dekat tempat tinggalnya ada sebuah rumah sakit milik pemerintah. Dia segera pergi ke rumah sakit tersebut. Dokter memegang payudara kirinya yang selama ini terasa sakit dan menyatakan bahwa ada 2 buah benjolan disitu. Bahkan, pada payudara kirinya yang tidak terasa sakit ada benjolan lain yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan ke 2 benjolan yang ada. Berhubung  rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan yang cukup canggih, maka dokter memberikan surat rujukan kepadanya ke bagian Breast Clinic di sebuah rumah sakit lain.

Pada Januari 2020, dia membawa surat rujukan dan mengurus administrasi pendaftaran ke bagian Breast Clinic di rumah sakit itu.  

Pada bulan Maret 2020, dia menjalani USG. Hasil USG memperlihatkan ada 2 benjolan berukuran 0,5 cm dan 0,2 cm pada payudara kirinya. Berdasarkan hasil USG tersebut, dokter menyuruhnya untuk melakukan mammografi untuk memastikan apakah benjolan itu tumor atau kanker. Selain itu, dokter memberinya obat yang harus diminumnya setiap hari untuk menghilangkan rasa sakit (pain killer).

Dia merasa gundah, galau dan bingung. Dia tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Dia merasa sendirian.

Pada tanggal 20 Juni 2020, seorang hamba Tuhan dari Facebook Kesembuhan Ilahi menghubungi dia dan menanyakan kepadanya apakah ada yang ingin didoakan. Saat itu juga, dia merasa Tuhan tidak menginginkan dia menanggung masalah ini seorang diri. Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mendukungnya dalam doa. Dia minta didoakan untuk benjolan pada payudara kirinya. Sebelum mulai berdoa, hamba Tuhan minta dia menumpangkan tangannya pada payudara kirinya. Pada saat didoakan, dia merasa sakit sekali seperti ada sesuatu yang dicabut keluar dari dalam tubuhnya. Sesudah didoakan, dia tidak lagi merasakan sakit. Puji Tuhan !

Pada tanggal tgl 24 Juni 2020, dia menjalani mammografi. Berdasarkan hasil mammografi, dokter menyatakan bahwa benjolan di payudara kirinya sudah hilang.

Haleluya ! Mujizat terjadi !

Sampai dengan hari ini, kesembuhan itu masih terus berlangsung. Dia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karena Tuhan sangat baik.

Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya (Nahum 1: 7).

https://www.youtube.com/watch?v=_ijVv_kbh6w

Antero Santos: Sembuh Pembengkakan Jantung 6 bulan Akibat Darah Tinggi dalam Pelayanan Doa Kesembuhan Online pada 10 Juni 2020

Antero Santos tinggal di Dili, Timor Leste.

Pada tanggal 10 Desember 2019, saat dia baru bangun tidur pada pagi hari dan sedang berdiri di dekat tempat tidurnya, tiba-tiba dada kirinya seperti ditusuk – tusuk pisau. Nafasnya setengah – setengah / sesak seperti mau putus. Kepalanya juga terasa sakit saat disentuh. Dia baru pertama kali merasakan sakit seperti ini. Dia jatuh dan segera dibawa ke salah satu rumah sakit yang ada di Dili.

Di rumah sakit, dia dibawa masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Tensinya 171/91. Dia diberikan oksigen untuk membantu pernapasannya. Dokter memberikan 3 jenis obat untuk menurunkan darah tinggi yang harus dia minum 4x sehari. Dia harus disiplin dan tidak boleh berhenti minum obat tersebut.       

Setiap hari, dia hanya bisa makan bubur (tanpa garam) dan minum air putih. Akibatnya, berat badannya turun secara drastis dari 86 kg menjadi 61 kg.

Setelah minum obat secara rutin selama 6 bulan, tidak ada perubahan yang terjadi. Setiap hari, napasnya tetap setengah-setengah / sesak napas. Bahkan, saat berbicara suaranya pun sangat pelan / tidak bisa kencang.

Kondisinya bertambah parah di mana setelah selesai makan, dia akan muntah.  Habis minum pun, muntah. Kepala nya pusing yang menyebabkan dia tidak bisa berdiri. Dia hanya dapat duduk dan berbaring di tempat tidur.

Semakin hari kondisinya semakin bertambah parah. Dia benar – benar putus asa. Sakit itu membuat dia sangat menderita sampai dia berpikir lebih baik jari tangannya dipotong daripada menahan rasa sakit seperti ini.

Pada 25 Desember 2019 terjadi serangan jantung yang ke 2 saat dia sedang menyiram tanaman di depan rumahnya. Dia merasa akan menemui ajal / meninggal. Nafas terasa berat. Kalau bernafas lama dan ditarik, rasanya napasnya seperti mau putus / berhenti. Matanya sudah tidak dapat melihat dengan jelas. Ujung tangan dan kakinya sudah dingin, berkeringat dan kaku. Pikiran mulai melayang.

Dia merasa sudah tiba saatnya untuk memberikan pesan-pesan terakhir buat saudara-saudara dan keluarganya. Keluarga sudah berkumpul. Mereka sedih dan menangis, terutama istri saya.

Melihat hal itu, dia berjuang dan berkata di dalam hatinya, “Saya harus kuat. Saya harus bertahan demi istri dan anak saya yang baru berumur 2 tahun. Saya tidak boleh egois. Saya harus bangkit melawan penyakit ini.”

Dia segera dibawa ke rumah sakit. Dari gejala – gejala yang disampaikannya kepada dokter, maka dokter memintanya untuk segera dilakukan rontgen pada bagian dadanya (thorax). Dari hasil rontgen, dia disarankan ke bagian kardiologi. Disini dia menjalani EKG dan USG pada jantung (echocardiografi). Ternyata, dia mengalami pembengkakan jantung yang mengakibatkan kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuhnya menjadi lemah. Pembengkakan jantung yang dialaminya dipicu oleh darah tinggi. Dokter menyarankan kepadanya untuk banyak istirahat dan tidak boleh kerja berat.  Jam tidur dijaga, dalam arti dia tidak boleh tidur lebih dari 6 jam sehari karena dapat meningkatkan risiko medis dan tidak baik untuk jantung.

Serangan jantung ke 3 dialaminya pada Januari 2020 ketika dia duduk di rumahnya dan sedang main HP.

Dalam keadaan setengah sadar, dia ingat anak, istri dan keluarganya yang akan ditinggalkannya. Dia sangat takut. Dengan sisa tenaga yang tersisa, dia ucapkan dengan tidak henti – hentinya, “Darah Kudus Yesus, Tubuh Kudus Yesus.” Dia ucapkan berkali – kali sampai dia tidak sadarkan diri.

Seperti mimpi, dia melihat sosok yang nyata. Benar-benar nyata. Bukan gambar. Di depannya berdiri seseorang memakai jubah putih dan dari dadanya keluar cahaya berwarna merah dan biru pucat. Wajah-Nya berkilau seperti matahari. Dia yakin itu adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata kepadanya, ”Jangan kamu simpan di bingkai saja, tetapi didalam hati kamu.” Dia terbangun dan sadar, lalu berdoa.

Setelah mimpi itu, kondisinya mulai mengalami perubahan. Sudah mulai ada tenaga.

Dia terus berdoa dan datang beribadah kepada Tuhan Yesus.

Kira – kira satu minggu setelah dia bermimpi, yaitu pada bulan Juni 2020, saat dia sedang buka-buka Facebook, dia melihat Facebook KPPI (Kebaktian Pujian & Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh. Dia mengirim permohonan doa dan memberikan nomor telponnya.

Seorang hamba Tuhan dari tim doa menghubungi dia dan mendoakannya. Pada saat itu juga, dia mengalami kesembuhan total.

Sekarang, dia sudah dapat beraktivitas normal.  Dia bisa melompat – lompat, lari – lari dan push up. Bahkan, dia sudah bisa menggendong anaknya yang sebelumnya tidak bisa dilakukannya.

Tuhan Yesus sudah menyembuhkannya. Tuhan Yesus maha besar.

Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku ! (Yeremia 17 : 14)

Ivan Kakadi: Sembuh dari Sakit Tulang Belakang selama 3 minggu dalam acara KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Online pada 1 Juni 2020

Ivan sedang menempuh pendidikan di Merauke dan tinggal di asrama sekolahnya. Orang tuanya tinggal di kabupaten Pegunungan Bintang di provinsi Papua.

Berhubung sekolah diliburkan sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid- 19, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk beli pulsa handphone, dan lain-lain, dia bekerja di sawah yang saat itu sedang panen. Dia mengangkut karung – karung berisi gabah dengan cara memikulnya. Setiap hari, dia memikul karung – karung berisi gabah yang beratnya kurang lebih 50 kg.

Pada pertengahan bulan Mei 2020, akibat sering memikul karung-karung yang berat, dia mulai merasakan sakit pada tulang belakangnya. Rasanya sakit sekali, sehingga duduk sulit dan tidurpun sulit. Ketika rasa sakit datang, dia memilih untuk tidur walaupun sulit. Biasanya setelah tidur, rasa sakit akan berkurang. Tetapi, jika dia melakukan banyak aktivitas, maka rasa sakit itu akan kambuh lagi.

Dia tidak memiliki biaya untuk berobat.

Sakit ini terus berlangsung.

Pada tanggal 1 Juni 2020, seorang hamba Tuhan memberikan link KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh yang diadakan secara online kepada Ivan.

Dia mendengarkan kotbah dari bapak Pdt. Jacob Bernhard Sumbayak. Saat doa kesembuhan akan dimulai, bapak Pdt mengatakan untuk meletakkan tangan kiri pada bagian tubuh yang sakit dan mengangkat tangan kanan untuk berdoa kepada Tuhan. Dia lakukan seperti yang dikatakan oleh Bapak Pdt. Setelah berdoa, tiba – tiba rasa sakit pada tulang belakangnya hilang.

Puji Tuhan ! Tuhan sudah menyembuhkan Ivan. Dia sangat bersyukur kepada Tuhan yang adalah dokter di atas segala dokter .

Sejak saat itu sampai dengan hari ini, dia tidak lagi memiliki perasaan takut sakit pada tulang belakangnya saat mengerjakan sesuatu. Sekarang, dia sudah bisa main bola lagi. Haleluya !

Ivan pun semakin semangat belajar Firman Tuhan bersama dengan dua orang temannya (Ipenus dan Penius) yang dipimpin oleh seorang hamba Tuhan dari Jakarta.

Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (I Petrus 2 : 24 b).

Shika Freitas: Sembuh dari Sakit Pinggang 6 tahun, dalam acara KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Online pada 14 Mei 2020

Dua bulan sesudah melahirkan anaknya yang pertama, Shika Freitas merasa sakit pada rahimnya.

Pada Agustus 2014, dia memeriksakan dirinya ke dokter. Setelah di USG Abdomen, tidak ditemukan kista, myom atau kanker dalam rahimnya. Tetapi, dokter mengatakan ada batu – batu berukuran kecil seperti pasir di saluran kemih-nya. Oleh karena itu, dokter menyuruhnya untuk banyak / sering minum air dan olah raga.

Menjelang dia akan melahirkan anaknya yang kedua, dia menjadi kuatir dan sangat takut sekali dengan pinggangnya yang terasa sakit.

Setelah melahirkan anaknya yang kedua pada September 2017, rasa sakit pada pinggangnya semakin bertambah. Dia tidak dapat tidur terlentang, tidak dapat menyapu lantai rumah dan jongkok. Saat dia berdiri sesudah selesai mencuci pakaian, maka pinggangnya akan terasa sakit sekali.

Hari demi hari pinggangnya terasa semakin sakit. Dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghilangkan rasa sakit pada pinggangnya.

Dia menjadi sangat putus asa dengan penyakit yang dialaminya.

Pada 16 April 2020, dia menemukan FB KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) Yesus Penyembuh. Dia memasukkan permohonan doa dan memberikan nomer telponnya. Seorang hamba Tuhan dari tim doa KPPI menghubungi dan mendoakannya. Hamba Tuhan itu juga memintanya untuk mengikuti acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh online setiap hari Senin dan Kamis.

Dia terus menerus mengikuti acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh secara online. Dia selalu berdoa dan menumpangkan tangan pada pinggangnya yang sakit saat sesi doa kesembuhan.

Puji Tuhan ! Pada 14 Mei 2020, dia menyaksikan acara live streaming KPPI Yesus Penyembuh yang ke 9 kali-nya. Saat sesi doa kesembuhan, dia menumpangkan tangannya pada pinggangnya yang sakit dan Tuhan menjamahnya.

Keesokan paginya, saat dia bangun tidur dia sudah tidak merasa sakit lagi pada pinggangnya seperti yang biasanya dia alami. Dia sangat senang. Tuhan Yesus sudah menyembuhkannya. Penderitaan yang dirasakannya selama 6 tahun telah lenyap.

Dia tidak lagi merasa sakit pada pinggangnya saat jongkok, menanam bunga, mencuci pakaian, tidur terlentang, duduk dalam waktu yang lama dan mengerjakan aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka (Mazmur 107 : 20 a).